You are on page 1of 13

Slide 1

STTNAS YOGYAKARTA 06/11/2018


2011
• Definisi Mekanika Batuan
1 Menurut Talobre
– Mekanika batuan adalah sebuah teknik dan juga sains yang tujuannya
adalah mempelajari perilaku (behaviour) batuan di tempat asalnya untuk
dapat mengendalikan pekerjaan-pekerjaan yang dibuat pada batuan
tersebut (seperti penggalian dibawah tanah dan lain-lainnya).
2. Menurut Coates
– Menurut Coates, seorang ahli mekanika batuan dari Kanada :
– Mekanika adalah ilmu yang mempelajari efek dari gaya atau tekanan
pada sebuah benda. Efek ini bermacam-macam, misalnya
percepatan, kecepatan, perpindahan.
– Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari efek dari pada
gaya terhadap batuan. Efek utama yang menarik bagi para
geologiwan adalah perubahan bentuk.

STTNAS YOGYAKARTA Slide 2


2011 06/11/2018
2. Menurut Coates (lanjutan)
Para ahli geofisika tertarik pada aspek dinamis dari pada
perubahan volume dan bentuk yaitu gelombang seismik. Bagi
para insinyur, mekanika batuan adalah :
- Analisis dari pada beban atau gaya yang dikenakan pada
batuan,
- Analisis dari dampak dalam yang dinyatakan dalam tegangan
(stress), regangan (strain) atau energi yang disimpan,
– - Analisis akibat dari dampak dalam tersebut, yaitu rekahan
(fracture), aliran atau deformasi dari batuan

STTNAS YOGYAKARTA Slide 3


2011 06/11/2018
– Definisi Mekanika Batuan
3. Menurut Komite Mekanika Batuan dari Masyarakat Geologi
Amerika (1964) dan Komite Mekanika Batuan dari Aakdemi
Ilmu Pengetahuan Nasional (1960).
Mekanika batuan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang perilaku (behaviour) batuan baik secara teoritis maupun
terapan, merupakan cabang dari ilmu mekanika yang berkenaan
dengan sikap batuan terhadap medan-medan gaya pada
lingkungannya. (“Rock mechanics is the theoritical and applied
behaviour of rock; it is that branch of mechanics concerned
with the response of rock to the force fields of its,
environment”)

STTNAS YOGYAKARTA Slide 4


2011 06/11/2018
Definisi Mekanika Batuan
4. Menurut Ian Palmer (1982)
Mekanika batuan dapat di definisikan sebagai studi dari deformasi batuan
dan sifat pecahnya dalam kedua bahan yang utuh maupun sebagai
massa yang diskontinu.
5. Menurut Hudson dan Harrison
Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari reaksi batuan yang apabila
padanya dikenai suatu gangguan. Dalam hal material alam, ilmu ini berlaku
untuk masalah deformasi suatu struktur geologi, seperti bagaimana lipatan,
patahan, dan rekahan berkembang begitu tegangan terjadi pada batuan
selama proses geologi. Beberapa tipe rekayasa yang melibatkan mekanika
batuan adalah pekerjaan sipil, tambang, dan perminyakan. Topik utama
mekanika batuan adalah batuan utuh, struktur batuan, tegangan, aliran air,
dan rekayasa,

STTNAS YOGYAKARTA Slide 5


2011 06/11/2018
• DEFINISI BATUAN
3. Menurut Talobre
Menurut Talobre, orang yang pertama kali memperkenalkan Mekanika
Batuan di Perancis pada tahun 1948, batuan adalah material yang membentuk
kulit bumi termasuk fluida yang berada didalamnya (seperti air, minyak dan
lain-lain).
4. Menurut ASTM
Batuan adalah suatu bahan yang terdiri dari mineral padat (solid)berupa
massa yang berukuran besar ataupun berupa fragmen-fragmen.
5. Secara Umum
Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda, tidak
mempunyai komposisi kimia tetap. Dari definisi diatas dapat disimpulkan
bahwa batuan tidak sama dengan tanah. Tanah dikenal sebagai material yang
"mobile", rapuh dan letaknya dekat dengan permukaan bumi.

STTNAS YOGYAKARTA Slide 6


2011 06/11/2018
Sifat Batuan
• Heterogen
a. Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda.
b. Ukuran dan bentuk partikel/butir berbeda di dalam batuan.
c. Ukuran, bentuk, dan penyebaran void berbeda di dalam batuan.
• Diskontinue
Massa batuan di alam tidak kontinu (diskontinu) karena adanya bidang-bidang
lemah (crack, joint, fault, fissure) di mana kekerapan, perluasan dan orientasi
dari bidang-bidang lemah tersebut tidak kontinu.
• Anisotrop
Karena sifat batuan yang heterogen, diskontinu, anisotrope maka untuk dapat
menghitung secara matematis misalnya sebuah lubang bukaan yang disekitarnya
terdiri dari batuan B1, B2, B3, diasumsikan batuan ekivalen B' sebagai pengganti
batuan B1, B2, B3 yang mempunyai sifat homogen, kontinu dan isotrop

STTNAS YOGYAKARTA Slide 7


2011 06/11/2018
Sifat Batuan
Sifat Batuan di kelompokan menjadi 2 bagian;
1. Sifat fisik; massa jenis, spesific gravity,porositas, absorpsi dan
lainnya.
• Massa jenis asli merupakan perbandingan antara berat batuan asli
dan volume total batuan.
• Massa jenis kering merupakan perbandingan berat batuan kering
dengan volume total batuan
• Massa jenis jenuh merupakan perbandingan antara berat batuan
jenuh dengan volume total batuan.
• Aparrent spesific gravity merupakan perbandingan antara bobot isi
kering dan bobot isi air pd batuan.
• True spesific gravity merupak perbandingan antara bobot isi jenuh
batuan dengan bobot isi air.
• Kadar air asli merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan
asli dengan berat butiran batuan dan dinyatakan dalam persen.

STTNAS YOGYAKARTA Slide 8


2011 06/11/2018
• Kadar air jenuh merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan jenuh
dengan berat butiran batuan dan dinyatakan dalam persen.
• Derajat kejenuhan merupakan perbandingan antara kadara air asli dengan
kadar air jenuh dan ditanya dalam persen
• Porositas merupakan perbandingan volume rongga dalam batuan dengan
volume total batuan.
• Voidratio merupakan perbandian antara volume dalam batuan dengan volume
butiran batuan.
2. Sifat Mekanik Batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, kuat geser,modulus
eleastisitas dan poisson’s ratio.
• Pengujian kuat tekan bebas merupakan pengujian menggunakan mesin tekan
untuk menekan contoh batuan yang berbentuk silinder , balok atau prisma
dari satu arah.
• Modulus elastisitas merupakan suatu konsep pencobaan untuk regangan
yang dihasilkan, tegangan dan dan perbandingan antara keduannya disebut
modulus young.

STTNAS YOGYAKARTA Slide 9


2011 06/11/2018
Penentuan elastisitas terdiri dari ;
 Regangan merupakan suatu perbandingan antara pertambahan penjang atau
bisa dikatakan bahwa ranggangan merupakan besarnya deformasi
perbandingan dengan kondisi awalnya.
 Tegangan didefinisikan sebagai perbedaan antara gaya dengan tarik yang
dikerjakan pada benda dengan luas penampangnya.atau besarnya gaya
yang dialami suatu luasan batuan.
• Modulus young merupakan perbandian antara tegangan dan regangan suatu
batuan selama gaya yang bekerja tidak melampai batas elastisitasnya.

STTNAS YOGYAKARTA Slide 10


2011 06/11/2018
Lokasi Testing
Di laboratorium
• Pembuatan contoh dilaboratorium dilakukan dari blok batu
yang diambil di lapangan yang di bor dengan penginti
laboratorium. Contoh yang didapat berbentuk silinder
dengan diameter pada umumnya antara 50 - 70mm dan
tingginya dua kali diameter tersebut. Ukuran contoh dapat
lebih kecil maupun lebih besar dari ukuran yang disebut di
atas tergantung dari maksud uji.
Di lapangan
• Hasil pemboran inti ke dalam massa batuan yang akan
berupa contoh inti batuan dapat digunakan untuk uji
dilaboratorium dengan syarat tinggi contoh dua kali
diameternya. Setiap contoh yang diperoleh kemudian
diukur diameter dan tingginya, dihitung luas permukaan
dan volumenya.

STTNAS YOGYAKARTA Slide 11


2011 06/11/2018
Sifat Fisik Batuan
Wn
a) Bobot isi asli (natural density) =
Ww  Ws

Wo
b) Bobot isi kering (dry density) =
Ww  Ws

Ws
c) Bobot isi jenuh (saturated density) =
Ww  Ws
Wo
d) Berat jenis semu (apparent specific gravity) = / bobot isi air
Ww  Ws

Wo
e) Berat jenis sejati (true specific gravity) = / bobot isi air
Wo  Ws

Wn  Wo
f) Kadar
STTNAS air asli (natural water content) =
YOGYAKARTA x 100% Slide 12
2011 Wo 06/11/2018
Sifat Fisik Batuan
Wo
e) Berat jenis sejati (true specific gravity) =
/ bobot isi air
Wo  Ws

Wn  Wo
f) Kadar air asli (natural water content) = x 100%
Wo

Ww  Wo
g) Saturated water content (absorption) = x100%
Wo

Wn  Wo
h) Derajat kejenuhan = x100%
Ww  Wo

Ww  Wo
i) Porositas, n = x100%
Ws  Ws

STTNAS YOGYAKARTA Slide 13


2011 06/11/2018