You are on page 1of 17

HUKUM BISNIS DAN

LINGKUNGAN

02
Modul ke:

PENYELASIAN SANGKETA BISNIS

Fakultas
AMYARDI, SH, SE, MM
Ekonomi &
Bisnis
Program Studi
S1 Manajemen
PENYELESAIAN SANGKETA BISNIS

• Pertentangan atau konflik yang


terjadi antara individu – individu atau
kelompok – kelompok yang
mempunyai hubungan atau
kepentingan yang sama atas suatu
objek kepemilikan , yang
menimbulkan akibat hukum antara
satu dengan yang lain.
UNSUR – UNSUR SANGKETA

• Adanya beberapa pihak ( dua atau


lebih ).
• Para pihak tersebut mempunyai
tujuan yang tidak dapat dipersatukan.
• Masing – masing saling menyakinkan
akan kebenaran tujuannya sendiri
PENYEBAB SANGKETA

• Scarce Resource : kelangkaan sumber – sumber yang


significan terhadap eksistensi partisipan konflik. Pada
kondisi ini pendekatan yang paling sering digunakan
adalah kompentensi yang bermuara pada zero- sum
game ( satu pihak menang , satu pihak kalah ).
• Ambiguos Jurisdiction : kondisi dimana batas – batas
( kewenangan atau hak ) saling dilanggar, sehingga
satu pihak mengambil keuntungan yang seharusnya
juga menadi bagian keuntungan pihak lain.
LANJUTAN

• Intimacy : keterdekatan yang seringkali bermuara


pada konflik mendalam jika perbedaan – perbedaan
yang terjadi tidak dikelola dengan matang. Konflik
yang berbasis intimacy biasanya bersifat lebih
mendalam disbanding partisipan yang tidak memilk
pengalaman” kenal ‘ satu saa lain.
• We – They Distinction : terjadi dalam
kondisi dimana orang menciptakan
diskriminasi yang sifatnya berseberangan
PENYEBAB SANGKETA

• Ketidak pahaman terhadap proses


bisnis yang dilakukan. Kondisi ini
muncul ketika pelaku bisnis semata –
mata terjebak pada orientasi
keuntungan serta karakter coba –
coba ( gambling ) tanpa meprediksi
kemungkinan risiko yang akan
menimpanya.,
LANJUTAN

Ketidak mampuan mengenai


partner atau mitra bisnisnya, ada
sementara pelaku bisnis yang
sekedar memperhatikan performa
atau penampilan fisik mitra tanpa
meneliti lebih lanjut track record
dan bonafiditas.
LANJUTAN

• Tidak adanya legal cover


melandasi proses bisnis mereka.
Hal ini menunjukan rendahnya
pemahaman dan apresiasihukum
pelaku bisnis dalam melindungi
aktifitas bisnis mereka.

PROSES PENYELESAIAN

• Dari sudut pandang pembuat keputusan :


• Adjudikatif. Mekanisme penyelesaian yang ditanda
tangani dimana kewenangan pengambilan keputusan
dilakukan oleh pihak ketiga dalam sengketa dianata
para pihak.
• Konsensual / kompromi : cara penyelesaian sengketa
secara kooperatif / kompromi untuk mencapai
penyelesaian yang bersifat wini – win solution.
• Quasi Adjudikatif : merupakan kombinasi antar
unsure konsensual dan adjudukatif.
LANJUTAN

• Dari Sudut Pandang prosesnya :


• Litigasi : merupakan mekanisme penyelesaian sengketa melalui jalur pengadilan
dengan menggunakan pendekatan hukum. Lebaga penyelesaiannya :
• Pengadilan Umum. Pengadilan yang berwenang memriksa segketa bisNIS,
mempunyai krakteristik :
• Prosesnya sangat formal.
• Keputusan dibuat oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh (
hakim )
• Para pihak tidak terlibat dalam pembuatan keputusan.
• Sifat keputusan memaksa dan mengikat ( coercive and
binding ).
• Orientasi kepada fakta hukum ( mencari pihak yang
bersalah ).
• Persidangan bersifat terbuka.

LAN JUTAN

• Pengadilan Niaga.
• Prosesnya sangat formal.
• Keputusan dibuat oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh
( hakim )
• Para pihak tidak terlibat dalam pembuatan
keputusan.
• Sifat keputusan memaksa dan mengikat ( coercive and
binding ).
• Orientasi kepada fakta hukum ( mencari pihak yang
bersalah ).
• Proses persidangan bersifat terbuka.
• Waktunya singkat.
NON LITGASI

• Konsultasi.
• Pada prinsipnya merupakan suatu
tindakan yang bersifat personal antara
satu pihak tertentu yang disebut clien
dengan pihak lain yang merupakan
konsultan yang meberikaan pendapat
kepada klien untuk memenuhi keperluan
dan kebutuhan klien tersebut.
LANJUTAN

• Negosiasi .
• Sebagai suatu upaya penyelseaian sengketa
para pihak tanpa melalui proses peradilan
denga tujuan mencapai kesepakatan bersama
atas dasar kerjasama yang lebih harmonis dan
kreatif. Disni para pihak berhadapan lansung
secara saksama dalam mendikusikan
permasalahan yang mereka hadapi dengan
cara kooperatif dan saling terbuka.
LANJUTAN

• Mediasi .
• Merupaka upaya penyelseaian sengketa melalui
perundingan dengan bantuan pihak ketiga netral (
mediator ) guna mencari bentuk penyelsaian yang
dapat disepakati para pihak.
• Konsiliasi.
• Upaya meneyelesaikan sengketa melalui perundingan
dengan melibatkan pihak ketiga netral untuk
membantu para pihak yang bersengketa dalam
menemukan bentuk – bentuk penyelesaian yang
dapat disepakati para pihak.

LANJUTAN

• Penilaian Ahli.
• Pihak ketiga yang memiliki pengetahuan
tentang ruang lingkup sengketa yang dihadapi
para pihak atau oleh salah satu pihak. Disini
para pihak yang bersengketa atau salah satu
pihak yang terlibat sengketa pada umumnya
mendatangi ahli untuk meminta pendapat,
petunjuk dan petimbangan untuk
menyelesaikan sengketa yang dihadapi.

LANJUTAN

• Arbitrase .
• Cara penyelesaian suatu sengketa
perdata diluar pengadilan Umum
yang didasarkan pada perjanjian
arbitrase yang dibuat secara tertulis
oleh para pihak yang bersengketa.,
Terima Kasih
Amyardi, SH, SE, MM.