You are on page 1of 25

IDENTIFIKASI KATION

Kation adalah ion yang bermu atan fositif, yang kehilangan 1 atau lebih
elektron. Hal ini dikarenakan tertarik kekatoda
Dalam menganalisis kation terdapat 2 cara yaitu analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif
 Dalam menganalisis kita akan melakukan pencampuran 2 kation, yang
sistematik dalam golongan dan selanjutnya diikuti pemisahan golongan
kedalam sub golongan dan komponen-komponennya. Pemisahhan
dalam golongan didasarkan atas perbedaan sifat kimianya dengan cara
menambahkan pereaksi yang dapat mengendapkan ion tertentu dan
memisahkannya dari ion-ion lainnya.
SISTEMATIKA ANALISIS KATION

Pada analisis kation, yang dipelajari adalah tahapan analisis kuantitatif yang
di lakuakan scbagai berikut :

1. Analisis Pendahuluarn
Pada cuplikan dilakukan "pemeriksaan pendahuluan" yaitu pengamatan
sifat fisik fisika yaitu wana, bau, bentuk dan test kelarutan dalam air.

2. Tes Nyala
Untuk menganalisis suatu kation dalam cuplikan, dapat dilakukan tes nyala.
Beberapa logam mempunyai warna nyala tertentu bila dipanaskan dalam
bunsen dengan menggunakan kawat Ni-Cr Sistematika Analisis Kation
SISTEMATIKA ANALISIS KATION

3. Penentuan Golongan Kation


Untuk identifikasi kation secara sistematis harus dilakukan pemisahan
golongan.Setelah itu baru di lakukan uji spesifik setiap kation yang ada
dalam golongan tersebut untuk mengidentifikasi keberadaan di dalam
cuplikan.Dalam analisis kation ini terdapat lima golongan.
REAKSI IDENTIFIKASI TERHADAP
BEBERAPA KATION

Golongan 1:
a. Ag+
1 ml larutan cuplikan + 5 tetes HCI 2M, Endapan Putih, Endapan
larut bila ditambahkan 3/2 ml NH3 6M dan larut menjadi bening.
1 ml larutan cuplikan + 2 tetes NH3 1m Endapan Coklat
Tambah kan ½ ml NH3, IM , endapan larut dan larutan menjadi
bening

b. Pb+
1 ml cuplikan + 4 tetes K2CrO4, Kuning
1ml cuplikan + 2 tetes NH3 1M Putih (Tidak larut dalam NH3 0,1M
berlebih)
REAKSI IDENTIFIKASI TERHADAP
BEBERAPA KATION

Golongan 2 :

a. Hg2+
1 ml cuplikan + ½ tetes N3 1M Kuning Keruh
1 ml cuplikan + 1 ml Ki 0,1M Merah Keruh

b. Cu2+
1 ml cuplikan 2 tetes NH3 1M Biru Muda
Tambahkan amoniak berlebih (NH4OH 1M) terjadi larutan biru tua

c. Sn2+
1 ml cuplikan+ 1 ml Hg(NO3)2 0,1M Putih
REAKSI IDENTIFIKASI TERHADAP
BEBERAPA KATION

Golongan 3:

a. Fe2+
1 ml cuplikan + 5 tetes NaOH 2M Endapan seperti gelatin warna coklat
1 ml cuplikan + 5 tetes K3Fe(CN)6 0,5M Biru tua

b. Fe3+
1 ml cuplikan + 3 tetes KSCN 0,1M Merah tua
1 ml cuplikan + 3 tetes K4Fe(CN), 0,5M Biru berlin

c. CO2-
2 ml cuplikan + 1 spatula KSCN Biru keungunan
Tambahkan eter amil alkohol berubah menjadi biru
REAKSI IDENTIFIKASI TERHADAP
BEBERAPA KATION
Golongan 3:

d. Mn2+
5 tetes cuplikan + seujung spatula natrium bismutat +5 tetes HNO3, 6M
Merah Violet
e. Ni2+
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3, 1M +1ml dimetilglioksim Merah

f. Al3+
1ml cuplikan + 3 tetes CH3COOH + Seujung spatula natrium asetat+ 1 ml larutan
morin Fluoresence hijau
1 ml cuplikan + 2 tetes NaOH 2M putih Seperti gelatin yang dapat larut dalam
kelebihan NaOH
REAKSI IDENTIFIKASI TERHADAP
BEBERAPA KATION

Golongan 4 :

a. Ba2+
1 ml cuplikan +5 tetes H2SO4 2M Putih ( Tidak larut dalam asam kuat)
1 ml cuplikan + 5 tetes K2CrO4 0,1M Kuning Muda

b. Ca2+
1 ml cuplikan + 4 tetes (oksalat) Putih
1 ml cuplikan + 5tetes H2SO4 2M Tidak ada endapan
REAKSI IDENTIFIKASI TERHADAP
BEBERAPA KATION

Golongan 5 :
a. Na+
Jika reaksi -reaksi untuk kation lain didalam golongan 5 negatif dan warna nyala positif
(dalam waktu 1 ment) berarti ada atom Na.

b. K+ / Na+
Seujung spatula Na2(CONO2)6 + ⅓ ml air + 2 tetes CH3COOH 2M, maka terbentuk endapan
kuning

c. Mg2+
1 ml cuplikan + 4 tetes NH4CI 1M, NH4OH/ NH3 2M dan 1 ml Na2HPO40,1M maka timbul
endapan putih.

d. NH4+
1 sendok spatula cuplikan 1 ml NaOH 6M panaskan gas amonia akan lepas san dapat di
identifikasi dengan baunya.
SISTEMATIKA ANALISIS KATION

Golongan l : akan mengendap sebagai garam Klor dalam kondisi asam yang
kuat.
Golongan 2 : akan mengendap sebagai garam sulfida atau hidroksida dalam
suasana sedikit basa.
Golongan 3 : akan mengendap sulfida atau diroksida dalam sedikit basa
Golongan 4 : tetap berada dalam larautan setelah pemeriksaan kation
golongan 1,2, dan 3.
Golongan 5 : Golongan 5 dapat di pisahkan langsung dari golongan 1-4
karena gas mempunyai bau vang tidak enak serat berbahaya,
maka di gunakan tiosetamida sebagai pengganti Reaksi
tioasetamida dengan air bila di panas kan akan menghasilkan
juga, tetapi berupa larutan.
CIRI-CIRI KATION SETIAP
GOLONGAN
Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer.
Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg. Dalam suasana asam, klorida dan kation dari
golongan lain larut. Penggunaan asam klorida berlebih untuk pengendapkan kation
golongan Imemiliki dua keuntungan yaitu memperoleh endapan klorida semaksimal
mungkin dan menghindari terbenuknya endapan BIOCI dan SbOCI Kelebihan asam
klorida yang terlalu banyak dapat menyebabkan AgCl dan PbCI2 larut kembali dalam
bentuk kompleks sedangkan klorida raksa (I), Hg, Cl2, tetap stabil.

Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk
endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. lon golongan ini
adalah Hg, Bi, Cu, cd, As, Sb, Sn. Kation golongan II dibagi dalam dua sub-golongan
yaitu sub golongan tembaga dan sub golongan arsenik.. Dasar dari pembagian ini
adalah kelarutan endapan sulfida dalám ammonium polisulfida. Sementará sulfida dari
sub golongan tembaga tidak larut dalam regensia ini, sulfida dari sub grup arsenik
melarut dengan membentuk garam tio. Golongtan II sering disebut juga sebagai asam
hidrogen sulfida atau golongan tembaga timah . Klorida, nitrat, dan sulfat glongan
tembaga tima sangat mudah larut dalam air. Sedangkan sulfida, hidroksida dan
karbonatnya tak larut.
CIRI-CIRI KATION SETIAP
GOLONGAN

Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam Klorida encer,
ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer (buffer
ammonium-amoniumrida). Namun kation ini membentuk endapan dengan
ammonium sulfida dalam suasana netral/ amoniakal. Kation golongan ini Co,
Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn. Logam-logam diendapkan sebagai sulfida, kecuali
aluminium dan kromium, yang diendapkan sebagai hidroksida, karena
hidrolisis yang sempurna dari sulfida dalam larutan air, besi, almunium, dan
mangan (sering disertai sedikit mangan) atau golongan IIIA juga diendapkan
sebagai hidroksida oleh larutan amonia dengan adanya amonium klorida.
Endapan hidroksida pada golongan ini bermacam-macam. Kation golongan
IIIB endapkan sebagai garam sulfidnya dengan mengalirkan gas H2S dalam
larutan analit yang suašananya basa (dengan larutan buffer NH4Cl dani
NH4OH)
CIRI-CIRI KATION SETIAP
GOLONGAN

Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III.


Kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya
ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Ion golongan ini
adalah Ba, Ca, Sr.

Golongan V : Kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan


regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang
terakhir. Kation golongan ini meliputi : Mg, K, NH4+,. Untuk menentukan
adanya kation NH4+ harus diambil dari larutan analit mula-mula. Untuk
kotion-kation Ca2+, Ba2+ , Sr2+, Na+, dan K+. Identifikasi dapat dilakukan
dengan uji nyala.
IDENTIFIKASI ANION

Anion merupakan ion bermuatan negatif. Dalam identifikasi/analisis


anion dikenal adanya analisis pendahuluan yang meliputi analisis
kering dan basah. Analisi kering meliputi pemeriksaan organoleptis
(warna, bau, rasa) dan pemanasan. Analisis basah meliputi
pemeriksaan kelarutan dalam air, reaksi pengendapan, filtrasi atau
penyaringan, dan pencucian endapan

Identifikasi/analisis kation tidak jauh berbeda


dengan analisis kation, hanya saja pada identifikasi
anion tidak memiliki metode yang sistematis seperti
analisis kation. Uji pendahuluan awal seperti warna,
bau, terbentuknya gas dan kelarutan
IDENTIFIKASI ANION

Analis Anion adalah analisis yang bertujuan untuk


menganalisis adanya ion dalam sampel. Sifat-sifat anion ada
3 (tiga) yaitu sifat asam basa, sifat redoks, dan sifat
kesetimbangan larutan

Identifikasi anion meliputi analisis pendahuluan, analisis anion dari


zat asal dan analisis anion dengan menggunakan larutan ekstra
soda. Untuk reaksi kering pemeriksaan anion dalam sampel
yang masih berbentuk zat biasanya dilakukan dengan menggunakan
larutan Ekstrak Soda (ES) Larutan ekstrak soda dibuat dengan
memasak cuplikan dalam larutan jenuh natrium karbonat selama 10
menit, lalu disaring. Filtrat yang diperoleh disebut ekstrak soda
(ES). Karena ES suasana basa maka larutan ES
ini tidak dipergunakan tanpa pengaturan suasana yang tepat.
Biasanya sebelum digunakan ditambahkan dulu asam
PROSES IDENTIFIKASI ANION

Anion yang diperiksa dengan pengendapan meliputi Sulfat,


peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit,
kromat, dikromat, silikat, heksafluoro silikat, salisilat, benzoat
dan suksinat.
Anion yang diperiksa dengan reaksi redoksnya meliputi
Manganat, Permanganat, kromat dan dikromat

Dalam analisis anion, seperti halnya pada analisis kation perlu


dilakukan persiapan dalam tahapan test pendahuluan dengan
mengikuti sifat-sifat berikut:
1.membentuk gas bila diasamkan dengan asam kuat
2.menunjukkan daya pengoksidasi dibawah kondisi asam
3.bertindak sebagai pereduksi dibawah kondisi asam
4.membentuk endapan bila diperlakukan dengan larutan BaCl2
dibawah kondisi basa (test golongan sulfat)
5.membentuk endapan bila diperlakukan dengan larutan AgNO3
dibawah kondisi asam (test golongan klorida)
A.Deteksi terhadap adanya anion -anion asam yang mudah
menguap
2 mL larutan sampel ditambah 1 mL 3 M H2SO4 dan campur dengan
baik. Perhatikan perubahan-perubahan yang meliputi bau dan gas yang
dihasilkan. Anion-anion asam yang mudah menguap dengan sifat-sifat
yang ditunjukkan sebagai berikut:

CO32-: karbon dioksida SO2-: belerang dioksida, dengan C2H3O2-: asam asetat
dihasilkan dengan buih bau belerang yang terbakar. Gas ini yang dihasilkan dengan
jika dalam larutan dapat dideteksi dengan bau dari bau cuka Larutan asetat
dengan konsentrasi larutannya. yang terlarut berbau
sedang .Tidak berbau, di.
jika SO2 atau H2S tidak
tidak ada Gelembung
ada.Dengan hadirnya
gas, karena CO2 larut ini
SO2 atau H2S, deteksi
dapat menyimpulkan di S2-: hidogen sulfida dihasilkan.
ini sulit dilakukan
dalam air. Baunya seperti telur busuk, hal
Gelembung bahwa ada sulfida
Jika kesimpulan ini tidak mungkin terjadi dalam larutan yang dingin, panaskan tabung
reaksi beberapa akan terbentuk gas yang berwarna hijau kekuningan dan larutan
warna kuning.menit di dalam penangas air dan periksa kembali baunya. Di dalam
larutan yang pekat atau padatan semua anion-anion ini dapat dikatakan mudah
dideteksi, kecuali asetat yang berbuih. Sebagai tambahan adanya nitrit akan terlihat
gas NO, yang berwarna coklat dan larutan berwarna biru; adanya klorat akan
terbentuk gas yang berwarna hijau kekuningan dan larutan warna kuning,

B. Deteksi terhadap anion-anion pengoksidasi


1 mL sampel ditambah 1 mL 6 M HCl dan 1 mL 0,1 M KI. Campur dengan
dan lihat warna coklat atau kuning dari I2, yang dihasilkan jika anion-anion
pengoksidasi hadir. Jika warna tidak kelihatan dalam beberapa menit,
panaskan tabung reaksi di dalam penangas air selama lima menit.
C. Deteksi terhadap anion-anion pereduksi
1 mL larutan sampel ditambah 0,5 mL 3 M H2SO4. Tambahkan 2 tetes 0.02 M
KMnO4 dan aduk. Jika anion pereduksi hadir, akan menghilangkan warna Mno4,
Mn(VII) direduksi menjadi Mn(lI). Dalam banyak hal pemutihan dapat terjadi dengan
cepat. Hal ini terjadi dengan SO32- SCN- dan NO2-. Dengan adanya anion-anion
pereduksi berikut ini , terjadi perubahan dengan cepat setelah penambahan larutan,
terdapatlah .

I- atau Br- warna larutan S2- terbentuk endapan


berubah menjadi kuning. putih dari belerang.

Jika C2042 hadir, warna permanganat tidak berubah dalam suasana dingin,
tetapi perubahan warna segera terjadi bila tabung reaksi dipanaskan dalam
penangas air.

.
D. Deteksi terhadap anion-anion golongan sulfat
1 mL larutan sampel tambahkan 0,5 mL 6 M HCI. Tambahkan NH3 6 M tetes
demi tetes sampai larutan bersifat basa, kemudian lebihkan 0.5 mL.
Kemudian tambahkan 0.5 mL 1 M BaCl2 dan 0,5 mL 1 M CaCI2. Bila
terbentuk endapan berarti ada SO42- , CO32-, P043-, CrO42-, C2042-, SO32-

E. Deteksi terhadap anion-anion golongan klorida


1 mL larutan sampel dimasukkan ke dalam gelas kimia 50 mL dan tambahkan 0,5 mL
3 M H2SO4 dan 2 mL air. Jika S 2 - hadir, hal ini ditandai dengan test sebelumnya,
larutan didihkan dua menit, tambahkan1 mL air dan pindahkan larutan ke tabung
reaksi. Senrtifus endapan dan dekantasi cairan ke tabung reaksi. Tambahkan 2 atau 3
tetes 0,1 M AgNO3 ke dalam sampel. Pembentukan endapan putih atau kuning
menunjukkan adanya anion-anion: CI-, Br-,I- SCN- Jika larutan tidak dididihkan
sebelum penambahan AgNO3, hadirnya sulfida akan membentukendapan hitam dari
Ag2S.