You are on page 1of 25

ASUHAN GIZI PADA PASIEN CVA TROMBOSIS

+ HT STAGE II DI RUANG 27
RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

PKL ASUHAN GIZI KLINIK

Oleh :
MEISA WULANDARI
NIM . P27835115002
IDENTITAS PASIEN

Nama Inisial Pasien Tn. K Jenis Pembayaran JKN


Usia 79 tahun Kelas Perawatan III
Status Perkawinan Kawin Diagnosis Medis CVA Trombosis + HT stage II

Agama Islam Jenis Diet Rumah Sakit 1. Tanggal 06 Mei 2018 :


Ruang 27 RGRL (L)
2. Tanggal 08 Mei 2018
Bed 03
(Sore) : RGRL (Saring)
Tanggal Masuk Rumah 06 Mei 2018
Sakit (MRS) Tanggal Pengkajian 08 Mei 2018
A. PENGUKURAN ANTROPOMETRI

ASSESSMENT
(IDENTIFIKASI MASALAH)
B. BIOKIMIA C. FISIK/KLINIK

• Kolesterol total ↑ (248 mg/dl) • Keadaan Umum : Lemah


• Kolesterol LDL ↑ (199 mg/dl). • Kesadaran : CM
• GCS : 456
• Tekanan Darah : 200/100 mmHg
• RR : 18x/mnt
• Nadi : 72x/mnt
• Suhu : 36,30C
D. RIWAYAT GIZI

1. Sekarang
Kondisi pasien lemah dan nafsu makan menurun. Pasien
mendapatkan diet RGRL (L) pada saat MRS, kemudian pada tanggal
08 Mei 2018 pasien mengalamai perubahan diet menjadi RGRL
(Saring)
Hasil recall 1x24 jam :
• Energi = 127,36% (↑)
• Protein =116,64% (N)
• Lemak = 122,18% (↑)
• Karbohidrat = 129,12% (↑)
2. Dahulu
• Pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan
• Pasien tidak memiliki pantangan makanan
Pola makan :
• Frekuensi makan utama pasien adalah sebnayak 3x sehari
• Makanan pokok yang sering dikonsumsi pasien adalah nasi putih,
yaitu sebanyak 200 gram (2 centong) dalam setiap kali makan
• Lauk hewani yang sering dikonsumsi adalah ikan gurame dan mujair,
masing-masing sebanyak 150 gram dan 40 gram (1 ekor) dalam
setiap kali makan.
• Lauk nabati yang sering dikonsumsi adalah tahu dan tempe, masing-masing
dikonsumsi sebanyak 1-2 potong (tahu 50 gram, tempe 25 gram) dalam
setiap kali makan
• Sayur yang sering dikonsumsi pasien ialah sayur asem, sayur padang, kurang
lebih sebanyak 60 gram (2 sendok sayur) dalam setiap kali makan.
• Pasien menyukai semua jenis buah-buahan, dan buah yang sering dikonsumsi
pasien adalah buah apel merah, sebanyak 150 gram (1 bh bsr) dalam setiap
kali makan.
• Cara pengolahan makanan yang sering dilakukan ialah goreng dan dimasak
dengan santan.
• Pasien juga sering mengkonsumsi makanan luar rumah, seperti nasi padang,
nasi soto, nasi lalapan dan nasi rendang.
• Pasien mengkonsumsi kopi sebanyak 1 cangkir dalam sehari (200 ml)
• Pasien sering merokok di rumah.
E. RIWAYAT PERSONAL

• Keadaan Sosial Ekonomi :


Dahulu pasien merupakan seorang pedagang, dengan pendidikan terkhir
SMP. Pasien memiliki 2 orang anak yang tinggal di luar kota. Saat ini pasien
tinggal bersama kedua cucunya.

• Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada riwayat penyakit keluarga.

• Riwayat Penyakit Dahulu :


Tidak ada riwayat penyakit terdahulu.
• Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien lemah ½ badan bagian kanan. Kurang lebih 3 jam sebelum MRS
pasien mengalami cacat setelah bangun tidur disertai pelo (+), merot (+),
hipertensi (+) dengan tekanan darah sistolik 150-160 (tak terkontrol), rokok
(+).
• Obat-obatan Sekarang :
DIAGNOSA GIZI
• (NI-5.2)
Malnutrisi protein dan energi yang nyata berkaitan dengan asupan makan
menurun dalam jangka waktu yang lama ditandai dengan %LILA = 84,69% (status
gizi kurang).

• (NI-5.4)
Penurunan kebutuhan natrium, kolesterol berkaitan dengan hipertensi tahap 2,
dislipidemia ditandai dengan tekanan darah ↑ (200/100 mmHg), kolesterol total ↑
(248 mg/dl), kolesterol LDL ↑ (199 mg/dl).

• (NI-2.2)
Kelebihan intake makanan dan minuman melalui oral berkaitan dengan belum
siap menjalani diet ditandai dengan hasil recall sehari pasien lebih dari normal:
energi (127,36%), lemak (122,18%), karbohidrat (129,12%).
RENCANA INTERVENSI
TERAPI DIET

• Tujuan diet RGRL


Diet ini bertujuan :
• Memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien dengan
memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit, memperbaiki
keadaan stroke dan mempertahankan keseimbangan cairan dan
elektrolit.
• Membantu mencegah retensi garam atau air dalam jaringan tubuh,
membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan
membantu menormalkan kadar kolesterol dalam tubuh pasien.

• Prinsip diet : Rendah Garam Rendah Lemak atau RGRL


• Bentuk makanan: Pasien mendapatkan diet RGRL (L) pada saat MRS, kemudian
pada tanggal 08 Mei 2018 pasien mengalami perubahan diet menjadi RGRL
(Saring)

• Rute pemberian diet : oral

• Syarat diet :
• Energi sesuai kebutuhan dengan memperhitungkan faktor aktivitas dan faktor
stress serta umur.
• Protein 15% dari kebutuhan energi total.
• Lemak 25% dari kebutuhan energi total.
• Karbohidrat 60% dari kebutuhan energi total.
• Natrium dibatasi 200 – 1200 mg Na, disesuaikan berat ringannya retensi garam, air,
dan hipertensi. Kolesterol dibatasi kurang dari 300 mg.
• Vitamin cukup, terutama vitamin A, C, E sebagai anti oksidan (sumber dari buah
yang berwarna, hati sapi, dll), asam folat, B6 dan B12 untuk mencegah hiper
hemosisten yang dapat menyebabkan proses aterosklerosis (sumber pada rumput
laut, hati ayam, dll).
• Mineral cukup terutama kalsium, mangan, dan kalium. Penggunaan natrium
dibatasi dengan memberikan garam dapur maksimal ½ sdt/hari.
• Serat cukup, kurang lebih 20 – 30 gr/hr untuk menurunkan kadar kolesterol darah
dan mencegah konstipasi.
• Cairan cukup, yaitu 6 – 8 gelas/hari. Minuman hendaknya diberikan berhati-hati.
Minuman diberikan setelah selesai makan agar porsi makan dapat dihabiskan.
• Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien, yaitu makanan saring.
• Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.
• Perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi
pasien per hari : Protein
= 15% x Total Kebutuhan Energi
Energi = 15% x 1499,86 kkal
= 224,98 kkal : 4
BEE
= 56,24 gram
= 66 + (13,5 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66 + (13,5 x 59,06) + (5 x 162,03) – (6,8 x 79) Lemak
= 66 + 797,31 + 810,15 – 537,2 = 25% x Total Kebutuhan Energi
= 25% x 1499,86 kkal
= 1136,26 kkal = 374,96 kkal : 9
TEE = 41,66 gram
= BEE x FA x FS
Karbohidrat
= 1136,26 x 1,1 x 1,2 = 60% x Total Kebutuhan Energi
= 1499,86 kkal = 60% x 1499,86 kkal
= 899,92 kkal : 4
= 224,98 gram
TERAPI EDUKASI

• Tujuan :
• Pasien dan keluarga pasien mengetahui tujuan diet RGRL
• Pasien dan keluarga pasien mengetahui tentang pembagian makanan sehari
• Pasien dan keluarga pasien memahami tentang bahan makanan yang
dianjurkan, dibatasi dan tidak dianjurkan
• Pasien termotivasi untuk mematuhi diet yang diberikan.

• Sasaran :
Pasien dan keluarga pasien
• Media :
• Waktu : 1. Leaflet rendah garam
Tanggal 11 Mei 2018 pukul 12.30- 2. Leaflet rendah
12.50 WIB lemak/kolesterol
3. Daftar bahan makanan
penukar
• Tempat :
Ruang : 27 •Materi :
Bed : 03 1. Tujuan diet RGRL
2. Bahan makanan yang
dianjurkan dan tidak
• Metode : dianjurkan
Ceramah dan tanya jawab 3. Pembagian menu sehari
4. Pemberian contoh
susunan menu sehari
• Rencana Evaluasi

1. Apakah pasien dan keluarga pasien sudah memahami tujuan diet RGRL?
2. Apakah pasien dan keluarga pasien mengetahui pembagian makan diet
RGRL?
3. Apakah pasien dan keluarga pasien mengetahui bahan makanan yang
dianjurkan dan tidak dianjurkan?
4. Apakah pasien sudah menjalankan diet sesuai anjuran?
RENCANA MONITORING
DAN EVALUASI
• Antropometri • Fisik/klinis
Pengukuran LILA dan 1. KU/hari
pengamatan %LILA per hari. 2. Kesadaran /hari
3. Nadi/hari
• Biokimia 4. GCS/hari
1. Kolesterol total
5. RR/hari
6. Tekanan darah/hari
2. Kolesterol LDL
7. Suhu/hari
• Dietary
Dietary intake untuk mengetahui perubahan asupan makanan pasien dilakukan
dengan cara food recall selama 4 hari dan pengamatan pada menu, yaitu
asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat.

• Edukasi
Pasien dan keluarga pasien memahami tentang diet RGRL (Saring) dan pasien
menjalankan diet atau patuh terhadap diet yang diberikan.
MONITORING DAN
EVALUASI
Tanggal Hasil Laboratotium Nilai Normal
09 Mei 2018 Tidak ada hasil pemeriksaan -
laboratorium terbaru
10 Mei 2018 - Gula darah puasa 100 mg/dL 60-100 mg/dL
- Gula darah 2 jam PP 110 mg/dL <130 mg/dL
- Kolesterol total 248 mg/dL <200 mg/dL
BIOKIMIA
- Trigliserida 123 mg/dL <150 mg/dL
- Kolesterol HDL 53 mg/Dl >50 mg/dL
- Kolesterol LDL 199 mg/Dl <100 mg/dL
- Asam urat 5,1 mg/dL 3,4-7,0 mg/dL

11 Mei 2018 Tidak ada hasil pemeriksaan -


laboratorium terbaru
FISIK/KLINIK
TINGKAT KONSUMSI PASIEN
TERIMA KASIH