You are on page 1of 21

MUTU PELAYANAN

KEPERAWATAN DAN
KESELAMATAN PASIEN
Kelompok 7

Susana Surya Sukut 131311123007


Anis Chandra Dewi 131311123016
Cecilia Indri K. 131311123025
Thurfah Kustiati Azmi 131311123045
Rifantika Puspitasari 131311123068
Lina Jumeida 131311123076
Gatra Satria 131311123047
DEFINISI MUTU PELAYANAN

Mutu pelayanan adalah derajat memberikan pelayanan


secara efisien dan efektif sesuai dengan standar profesi,
standar pelayanan yang dilaksanakan secara menyeluruh
sesuai dengan kebutuhan pasien, serta memanfaatkan
teknologi tepat guna dan hasil penelitian dalam
pengembangan pelayanan kesehatan atau keperawatan
sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal.
Indikator utama kualitas pelayanan kesehatan dirumah
sakit
Keselamatan pasien (patient safety) yang meliputi :
angka infeksi nososkomial, angka kejadian pasien
jatuh, dekubitus, flebitis, kesalahan dalam pemberian
obat.
Pengelolaan nyeri dan kenyamanan.
Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
Perawatan diri
Kecemasan pasien
Perilaku (pengetahuan, sikap, ketrampilan) pasien.
Terdapat tiga tingkat konsep kualitas layanan :
Bermutu (quality surprise) jika pelayanan yang
diterima lebih dari pelayanan yang diharapkan
pelanggan.
Memuaskan (satisfactory quality) jika kenyataan
pelayanan yang diterima sama dengan pelayanan
yang diharapkan.
Tidak bermutu (unacceptable quality) jika
kenyataan pelayanan yang diterima lebih rendah
dari yang diharapkan pelanggan.
UPAYA PENINGKATAN MUTU
Pengembangan akreditasi
Memperbarui keilmuan
Membangun aliansi dari berbagai rumah sakit lain
Melakukan evaluasi terhadap strategi pembiayaan, sehingga
tarif pelayanan bisa bersaing secara global
Orientasi bisnis dapat berdampak besar positifnya jika
potensial negative dapat dikendalikan
Dll.
STANDAR NASIONAL INDIKATOR MUTU
PELAYANAN
1. KEPUASAN
Kepuasan adalah perasaan senang seseorang yang berasal dari perbandingan
antara kesenangan terhadap aktivitas dan suatu produk dengan harapannya.
Kepuasan pasien berhubungan dengan mutu pelayanan rumah sakit.
Lima kelompok karakteristik yang digunakan oleh pelanggan dalam
mengevaluasi kualitas jasa layanan antara lain :
1. Tangible (kenyataan), yaitu berupa penampilan fasilitas fisik, peralatan materi
komunikasi yang menarik, dll.
2. Empati, yaitu kesediaan karyawan dan pengusaha untuk memberikan
perhatian secara pribadi kepada konsumen.
3. Cepat tanggap, yaitu kemauan dari karyawan dan pengusaha untuk
membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat serta mendengar
dan mengatasi keluhan dari konsumen.
4. Keandalan, yaitu kemampuan untuk memberikan jasa sesuai dengan yang
dijanjikan, terpercaya dan akurat serta konsisten.
5. Kepastian, yaitu berupa kemampuan karyawan untuk menimbulkan keyakinan
dan kepercayaan terhadap janji yang telah dikemukakan kepada konsumen.
2. KENYAMANAN/NYERI

Nyeri merupakan suatu mekanisme protektif bagi tubuh yang


akan muncul bila jaringan tubuh rusak, sehingga individu akan
bereaksi atau berespon untuk menghilangkan mengurangi
rangsang nyeri.
Skala nyeri :
0 = tidak nyeri
1-3 = nyeri ringan, mengomel, sedikit mengganggu ADL
4-6 = nyeri sedang, cukup mengganggu ADL
7-10 = nyeri berat, tidak mampu melakukan ADL
3. KECEMASAN

Kecemasan yaitu reaksi pertama yang dirasakan oleh


pasien dan keluarganya disaat pasien harus dirawat
mendadak atau tanpa terencana saat pasien mulai
dirawat dirumah sakit.
4. PERAWATAN DIRI

Angka tidak terpenuhinya kebutuhan mandi, berpakaian, dan


eliminasi yang disebabkan oleh keterbatasan diri.
Persentase kebutuhan perawatan diri pasien :
Jumlah pasien yang tidak terpenuhi kebutuhan diri x 100%
Jumlah pasien dirawat dengan tingkat ketergantungan parsial & total
5. PENGETAHUAN

Pengetahun dalam mutu pelayanan keperawatan terukur


pada pengetahuan pasien tentang penyakit yang
diderita serta pengetahuan dalam perawatan atau apa
yang harus dilakukan pasien saat pulang kerumah.
6. KESELAMATAN PASIEN
Keselamatan pasien (patient Dekubitus
savety) merupakan suatu
Flebitis
variabel untuk mengukur dan
mengevaluasi kualitas Kesalahan pemberian obat
pelayanan keperawatan Resiko jatuh
yang berdampak terhadap Infeksi nosocomial
pelayanan kesehatan
Cedera akibat restrain
ANGKA KEJADIAN DEKUBITUS
Luka tekan (pressure ulcer) atau dekubitus merupakan masalah serius
yang sering terjadi pada pasien yang mengalami gangguan
mobilitas, seperti pasien stroke, cedera tulang belakang, atau
penyakit degeneratif. Penilaian kejadian decubitus berdasar skala
NORTON :
ANGKA KEJADIAN FLEBITIS
Flebitis (phlebitis) didefinisikan
sebagai peradangan akut
lapisan internal vena yang
ditandai oleh rasa sakit dan
nyeri di sepanjang vena,
kemerahan, bengkak, dan
hangat, serta dapat dirasakan
di sekitar daerah penusukan.
Pengukuran dengan skor VIP
(Visual Infusion Phlebitis)
KESALAHAN PEMBERIAN OBAT
Indikator kesalahan pemberian obat :
Salah pasien
Salah nama, tidak sesuai dengan medical
record.
Salah waktu
Terlambat pemberian obat (30 menit
setelah jadwal)
Terlalu cepat (30 menit sebelum jadwal)
Obat stop tetap dilanjutkan
Salah cara (rute) : oral, IV, IM, SC, supp,
drip.
Salah dosis : dosis yang diberikan menjadi
lebih atau kurang dari yang diresepkan
dokter.
Salah obat
Salah dokumentasi
Dokumentasi tidak sesuai yang
dilaksanakan
RESIKO JATUH

Morse Fall Scale (MFS)


adalah metode yang
cepat dan sederhana
untuk menilai kemungkinan
pasien jatuh.
INFEKSI NOSOKOMIAL

Infeksi nosokomial (INOS) Pencegahan infeksi nosokomial :


adalah infeksi yang Dekontaminasi
didapat atau timbul pada
waktu pasien dirawat di
Mencegah penularan dari
lingkungan rumah sakit
rumah sakit.
Perbaiki ketahanan tubuh
Ruangan isolasi
CEDERA AKIBAT RESTRAINT

Angka kejadian cedera akibat pengekang (restraint) dapat


diketahui dari :
Jumlah pasien akibat cedera pengekang x 100%
Jumlah total pasien yang dipasang pengekang
DATA DARI RSUA LANTAI 4
APLIKASI DI RUANG LT.4 RSUA
Pasien resiko jatuh diukur menggunakan form pengkajian Morse
Fall Scale untuk pasien dewasa dan Humpty Dumty Scale untuk
pasien anak-anak (terlampir di status pasien).
Penilaian kepuasan diberikan saat pasien akan pulang, hasil :
60% sangat puas, 20% puas, 20% cukup puas.
Restraint : IRNA lantai 4 RSUA tidak terdapat pasien yang
terpasang restraint.
Penilaian nyeri dilakukan dengan menggunakan instrumen VAS
(Visual Assesment Scale), (terlampir di status pasien).
Penilaian phlebitis, dekubitus, kesalahan pemberian obat, resiko
jatuh, dilakukan di setiap shift.
TERIMA KASIH . . .