You are on page 1of 19

LAPORAN KASUS KOMPETENSI 4

PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA
TRAUMA
LATAR BELAKANG
Mata merah merupakan salah satu gangguan
atau kelainan yang bisa didapatkan mata. Mulai
dari iritai ringan sampai perdarahan karena
trauma akan memberikan tampilan klinis mata
merah.
Perdarahan subkonjungtiva secara klinis
memberikan penampakan mata merah aaterang
hingga gekap pada mata. Bekuan darah atau
endapan darah akibat perdarahan
subkonjungtiva akan hilang dengan sendirinya
dikarenakan absorbi tubuh.
Namun mata merah tidak boleh dianggap hal
yang biasa. Sering kali mata merah karena
pendarahan bisa disebabkan oleh hipertensi.
Pada keadaan tertentu perdarahan juga disertai
gangguan visus. Maka dari itu, diperlukan
pengetahuan yang cukup untuk mengetahui
faktor resiko dan tatalaksananya.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakah penegakan diagnosis dan
penatalaksaan yang tepat pada pasien
perdarahan subkonjuntiva?
TUJUAN
Mengetahui penegakan diagnosis dan
penatalaksaan yang tepat pada pasien keratitis
pungtata
MANFAAT
Bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan
tentang penegakan diagnosis dan penatalaksaan
yang tepat pada pasien perdarahan
subkonjugtiva.
Bagi petugas kesehatan khususnya dokter untuk
menambah wawasan dalam aplikasi ilmu
kedokteran tentang penegakan diagnosis dan
penatalaksaan yang tepat pada pasien
perdarahan subkonjungtiva.
LAPORAN KASUS
WORKING DIAGNOSA
Perdarahan subkonjungtiva OD et causa trauma
TATA LAKSANA
self limiting
drainase

pemberian air mata buatan

vasocon

multivitamin
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Konjungtiva
Konjungtiva merupakan membrane yang menutupi sclera
dan kelopak bagian belakang. Mengandung kelenjar musin
yang dihasilkan oleh sel Goblet. Musin bersifat membasahi
bola mata terutama kornea.
Konjungtiva terdiri dari 3 bagian, yaitu:
konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus. Sukar
digerakkan darri tarsus
konjungtiva bulbi menutupi sclera dan mudah dogerakkan
dari skelar dibawahnya
konjungtiva fornises atau forniks merupakan tempat
peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi
konjungtiva bulbi dan forniks berhubungan dengan sangat
longgar dengan jaringan di bawahnya sehingga bola mata
mudah digerakkan
Fisiologi Konjungtiva
Konjungtiva merupakan membrane mucus yang
transparan yang membentang di permukaan dalam
kelopak mata dan permukaan bola mata sejauh
limbus. Ini memiliki suplai limfatik yang tebal dan sel
imunokompeten yang berlimpah. Mucus dari sel goblet
dan sektresi dari kelenjar aksesoriius lakrimal
merupkan komponen penting pada air mata.
Konjungtiva merupakan barier pertama pertahanan
dari adanya infeksi. Aliran limfatik berasal dari nodus
preaurikuler dan submandibula yang berkoresponden
dengan aliran kelopak mata.
Tatalaksana Penyakit
Perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak
memerlukan pengobatan. Pengobatan dini pada
perdarahan subkonjuntiva yaitu kompres dingin.
Perdarahan akan hilang atau diabsorpsi dalam 1-2
minggu tanpa diobati.
Pada bentu-bentuk yang berat dapat dilakukan
sayyatan dari konjungtiva untuk drainase
perdarahan. Pemberian air mata buatan juga dapat
membantu pada pasien denegan simptomatis. Untuk
mencegah perdarahan yang semakin meluas beberapa
dokter memberikan vasocon dan multivitamus. Air
mata buatan untuk iritasi ringan dan mengobati
faktor risikonya untuk mencegah faktor resiko
perdarahan berulang.
Perdarahan subkonjungtiva harus segera dirujuk ke
spesialis mata jika ditemuukan kondisi seperti ini :
nyeri yang berhubungan dengan perdarahan

terdapat perubahan penglihatan

terdapat riwayat gangguan perdarahan

riwayat hipertensi

riwayat trauma pada mata


Pembahasan
Pasien anak-anak usia 2 tahun dating dengan keluhan
mata kanan merah setelah terkena penggaris ketika
sedang bermain pedang-pedangan bersama temannya.
Setelah terkena penggaris hanya menangis sebentar
kemudian berhenti. Keluhan ini tidak disertai rasa
nyeri atau riwayat lainnya. riwayat terapi (-), riwayat
penyakit keluarga: tidak ada keluarga yang pernah
sakit seperti ini sebelumnya.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan visus 6/6 pada
kedua mata. Pada konjungtiva terdapat perdarahan
terlokalisir. Tidak ditemukan edem dan spasme. Tidak
ada injeksi pada konjungtiva. Bentuk mata bulat,
sentral, dan reflex cahaya baik.
Diagnosis pada pasien ini ditegakkan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik, yang mana keluhan
dan hasil dari beberapa pemeriksaan fisik mengarah
pada perdarahan subkonjungtiva, antara lain: mata
merah pada mata kiri yang muncul setelah adanya
trauma.
PENUTUP
Kesimpulan
Telah dilaporkan kasus anak-anak usia 2 tahun
yang didiagnosis perdarahan subkonjungtiva
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisikdengan keluhan mata kanan yang
kemerahan tanpa disertai rasa sakit dan
penurunan penglihatan.
Dari pemeriksaan oftalmologi didapatkan
konjungtiva terdapat perdarahan terlokalisir dan
tidak ditemukan kelainan lain. Penatalaksanaan
pada pasien ini berupa medikamentosa seperi
vasokonstriktor dan agen hemostatis serta
edukasi.
Saran
Makalah kelompok ini merupakan bagian dari proses
integral pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi
di program pendidikan dokter di UNISMA sebagai
bentuk sistem pembelajaran PBL. Kami menyadari
bahwa masih banyak aspek dalam makalah ini yang
perlu diperbaiki dan dikritisi baik dari segi format
maupun materi yang terkandung di dalamnya. Oleh
karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan
sebagai penyempurnaan makalah ini untuk
meningkatkan fungsinya sebagai media pembelajaran.
TERIMA KASIH