You are on page 1of 28

Pembimbing:

dr. Tety Suratika, Sp.PD

Disusun Oleh:
Yenda Cahya E. P 2009730117

KEPANITERAAN KLINIK STASE INTERNA


RSUD SAYANG
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
Nama : Tn. C
Usia : 54 tahun
Alamat : Mekar Jaya, Cikalong Kulon
Pekerjaan : PNS
Status : Menikah
Agama : Islam
Tanggal masuk RS : 09/05/2017 00:08
KELUHAN UTAMA

Lemas sejak 2 hari SMRS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien datang dengan keluhan lemas sejak 2 hari SMRS.


Pasien mengatakan keluhan tersebut semakin parah saat
malam hari setelah menyuntikkan insulin pada pukul 15.00.
keluhan juga disertai pusing seperti berputar hingga keluar
keringat dingin, keringat banyak sampai membasahi 1
handuk. Pasien juga merasakan mual tapi tidak disertai
muntah, nyeri ulu hati, perih lambung. Keluhan sesak dan nyeri
dada disangkal, BAB dan BAK tidak ada keluhan. Makan
tidak teratur.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Riwayat DM 7 tahun, menggunakan insulin
Riwayat Hipertensi disangkal
Riwayat Asma disangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Disangkal

RIWAYAT ALERGI
Disangkal

RIWAYAT PENGOBATAN
Pasien belum pernah berobat atau mengkonsumsi obat apapun untuk
penyakitnya sekarang.
Keadaan umum tampak sakit sedang. Kesadaran
composmentis dan masih bisa berkomunikasi dengan
baik. TD 100/70 mmHg, nadi 84 kali/menit reguler isi
cukup, pernapasan 20 kali/menit, suhu 36,7C.
Kepala Normocephal
Rambut tidak rontok

Mata Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-


/-)

Hidung Deviasi septum (-/-), massa (-/-), sekret


(-/-)

Mulut Mukosa bibir lembab, stomatitis (-/-),


gusi bengkak (-)

Leher Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid


(-) JVP normal
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus kordis teraba di ICS 5 linea mid clavikularis sinistra
Perkusi : Batas jantung atas ICS II linea parasternalis sinistra
Batas jantung kanan ICS III linea parasternalis dextra
Batas jantung kiri ICS V linea preaksilla sinistra
Auskultasi : BJ I dan II reguler, gallop (-), murmur (-)

Paru
Inspeksi : Bentuk thoraks simetris, dan tidak terdapat otot bantu napas
tambahan
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus menurun pada sisi dektra.
Perkusi : Sonor di semua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler (+/+), rhonki halus (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen
Inspeksi : Tampak datar, lembut, jaringan parut (-), asites (-)
Palpasi : Timpani pada seluruh lapang perut
Perkusi : Nyeri tekan epigastrium (+)
Auskultasi : Bising usus (+) normal

Ekstremitas
Akral hangat, CRT <2, edema (-/-)
Pemeriksaan laboratorium tanggal 09/05/2017 00:57
Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan
HEMATOLOGI
Hematologi lengkap
Haemoglobin 14.2 13.5 17.5 g/dL
Hematokrit 42.2 42 52 %
Eritrosit 4.68 4.7 6.1 10^6/L
Leukosit 11.6 4.8 10.8 10^3/L
Trombosit 218 150 450 10^3/L
MCV 90.2 80 94 fL
MCH 30.3 27 31 pg
MCHC 33.6 33 37 %
RDW-SD 42.9 37 54 fL
PDW 15.9 9 14 fL
MPV 8.8 8 12 fL
Differential
LYM % 17.3 26 36 %
MXD % 2.3 0 11 %
NEU % 78.7 40 70 %
EOS % 1.4 13 %
BAS % 0.3 <1 %
Absolut
LYM % 2.00 1.00 1.43 10^3/L
MXD % 0.26 0 1.2 10^3/L
NEU % 9.09 1.8 7.6 10^3/L
EOS % 0.17 0.02 0.50 10^3/L
BAS % 0.04 0.00 0.10 10^3/L
KIMIA KLINIK
Glukosa Rapid Sewaktu 38 < 180 mg/dL
Pemeriksaan laboratorium tanggal 09/05/2017 05:09

Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan


KIMIA KLINIK
Glukosa Rapid Sewaktu 88 < 180 Mg/dL

Pemeriksaan laboratorium tanggal 09/05/2017 07:39


Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan
KIMIA KLINIK
Glukosa Rapid Sewaktu 277 < 180 Mg/dL

Pemeriksaan laboratorium tanggal 10/05/2017 07:30


Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan
HEMATOLOGI
HbA1c 12.0 4-6 %
Laju Endap Darah 17 L: 0 ~ 15 mm/jam
KIMIA KLINIK
Gula Darah Puasa 183 70 110 Mg%
Gula Darah 2 jam PP 354 < 145 Mg/dL
Pasien datang dengan keluhan lemas sejak 2 hari SMRS. Pasien
mengatakan keluhan tersebut semakin parah saat malam hari
setelah menyuntikkan insulin pada pukul 15.00. keluhan juga
disertai pusing seperti berputar hingga keluar keringat dingin,
keringat banyak sampai membasahi 1 handuk. Pasien juga
merasakan mual tapi tidak disertai muntah, nyeri ulu hati, perih
lambung. Keluhan sesak dan nyeri dada disangkal, BAB dan
BAK tidak ada keluhan. Makan tidak teratur.
Keadaan umum tampak sakit sedang. Kesadaran composmentis
dan masih bisa berkomunikasi dengan baik. TD 100/70 mmHg,
nadi 84 kali/menit reguler isi cukup, pernapasan 20 kali/menit,
suhu 36,7C.
Abdomen :
Inspeksi : tampak datar, lembut, jaringan parut (-), asites (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal
Perkusi : timpani pada seluruh lapang perut
Palpasi : nyeri tekan epigastrium (+)
1. DM tipe 2 dengan komplikasi
hipoglikemia e.c Insulin
2. Gastropathy
D10% 20 tpm
Bolus D40% 2FL
OMZ 1 x 40
Tanggal S O A P
09/05/17 -Lemas Kes : CM -DM tipe 2 dengan - GD < 50 = D40%
-Pegal-pegal TD : 110/70 komplikasi 2FL + D10% /8
-Pusing N : 80 x/m hipoglikemia e.c jam
S : 36,5 oC Insulin - 50 - 100 = D10%
RR : 20 x/m -Gastropathy /8 jam
CA -/- SI -/- - 100 200 = D5%
Cor : BJ I dan II /8 jam
normal, murmur(-), - > 200 = NaCl
gallop(-) 0,9% 1000cc / 24
Pulmo : VBS kanan = jam
kiri, wh -/-, rh -/- - Tunda insulin
Abd: NTE (+) - Gabapentine
Ekst : akral hangat, 2x100
CRT <2, edema (-/-) - OMZ 1x40
- Primperan 2x1
Tanggal S O A P
10/05/17 t.a.k Kes : CM -DM tipe 2 dengan - GD < 50 = D40%
TD : 120/80 komplikasi 2FL + D10% /8 jam
N : 84 x/m hipoglikemia e.c Insulin - 50 - 100 = D10%
S : 36,5 oC (perbaikan) /8 jam
RR : 20 x/m -Gastropathy - 100 200 = D5%
CA -/- SI -/- (perbaikan) /8 jam
Cor : BJ I dan II normal, - > 200 = NaCl
murmur(-), gallop(-) 0,9% 1000cc / 24
Pulmo : VBS kanan = jam
kiri, wh -/-, rh -/- - Gabapentine
Abd: NTE (-) 2x100
Ekst : akral hangat, CRT - OMZ 1x40
<2, edema (-/-) - Primperan 2x1
Pengobatan dirumah:
Novorapid 3x10u
Gabapentine 2x100
Lansoprazole 1x30
1. DM tipe 2 dengan komplikasi hipoglikemia e.c Insulin
2. Gastropathy
American suatu penyakit kronis kompleks yang
Diabetes membutuhkan perawatan medis yang
Association lama atau terus-menerus dengan cara
(ADA) 2014 mengendalikan kadar gula darah untuk
mengurangi risiko multifaktorial.

suatu kelompok penyakit metabolik


dengan karakteristik hiperglikemia
PERKENI 2015
yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau kedua-
duanya
Hipoglikemia didefinisikan berdasarkan kadar glukosa serum
adalah sebagai berikut :
<50 mg / dL pada laki-laki
<45 mg / dL pada wanita
<40 mg / dL pada bayi dan anak-anak
1. Hipoglikemi murni : ada gejala hipoglikemi, glukosa darah <
60 mg/dl
2. Reaksi hipoglikemi : gejala hipoglikemi bila gula darah turun
mendadak, misalnya dari 400 mg/dl menjadi 150 mg/dl
3. Koma hipoglikemi : koma akibat gula darah < 30 mg/dl
4. Hipoglikemi reaktif : gejala hipoglikemi yang terjadi 3 5
jam sesudah makan atau terjadi sebagai reaksi terhadap
karbohidrat.
Pada hipoglikemia akut menunjukkan gejala dan tanda
hipoglikemia ditandai dengan Triad Whipple, yaitu :
1. Keluhan yang menunjukkan adanya kadar glukosa plasma
yang rendah
2. Kadar glukosa darah yang rendah < 3 mmol/L (55 mg/dl)
3. Kepulihan gejala setelah kelainan dikoreksi
Gejala-gejala hipoglikemia antara lain gelisah, gemetar, banyak
berkeringat, lapar, pucat, sering menguap karena merasa ngantuk,
lemas, pusing, sakit kepala, jantung berdebar-debar, rasa kesemutan
pada lidah, jari-jari tangan dan bibir, penglihatan kabur atau ganda
serta tidak dapat berkonsentrasi.
Hipoglikemia dapat menyebabkan penderita mendadak pingsan dan
harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan
serta infus glukosa. Jika dibiarkan terlalu lama, penderita akan
kejang-kejang dan kesadaran menurun. Apabila terlambat
mendapatkan pertolongan dapat mengakibatkan kematian.
Hipoglikemia berbahaya dibandingkan kelebihan kadar gula darah
(hiperglikemia) karena kadar gula darah yang terlalu rendah selama
lebih dari enam jam dapat menyebabkan kerusakan tak terpulihkan
(irreversible) pada jaringan otak dan saraf. Tidak jarang hal ini
menyebabkan kemunduran kemampuan otak.
Jenis Hipoglikemia Sign dan Simptom
Ringan Dapat diatasi sendiri dan tidak mengganggu aktivitas sehari-
hari
Penurunan glukosa (stressor) merangsang saraf simpatis :
perspirasi, tremor, takikardia, palpitasi, gelisah
Penurunan glukosa merangsang saraf parasimpatis : lapar, mual,
tekanan darah menurun

Sedang Dapat diatasi sendiri, mengganggu aktivitas sehari-hari


Timbul gangguan pada SSP : headache, vertigo, penurunan
daya ingat, perubahan emosi, pelaku irasional, penurunan fungsi
rasa, double vision.

Berat Membutuhkan orang lain dan terapi glukosa


Disorientasi, kejang, penurunan kesadaran
Kadar Glukosa (mg/dl) Terapi Hipoglikemia

< 30 mg/dl Injeksi IV Dex 40 % (25 cc) bolus 3 flacon

30-60 mg/dl Injeksi IV Dex 40 % (25 cc) bolus 2 flacon

60-100 mg/dl Injeksi IV Dex 40 % (25 cc) bolus 1 flacon

Follow Up :
1. Periksa kadar gula darah lagi, 30 menit setelah injeksi
2. Sesudah bolus, setelah 30 menit dapat diberikan 1 flakon lagi sampai 2-3 kali untuk
mencapai kadar kurang lebih 120 mg/dl