You are on page 1of 60

ANALISA LAPORAN

KEUANGAN

MANAJEMEN
KEUANGAN
PENGERTIAN
Laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan
suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.
Analisa laporan keuangan :
-Analisa laporan neraca
-Analisa laporan laba rugi
KEGUNAAN ANALISA KEUANGAN
- Kinerja keuangan bermanfaat bagi berbagai
pihak
- Laporan keuangan memberi gambaran nyata
tentang hasil yang telah dicapai oleh suatu
perusahaan dalam jangka waktu tertentu
digunakan untuk menilai kinerja
- Mengetahui kelemahan perusahaan
- Mengetahui kekuatan perusahaan
-Mengetahui langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan dari
posisi keuangan saat ini
NERACA
Laporan yang menggambarkan jumlah kekayaan
(harta), kewajiban (utang) dan modal
perusahaan pada saat tertentu
Disusun pada akhir tahun

Sisi aktiva = kekayaan/neraca

Sisi passive = utang + modal

Kekayaan = Utang + Modal


LAPORAN LABA RUGI
Menggambarkan jumlah penghasilan atau
pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada
periode tertentu
Disajikan akhir tahun

Rugi / laba perusahaan dapat diketahui

Penghasilan & biaya selama satu tahun

(1 Januari 31 Desember) di tahun yang


bersangkutan disusun
Laba / Rugi = Penghasilan - Biaya
KEGUNAAN ANALISA KEUANGAN
- Kinerja keuangan bermanfaat bagi berbagai
pihak
- Laporan keuangan memberi gambaran nyata
tentang hasil yang telah dicapai oleh suatu
perusahaan dalam jangka waktu tertentu
digunakan untuk menilai kinerja
- Mengetahui kelemahan perusahaan
- Mengetahui kekuatan perusahaan
- Mengetahui langkah-langkah perbaikan yang perlu
dilakukan dari posisi keuangan saat ini
- Melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan
- Pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil
yang mereka capai
Analisa laporan keuangan yang banyak digunakan
adalah analisa rasio keuangan yang dapat dibedakan
menjadi :
- Perbandingan internal
Membandingkan rasio saat ini dengan masa lalu
- Perbandingan eksternal
membandingkan rasio perusahaan dengan
perusahaan sejenis atau rata-rata industri pada saat
yang sama
JENIS JENIS RASIO
a. Rasio Likuiditas ( liquidy ratio )
Menunjukan hubungan kas dan aktiva lancar
lainnya dengan hutang lancar.
b. Rasio Aktivitas ( activity ratio )
Mengukur efisiensi perusahaan dalam
menggunakan aset-asetnya
c. Rasio Leverage ( finansial leverage ratio )
Mengukur seberapa banyak perusahaan
menggunakan dana dari hutang
d. Rasio Keuntungan ( profitability ratio )
Menunjukan kemampuan perusahaan
memperoleh keuntungan dari penggunaan
modalnya
e. Growth Ratios
Mengukur kemampuan perusahaan memperoleh
pertumbuhan dalam situasi ekonomi tertentu.
f. Valuation Ratios / Market Value
Mengukur sejauh mana tujuan perusahaan tercapai
(kemakmuran pemegang saham)
CONTOH

Perusahaan PT. MITRA


Neraca 31 Desember 2009 & 2010 (Rp 000)
Keterangan Aktiva 2009 2010
Kas 1424 1400
Piutang dagang 5424 5920
Persediaan 10632 9880
Biaya dibayar dimuka 168 136
Piutang Pajak 280 232
Aktiva lancar 17928 17568
Neraca 31 Desember 2009 & 2010 (Rp 000)
Keterangan Aktiva 2009 2010
Aktiva tetap 12768 12304
Akumulasi penyusutan (6856) (6328)
Aktiva tetap bersih 5912 5976
Aktiva tetap lainnya 2160 1640
Total Aktiva 26000 25184
Keterangan Pasiva 2009 2010
Hutang dan Modal
Hutang bank & 3584 2848
hutang wesel
Hutang dagang 1184 1088
Hutang pajak 288 1016
Hutang lancar lainnya 1528 1312
Hutang lancar 6584 6264
Hutang jangka panjang 5048 5016
Keterangan Pasiva 2009 2010
Modal
Saham biasa 3368 3368
Tambahan modal 2888 2888
Laba ditahan 8112 7648
Total modal sendiri 14368 13904
Total hutang dan 26000 25184
modal sendiri
Laporan Rugi Laba PT. MITRA (Rp 000)
Keterangan 2009 2010
Penjualan bersih 31.936 29.768
HPP 21.440 20.000
Laba kotor 10.496 9.768
Biaya penj,umum,adm 7.296 6.728
Laba sblm bunga & pajak 3.200 3.040
Biaya bunga 680 560
Laba sebelum pajak 2.520 2.480
Pajak 912 896
Laba Setelah Pajak 1.608 1.584
Deviden Kas 1.144 1.040
Peningkatan laba ditahan 464 544
A. LIQUIDITY RATIO
1. Current Ratio (Rasio Lancar)
Current Ratio (CR) = Aktiva Lancar x 100%
Tahun 2009 Utang Lancar
= 17.928.000 x 100%
6.584.000
= 2,72 %
Artinya kewajiban jangka pendek sebesar Rp 1 dapat ditanggung / dijamin
dengan aktiva lancar sebesar Rp 2,72

Current Ratio (CR) = Aktiva Lancar x 100%


Tahun 2010 Utang Lancar
= 17568.000 x 100%
6.264.000
= 2,80 %
Artinya kewajiban jangka pendek sebesar Rp 1 dapat ditanggung / dijamin
dengan aktiva lancar sebesar Rp 2,80
Artinya tahun 2010 kondisi keuangan PT. MITRA ada peningkatan
dibanding tahun 2009.
2. Quick Ratio (Rasio Cepat)
Mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban hutang lancar dengan aktiva lancar
tanpa memperhitungkan nilai sediaan.

Quick ratio=Aktiva Lancar Persediaan x 100%


Tahun 1999 Utang Lancar
= 17.928.000 10.632.000 x 100%
6.584.000
= 1,11 %
Artinya kewajiban jangka pendek sebesar Rp 1
dapat ditanggung / dijamin dengan aktiva lancar
selain persediaan sebesar Rp 1,11
Quick ratio=Aktiva Lancar Persediaan x 100%
Tahun 2000 Utang Lancar
= 17.568.000 9.880.000 x 100%
6.264.000
= 1,227 %

Artinya kewajiban jangka pendek sebesar Rp 1 dapat


ditanggung / dijamin dengan aktiva lancar selain
persediaan sebesar Rp 1,227
3. Rasio Kas (Cash Ratio)
Digunakan untuk mengukur seberapa besar uang
kas yang tersedia untuk membayar utang.

Cash Ratio = Cash + Bank atau Cash/Cash Equivalent


Current Liabilities C.Liabilities

Cash Ratio = Cash


Tahun 1999 Current Liabilities
= 1.424.000 x 100%
6.584.000
= 21,62 %
Artinya setiap Rp 1 dari hutang dijamin oleh Rp
21,62 kas.
Cash Ratio = Cash
Tahun 2000 Current Liabilities
= 1.400.000 x 100%
6.264.000
= 22,34 %
.
Kondisi keuangan PT. Mitra meningkat dari tahun 1999
ke tahun 2000 karena lebih banyak kas yang tersedia
untuk membayar hutangnya.
4. Rasio Perputaran Kas
Untuk mengukur tingkat kecukupan modal
kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk
membayar tagihan dan membiayai penjualan.
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih
Modal Kerja Bersih
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih
Tahun 1999 Modal Kerja Bersih
= 31.936.000
17.928.000 -6.584.000
= 2,81
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih
Tahun 2000 Modal Kerja Bersih
= 29.768.000
17.568.000 -6.264.000
= 2,63

Modal Kerja Bersih = Aktiva Lancar- Utang


Lancar
5. Ratio Working Capital To Total Asset
Rumus = Net Working Capital
Total Asset

Th 1999 = 17.928.000 -6.584.000


26.000.000
= 0,436 * 100% = 43,6%

Th 2000 = 17.568.000 -6.264.000


25.184.000
= 0,448 * 100%= 44,8%
B. ACTIVITY RATIO ( RASIO AKTIVITAS )
1. Receivable Turn Over ( Perputaran piutang )
Receivable turnover= penjualan
Tahun 1999 Rata-rata piutang
= 31.936.000
5.424.000
= 5,89 kali
Receivable turnover= penjualan
Tahun 2000 Rata-rata piutang
= 29.768.000
5.672.000
= 5,25 kali
Rata-rata piutang tahun 2000 =
Piutang thn 1999 + piutang thn 2000
2
Artinya tahun 1999 adalah 5,89 kali & tahun 2000 adalah 5,25 kali
dibanding penjualan
2. Inventory Turnover ( perputaran persediaan)
Mengukur efektivitas manajemen perusahaan dalam
mengelola persediaan

Inventory turnover(1999) = HPP


Persediaan
= 21.440.000
10.632.000
= 2,02 kali
Inventory turnover(2000) = HPP
Rata-rata Persediaan
= 20.000.000
10.256.000
= 1,95 kali

Rata-rata persediaan = 10.632.000 + 9.880.000


2
= Rp. 10.256.000
3. RECEIVABLE TURNOVER IN DAYS
(PERPUTARAN PIUTANG HARIAN)
Disebut juga Average Collection Period (ACP)
Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam mengumpulkan jumlah piutang dalam setiap
jangka waktu tertentu.
Piutang liquid jika dikumpulkan relatif singkat.

ACP = Jml Hari Dlm Setahun


Perputaran piutang
Atau Piutang x Jml Hari Dlm Setahun
Penjualan kredit
Average Collection Period (1999) = 360 = 62 hari
5,89
Average Collection Period (2000) = 360 = 69 hari
5,25
Jumlah hari dalam setahun dapat dihitung 365
atau 360 hari
Jika dalam penjualan ada syarat pembayaran
2/10 n=60
Maka baik tahun 1999 maupun tahun 2000
tidak memenuhi tanggal jatuh tempo 60 hari
Jika dalam penjualan syarat pembayaran 1/10
n=100
Maka hari rata-rata pengumpulan piutang
terpenuhi
4. Total Assets Turnover (Perputaran Aktiva)
Mengukur perputaran dari semua aset yang dimiliki
perusahaan.
Total Assets Turnover (TATO) =Penjualan Bersih
Total Aktiva
TATO 1999 = 31.936.000 = 1,23 kali
26.000.000
TATO 2000 = 29.768.000 = 1,18 kali
25.184.000

perputaran total aktiva Artinya di tahun 1999 sebanyak


1,23 kali berarti setiap Rp1 aktiva tetap dapat
menghasilkan penjualan Rp 1,23
Ditahun 2000 1,18 kali artinya setiap Rp 1 aktiva tetap
menghasilkan penjual Rp 1,18.
Terjadi penurunan dari tahun 1999 ke tahun 2000
5.Perputaran Modal Kerja (Working Capital
Turnover)
Menilai keefektifan modal kerja perusahaan
selama periode tertentu
Perputaran Modal Kerja =
Penjualan
Rata-rata Modal Kerja (Current Assets)

Perputaran Modal Kerja = Penjualan


Tahun 1999 Modal Kerja
= 31.936.000
17.928.000
= 1,78 kali
Perputaran Modal Kerja = Penjualan
Tahun 2000 Modal Kerja
= 29.768.000
17.568.000
= 1,69 kali
Perputaran modal kerja thn 1999 Artinya 1,78 kali
artinya setiap modal kerja Rp 1 menghasilkan Rp 1,78
penjualan
Tahun 2000 terlihat adanya penurunan sebab setiap
Rp1 menghasilkan Rp1,69 penjualan
Maka manajemen harus bekerja lebih giat lagi
6. Fixed Assets Turnover
Mengukur berapa kali dana yang ditanamkan
dalam aktiva tetap berputar dalam satu
periode.
Fixed Assets Turnover = Penjualan
Total Aktiva Tetap
Fixed Assets Turnover = Penjualan
Tahun 1999 Total Aktiva Tetap
= 31.936.000
8.072.000
= 3,95 kali
Perputaran aktiva tetap tahun 1999 sebanyak
3,95kali artinya setiap Rp 1 menghasilkan
Fixed Assets Turnover= Penjualan
Tahun 2000 Total Aktiva Tetap
= 29.768.000
7.616.000
= 3,91 kali
Perputaran aktiva tetap tahun 2000 sebanyak
3,91 kali artinya setiap Rp 1 menghasilkan
penjualan Rp 3,91
Terjadi penurunan rasio di tahun 2000
perusahaan belum memaksimalkan aktiva tetap
untuk menghasilkan penjualan
7. Inventory Days Average ( Perputaran Persediaan
Harian)
Rumus = inventory x Jml hari dlm setahun
GOGS
Thn 1999 = 10.632.000 x 360 = 178,52 =179 hr
21.440.000
Thn 2000 = 9.880.000 x 360 = 177,84 = 178 hr
20.000.000
C.LEVERAGE(DEBT) RATIO(RASIOHUTANG)
Digunakan untuk mengukur penggunaan modal
asing untuk membiayai investasi perusahaan
1. Debt Ratio (Rasio Hutang)
Mengukur berapa persen aset perusahaan
yang dibelanjai dengan hutang.
Debt Ratio = Total Hutang
Total Aktiva
Debt Ratio (1999) = 11.632.000 = 0,45 %
26.000.000
Debt Ratio (2000) = 11.280.000 = 0,45 %
25.184.000
Artinya aset perusahaan dibiayai dengan 45%
utang dan 55% dibiayai pemegang saham
2. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Total Hutang
Terhadap Modal) atau Finansial Ratio
Untuk menilai utang dengan equitas. Menunjukan
jumlah dana yang disediakan kreditor dgn
perusahaan
Total Debt to Equity Ratio = Total Hutang
Modal
Total Debt to Equity Ratio (1999)
= Total Hutang = 11.632.000 = 0,81 = 81 %
Modal 14.368.000
Total Debt to Equity Ratio (2000)
= Total Hutang = 11.280.000 = 0,81 = 81 %
Modal 13.904.000
Artinya setiap modal disediakan perusahaan, 81%-
nya disediakan dari utang
3. Long Term Debt to Equity Ratio (LTDtER)
Mengukur bagian dari setiap modal sendiri yang
dijadikan jaminan utang jangka panjang
(LTDtER)= Long Term Debt(LTD)
Equity
Tahun 1999 = 5.048.000 = 0,35 kali = 35%
14.368.000
Tahun 2000 = 5.016.000 = 0,36 kali = 36 %
13.904.000
Artinya di th 1999, 35% modal dibiayai LTD
di th 2000, 36 % modal dibiayai LTD
4. Times Interest Earned
Merupakan rasio mencari jumlah perolehan bunga.
Dan juga kemampuan perusahaan untuk membayar
bunga .
Times Interest Earned = E.B.I.T
Biaya Bunga(interest)
Atau
= EBT + Biaya Bunga
Biaya Bunga (Interest)
Tahun 1999 = 3.200.000 = 4,706 kali
680.000
Tahun 1999 = 3.040.000 = 5,43 kali
560.000
Time Interest Earned (4,706 kali) di tahun 1999
Artinya biaya bunga dapat ditutup 4,706 kali dari laba
sebelum bunga dan pajak. Dan meningkat di tahun
2000 menjadi 5,43 kali dari laba sebelum bunga dan
pajak.
D. PROFITABILITY RATIO
(RASIO KEUNTUNGAN)
1. Gross Profit Margin / Profit Margin On Sales
= Penjualan bersih HPP
Penjualan Bersih
GPM (1999) = 31.936.000 21.440.000
31.936.000
= 32,87 %
GPM (2000) = 29.768.000 20.000.000
29.768.000
= 32,81 %

Penjualan bersih-HPP= laba kotor


2. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak
Penjualan Bersih
NPM (1999) = 1.608.000
31.936.000
= 5,04 %

NPM (2000) = 1.584.000


29.768.000
= 5,32 %
Menunjukan pendapatan bersih perusahaan
atas penjualan. Di tahun 1999, net profit
perusaan sebesar 5,04 %. Pada tahun 2000
pendapatan bersih perusahaan meningkat
menjadi 5,32 %
3. Return On Investment (ROI)
Menunjukan hasil (return) atas jumlah aktiva yang
digunakan dalam perusahaan.
ROI = Earning After Tax & Interest
Total Asset
ROI th 1999 = 1.608.000 = 0,619 = 6,19%
26.000.000
ROI th 2000 = 1.584.000 = 0,629 = 6,29%
25.184.000
4. ROI & pendekatan Du Pont
ROI = Net Profit Sales x Total Assets Turnover
Thn 1999 ROI = 5,04% x 1,23 = 6,19%
Thn 2000 ROI = 5,32% x 1,18 = 6,28%

5. Return On Ekuitas (ROE)


Mengukur keuntungan yang menjadi hak
pemilik modal.
ROE = EAIT
Equity
ROE (1999) = 1.608.000 x 100% = 11,19 %
14.368.000
ROE (2000) = 1.584.000 x 100% = 11,39 %
13.904.000
6. ROE dan pendekatan Du Pont
ROE = ROI x Equity Multiplier
ROE = Net Profin Margin x TATO x Equity
Multiplier
EAT = EAT x Net Sales x Total Asset
Equity Net Sales Total Asset Equity
ROE (1999) = 5,04% x 1,23 x 1,81 = 11,19 %
ROE (2000) = 5,32% x 1,18 x 1,81 = 11,36%

7. ROA (Return On Asset)


ROA = EBIT
Total Aktiva
ROA th 1999 = 1.608.000 = 0,062 = 6,2%
26.000.000
ROA th 2000= 1.584.000 = 0,063 = 6,3%
25.184.000
8. Laba Per Lembar Saham Biasa (Earning Per Share Of
Common Stock)
Laba Per Lembar = Laba
Saham Jml Saham yang beredar

Contoh saham yang beredar


Tahun 1999 = 2000 Lembar
Tahun 2000 = 2050 Lembar
tahun 1999 = 1.608.000 = Rp 804
2000
tahun 2000 = 1.584.000 = Rp 772,6 bulatkan Rp 773
2050
menurun yaitu sebesar Rp 32 per lembar saham.

Kalau ditahun 2000 saham yang beredar tetap


1.584.000 = Rp 792 (penurunan Rp12 per lembar )
2000
9. Operating Ratio
Rumus = COGS+Adm Exp+Sales Exp
Sales
Thn 1999 = 21.440.000 + 7.296.000 = 0,89=0.9
31.936.000
Thn 2000 = 20.000.000 + 6.728.000 = 0,89=0,9
29.768.000
E. RASIO PERTUMBUHAN (GROWTH RATIO)
Menggambarkan kemampuan perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya ditengah
pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha.
Dalam rasio ini dianalisa :

- Pertumbuhan penjualan
- Pertumbuhan laba bersih
- Pertumbuhan pendapatan per saham
- Pertumbuhan deviden per lembar saham
1. Sales Growth = Penj.sekarang-Penj th lalu
Penj. Th lalu
Sales Growth th 2000
= 29.768 .000 - 31.936.000 = - 6,79 %
31.936.000
Terjadi penurunan penjualan di tahun 2000.

2. EPS (Earning per Sheet) Growth


EPS Growth = EPS Sekarang EPS th lalu
EPS th lalu
EPS th 2000 = 792 804 = - 1,49 %
804
Terjadi penurunan EPS di tahun 2000.
3. DPS (Devidend Per Sheet) Growth
= DPS Sekarang DPS th lalu
DPS th lalu
DPS th 1999 = Devidend
Jml saham yang beredar
= 1.144.000
2.000
= Rp 572
DPS th 2000 =Devidend
Jml saham yang beredar
= 1.040.000
2000
= Rp 520
DPS th 2000 = DPS Sekarang DPS th lalu
DPS th lalu
= 520 572
572
= - 0,09 %

Terjadi penurunan 0,09 %


F. RASIO PENILAIAN
Memberikan ukuran kemampuan manajemen
menciptakan nilai pasar usahanya di atas biaya
investasi seperti :
- Rasio harga saham terhadap pendapatan
- Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku
Mengukur sejauh mana tujuan perusahaan
tercapai
1. PER (Price Earning Ratio)
= Harga per Lembar Saham
EPS
Misal Harga per lembar saham =
th 1999 = Rp 35.920
th 2000 = Rp 31.600

PER th 1999 = Rp 35.920 = 44,67 kali


Rp 804
PER th 2000 = Rp 31.600 = 39,89 kali
Rp 792
2. PBV (Price to Book Value)
= Harga Pasar Per Lembar Saham
Harga Buku Per Lembar Saham
contoh PT. MITRA akan go public di th 2000, menjual
440 lembar sahamnya. 440 lembar tersebut
merupakan 22 % saham. Total saham mencapai 2000
lembar, dgn total equitas senilai Rp 13.904.000, maka
harga buku per lembar saham
= Rp 13.904.000
440
= Rp 31.600
Jika harga saham ditetapkan Rp 47.400, maka saham
PT. MITRA, Tbk dijual dengan
PBV PT. MITRA, Tbk = Rp 47.400
Rp 31.600
= 1,5 kali
G. ANALISA COMMON SIZE
Mempermudah pembaca menganalisa laporan
keuangan dengan memperhatikan perubahan-
perubahan yang terjadi dalam neraca dan
laporan laba rugi.
Caranya dengan merubah angka-angka yang
ada dalam neraca & lap. R/L menjadi
presentasi berdasar angka tertentu
Dalam neraca yang menjadi angka dasar
(Common Base) sebesar 100% adalah total
aktiva
Dalam lap. R/L angka dasar yang dijadikan
100% adalah penjualan.
Keterangan Neraca ( Rp 000) Common Size (%)
Aktiva 1999 2000 1999 2000
Kas 1424 1400 5.48 5.56
Piutang dagang 5424 5920 20.86 23.51
Persediaan 10632 9880 40.89 39.23
Biaya dibayar dimuka 168 136 0.65 0.54
Piutang Pajak 280 232 1.08 0.92
Aktiva lancar 17928 17568 68.95 69.76
Aktiva tetap 12768 12304 49.11 48.86
Akumulasi penyusutan 6856 6328 26.37 25.13
Aktiva tetap bersih 5912 5976 22.74 23.73
Aktiva tetap lainnya 2160 1640 8.31 6.51
Total Aktiva 26000 25184 100 100

Hutang dan Modal Sendiri


Hutang bank & hutang wesel 3584 2848 13.78 11.31
Hutang dagang 1184 1088 4.55 4.32
Hutang pajak 288 1016 1.11 4.03
Hutang lancar lainnya 1528 1312 5.88 5.21
Hutang lancar 6584 6264 25.32 24.87
Hutang jangka panjang 5048 5016 19.42 19.92
Modal
Saham biasa 3368 3368 12.95 13.37
Tambahan modal 2888 2888 11.11 11.47
Laba ditahan 8112 7648 31.20 30.37
Total modal sendiri 14368 13904 55.26 55.21
Total hutang dan modal sendiri 26000 25184 100.00 100.00
Laporan Rugi Laba PT. MITRA (Rp 000) COMMON SIZE (%)
Keterangan 1999 2000 1999 2000
Penjualan bersih 31936 29768 100 100
HPP 21440 20000 67.13426854 67.18624026
Laba kotor 10496 9768 32.86573146 32.81375974
Biaya penj,umum,adm 7296 6728 22.84569138 22.60145122
Laba sblm bunga & pajak 3200 3040 10.02004008 10.21230852
Biaya bunga 680 560 2.129258517 1.881214727
Laba sebelum pajak 2520 2480 7.890781563 8.331093792
Pajak 912 896 2.855711423 3.009943564
Laba Setelah Pajak 1608 1584 5.03507014 5.321150228
Deviden Kas 1144 1040 3.582164329 3.493684493
Peningkatan laba ditahan 464 544 1.452905812 1.827465735
H. ANALISA INDEX
Analisa ini dilakukan untuk membandingkan
perkembangan dari waktu ke waktu
Merubah semua angka dalam laporan keuangan pada
tahun dasar menjadi 100.
Keterangan Neraca ( Rp 000) Index
Aktiva 1999 2000 1999 2000
Kas 1424 1400 100.00 98.31
Piutang dagang 5424 5920 100.00 109.14
Persediaan 10632 9880 100.00 92.93
Biaya dibayar dimuka 168 136 100.00 80.95
Piutang Pajak 280 232 100.00 82.86
Aktiva lancar 17928 17568 100.00 97.99
Aktiva tetap 12768 12304 100.00 96.37
Akumulasi penyusutan 6856 6328 100.00 92.30
Aktiva tetap bersih 5912 5976 100.00 101.08
Aktiva tetap lainnya 2160 1640 100.00 75.93
Total Aktiva 26000 25184 100.00 96.86

Hutang dan Modal Sendiri


Hutang bank & hutang wesel 3584 2848 100.00 79.46
Hutang dagang 1184 1088 100.00 91.89
Hutang pajak 288 1016 100.00 352.78
Hutang lancar lainnya 1528 1312 100.00 85.86
Hutang lancar 6584 6264 100.00 95.14

Hutang jangka panjang 5048 5016 100.00 99.37

Modal
Saham biasa 3368 3368 100.00 100.00
Tambahan modal 2888 2888 100.00 100.00
Laba ditahan 8112 7648 100.00 94.28
Total modal sendiri 14368 13904 100.00 96.77

Total hutang dan modal sendiri 26000 25184 100.00 96.86


Laporan Rugi Laba PT. MITRA (Rp 000) Index
Keterangan 1999 2000 1999 2000
Penjualan bersih 31936 29768 100 93.2
HPP 21440 20000 100 93.3
Laba kotor 10496 9768 100 93.1
Biaya penj,umum,adm 7296 6728 100 92.2
Laba sblm bunga & pajak 3200 3040 100 95
Biaya bunga 680 560 100 82.4
Laba sebelum pajak 2520 2480 100 98.4
Pajak 912 896 100 98.2
Laba Setelah Pajak 1608 1584 100 98.5
Deviden Kas 1144 1040 100 90.9
Peningkatan laba ditahan 464 544 100 117
DAFTAR PUSTAKA

Kasmir, MM., Pengantar Manajemen Keuangan


Martono & Agus S., Manajemen Keuangan