You are on page 1of 39

Berbagai Infeksi pada

Pengguna Narkoba & AIDS

dr. Rizky Perdana,SpPD,KPTI,FINASIM


dr. Mega Permata SpPD
Divisi Penyakit Tropis Infeksi Departemen Penyakit Dalam
FK UNSRI/RS Dr. MOH. HOESIN
Palembang
Departemen kesehatan RI 2014
Kasus HIV (1987-2014) : 134.042

Kasus AIDS (1987-2014): 54.231

Kematian HIV/AIDS (1987-2014): 9.615

IDU : 8.411 (16%) dari jumlah AIDS


Epidemiologi HIV/AIDS di Indonesia

(Sumber Depkes RI 2014 (Data dari 1987-2014)


Infeksi HIV di Indonesia

Sampai 1500 Kasus : 90% karena hubungan seksual

650 kasus terakhir : 80% karena narkoba suntikan


Kasus AIDS menurut golongan
usia di Indonesia

(Sumber Depkes RI 2014 (Data dari 1987-2014)


(Sumber Depkes RI 2014 (Data dari 1987-2014)
(Sumber Depkes RI 2014 (Data dari 1987-2014)
(Sumber Depkes RI 2014 (Data dari 1987-2014)
Angka Pelaporan rendah :
1. Banyak penderita yang tidak memeriksakan diri
2. Penderita yang memeriksakan diri tidak dilakukan
testing dan konseling
3. Penderita HIV asimtomatik tidak dilaporkan
4. Pelaporan memerlukan banyak tembusan dan
tidak ada dukungan formulir dan lain-lain
5. Informasi pelaporan oleh DepKes 3 bulan sekali
Perubahan Pola Infeksi HIV di
Indonesia

Penularan melalui jarum suntik di kalangan


pengguna narkoba meningkat
Usia penderita yang terinfeksi muda
Efektivitas pengobatan semakin baik
Situasi di RS. Dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta 2011

Hepatitis C ( 81,2 %)
HBsAg (16,1%)
HIV (Rawat Jalan) ( 60 % )
HIV (Rawat Inap) ( 80 % )
Pneumonia ( 20 % )
Infeksi Endokarditis bakterial ( 15% ? )
Overdosis
Cara-cara
Membersihkan Jarum
Suntik
65 % air dingin

31 % air hangat
Gejala & tanda klinis diduga
infeksi HIV
Keadaan Umum
BB turun >10% dr BB dasar
Sering demam (terus
menerus/intermitten)
Diare (terus menerus/intermitten) >1
bln
Limfadenopati meluas
Kulit
Kering meluas, kutil genital
Infeksi jamur
Kandidiasis oral
Dermatitis seboroik
Kandidosis vagina kambuhan
Infeksi viral
Herpes zoster
Herpes genital
Moluskum kontagiosum
kondiloma
Gangguan pernafasan
Batuk > 1 bln
Sesak nafas
TB
Pneumonia kambuhan
Sinusitis kronis berulang
Gejala neurologis
Sakit kepala makin parah tanpa
sebab jelas
Kejang demam
Kognitif menurun
Penyulit infeksi HIV :
1. HIV
2. Infeksi Oportunistik
3. Kanker terkait
4. Infeksi karena penggunaan jarum bersama dan
tidak steril
Prinsip Pengobatan HIV

ART

Pengobatan OI

Pengobatan dasar
Obat Antiretroviral
Murah
Telah dimulai di Afrika Selatan, India,
Brazil dan negara ASEAN
Harga sekitar 5-10% dari harga
sekarang (Jepang 1180 $, Thailand 30
$ / bulan)
Akan semakin banyak penderita yang
mampu membeli obat ART
Peran dokter umum akan semakin
meningkat
Pengobatan Anti Retroviral untuk HIV

Indikasi : a. Simtomatik
b. Viral Load > 55.000
c. CD4 < 350
Obat Golongan RTI
(Reverse Transcriptase Inhibitor )

Azidotimidin (AZT) Nevirapin (Viramune)


Didanosin (ddI) Delavirdin (Rescriptor)
Dideoksisitidin (ddC) Efapirenz (Sustiva)
Stavudin (d4T)
Lamivudin (3TC)

Obat Golongan PI
(Protease Inhibitor )

Indinavir
Ritonavir
Saquinavir
Nelvinavir

Pemantauan Hasil
Pengobatan
Gejala klinis
Pemeriksaan viral load
Hitung CD4
Infeksi Oportunistik di RS Dr. Cipto Mangunkusumo

Infeksi Oportunistik Frekuensi


Kandidiasis mulut - esofagus 80,8 %
Tuberkulosis 40,1 %
Sitomegalovirus 28,8 %
Ensefalitis toksoplasma 17,3 %
Pneumonia P. carinii (PCP) 13,4 %
Herpes simpleks 9,6 %
M. avium kompleks (MAC) 4,0 %
Kriptosporodiosis 2,0 %
Histoplasmosis paru 2,0 %
Penyulit HIV yang melibatkan Berbagai Organ Tubuh

Organ Tubuh Penyulit Terapi

Paru TBC OAT


PCP Kotrimoksazol
Pnemonia berulang Antibiotik yang sesuai
Saluran Cerna Kandidiasis Flukonazol
CMV Gansiklovir
Otak Toksoplasma Pirimetamin, Sulfadiazin
Limfoma Kemoterapi
Mata CMV Gansiklovir
Kulit Jamur Obat anti jamur
Sarkoma Kaposi Interferon ,Kemoterapi
Pendekatan Dalam Penatalaksanaan Infeksi HIV
pada Pengguna Narkoba Suntikan

1. Atasi keadaan akut : overdosis, Pnemonia


penyalahgunaan obat , Endokarditis
2. Menghilangkan Adiksi
3. Pengobatan Hepatitis C (bila ada)
4. Pengobatan HIV (bila ada )
5. Pemulihan kejiwaan ( Psikiatri)
6. Dukungan Sosial : Kesempatan bersekolah
, Bekerja dan Berkeluarga