You are on page 1of 51

RADIOLOGI TULANG

Radiologi Tulang
Pemeriksaan:
- Radiograf
- Fluroskopi
Reposisi
fracture
diaphyse

Ro Penting untuk Garis Epiphyse


diagnosis kelainan epiphyse
tulang
Istilah-Istilah (1)
Osteolytik/ bone destruction: penurunan densitas
tulang lokal

Osteopenia: penurunan densitas tulang


menyeluruh, oleh karena:
1. Penurunan zat pembentuk tulang/ bone
formation (*)
2. Peningkatan reabsorpsi calsium tulang
hiperparatyroid

(*) Penurunan bone formation dapat disebabkan


oleh: matriks tulang/ osteoid yang berkurang
disused osteoporotik calsium tulang berkurang
osteomalacia
Istilah-Istilah (2)
Osteoporotik: berkurangnya densitas tulang
disertai penipisan cortex

Osteomalacia: non spesifc loss of bone density


Ro: - cortex trabecula burning ground glass
appearance
- bowing deformity: Pelvis dan Exted

Osteosclerosis: increase bone density


Pembentukan tulang baru akibat reaksi terhadap
proses
focal dan general
Reaksi periosteal: repon periosteum
terhadap berbagai sebab (itis,
perdarahan, tumor)
Bentuk:
- Solid: thin, dens undulating proses
jinak
- Interrupted (proses akut dan progresif)
sun brust
lamellated amorphus onion peel
Untuk kepentingan diagnosis
penyakit-penyakit tulang dibagi:
I. Lesi soliter
II. Multifocal
III. General
dysplasia, metabolisme
lytik

- tu
Lesi soliter sclerotik - itis
- tu like

mixed
1. Lokasi: - epiphyse
- metaphase
- diaphase
2. Usia
3. Batas: - tegas jinak
- tidak jinak proses agresif
4. Reaksi sclerotik + pada proses
jinak
5. Expansi cortex tipis proses
jinak
6. Cortex yang berdekatan
destruksi proses agresif
tipis jinak
7. Reaksi periosteal itis, tumor
ganas, distosis, trauma
8. Kalsifkasi + tumor tulang
rawan (enchondroma)
9. Soft tissue mass
batas tegas proses agresif
tidak tegas infeksi
10. Zone transisi luas proses
ganas
TUMOR TULANG GANAS
Umur/thn Jenis Tumor
1. 1 tahun - Neuroblastoma
2. 1-10 tahun - Ewing tulang
panjang
3. 10-30 tahun - Osteosa, Ewing
Plakes bone
4. 30-40 tahun -Retinaculum cell Ca
-Giant cell Ca. Fibro
Sarkoma
-Lymphoma
5. > 40 tahun -Metastase Chondro
Sarkoma
-Metastase Tulang
Macam-Macam Reaksi
Periosteal
Macam-Macam Reaksi
Periosteal
Macam-macam Reaksi
Periosteal
OSTEO-Sa
Lokasi metaphyse Lutut
>>> laki-laki 5-25 tahun
Type :
- Osteolytik peripheral
- Osteolytik sentral
- Mixed
- Osteosklerosis sunray periosteum
- Ostitis deformans Sa pada usia
> 50 tahun
CHONDRO_ Sa
Lokasi media/epi semua lutut,
pelvis, humerus, costa
RO : - batas tidak tegas
- destruksi cortex
- kalsifkasi
Ketiga gambaran rontgen
membentuk gambaran seperti
popcorn
EWINGS TUMOR

>> pada anak


Lokasi Diaphyse onion
peel app
GIANT CELL TUMOR
Lokasi Epiphyse
Tulang panjang

RO : - expansi cortex penipisan


cortex
- area radiolusent bubble soap
app
- letak excentrik
- reaksi periosteal
OSTEOMYELITIS

akut kronis

E/ -pyogenik staphylococcus,
streptococcus
- jamur
-TBC
Patologi:
Infeksimetaphyseaktifhiperemiaexudasi

nyeri

Immobilisasiosteoporotik
Exudat ke subperiostealsubperiosteal abses
brodies abses

Jika proses ke prox/distalmedula/cavdestruksi

Nekrosis diaphyse bagian dalam


Stadium-stadium kronik
1. Sequestration
2. Involucrum
3. Repair

Rontgenbaru tampak pada 2-3 minggu,


jadi perlu follow up ro
1. Pembengkakan jaringan lunak
2. Reaksi periosteal
3. Destruksi tulangmetaphyse
4. Sequester
5. involucrum
Radiologi Osteomyelitis
Komplikasi:
1. Fraktur spontan
2. Destruksi/ separasi epiphyse
3. pyoarthritis
FRAKTUR
Radiograf menilai kedudukan
tulang

AP Lateral Oblique

Fluoroskopi untuk reposisi tulang


TERMINOLOGY
Bedah fraktur terbuka
fraktur tertutup
Radiologi
1. Complete, non comminutive fracture
a. oblique
b. multiple
c. avulsion/ chip fracture
2. Comminutive fracture
3. Incomplete fracture
4. Epiphyseal fracture epiphysiolysis
5. Patologic fracture
kepadatan tulang berkurang, shg minimal
trauma
fracture, eq: osteogenesis imperfecta,
bone cyst,
chronic osteomyelitis.
Fraktur pada anak-anak:
1. green stick incomplete
periosteum masih intak.
2. epiphysiolysis caput femoris
3. multiple frakture Battered child
syndrome ( pada daerah metapyse)
Penyembuhan
Ro pembentukan tulang baru antara
periosteum & cortex meluas keluar
menutup tulang yang terpisah callus.
Callus mulai tampak tumbuh pada minggu II-
bln III.
Komplikasi Fraktur
Komplikasi Fraktur
Delayed Union
Callus terlambat terbentuk.
Ex: mobilisasi tidak adekuat, dislokasi/
angulasi tulang.

Non Union
Tidak terjadi penyatuan tulang.
e.q: infeksi
destruksi fragmen tulang
kerusakan pembuluh darah
fxasi yang salah
akan terjadi pseudoarthrosis.
Rheumatoid Arthritis
-Ratio Laki-laki : Perempuan =
1:3
-80% pada usia 20-50 tahun
-Etiologi : autoimun
-Juvenile RA = stills disease
-RA pada vertebrae + Marie
strumpell disease
-Polyarthricular
Patologi
Mula-mula penyakit synovitis
edema dan hiperplasia
synovial villi cairan >>>
Terjadi granulasi pannus
ke subchondral Destruksi
kemudian terjadi fbrous/ Bony
ankilosing
RO:
Osteoporotik periarthricular = juxta
arthricular
Osteolytic ? Punch out area pada
subchondral
Irregularitas permukaan sendi
Stadium lanjut -Bone ankylosing
- malalignment &

contracture
Marie Strumpell Dis :
Osteoporotik corpus vertebrae
Discus menyempit
Permukaan vertebrae sklerotik
Jika mengenai seluruh vertebrae
kekakuan tulang belakang
Bamboo Spine
ARTHRITIS TBC
50% pada usia 3-5 tahun
1
85% monoarticular
6

4
Diagnosa :
5
Kultur cairan sendi 2

Tuberkulin test
3
Respon tulang terhadap TBC
1. Tipe granulasi pannus invasi ke
tl. rawan subchondral melewati
garis epifse
2. Tipe caseosa pada vertebrae &
coxae proses ke jar. lunak cold
abses
RO tampak setelah beberapa
minggu/bulan
1. Tulang osteoporotik sekitar lesi
ground glass appearance
2. Celah sendi sempit o.k. destruksi tl.
Rawan, sklerosis jarang
3. Jaringan lunak sekitar sendi:
- membengkak
- articular kapsul distensi
4. Perubahan bentuk/posisi
- infeksi vertebra kyphosis
- infeksi artic coxae flexi
Diagnosa : harus dikonfrmasikan dengan
labor & klinis
GOUTY ARTHRITIS
Pada laki-laki > 40
tahun 5

70% monoarticular

Etio :
gangguan metabolisme
4
asam urat 3
2

1
Patologi :
Deposit asam urat tophi, sering
pada tlg rawan, otot, tendo
Peradangan sekitar tophi punch out
area/destruksi juxta articular
Pembengkakan jaringan lunak

RO : tidak selalu pathognomonic


Pembengkakan exentric jaringan lunak
Punch out articular
Bercak-bercak kalsifkasi pada soft
tissue