You are on page 1of 22

PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

MENJADI CPO (CRUDE PALM OIL )


Disusun Oleh:
AFINA NOVIA RAHMAN
(1407037823)

CPO (CRUDE PALM OIL)


PKS pada umumnya
mengolah bahan baku
berupa Tandan Buah
Segar (TBS) menjadi
minyak kelapa sawit
CPO (Crude Palm Oil)
dan inti sawit (Kernel).
Berikut adalah diagram alir
proses pengolahan kelapa
sawit menjadi CPO.

DIAGRAM FLOW PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


MENJADI CPO

PROSES PENIMBANGAN
Hal ini sangat sederhana, sebagian besar jenis jembatan
timbang sekarang menggunakan sel-sel beban, dimana tekanan
beban menyebabkan variasi pada sistem listrik yang diukur.
Pabrik Kelapa Sawit sekarang ini pada umum nya sudah
menggunakan jembatan timbang yang terintegrasi langsung
dengan sistem komputer.
Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu truk yang melewati
jembatan timbang berhenti 5 menit, kemudian dicatat berat
truk awal sebelum TBS dibongkar dan sortir, kemudian setelah
dibongkar truk kembali ditimbang, selisih berat awal dan akhir
adalah berat TBS yang diterima dipabrik.
TBS yang telah ditimbang kemudian diterima oleh bagian
Loading ramp, untuk dilakukan penyortiran. Hal ini dilakukan
untuk memisahkan antara TBS yang layak diolah atau tidak.

PROSES PENYORTIRAN
Kualitas buah yang diterima pabrik harus diperiksa tingkat kematangannya. Jenis buah
yang masuk ke PKS pada umumnya jenis Tenera dan jenis Dura. Kriteria matang panen
merupakan faktor penting dalam pemeriksaan kualitas buah distasiun penerimaan TBS
(Tandan Buah Segar). Pematangan buah mempengaruhi terhadap rendamen minyak dan
ALB (Asam Lemak Buah) yang dapat dilihat pada tabel berikut :
Kematangan buah

Rendamen minyak (%)

Kadar ALB

Buah mentah

14 18

1,6 2,8

Setengah matang

19 25

1,7 3,3

Buah matang

24 30

1,8 4,4

Buah lewat matang

28 - 31

3,8 6,1

Setelah disortir TBS tersebut dimasukkan ketempat penimbunan sementara ( Loding


ramp ) dan selanjutnya diteruskan ke stasiun perebusan ( Sterilizer ).

GAMBAR LOADING RAMP

PROSES PEREBUSAN
(STERILIZER)
Lori yang telah diisi TBS dimasukan kedalam sterilizer dengan
menggunakan capstand.
Tujuan perebusan :
1.

Mengurangi peningkatan asam lemak bebas.

2.

Mempermudah proses pembrodolan pada threser.

3.

Menurunkan kadar air.

4.

Melunakan daging buah, sehingga daging buah mudah lepas dari


biji.

Sterilizer memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m.


Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plat setebal 10 mm yang berfungsi
untuk menahan steam, dibawah sterilizer terdapat lubang yang
gunanya untuk pembuangan air condesat agar
pemanasan didalam sterilizer tetap seimbang. Dalam proses
perebusan minyak yang terbuang %7,0 . Dalam melakukan proses
perebusan diperlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang
disalurkan dari boiler. Uap yang masuk ke sterilizer 2,8
C140,cmkg3 02 dan direbus selama 90 menit.

Sterilizer memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m (hal ini tergantung dari design yang dipakai
oleh pabrik). Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plat setebal 10 mm yang berfungsi untuk menahan uap / steam
yang berasal dari Boiler. Dibawah sterilizer terdapat lubang yang gunanya untuk pembuangan air condesat agar
pemanasan didalam sterilizer tetap seimbang.
Proses perebusan ini biasanya berlangsung selama 90 menit dengan menggunakan uap air yang berkekuatan
antara 280 sampai 290 Kg/ton TBS. Proses ini dapat menghasilkan condensat (cairan) yang mengandung sekitar
0.5% minyak. Condensat ini kemudian dimasukkan ke dalam Fat Pit, nanti nya dapat digunakan dalam
membantu proses Pressan daging sawit.
Tandan buah yang sudah selesai direbus dimasukan ke dalam Threser, yang berfungsi untuk memisahkan
antara berondolan sawit dengan janjangan / tandan nya, dengan menggunakan Hoisting Crane atau Fruit
Elevator (hal ini tergantung pada design yang digunakan oleh Pabrik).

PROSES PENEBAH (THERESER PROCESS) BUAH


DARI
TANDAN (THRESER)
Pada tahapan mesin Threser, buah yang masih melekat pada tandannya akan
dipisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan, sehingga buah tersebut terlepas
(kemudian ditampung dan dibawa oleh Fruit Conveyor keDigester).
Tujuan mesin Threser adalah untuk memisahkan brondolan dari tangkai tandan. Alat
yang digunakan pada mesin ini adalah drum berputar (rotari drum thresher). Hasil
stripping (perontokan) tidak selalu 100%, artinya masih ada brondolan yang melekat
pada tangkai tandan, ini yang disebut dengan USB (Unstripped Bunch). Untuk
mengatasi hal ini, maka dipakai sistem Double Threshing.
Sistem 'DoubleThresing' bekerja dengan cara janjang kosong / EFB (Empty Fruit
Bunch) dan USB yang keluar dari thresher pertama, tidak langsung dibuang, tetapi
masuk ke threser kedua, supaya sisa berondolan yang masih tertinggal dari proses
thresing pertama dapat terambil.
Selanjutnya Empty Fruit Bunch dibawa ketempat pembakaran (incinerator) dan dapat
dimanfaatkan sebagai produk sampingan, sebagai pupuk misal nya.

PROSES PENGEMPAAN (PRESSING PROCESS)


Didalam digester buah diaduk dan dilumat untuk
memudahkan daging buah terpisah dari biji. Digester
terdiri dari tabung silinder yang berdiri tegak yang di
dalamnya dipasang pisau-pisau pengaduk sebanyak 6
tingkat yang diikatkan pada pros dan digerakkan oleh
motor listrik. Untuk memudahkan proses pelumatan
diperlukan panas 90-95 C yang diberikan dengan cara
menginjeksikan uap 3 kg/cm2 langsung atau melalui
mantel. Proses pengadukan/ pelumatan berlangsung
selama 30 menit. Setelah massa buah dari proses
pengadukan selesai kemudian dimasukan ke dalam
alat pengepresan (screw press).
Fungsi Digester :
1. Melumatkan daging buah.
2. Memisahkan daging buah dengan biji.
3. Mempersiapkan Feeding Press.
4. Mempermudah proses di Press.
5. Menaikkan Temperatur.

Digester

SCREWPRESS
Screw Press

Fungsi dari Screw Press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk
mendapatkan minyak kasar. Buah buah yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau pisau pelempar
dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk kedalam mesin pengempa ( twin screw press ).
Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, massa tersebut diperas sehingga melalui lubang lubang press
cage Universitas Sumatera Utara minyak dipishkan dari serabut dan biji. Selanjutnya minyak menuju stasaiun
clarifikasi, sedangkan ampas dan biji masuk kestasiun kernel.
Untuk memudahkan proses pengepresan ini perlu tambahan air panas (+ air Condensat dari hasil perebusan) sekitar
10% s/d 15% terhadap kapasitas pengepresan. Dari pengepresan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas /
serat fiber serta biji.
Minyak kasar tersebut ditampung pada CrudeOilTank, untuk dilakukan pemisahan kandungan pasirnya pada Sand
Trap yang kemudian dilakukan penyaringan menggunakan VibratingScreen. Sedangkan ampas dan biji yang masih
mengandung minyak (oil sludge) dikirim ke pemisahan ampas dan biji (Depericarper).
Dalam proses penyaringan minyak kasar perlu ditambahkan air panas untuk melancarkan penyaringan minyak.
Minyak kasar (Crude Oil) kemudian dipompakan ke dalam mesin Decanter guna memisahkan Solid (kotoran padat)
dan Effluent (kotoran cair).
Pada Effluent masih terkandung unsur minyak, air dan masa jenis ringan lain nya, kemudian ditampung
pada ContiniousSettlingTank. Minyak dialirkan ke OilTank dan pada fase berat (sludge) yang terdiri dari air dan
padatan yang terlarut ditampung ke dalam Sludge Tank yang kemudian dialirkan ke Sludge Separator untuk
memisahkan (mengutip) minyak yang masih terkandung didalam nya.
Minyak dari oil tank kemudian dialirkan ke dalam OilPurifier untuk memisahkan kotoran / solid yang mengandung
kadar air. Selanjutnya dialirkan ke Vacuum Drier untuk memisahkan air sampai pada batas standard. Kemudian
melalui Sarvo Balance, minyak sawit dipompakan ke tangki timbun (Oil Storage Tank).

PROSESPEMURNIANMINYAKKELAPASAWIT
SetelahmelewatiprosesScrew Pressmakadidapatlahminyakkasar/Crude
Oildanampaspressyangterdiridarifiber.KemudianCrudeOilmasukke
stasiunClarifikasi.
Prosespengolahannyaadalahsebagaiberikut:

SAND TRAP TANK ( TANGKI PEMISAH


PASIR)
Setelah di press maka
Crude Oil yang
mengandung air, minyak,
lumpur masuk ke Sand
Trap Tank. Fungsi dari
Sand Trap Tank adalah
untuk menampung pasir.
Temperatur pada sand
trap mencapai 95 derajat
Celcius

Vibrating Screen separator

VIBRO SEPERATOR / VIBRATING


SCREEN
Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring
Crude Oil dari serabut dan atau kotoran lain nya yang
dapat mengganggu proses pemisahan / pemurnian
minyak. Sistem kerja mesin penyaringan itu sendiri
dengan sistem getaran getaran berkelanjutan pada
Vibro kontrol melalui penyetelan pada bantalan yang
di ikat pada elektromotor. Getaran yang kurang stabil
dapat mengakibatkan pemisahan tidak efektif.

VERTICAL CLARIFIER TANK


Fungsi dari VCT adalah untuk memisahkan minyak, air dan
kotoran (NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat
jenis yang lebih ringan dari 1 akan berada pada lapisan atas
dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah
sedangkan NOS dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan
berada pada lapisan bawah.
Fungsi Skimmer dalam VCT adalah untuk membantu
mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk dan
memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak dengan
Sludge. Temperatur yang cukup (sekitar 90 - 95 derajat Celcius)
akan memudahkan proses pemisahan ini. Prinsip kerja didalam
VCT dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara
larutan yang berbeda jenis. Prinsip bejana berhubungan
diterapkan dalam mekanisme kerja di VCT.

Oil Tank

Fungsi dari Oil Tank adalah untuk tempat penampungan sementara


Crude Oil sebelum diolah oleh Purifier. Pemanasan dilakukan dengan
menggunakan Steam Coil untuk mendapatkan temperatur yang
diinginkan yakni 95 derajat Celcius. Kapasitas yang dapat diolah Oil
Tank sekitar 10 Ton / Jam.

Oil Purifier

Fungsi dari Oil Purifier adalah untuk mengurangi kadar air dalam
minyak dengan cara sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan
proses diperlukan temperatur suhu 95o C.

Vacuum Dryer
Fungsi dari Vacuum Dryer adalah untuk mengurangi kadar
air dalam minyak produksi. Sistem kerjanya sendiri adalah
minyak disimpan kedalam bejana melalui Nozel. Suatu jalur
resirkulasi dihubungkan dengan suatu pengapung didalam
bejana, sehingga bilamana ketinggian permukaan minyak
menurun pengapung akan membuka dan mensirkulasi minyak
kedalam bejana.
Sludge Tank
Fungsi dari Sludge Tank adalah tempat sementara sludge
( bagian dari minyak kasar yang terdiri dari padatan dan zat
cair) sebelum diolah oleh sludge seperator. Pemanasan
dilakukan dengan menggunakan sistem injeksi untuk
mendapatkan temperatur yang dinginkan yaitu 95o C.

Sand

Cyclone / Pre- cleaner


Fungsidari Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang
terkandung dalam sludge dan untuk memudahkan proses selanjutnya.
Universitas Sumatera Utara
Brush

Strainer ( Saringan Berputar )


Fungsi dari Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang
terdapat pada sludge sehingga tidak mengganggu kerja Sludge
Seperator. Alat ini terdiri dari saringan dan sikat yang berputar.
Sludge

Seperator
Fungsi dari Sludge Seperator adalah untuk mengambil minyak yang
masih terkandung dalam sludge dengan cara sentrifugal. Dengan gaya
sentrifugal, minyak yang berat jenisnya lebih kecil akan bergerak
menuju poros dan terdorong keluar melalui sudut sudut ruang tangki
pisah.

Storage Tank
Fungsi dari Storage Tank adalah untuk penyimpanan
sementara minyak produksi yang dihasilkan sebelum
dikirim. Storage Tank harus dibersihkan secara
terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus
dilakukan secara rutin, karena apabila terjadi
kebocoran pada pipa Steam Oil dapat mengakibatkan
naiknya kadar air pada CPO.

PROSES PENGOLAHAN LNTI SAWIT


Ampas kempa yang terdiri dari biji dan serabut dimasukkan ke dalam
Depericaper melalui Cake Brake Conveyor yang dipanaskan dengan uap air agar
sebagian kandungan air dapat diperkecil, sehingga Press Cake terurai dan
memudahkan proses pemisahan. Pada Depericaper terjadi proses pemisahan fibre
dan biji. Pemisahan terjadi akibat perbedaaan berat dan gaya isap blower. Biji
tertampung pada Nut Silo yang dialiri dengan udara panas antara 60 80C
selama 18- 24 jam agar kadar air turun dari sekitar 21 % menjadi 4 %.
Sebelum biji masuk ke dalam Nut Craker terlebih dahulu diproses di dalam Nut
Grading Drum untuk dapat dipisahkan ukuran besar kecilnya biji yang
disesuaikan dengan fraksi yang telah ditentukan.

DEPERICARPER
Fungsi dari Depericarper adalah untuk
memisahkan fiber dengan nut dan
membawa fiber untuk menjadi bahan
bakar boiler. Fungsi kerjanya adalah
tergantung pada berat massa, yang
massanya lebih ringan (fiber) akan
terhisap oleh fan tan. Yang massanya
lebih berat (nut) akan masuk ke Nut
Polishing Drum.
Fungsi dari Nut Polishing Drum adalah :
1. Membersihkan biji dari serabut
serabut yang masih melekat.
2. Membawa nut dari Depericarper ke Nut
transport.
3. Memisahkan nut dari sampah.
4. Memisahkan gradasi nut.

Nut Polishing Drum

Nut kemudian dialirkan ke Nut Craker sebagai alat


pemecah. Masa biji pecah dimasukkan dalam Dry
Seperator (Proses pemisahan debu dan cangkang halus)
untuk memisahkan cangkang halus, biji utuh dengan
cangkang/inti. Masa cangkang bercampur inti dialirkan
masuk ke dalam Hydro Cyclone untuk memisahkan
antara inti dengan cangkang. Inti dialirkan masuk ke
dalam Kernel Drier untuk proses pengeringan sampai
kadar airnya mencapai 7 % dengan tingkat pengeringan
50C, 60C dan 70C dalam waktu 14-16jam.
Selanjutnya guna memisahkan kotoran, maka dialirkan
melalui Winnowing Kernel (Kernel Storage), sebelum
diangkut dengan truk ke pabrik pemproses berikutnya.