You are on page 1of 3

Web Engineering Web engineering adalah suatu proses yang digunakan untuk menciptakan suatu sistem aplikasi berbasis

web dengan menggunakan ilmu rekayasa, prinsip-prinsip manajemen dan pendekatan sistematis sehingga dapat diperoleh sistem dan aplikasi web dengan kualitas tinggi. Tujuannya adalah untuk mengendalikan pengembangan, meminimalisasi resiko dan meningkatkan kualitas sitem berbasis web (Foster, 2005).
Requirement analysis business analysis design

Start process for new web application Start process from existing web application

start proses

evaluate

implementation

testing

Deploy web application

1. Business Analysis pada tahap ini developer menganalisa masalah yang dihadapi oleh pengguna ketika masi menggunakan sistem yang baru. Dari hasil analisa tersebut diharapkan developer dapat mengembangkan sebuah sistem baru yang dapat memberikan solusi sekaligus mengatasi masalah yang dihadapi oleh pemgguna 2. Requirments Analysis pada tahap ini developer melakukan pengumpulan data secara lengkap, agar nantinya data ini dianalisa untuk dapta menjawab semua permasalhan yang dihadapi oleh pengguna pada saat menggunakan sistem yang baru. Tahap ini harus dekerjakan dengan lengkap dan penuh dengan ketelitian karena berpengaruh pada saat dilakukannya rencana program. 3. Design pada tahap ini developer melakukan rancangan setelah semua data dan masalah yang menjadi dasar dari pengembangan sistem ini sudah terkumpul dengan lengkap dan jelas sesuai dengan permintaan pengguna. Di tahap ini juga dilakukan pembagian kebutuhankebutuhan dari perangkat lunak dan perangkat keras sehingga nantinya menghasilkan sebuah arsitektur sistem secara keseluruhan. Tahap reancangan ini meluputi tahap rancangan struktur dta, arsitektur perangkat lunak, rincian prosedur dan karakteristik dari interface. 4. Implementation pada tahap ini para developer melakukan rancangan program yang nantinya

diterjemahkan ke dalam kode-kode bahasa pemogramana tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya pada saat dilakukannya pengembangan suatu sistem. Khusus pada tahap ini, setelah program selesai dikerjakan maka langsung dilakukan pengujian sehingga langsung diketahui letak kesalahn dari program tersebut. 5. Testing pada tahap ini developer melakukan pengujian sistem yang bersifat fungsional untuk melihat apakah sistem sudah berfungsi seperti yang diharapkan oleh pengguna. 6. Evaluate pada tahap yang terakhir developer melakukan evaluasi tehadap sistem sebelum sistem ini diserahkan kepada pengguna. Tahap evaluasi dapat digunakan oleh developer pada saat ingin mengembangkan sistem yang lama. Setelah melalui tahap evaluasi ini, para developer dapat menganalisa kembali semua data yang dianggap pelu untuk ditambahkan pada sistem yang telah dikembangkan tesebut dengan kembali ke tahap awal yaitu tahap business analysis Formal systems development 1. Didasarkan pada perubahan bentuk spesifikasi matematika melalui representasi yang berbeda menjadi program executable. 2. Perubahan bentuk bersifat correctness-preserving, sehingga secara lasung dapat menunjukkan bahwa program telah sesuai dengan spesifikasinya.

Masalah yang mungkin muncul diantaranya : 1. Dibutuhkan ketrampilan dan pelatihan khusus untuk mengaplikasikan teknik ini. 2. Kesulitan dalam menspesifikasikan beberapa aspek ke dalam sistem misalnya dalam penentuan user interface. Model ini dapat diterapkan pada sistem-sistem kritis khususnya sistem yang mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan sebelum sistem utamanya dioperasikan.

Software Specification Spesifikasi software adalah suatu proses yang bertujuan untuk menentukan layanan-layanan apa yang dibutuhkan dari sebuah sistem dan batasan pada tahapan pengoperasian dan pengembangan sistem Aktivitas ini biasa disebut perencanaan kebutuhan-kebutuhan (requirements engineering), yang merupakan tahapan kritis dari proses pembuatan software, karena kesalahan pada tahap ini akan berpengaruh/ menjadi masalah dalam desain dan implementasi sistem. Proses perencanaan kebutuhan-kebutuhan (requirements engineering) dibagi menjadi empat tahap utama. 1. Feasibility study (Studi kelayakan), sebuah perkiraan/tafsiran ditetapkan untuk menetapkan apakah kebutuhan user yang diidentifikasikan telah terpenuhi oleh teknologi software dan hardware saat ini. Studi ini akan menetapkan apakah sistem yang akan dibuat akan efektif secara biaya dan dapat dibangun dengan batasan biaya yang ada. Studi kemungkinan ini harus relatif murah dan cepat. Hasilnya harus melaporkan keputusan apakah akan dilanjutkan dengan analisis yang lebih detail. 2. Requirements elicitation and analysis (Pembentukan kebutuhan dan analisis), merupakan proses untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan sistem melalui observasi dari sistem yang ada, diskusi bersama pengguna potensial dan analisis tugas. Dapat meliputi pembentukan satu atau lebih model sistem dan prototype yang berbeda. Hal ini membantu analis untuk mengerti sistem yang dispesifikasikan. 3. Requirements specification (Spesifikasi kebutuhan), merupakan aktifitas penerjemahan informasi yang didapat selama aktifitas analisis kedalam dokumen yang mendefinisikan kumpulan kebutuhan. Terdapat 2 tipe kebutuhan, yaitu : (1) Kebutuhan pengguna, yang merupakan pernyataan abstrak dari kebutuhan sistem untuk costumer dan end user, (2) Kebutuhan sistem, merupakan deskripsi yang lebih detail dari fungsi-fungsi yang harus disediakan. 4. Requirements validation (Validasi kebutuhan), merupakan aktifitas yang memeriksa kebutuhan untuk direalisasikan, konsisten dan lengkap. Selama proses ini kesalahan dalam dokumen kebutuhan dapat terjadi, dan selanjutnya diubah untuk perbaikan.