You are on page 1of 13

TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR BISNIS

BISNIS INTERNASIONAL
Disusun oleh :
y Aulia Firdaus y Cut Nurul Fathia y M.Novan Umayya y Nadila Annisa Pratiwi y Nasrul Hadi y Sri Utami Winda Yanti y Syairazi ( 1101102010092 ) ( 1101102010012 ) ( 1101102010001 ) ( 1101102010099 ) ( 1101102010016 ) ( 1101102010004 ) ( 1101102010095 )

2011 S1 EKONOMI MANAJEMEN UNSIYAH


1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah yang berjudul Kelebihan dan Kekurangan Badan Usaha.

Makalah ini berisikan informasi tentang Kelebihan dan Kelemahan Badan Usaha. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada kita semua. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. Banda Aceh, 30 November 2011

BISNIS INTERNASIONAL

Definisi Bisnis Internasional


Ball ,McCulloch,Geringer,Minor,McNett(2008) Bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara. Definisi tersebut mencakup perdagangan internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi,perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa. Charles WH Hill (2009) Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional.

Daniels, Radebaugh & Sullivan (2004) Semua transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau lebih Mengapa Negara-Negara harus Melakukan Bisnis Internasional ? Ketika pasar domestik mengalami kejenuhan dan pertumbuhan penjualan mulai melambat, Perusahan disemua industri menyadari semakin pentingnya usaha-usaha untuk mengembangkan bisnis dinegara lain. Sebagai contoh, Nike merancang sepatu bola untuk masyarakat Brasil. Perdagangan Internasional merupakan hal yang sangat Vital bagi suatu bangsa dan aktivitas bisnisnya karena bisa mendorong pertumbuhan ekonomi . Pertumbuhan pasar dunia jelas diluar negeri, demikian yang dikatakan John.F Smith,Jr. Kepala General Motor Corp-Pembuat mobil terbesar di dunia. Faktanya : Laju rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang yang

melakukan perdagangan Internasional adalah 4,5 % setiap tahunnya, bandingkan persentase tersebut

dengan laju rata-rata 1 % setiap tahunnya dari negara-negara yang membatasi perdagangannya dengan negara lain.

Faktor-Faktor yang Mendorong Perdagangan Luar Negeri


Beberapa Faktor Bersifat Umum :    Memperoleh Barang yang tidak dapat diperoleh sendiri. Memperluas produksi dalam negeri. Mengimpor Teknologi dan meningkatkan kreativitas.

Spesialisasi Faktor Pendorong Perdagangan : Ahli-ahlli ekonomi telah menunjukkan spesialisasi dalam perdagangan akan meningkatkan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. Kenaikan efisiensi ini akan menaikkan produksi, menurunkan harga barang yang diperjual belikan dan meninigkatkan kemakmuran rakyat. Keunggulan dari spesialisasi ini dibagi menjadi 2, yaitu :

Keunggulan absolute (absolute advantage) Suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara itu memegang monopoli dalam berproduksi dan perdagangan terhadap produk tersebut. Hal ini akan dapat dicapai kalau tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan produk tersebut sehingga negara itu menjadi satusatunya negara penghasil yang pada umumnya disebabkan karena kondisi alam yang dimilikinya, misalnya hasil tambang, perkebunan, kehutanan, pertanian dan sebagainya. Keunggulan komperatif (comparative advantage) Konsep Keunggulan komparatif ini merupakan konsep yang lebih realistik dan banyak terdapat dalam bisnis Internasional. Yaitu suatu keadaan di mana suatu negara memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menawarkan produk tersebut dibandingkan dengan negara lain.

a.Ongkos atau harga penawaran yang lebih rendah. b. Mutu yang lebih unggul meskipun harganya lebih mahal.

HAKIKAT BISNIS INTERNASIONAL Ada dua jenis transaksi Bisnis Internasional, yaitu : a. Perdagangan Internasional (International Trade) Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA atau BALANCE OF TRADE . Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara tersebut sering disebut sebagai NERACA PEMBAYARAN atau BALANCE OF PAYMENTS . Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya apabila Negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian maka Negara tersebut akan mengalami devisit neraca pembayarannya dan akan menghadapi PENGURANGAN DEVISA NEGARA. b. Pemasaran International (International Marketing) Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Busines) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya 5

langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis internasional semacam ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain dengan : - Licencing - Franchising - Management Contracting - Marketing in Home Country by Host Country - Joint Venturing - Multinational Coporation (MNC) Semua bentuk transaksi internasional tersebut diatas akan memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal itu Negara atau Home Country harus membayar sedangkan pengirim atau Host Country akan memperoleh pembayaran fee tersebut. Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dikacaukan atau sering dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam uraian diatas ternyata memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional

TAHAP-TAHAP DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL


Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut : 1.EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)

Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu. 2. EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT) Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap ekspor aktif , sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau Purchasing . 3. PENJUAlAN LISENSI (LICENSING) Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut. 4. FRANCHISING Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk Franchising . Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai Franchisee sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai Franchisor . Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.

HAMBATAN DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL


Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kai menghambat terlaksannya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis Internasional yaitu : 1.Batasan perdagangan dan tariff bea masuk 2.Perbedaan bahasa,social,budaya/cultural 3.Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan 4.Hambatan operasional Manajemen Bisnis Internasional Dimanapun lokasinya, keberhasilan setiap perusahaan tergantung pada seberapa baik perusahaan itu dikelola. Mengelola, berarti membuat keputusan-keputusan. Salah satu keputusan mendasar yang harus dibuat oleh manajemen perusahaan ketika menghadapi prospek globalisasi adalah memutuskan apakah akan melakukan Go Internasional atau tidak. Sekali keputusan tersebut dibuat, para manager harus memutuskan tingkatan keterlibatan internasional perusahaan tersebut dan pada struktur organisasi perusahaan yang akan dapat memenuhi kebutuhan globalnya.

PERUSAHAAN MULTINASIONAL Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Dari segi kegiatannya, perusahaan multinasional dapat dibedakan menjdi dua jenis, yaitu : y y perusahaan yang menjual barangnya dinegara dimana perusahaan tersebut beroperasi. Perusahaan yang mengekspor kembali hasil produksinya.

Perusahaan yang tergolong dalam kelompok pertama ,mengembangkan usahanyaberdasarkan kepada pertimbangan mengeksploitasi potensi pasar yang berwujud. Sedangkan perusahaan yang kedua , mengembangkan usahanya berdasarkan pertimbangan untuk dapat menghasilkan produksinya dengan biaya murah. Kebaikan dan keburukan perusahaan multinasional Kebaikan y y :

Dapat mengatasi masalah kekurangan modal yang dihadapi negara-negara berkembang. Dapat membantu perkembangan teknologi dan manajemen modern dimana perusahaan tsb didirikan.

Membantu mengembangkan ekonomi dan menambah pendapatan pemerintah dari pajak perusahaan. Keburukan :

Menimbulkan persaingan keatas perusahaan sejenis yang sudah berkembang di dalam negri.

Keuntungan yang diperoleh dari operasinya akan dibawa ke negara di mana perusahaan induk beroperasinya.

Banyak contoh perusahaan multinasional , misalnya saja: Coca Cola, Colgate, Johnson & Johnson, IBM, General Electric, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.

Globalisasi
Dari sudut pandang ekonomi dan perdangangan, Globalisasi dapat diartikan sebagai peningkatan dalam hubungan dan saling ketergantungan dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan diantara berbagai negara didunia .

Faktor yang mendorong globalisasi : 1) Perkembangan perusahaan multinasional yang lebih pesat, terutama ke negaranegara berkembang. 2) Kemajuan teknologi dalam bidang pengangkutan dan elektronik ( termasuk komputer ). 3) Peralihan sistem ekonomi dinegara-negara komunis dari sistem perencanaan pusat kepada sistem pasaran bebas. 4) Persetujuan untuk mendirikan WTO (World Trade Organization) yang menggalak kan perdangangan bebas dalam ekonomi global. Kelebihan Globalisasi : 1) Kemakmuran penduduk dunia meningkat. 2) Teknologi modern dapat tersebar keseluruh dunia. 3) Peluberan modal asing menambah modal domestik. 4) Pasaran dunia dapat diperluas. Kelemahan Globalisasi : 1) Neraca pembayaran menjadi menjadi tidak stabil dan kurs valuta asing akan bertambah lebih cepat. 2) Perekonomian berkembang lebih lambat. 3) Dalam jangka panjang pertumbuhan yang diharapkan tidak tercapai

Organisasi kerja sama Regional

10

Beberapa organisasi kerja sama regional yang bertujuan mempererat hubungan politik dan ekonomi diantara negara-negara yang bertetangga : AFTA ( Asian Free Trade Area ) APEC ( Asia Pacific Ecomic Cooperation ) NAFTA ( North American Free Trade Agreement ) European Union ( EU ) IMT-GT ( Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle ) IMS-GT ( Indonesia, Malaysia, Singapore Growth Triangle ) BIMP-EAGA ( Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipines-East ASEAN Growth Area) Kerja sama diantara negara Eropa yang paling maju, karena telah dapat mengintegrasikan perekonomian berbagai negara. Institusi Ekonomi Internasional : GATT dan Worl Trade Organization ( WTO ) GATT ( The Ganeral Agreement on Trade and Tariff ) yang merupakan organisasi yang dianggotai oleh beberapa negara didunia . Pada tahun 1995,GATT diganti menjadi WTO. WTO merupakan organisasi perdangangan Internasional yang lebih menggalakkan lagi perdangangan bebas kalau dibandingkan dengan GATT. Pernjanjian yang disetujui dalam WTO antara lain : - Mendorong berbagai negara menciptakan fasilitas untuk p.bebas. - Mengurangi biaya untuk melaksanakan perdangangan. - Mendorong pengaliran modal antar negara. - Menyederhanakan administrasi pabean dan mendorong kerja sama

11

teknik dan ekonomi. Untuk menjadi anggota,suatu negara harus mengajukan permohonan dan harus disetujui 2/3 anggota untuk diterima. Bank Dunia ( The World Bank ) BANK Dunia dikembangkan sebagai usaha untuk membantu negara-negara yang sedang berusaha memulihkan dan membangun kembali perekonomiannya. Nama institusi ini sebenarnya adalah : International Bank for Reconstruction and Development . BANK Dunia dibiayai dari deposito yang dilakukan oleh 182 negara anggota, terutama deposito dari negara-negara maju. Seterusnya dana tersebut dipinjamkan kepada negara-negara berkembang dengan suku bunga yang rendah dan masa pembayaran yang relatif panjang. Pinjaman terutama diberikan kepada proyek-proyek yang mengembangkan infrastruktur-seperti pelabuhan, jaringan pengangkutan dan telekomunikasi,dan proyek untuk meningkatkan taraf kesehatan dan pendidikan. International Monetary Fund ( IMF ) IMF berfungsi untuk membantu negara-negara yang menghadapi masalah disektor luar negerinya dan dalam kegiatan perdangangannya. IMF berfungsi untuk membantu agar nilai mata uang asing tidak mengalami kemerosotan secara drastis.Fungsi lain dari IMF adalah menggalakan lebih banyak pengaliran modal ke negara-negara berkembang untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi dinegara-negara tersebut.

IMF dalam memberi bantuan untuk memperbaiki sektor luar negeri,sering mengenakan syaratsyarat yang sangat mengikat yang sangat mempengaruhi kebijakan ekonomi suatu negara. Sering sekali tindakan yang diisyaratkannya malah memperburuk masalah ekonomi yang dihadapi. Faktor ini menyebabkan IMF sering dikritik dalam menjalankan kegiatannya membantu negara yang menghadapi masalah disektor luar negerinya.

12

Proteksi Kebijakan proteksi merupakan usaha untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang bersumber dari ketidakseimbangan di sektor lluar negri. Cara Melakukan Proteksi Pelaksanaan proteksi dapt menggunakan beberapa cara dan dapat dibedakan kepada dua golongan. Golongan pertama merupakan langkah-langkah yang secara langsung bertujuan membatasi. Sedangkan golongan yang kedua adalah langkah-langkah yang tidak secara langsung membatasi impor tetapi akan mempersukar kegiatan mengimpor. Cara langsung membatasi Impor,yaitu : y y y Mengenakan tarif/cukai Kuota Embargo

Cara tak langsung membatasi impor : Contohnya : membatasi impor dengan membuat peraturan-peraturan yang menghalangi impor berlebihan atau tidak terbatas. Kampanye membeli barang dalam negri dengan mendorong toko-toko melakukan promosi penjualan dapat juga dipandang sebagai usaha yang membatasi impor.

13