You are on page 1of 23

 SPEKULUM VAGINA (Cocor Bebek)

Spekulum Vagina adalah alat bantu pembuka vulva (vagina), bentuknya mirip cocor
bebek.

Fungsi :
- Untuk membuka vagina dan serviks uteri (leher rahim).
- Untuk memudahkan pengambilan lendir pada pemeriksaan kanker serviks.
- Sebagai alat bantu untuk mengetahui perobekan pada serviks uteri.

Cara Pakai :
o Pegang spekulum pada bagian gagangnya, lalu kunci baut spekulum dibuka.
o Masukkan dalam vagina dalam keadaan ujung spekulum tertutup dan posisi miring.
o Setelah masuk, putar spekulum ke arah kiri, lalu buka bagian depan (bagian yang mirip
cocor bebek).

o Kemudian kunci kembali baut hingga benar-benar paten (terkunci).


o Lakukan tindakan selanjutnya.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 SKALPEL
Skalpel adalah pisau yang biasa digunakan untuk operasi (pisau bedah). Dalam
beberapa literatur (katalog) ada yang menyebutnya dengan nama BISTOURY.
Pisau bedah ini terdiri dari dua bagian yaitu gagang dan mata pisau
(mess/bistouri/blade). Skalpel terdapat berbagai macam ukuran dan bahan. Ada yang
terbuat dari plastik dan stainless steel dan juga terdapat yang steril dan non-steril.

Kegunaanya adalah untuk menyayat berbagai organ atau bagian tubuh manusia. Mata
pisau disesuaikan dengan bagian tubuh yang akan disayat.
Skalpel memiliki 2 macam bentuk:
1. Pointed (ujungnya runcing, tajam)
2. Bellied (convex)
Selain skalpel yang dimaksud diatas, ada pula istilah-istilah:
1. Scalpel blade
Scalpel blade adalah pisau saja tanpa pegangan atau gagangnya.
2. Scalpel handle
Scalpel handle adalah pegangannya saja tanpa pisau.

Cara Pakai :
Sama seperti memegang pisau pada umumnya, mata pisau diarahkan ke bawah (pada
objek) atau dengan posisi mata pisau dimiringkan ke arah objek.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 PINSET
Pinset memiliki berbagai macam bentuk dan fungsinya, antara lain :
• Pinset Sirugis
Kegunaannya adalah untuk menjepit jaringan pada waktu diseksi dan penjahitan
luka, memberi tanda pada kulit sebelum memulai insisi.
• Pinset Anatomis
Kegunaannya adalah untuk menjepit kasa sewaktu menekan luka, menjepit jaringan
yang tipis dan lunak.
• Pinset Splinter
Kegunaannya adalah untuk mengadaptasi tepi-tepi luka (mencegah overlapping).

Cara Pakai :
Tekan pada bagian tengah (bagian yang bergerigi/bergaris-garis) dengan menggunakan
tiga jari ; ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah (sama halnya seperti memegang sumpit)

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 GUNTING
• Gunting Diseksi (disecting scissor)
Gunting ini ada dua jenis yaitu, lurus dan bengkok. Ujungnya biasanya runcing.
Terdapat dua tipe yang sering digunakan yaitu tipe Moyo dan tipe Metzenbaum.
• Gunting Benang
Ada dua macam gunting benang yaitu bengkok dan lurus.
Kegunaannya adalah memotong benang operasi, merapikan lukan.
• Gunting Pembalut/Perban
Kegunaannya adalah untuk menggunting plester dan pembalut.

Cara Pakai :
Sama seperti penggunaan gunting pada umumnya. Namun pada penggunaan gunting
perban, ujung gunting yang lebih panjang dan runcing/tajam diposisikan di bawah dan
ujung yang tumpul diposisikan di atas.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 KLEM (CLAMP)
• Klem Arteri Pean
Ada dua jenis yang lurus dan bengkok. Kegunaannya adalah untuk hemostatis untuk
jaringan tipis dan lunak.
• Klem Kocher
Ada dua jenis bengkok dan lurus. Sifatnya mempunyai gigi pada ujungnya seperti pinset
sirugis. Kegunaannya adalah untuk menjepit jaringan.
• Klem Allis
Kegunaan klem ini adalah untuk menjepit jaringan yang halus dan menjepit tumor.
• Klem Babcock
Kegunaannya adalah menjepit dock atau kain operasi.

Cara Pakai :
Tekan alat (klem) pada bagian pangkal (sama halnya memegang gunting) untuk
membuka klem tersebut. Masukkan ujungnya pada objek, kemudian tekan kembali
pangkalnya untuk menutup/supaya terkunci.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 KORENTANG
Fungsinya adalah untuk mengambil instrumen steril, mengambil kasa, handscoen
(sarung tangan) , jas operasi, doek, dan laken steril.

Cara Pakai :
Sama halnya dalam penggunaan klem.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 SONDE (PROBE)
Sonde/probe adalah alat untuk penuntun pisau saat melakukan eksplorasi, dan
mengetahui kedalaman luka.
Sonde/probe terbagi menjadi 2 tipe, yaitu :
1. Medical probe
Ujungnya tumpul
Fungsi:
a. Melihat kelenjar ludah, buntu atau tidak, artinya ada suatu bahan yang menyumbat
kelenjar ludah atau tidak.
b. Menusuk abses supaya pus (nanah) dapat keluar disebut juga abscess probe.

2. Dental probe
Ujungnya tajam, ada yang single end, ada yang double end.
Fungsi: Untuk melihat kedalaman lubang pada gigi.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 KURET (Wound Curet)

Kegunaannya adalah untuk mengeruk luka kotor, mengeruk ulkus


kronis, membersihkan hordeolum.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 SUDIP LIDAH (SPATEL)


Fungsi :
- Untuk menekan lidah pada pasien tidak sadar sehingga dapat memudahkan bernapas.
- Untuk membantu memudahkan dalam proses oral hygiene.
Cara Pakai :
Balut kasa steril pada bagian ujung spatel yang permukaannya lebih lebar. Masukkan
perlahan pada daerah mulut -/+ 3 cm, lalu tekan (seperti mendongkrak), mengangkat
maxila (rahang atas).

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 JARUM JAHIT
Kegunaanya adalah untuk menjahit luka dan menjahit organ yang rusak lainnya.
Untuk menjahit kulit digunakan yang berpenampang segitiga agar lebih mudah
mengiris kulit (scharpe nald). Sedangkan untuk menjahit otot dipakai yang
berpenampang bulat ( rounde nald ).

Sterilisasi :
Dicuci bersih dan disucihamakan dengan alkohol atau disinfektan lainnya. Sesudah
kering barulah disimpan kembali dalam dompetnya. Apabila tidak ada alkohol, alat-alat
itu harus direbus selama kurang lebih lima menit dalam air mendidih.

 Nald vooder/Needle Holder/Nald Heacting


Gunanya adalah untuk memegang jarum jahit (nald heacting) dan sebagai penyimpul
benang.
Cara Pakai :

Sama halnya seperti memegang klem atau gunting.

Sterilisasi :
- Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
- Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
- Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
- Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator
(alat pensteril) selama 15-20 menit.

 JARUM SUNTIK (Jarum Hipodermik)


Jarum hipodermik atau jarum suntik adalah jarum yang secara umum digunakan
dengan alat suntik untuk menyuntikkan suatu zat ke dalam tubuh. Jarum ini juga dapat
digunakan untuk mengambil sampel zat cair dari tubuh, contohnya mengambil darah
dari urat darah halus pada venipuntur.

Persiapan Alat dan Obat Kuretase

Pasien
a. Cairan infus
b. Kain alas untuk ibu (perlak)

c. Selimut

d. Medikamentosa
 Petidin 1 – 2 mg / kgBB

 Oksitosin 10 IU IM / ergometrin 0,2 mg


 Lidocain 1 – 2 % 5 cc

e. Larutan antiseptik (povidon iodine 10 %)


Instrument
 Speculum Sim’s : 2

 Cunam tampon / tampon tang : 1


 Klem ovum (foerster / fenster klem) lurus atau lengkung : 2
Fenster klem lengkung

Fenster klem lurus


 Dilatators

 Tenakulum : 1
 Soundge uteri : 1

 Sendok kuret : 1 set

 Abortus tang : 1
berbeda dengan korentang, abortus tang tidak memiliki gerigi di bagian bawah untuk menjepit
sesuatu
 Tabung 5 ml dan jarum suntik no. 23 sekali pakai (spuit) : 2

Penolong
a. PI (pencegahan infeksi)
 Penutup kepala
 Kacamata

 Masker

 Apron/Barrascode
 Sarung tangan DTT / steril : 4 pasang

b. Instrument
 Lampu sorot
 Mangkok logam (kom kecil) : 2

 Penampung darah dan jaringannya (bengkok/nierbekken) : 1

You might also like