You are on page 1of 29

MAKALAH

KEPERAWATAN GERONTIK
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
ARTHRITIS REUMATOID

OLEH :
SUPRIADI
NIM : 06.045

AKPER PEMKAB KONAWE


TAHUN AJARAN 2008-2009
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan taufik-

Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul “Asuhan Keperawatan

keluarga pada lansia”.

Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan yang belum

terjangkau oleh penulis, maka penulis mengharapkan kritik dan saran serta masukan

yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada Ibu Ns. Neni Triana S. Kep selaku dosen mata kuliah Komunitas II

dan beberapa pihak yang membantu dalam penulisan makalah ini.

Semoga amal baik yang telah diberikan kepada kami mendapat imbalan yang

setimpal dari Allah SWT, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bengkulu, Juni 2009

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ i

KATA PENGANTAR........................................................................................... ii

DAFTAR ISI........................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang............................................................................ 1

1.2. Batasan Masalah.......................................................................... 2

1.3. Tujuan.......................................................................................... 2

1.4. Metode Penulisan........................................................................ 2

BAB II TINJAUAN TEORITIS..................................................................... 3

BAB III TINJAUAN KASUS.......................................................................... 9

3.1. Pengkajian ................................................................................. 9

3.2. Analisa Data .............................................................................. 12

3.3. Prioritas Masalah........................................................................ 14

3.4. Rencana Asuhan Keperawatan................................................... 15

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan................................................................................ 23

4.2. Saran ......................................................................................... 24

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Arthritis rheumatoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian

(biasanya tangan dan kaki) secara sistematis mengalami peradangan sehingga

menjadi pembengkakan dan nyeri pada sendi.

Penderita arthritis rheumatoid di seluruh dunia telah mencapai angka 355

juta jiwa, artinya 1 dari 6 orang di dunia ini menderita rheumatoid. Diperkirakan

angka ini terus meningkat hingga tahun 2025 dengan indikasi lebih dari 25%

akan mengalami kelumpuhan (http://www.tempo.co.id). Organisasi kesehatan

dunia (WHO) melaporkan bahwa 20%, penduduk dunia terserang penyakit

arthritis rheumatoid. Dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan

20% mereka yang berusia 55 tahun (Taja, 1996).

Arthritis rheumatoid kira-kira 2,5 kali lebih sering menyerang wanita

dari pada pria. Insiden meningkat dengan bertambahnya usia, terutama pada

wanita. Insiden puncak adalah antara usia 40-60 tahun. Penyakit ini menyerang

orang-orang di seluruh dunia dari berbagai suku bangsa. Sekitar 1% orang

dewasa menderita arthritis rheumatoid yang jelas dan dilaporkan bahwa di

Amerika Serikat setiap tahun kira-kira 750 kasus baru per satu juta penduduk.

1
1.2. Batasan Masalah

Kelompok 2 hanya membahas tentang konsep teori dan asuhan

keperawatan dari arthritis rheumatoid.

1.3. Tujuan

1.3.1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui tentang konsep teori dan asuhan keperawatan pada

lansia yang menderita arthritis rheumatoid.

1.3.2. Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui definisi arthritis rheumatoid ?

2. Untuk mengetahui etiologi arthritis rheumatoid ?

3. Untuk mengetahui tanda dan gejala arthritis rheumatoid ?

4. Untuk mengetahui patofisiologi arthritis rheumatoid ?

5. Untuk mengetahui akibat lanjut arthritis rheumatoid ?

6. Untuk mengetahui cara pencegahan arthritis rheumatoid ?

7. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada arthritis rheumatoid ?

1.4. Metode Penulisan

Penulisan makalah ini menggunakan metode penulisan yang berdasarkan

literatur dan metode pustaka.

2
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1. Definisi

Rematik atau arthritis (radang sendi) adalah penyakit yang mengenai otot

skelet, tulang, ligamentum, tendon dan persendian baik pada laki-laki maupun

wanita dengan segala usia. Hal ini bisa disebabkan oleh stress mekanis,

perubahan pelumasan dan imobilitas (Brunner dan Suddarth, 2001).

2.2. Etiologi

1. Proses Menua

Seiring dengan bertambahnya usia, struktur anatomis dan fungsi organ

mulai mengalami kemunduran. Pada lansia cairan sinovial pada sendi mulai

berkurang sehingga pada saat pergerakan terjadi gesekan pada tulang yang

menyebabkan nyeri.

2. Inflamasi

Inflamasi meliputi serangkaian tahapan yang saling berkaitan.

Antibodi immunoglobulin membentuk kompleks imun dengan antigen.

Fagositosis kompleks imun akan dimulai dengan menghasilkan reaksi

inflamasi (pembengkakan, nyeri, serta oedema pada sendi).

3
3. Degenerasi

Degenerasi kartilago artikuler disebabkan oleh gangguan

keseimbangan fisiologis antara stress mekanis dan kemampuan jaringan

sendi untuk bertahan terhadap stress tersebut. Kartilago artikuler maupun

tulang yang normal tetapi beban (gaya yang dihasilkan oleh berat tubuh)

yang berlebihan pada sendi secara fisiologis masih layak tetapi kartilago

artikuler atau tulangnya tidak normal.

4. Perubahan Pelumasan

Di samping perubahan pada kartilago artikuler dan tulang subkondrial,

pelumasan juga merupakan faktor degenerasi, bersama dengan beban sendi

(gaya yang dipikul lewat sendi), pelumasan bergantung pada lapisan tipis

cairan interstisial yang terpecah dari kartilago ketika terjadi kompresi antar

permukaan sendi yang berlawanan.

5. Imobilitas

Degenerasi kartilago akibat mobilitas sendi dapat terjadi akibat

gangguan pemompaan lubrikasi yang terjadi pada gerakan sendi.

6. Kegemukan (obesitas)

Menyebabkan beban yang berlebihan pada sendi dan tulang.

7. Cidera/trauma yang menyebabkan kerusakan tulang ataupun sendi.

8. Faktor hormonal.

4
2.3. Tanda dan Gejala

Gejala klinis penyakit ini sangat bervariasi. Hal ini bergantung pada sendi

yang terkena, lama dan intensitasnya. Gejala biasanya berkembang secara

berangsur-angsur dengan progresif.

1. Nyeri

Nyeri merupakan gejala yang umum pada penyakit ini. Biasanya

bersifat kambuhan, tumpul dan pegal-pegal dan akan terasa bila sendi yang

bersangkutan digerakkan terlalu lama. Nyeri biasanya timbul pada waktu

dingin di pagi hari.

2. Spasme otot dan kekakuan

Terjadi di pagi hari, aktivitas ringan biasanya dapat menghilangkan

kekakuan.

3. Pergerakan terbatas

Dapat terjadi karena pengaruh nyeri atau sebagai akibat dari kurang

digunakannya sendi yang bersangkutan.

4. Pembengkakan sendi

5. Sendi berbunyi

6. Rasa lelah dan lesu

7. Kesulitan tidur yang bisa terjadi akibat dari nyeri

8. Susah berjalan

9. Rasa kesemutan pada kaki/tangan

10. Berat badan menurun dan nafsu makan berkurang.

5
2.4. Patofisiologi

Arthritis rheumatoid adalah suatu penyakit peradangan kronik yang

menyebabkan degeneratif jaringan ikat. Biasanya jaringan ikat yang pertama kali

mengalami kerusakan adalah jaringan ikat yang membentuk lapisan sendi yaitu

membran sinovial.

Pada arthritis rheumatoid, peradangan berlangsung terus menerus dan

menyebar ke struktur-struktur sendi di sekitarnya termasuk tulang rawan sendi

dan kapsul fibrosa sendi, akhirnya ligamentum dan tendon ikut meradang.

Peradangan ditandai oleh penimbunan sel darah putih, pengaktifan komplemen,

fagositosis ekstensif, dan pembentukan jaringan parut.

Pada peradangan kronik, membran sinovial mengalami hipertrofi dan

menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel

dan respon peradangan berlanjut. Sinovial yang menebal kemudian dilapisi oleh

jaringan granular yang disebut panus. Panus dapat menyebar ke seluruh sendi

sehingga semakin merangsang pandangan dan pembentukan jaringan parut.

Proses ini secara lambat merusak sendi dan menimbulkan nyeri hebat serta

deformitas (Elizabeth J. Corwin, 2000).

2.5. Akibat Lanjut

1. Nyeri pada sendi yang dapat mengganggu aktivitas.

2. Tulang mudah patah

3. Tulang keropos

6
4. Demam terus menerus

5. Daya tahan tubuh menurun

6. Berat badan menurun

7. Anemia

2.6. Pencegahan

1. Istirahat yang cukup

2. Hindari kerja berat

3. Makan makanan tinggi kalsium

4. Olah raga yang teratur

5. Berjemur di pagi hari

6. Kurangi makanan yang mengandung asam urat seperti hati-limpa.

7. Bayam, kangkung, kol, keju, makanan kaleng, dll.

2.7. Perawatan Rematik

1. Kompres hangat pada sendi yang nyeri.

2. Olah raga teratur

3. Mengatur keseimbangan antara istirahat dan aktivitas

4. Tidak bekerja terlalu berat

5. Makanan tinggi protein, vitamin C dan zat besi

6. Mengatur diet untuk menurunkan berat badan terutama pada penderita.

7
2.8. WOC

Stress mekanik Proses penuaan Imobilitas


sendi

Elastisitas kartilago
menurun Perubahan Gangguan
pelumasan pemompaan
lubrikasi
Kartilago atrofi
Kompresi antara
permukaan sendi
Klasifikasi dengan meningkat
ligamentum

Pelumasan
Efusi sendi menurun

Sinovitis Skunder Degenerasi sendi

REMATIK

Peradangan pada Kompleks antibodi


sendi dan antigen

Komplek antibodi Pembentukan leukoisien dan


dan antigen prostaglandin

Pembentukan pennus
Reaksi inflamasi Rusaknya penghancuran kartilago
muskuloskeletal
Erosi tulang
Bengkak, oedema, Kekuatan otot
nyeri menurun
Deformitas

MK : Nyeri Kelemahan
Patah
gangguan
mobilitas MK : Intoleransi
aktivitas kurang MK : Gangguan
perawatan diri mobilitas fisik

8
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

3.1. Pengkajian

1. Identitas Klien

Nama : Ny. A

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 69 Tahun

Agama : Islam

Status Perkawinan : Menikah

Pendidikan Terakhir : Tidak pernah sekolah (buta aksara)

Pekerjaan : Tani

Alamat : Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu

Tanggal Masuk Panti : 17 Agustus 2008

2. Alasan Masuk Panti

Klien masuk panti karena klien tidak punya rumah. Rumah klien

dikontrakkan dengan orang lain, anak klien pergi meninggalkan klien

sebelum klien masuk panti.

3. Riwayat Kesehatan Dahulu

Ny. A sudah lama terserang arthritis rheumatoid, jika terserang arthritis

rheumatoid Ny. A tidak dapat berjalan.

9
4. Riwayat kesehatan sekarang

Ny. A mengatakan saat ini ia mengalami arthritis rheumatoid, Ny. A sudah

menggerakan kakinya, lutut Ny. A terlihat bengkak dan merah.

5. Riwayat kesehatan keluarga

Ny. A mengatakan keluarganya tidak ada yang mengalai arthritis rheumatoid

dan penyakit keturunan lainnya.

6. Kebiasaan Sehari-hari

N
Jenis Kebutuhan Sebelum Sakit Sesudah Sakit
o
1 Pola Nutrisi
a. Mak
an Nasi + lauk pauk Nasi + lauk pauk
 3 x sehari 3 x sehari
Jenis 1 porsi 1 porsi

Frekuensi Air putih Air putih
 Bila haus Bila haus
Porsi ± 7-8 gelas/hari ± 7-8 gelas/hari
b. Min
um

Jenis

Frekuensi

Banyaknya
2 Pola Eliminasi

10
a. BAB
 Lembek Lembek
Konsistensi 2 x sehari 2 x sehari
 Khas Khas
Frekuensi
 Kuning jernih Kuning jernih
Bau 5 x sehari 4 x sehari
b. BAK Khas Khas

Konsisten

Frekuensi

Bau
3 Pola Tidur dan Istirahat
 ± 8 jam / hari ± 6-7 jam / hari
Waktu ± 2 jam ± 1 jam
 ± 6 jam ± 5 jam
Siang Tidak ada Ada (insomnia)

Malam

Gangguan Tidur

7. Hubungan Sosial

a. Hubungan antar keluarga

Ny. A sering dikunjungi keluarga setiap satu minggu sekali.

b. Hubungan dengan orang lain

11
Ny. A termasuk orang yang ramah namun Ny. A sering marah dengan

anggota wisma Kenanga karena anggota Wisma kenangan ada yang tidak

bisa menjaga kebersihan.

8. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan



Keadaan Umum 140/90 mmHg
TD 88 x / menit
Nadi 37,5oC
Suhu 25 x / menit
Respirasi Tidak ada benjolan, rata, keadaan rambut bersih, tidak
 ada ketombe, rambut putih
Kepala Simetris ka/ki konjungtiva tidak anemis, reflek pupil
(+) tidak ikterik
 Simetris ka/ki, tidak ada sekret, dan pernah terjadi popil
Sistem
penglihatan Mukosa mulut basah
 Kering
Sistem penciuman Gigi ompong bagian bawah geraham dan seri, caries
 tidak ada.
Mulut Bersih
- Simetris ka/ki, serumen tidak ada, gangguan
Bibir pendengaran tidak ada
- Ada pembesaran kelenjar typoid.
Gigi I : Simetris
P : Fremitus ki/ka
- P : Sonor kedua paru
Lidah A : Suara napas kadang wheezing
 Volume : 8 l/menit

12
Telinga Bunyi vaskuler, TD : 140/90 mmHg, N : 88 x / menit
Tidak ada pembengkakan, bising usus normal (80
 x/menit)
Leher Atas : Simetris ka/ki, tidak terdapat gangguan
 Bawah : simetris, ada bengkak dan merah pada bagian
Thorak sendi lutut
Bercak pada kulit, lesi pada bagian kulit.


Jantung

Abdomen


Ekstremitas


Kulit

3.2. Analisa Data

No Data Senjang Penyebab Masalah


1 DS : Ketidakmampuan Nyeri akut
 Klien klien dalam merawat pada Ny. A
mengatakan nyeri pada kakinya. dirinya dengan
 Klien penyakit arthritis
mengatakan bahwa kakinya bengkak dan rheumatoid
merah

13
 Klien
mengatakan nyerinya datang secara tiba-
tiba.

DO :
 Klien tampak
gelisah
 Klien tampak
meringis ketika dilakukan pemeriksaan
Palpasi pada kaki
 Kaki klien
nampak bengkak dan merah
 Skala Nyeri (6-
7)
 TTV :
TD : 140/90 mmHg
N : 88 x / menit
RR : 25 x / menit
S : 37,5oC

2 DS : Ketidakmampuan Gangguan
 Klien klien dalam merawat mobilitas
mengatakan kalau banyak beraktivitas dirinya dengan fisik pada
kakinya terasa nyeri. penyakit arthritis Ny. A
 Klien rheumatoid
mengatakan kakinya sulit untuk
digerakkan
 Klien
mengatakan kakinya terasa kaku
DO :
 Klien tampak
sering tidak bergerak
 Klien tampak

14
diam
 Klien tampak
banyak istirahat
 TTV :
TD : 140/90 mmHg
N : 88 x / menit
RR : 25 x / menit
S : 37,5oC
 Klien nampak
dibantu oleh perawat panti ketika ingin
BAB dan BAK

3.3. Prioritas Masalah

1. Nyeri akut pada Ny. A berhubungan dengan ketidakmampuan klien dalam

merawat dirinya akibat arthritis rheumatoid.

No Kriteria Skor Pembenaran


1 Sifat masalah aktual 3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. A
mengalami gangguan mobilisasi
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Adanya keinginan klien untuk merubah
dapat diatasi = sebagian gangguan rasa nyaman = nyeri
3 Potensial untuk dicegah 2/3 x 1 = Masalah sudah terjadi dan sudah
= cukup 2/3 berlangsung lama
4 Menonjol masalah 2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah
(masalah dirasakan)
Total Skor 3 2/3

2. Gangguan mobilisasi fisik pada Ny. A berhubungan dengan ketidakmampuan

klien merawat dirinya dengan penyakit arthritis rheumatoid

15
No Kriteria Skor Pembenaran
1 Sifat masalah aktual 3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. A
mengalami gangguan mobilisasi
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Adanya keinginan sebagian klien untuk
dapat diatasi sebagian merubah gangguan rasa nyaman
3 Potensial untuk dicegah 2/3 x 1 = Masalah sudah terjadi dan sudah
= cukup 2/3 berlangsung lama
4 Menonjol masalah 2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah
(masalah yang
dirasakan)
Total Skor 3 2/3

16
3.4. Rencana Asuhan Keperawatan Arthritis Rheumatoid

N Diagnosa Tujuan
Kriteria Standar Intervensi
o Keperawatan Tupan Tupen
1 Nyeri akut pada Ny. A Selama perawatan 3 x Setelah 1 x 30 menit
berhubungan dengan 24 jam diharapkan diharapkan klien mampu
ketidakmampuan klien nyeri akut pada klien :
merawat dirinya akibat berkurang/hilang 1. Mengenal masalah
penyakit arthritis arthritis rheumatoid
rheumatoid Menyebutkan definisi Respon Arthritis rheumatoid adalah 1.1.1. Kaji pengetahuan klien
dari arthritis verbal penyakit infeksi menahun yang tentang arthritis rheumatoid
rheumatoid tidak diketahui penyebabnya, 1.1.2. Beri reinforcement (+) atas
ditandai dengan kerusakan dan jawaban yang benar.
gangguan sendi yang menyebabkan 1.1.3. Diskusikan bersama klien
perubahan bentuk sendi tentang arthritis rheumatoid.
1.1.4. Beri kesempatan untuk
bertanya.
Menyebutkan
penyebab arthritis Respon Penyebab arthritis rheumatoid 1.2.1. Kaji pengetahuan klien
rheumatoid verbal adalah : tentang penyebab arthritis
a. Proses menua rheumatoid
b. Keturunan 1.2.2. Beri reinforcement (+)
c. Cidera atas jawaban yang benar.
d. Infeksi tulang 1.2.3. Diskusikan bersama klien
e. Kegemukan tentang penyebab arthritis
(obesitas) rheumatoid
1.2.4. Beri reinforcement (+)
Menyebutkan tanda atas jawaban yang benar.

17
dan gejala arthritis Respon 1.3.1. Kaji pengetahuan klien
rheumatoid verbal Tanda dan gejala arthritis tentang tanda dan gejala
rheumatoid adalah : arthritis rheumatoid
a. Nyeri sendi dan kaku 1.3.2. Beri reinforcement (+)
b. Rasa kesemutan pada kaki/ atas jawaban yang benar.
tangan 1.3.3. Diskusikan bersama klien
c. Persendian bengkak, tentang tanda dan gejala
pergerakan terbatas arthritis rheumatoid
d. Sendi berbunyi 1.3.4. Beri reinforcement (+)
e. Berat badan menurun atas jawaban yang benar.
2. Mengambil f. Nafsu makan berkurang
keputusan yang tepat g. Demam
untuk merawat klien
dengan
Mengetahui akibat
lanjut dari Respon 2.1.1. Kaji pengetahuan klien
penyakit arthritis verbal Klien dapat menyebutkan akibat tentang akibat lanjut dari
rheumatoid lanjut dari penyakit arthritis arthritis rheumatoid
rheumatoid pada Ny. A adalah 2.1.2. Beri reinforcement (+)
ketidakmampuan beraktivitas. atas jawaban yang benar.
2.1.3. Motivasi klien untuk
mengulang kembali akibat
lanjut dari arthritis rheumatoid
2.1.4. Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar.
Memutuskan untuk
merawat klien Respon 2.2.1. Motivasi klien untuk
dengan penyakit verbal Klien memutuskan untuk merawat merawat dirinya dengan
18
arthritis dirinya dengan penyakit arthritis penyakit arthritis rheumatoid
rheumatoid rheumatoid 2.2.2. Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar.
3. Dalam 30 menit
klien mampu merawat
dirinya sendiri dengan
penyakit arthritis
rheumatoid
Menyebutkan cara
menanggulangi Respon Kaji pengetahuan klien tentang
penyakit arthritis verbal Klien dapat menyebutkan cara perawatan diri.
rheumatoid merawat dirinya sendiri, yaitu : Beri reinforcement (+) atas jawaban
1. Membiasakan diri untuk yang benar.
melatih gerakan aktif dan pasif. Diskusikan dengan klien tentang
2. Kompres hangat pada sendi perawatan dirinya.
yang sakit dan bengkak. Beri reinforcement (+) atas jawaban
3. Olahraga teratur yang benar.
4. Tidak bekerja terlalu berat
5. Makanan tinggi protein,
vitamin C dan zat besi
4. Setelah 1x30 menit 6. Mengatur diet
pertemuan klien
mampu
memodifikasikan
lingkungan untuk
dirinya dengan
arthritis rheumatoid
Mempertahankan
19
lingkungan yang Respon 4.1.1. Kaji pengetahuan klien
kondusif. verbal Lingkungan yang kondusif untuk tentang lingkungan yang
klien dengan arthritis rheumatoid bersih, aman dan nyaman.
adalah : 4.1.2. Motivasi klien untuk
1. Lingkungan yang bersih mempertahankan kondisi
2. Lingkungan yang aman lingkungannya yang bersih
3. Lingkungan yang nyaman aman dan nyaman.
4.1.3. Beri reinforcement (+)
atas ungkapan klien yang
5. Setelah 1x30 menit benar.
pertemuan klien
mampu menggunakan
yankes (klinik panti)
Menjelaskan yankes,
manfaat dan Respon
jadwal verbal Klinik panti setiap hari senin-rabu 5.1.1. Menjelaskan yankes dan
jam 08.00-11.00 Wib manfaatnya.
5.1.2. Jelaskan jadwal yankes
5.1.3. Beri kesempatan klien
untuk bertanya
5.1.4. Beri reinforcement (+) atas
tanggapan klien yang benar/
Mengunjungi yankes baik.
Psiko
motor  Menun 5.2.1. Motivasi klien untuk
jukkan kartu berobat menggunakan yankes
 Menun 5.2.2. Beri reinforcement (+)
jukkan obat-obatan yang dipakai.
20
2 Resiko Gangguan Setelah 4 x 45 menit
mobilisasi fisik pada diharapkan klien
Nnk. U berhubungan mampu:
dengan 1. Mengenal masalah Respon Mobilisasi adalah kemampuan 1.1.1. Kaji pengetahuan keluarga
ketidakmampuan gangguan mobilisasi verbal seseorang bergerak secara bebas tentang arthritis rheumatoid
Keluarga merawat nnk 1.1. Menyebutkan mudah teratur dan mempunyai 1.1.2. Beri reinforcement (+) atas
U anggaota keluarga pengertian dari tujuan dalam rangka pemenuhan jawaban yang benar
Tn H dengan masalah mobilisasi. kebutuhan hidup sehat 1.1.3. Diskusikan bersama klien
arthritis rheumatoid tentang mobilisasi
1.1.4. Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar

1.2. Menyebutkan Respon Faktor-faktor penyebab gangguan 1.2.1. Kaji pengetahuan


faktor-faktor verbal mobilisasi adalah : keluarga dan klien tentang
penyebab 1. Gaya hidup faktor-faktor penyebab
gangguan 2. Ketidakmampuan gangguan mobilisasi.
mobilisasi 3. Tingkat energi 1.2.2. Beri reinforcement (+)
4. Usia atas jawaban yang benar
1.2.3. Diskusikan bersama
keluarga dan klien tentang
faktor-faktor penyebab
gangguan mobilisasi
1.2.4. Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar

1.3. Menyebutkan Respon Tanda dan gejala gangguan 1.3.1. Kaji pengetahuan klien
tanda dan gejala verbal mobilisasi adalah : tentang tanda dan gejala
21
gangguan 1. Nyeri pada saat bergerak gangguan mobilisasi.
mobilisasi 2. Terjadi pembengkakan 1.3.2. Beri reinforcement (+)
3. Kesulitan bergerak atas jawaban yang benar
4. Otot-otot kram 1.3.3. Diskusikan bersama dan
klien mengenai tanda dan
gejala gangguan mobilisasi
1.3.4. Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar

2. Mengambil
keputusan yang tepat
untuk merawat klien
dengan Respon Akibat lanjut dari gangguan 2.1.1. Kaji pengetahuan klien
2.1. Akibat lanjut dari verbal mobilisasi, yaitu : tentang akibat lanjut dari
gangguan  Pengeroposan gangguan mobilisasi.
mobilisasi  Kelumpuhan 2.1.2. Beri reinforcement (+)
 Patah atas jawaban yang benar
 Anemia 2.1.3. Diskusikan bersama
keluarga klien tentang akibat
lanjut dari gangguan
mobilisasi
2.1.4. Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar
Respon Klien memutuskan untuk merawat
2.2. Memutuskan verbal dirinya sendiri dengan gangguan 2.2.1. Motivasi klien dan keluarga
untuk merawat mobilitas fisik untuk merawat dirinya
klien dengan dengan gangguan mobilisasi
gangguan fisik.
22
mobilitas fisik 2.2.2. Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar
3. Dalam 30 menit
klien mampu merawat
dirinya dengan
gangguan mobilitas
fisik Respon Cara menanggulangi gangguan
3.1. Menyebutkan cara verbal mobilitas fisik :
menanggulangi  Dengan aktivitas ROM 3.1.1. Kaji pengetahuan klien
gangguan  Tidak bekerja terlalu tentang cara menanggulangi
mobilitas fisik. berat mobilitas fisik.
 Makanan tinggi 3.1.2.Beri reinforcement (+) atas
protein, vitamin C, zat besi jawaban yang benar
 Melakukan senam 3.1.3.Diskusikan bersama klien
lansia tentang cara menanggulangi
gangguan mobilitas fisik
3.1.4Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar
4. Setelah 1 x 30 menit
pertemuan klien
mampu memodifikasi
lingkungan untuk
dirinya dengan
4.1. gangguan Respon
mobilitas verbal
Mempertahankan Lingkungan yang kondusif untuk 4.1.1. Motivasi klien untuk
lingkungan yang klien dengan gangguan mobilitas mempertahankan kondisi
kondusif. fisik, yaitu : lingkungan yang bersih,
23
1. Lingkungan yang bersih. aman dan nyaman.
5. Setelah 1x30 menit 2. Lingkungan yang aman 4.1.2. Beri reinforcement (+) atas
pertemuan klien 3. Lingkungan yang nyaman jawaban yang benar
mampu menggunakan
yankes (klinik panti)
Menjelaskan
5.1 yankes, manfaat Respon
dan jadwal. verbal
Klinik panti setiap hari senin-rabu 5.1.1. Menjelaskan yankes dan
jam 08.00-11.00 Wib manfaatnya.
5.1.2. Jelaskan jadwal yankes
5.1.3. Beri kesempatan klien
untuk bertanya
5.1.4. Beri reinforcement (+) atas
5.2Mengunjungi tanggapan klien yang
yankes Psiko benar/baik
motor
 Menunjukkan kartu 5.2.1. Motivasi klien untuk
berobat menggunakan yankes
 Menunjukkan obat- 5.2.2. Beri reinforcement (+)
obatan yang dipakai.

24
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Arthritis rheumatoid adalah penyakit yang mengenai otot skelet, tulang,

ligamentum, tendon dan persendian baik pada laki-laki maupun wanita dengan

segala usia. Hal ini bisa disebabkan oleh stress mekanis, perubahan pelumasan

dan immobilitas (Brunner dan Suddarth, 2001), salah satu penyebabnya adalah

proses menua.

Tanda dan gejala rematik antara lain : Nyeri sendi dan kaku,Rasa kesemutan

pada kaki/tangan, Persendian bengkak, pergerakan terbatas

Perawatan rematik yang bias kita ajarkan pada keluarga yaitu

 Kompres hangat pada sendi yang sakit

 Olahraga teratur

 Mengatur keseimbangan antara istirahat dan aktifias

 Melakukan senam rematik

 Jaga keamanan lingkungan rumah

4.2. Saran

Diharapkan kepada pembaca dapat memahami konsep teori asuhan

keperawatan arthritis rheumatoid, dapat mencegah terjadinya penyakit arthritis

rheumatoid serta dapat melakukan pengobatan penyakit ini.

25
DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilyn, dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi Ketiga. Jakarta :
Buku Kedokteran EGC.

Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Edisi Ketiga. Jilid I. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.

26