You are on page 1of 2

Nama : Indah Marselita

Noreg : 1703518032
Tugas : AnalisisJurnal yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan
Perkapita dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di DKI Jakarta”Oleh Darma Rika
Swaramarinda, S.Pd.,M.S.E.

Hasil Analisis :
Kemiskinan sebagai suatu gejala sosial akan berbeda dengan kemiskinan sebagai
gejala ekonomi. Kemiskinan sosial (cultural) lebih banyak berkaitan dengan sikap hidup
penduduk miskin yang tidak mempunyai keinginan untuk maju dan berusaha
memperbaiki taraf kehidupan. ini merupakan masalah yang sering ada di negara-negara
kemiskinan dapat diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan orang atau
rumah tangga dengan tingkat pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
minimum. Dengan demikian, tingkat pendapatan minimum merupakan batas antara
keadaan miskin dengan tidak miskin atau sering disebut dengan garis
kemiskinanberkembang dimana dalam mengatasi kemiskinan bukanlah hal yang mudah.

Konsep ini dikenal sebagai kemiskinan mutlak (absolut).


kemiskinan dapat diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan orang atau
rumah tangga dengan tingkat pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
minimum. Dengan demikian, tingkat pendapatan minimum merupakan batas antara
keadaan miskin dengan tidak miskin atau sering disebut dengan garis kemiskinan.
Konsep ini dikenal sebagai kemiskinan mutlak (absolut). Sebaliknya, walaupun tingkat
pendapatan sudah mencapai tingkat kebutuhan dasar minimum, tetapi masih kecil
dibandingkan dengan tingkat pendapatan masyarakat sekitarnya, maka orang atau
rumah tangga tersebut masih berada dalam keadaan miskin. Konsep ini dikenal
sebagai kemiskinan relative. Kemiskinan relatif berkaitan dengan masalah
pembangunan yang struktural, yaitu kebijaksanaan yang belum seimbang sehingga
menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan.

Tingkat pendidikan merupakan faktor penting dalam mempengaruhi pendapatan dan


kemiskinan dimana dengan meningkatkan pengetahuan dan tingkat pendidikan yang baik
dapat memperbaiki diri mereka dari kesenjangan sosial dan berguna bagi anak anak
mereka, pendidikan memberikan kemampuan yang lebih bagi golongan miskin untuk
memperoleh bagian mereka dari total pendapatan. negara-negara berkembang kini
mulai memperhatikan pentingnya pendidikan karena pendidikan dianggap dapat
meningkatkan pembangunan.

Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara.
Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu
negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kapita juga
merefleksikan PDB per kapita.

Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat
pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan per kapitanya, maka semakin
besar juga kemungkinan negara itu memiliki tingkat pembangunan dan pendapatan rata-
rata penduduk yang tinggi.

Pengangguran adalah masalah yang paling utama yang harus diberantas dimana jika
orang tidak mempunyai cukup uang dalam membeli barang maka sangat berpengaruh
bagi perusahaan dalam menyalurkan produknya. maka diperlukan lapangan kerja bagi
pengangguran tersebut balik lagi dalam tingkat pendidikan karena tingkat pendidikan
yang tidak sesuai maka seseorang akan sulit memproleh pekerjaan. pemerintah sering
memberi solusi untuk para pengangguran yang tingkat pendidikannya rendah yaitu
dengan berwirausaha banyak yang berhasil karena keuletannya dan banyak juga yang
tidak berhasil. jadi disini menurut saya tergantung dari diri sendiri dalam berusaaha dan
menghadapi kesenjangan sosial.

Jadi disini pendidikan dan pendapatan per kapita berperan penting untuk keluar dari gris
kemiskinan. akan tetapi pengangguran dapat memperburuk karena berdampak untuk
kemiskinan meningkat. walaupun pemerintah sudah memberikan solusi untuk
memberantas kemiskinan yang ada.
Referensi : Swaramarinda, Darma Rika. (Tahun). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan
Perkapita dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di DKI Jakarta. Jurnal……. Volume….