You are on page 1of 12

Pencatatan BOP yg dilakukan antar perusahaan bisa saja berbeda dengan

perusahaan lain tergantung dari sistem dan metode yang diterapkan. Metode pembebanan
BOP yang diterapkan perusahaan bisa berdasarkan BOPses yang terjadi atau dengan
normal costing. Sistem akuntansi bisa berbeda, akibat dari jumlah departemen yang ada
dan sistem di buku besar. Jika perusahaan haya memiliki satu departemen tentu akan
berbeda dengan departemen yang lain. Sistem buku besar yang memakai rekening
perantara akan berbeda dengan yang tidak memakai rekening perantara. Rekening
perantara adalah rekening yang sifatnya hanya sementara dan harus bersaldo nol ketika
akhir periode.

Pembahasan selanjutnya akan mendasarkan pada metode normal costing.


Pencatatan yang berkaitan dengan BOP ini mendasarkan pada kasus 3 buah Departemen
Jasa dan 3 buah Departemen Produksi, serta menggunakan rekening perantara.

Rekening yang dipakai mendasarkan pada rekening :

1. BOPses Dep Jasa 1


2. BOPses Dep Jasa 2
3. BOPses Dep Jasa 3
4. BOPses Dep Produksi 1
5. BOPses Dep Produksi 2
6. BOPses Dep Produksi 3
7. BOPdb Dep Produksi 1
8. BOPdb Dep Produksi 2
9. BOPdb Dep Produksi 3
10. Gaji dan Upah (rekening perantara)
11. Biaya Asuransi (rekening perantara)
12. Biaya Listrik (rekening perantara)
13. Biaya Telepon (rekening perantara)
14. Selisih BOP (rekening perantara)

Jurnal yang berkaitan dengan BOP adalah jurnal untuk mencatat :

1. Timbulnya biaya
2. Alokasi biaya ke BOP
3. Alokasi biaya Departemen Jasa ke departemen yang lain
4. Pembebanan BOP ke produk
5. Penutupan rekening BOPdb
6. Penutupan BOPses Departemen Produksi
7. Penutupan rekening selisih BOP

Berikut beberapa jurnal yang berkaitan dengan BOP :

a. Mencatat timbulnya biaya


Ketika BOP muncul, maka harus dicatat. Apabila perusahaan memakai rekening
perantara, maka akan dicatat di rekening perantara. Namun, jika tidak memakai
rekening perantara, maka akan dicatat ke rekening BOP.

Contoh 1 : Pembayaran Biaya Listrik dan Telepon

PT Makmur membayar berbagai biaya sbb :

Biaya Telepon...................... Rp 200.000


Biaya Listrik........................ Rp 250.000 +
Jumlah pembayaran tunai...... Rp 450.000

Jika PT Makmur memakai rekening perantara, maka akan dijurnal sbb :

Tgl Rekening Debit Kredit


1 Biaya Telepon 200.000
Biaya Listrik 250.000
Kas 450.000
Jika tidak memakai rekening perantara, maka jurnal yang dibuat adalah jurnal untuk
pengakuan adanya biaya sekaligus untuk mencatat ditribusi biaya ke BOP.

Contoh 2: Membayar Tagihan Asuransi

2 Biaya Asuransi 12.000.000


Kas 12.000.000
Contoh 3: Pemakaian Bahan Pembantu

Dep Pemakaian Kuantitas Harga Satuan Jumlah


Dep Prod 1 11.000 Rp 1.000 Rp 11.000.000
Dep Prod 2 20.500 Rp 1.000 Rp 20.500.000
Dep Prod 3 32.500 Rp 1.000 Rp 32.500.000
Total Rp 64.000.000
Jurnal:

3 BOPses Dep Prod 1 11.000.000


BOPses Dep Prod 2 20.500.000
BOPses Dep Prod 3 32.000.000
Persd Bahan Pembantu 64.000.000

Contoh 4: Pembayaran Gaji dan Upah

- Membayar gaji tenaga kerja sebesar Rp 101.250.000

4a Gaji dan Upah 101.250.000


Kas 101.250.000
Contoh 5: Pemakaian Bahan Bakar

Departemen Kuantitas Harga Jumlah


Dep Prod 1 450 Rp 450 Rp 202.500
Dep Prod 2 550 Rp 450 Rp 247.500
Dep Prod 3 600 Rp 450 Rp 270.000
Dep Jasa 1 6.000 Rp 450 Rp 2.700.000
Dep Jasa 2 3.750 Rp 450 Rp 1.687.500
Dep Prod 3 250 Rp 450 Rp 112.500
Total Rp 5.220.000
Jurnal:

5 BOPses Dep Prod 1 Rp 202.500


BOPses Dep Prod 2 Rp 247.500
BOPses Dep Prod 3 Rp 270.000
BOPses Jasa Prod 1 Rp 2.700.000
BOPses Jasa Prod 2 Rp 1.687.500
BOPses Dep Prod 3 Rp 112.500
Persd Bahan Bakar Rp 5.220.000

b. Alokasi Biaya ke BOP


Contoh 6: Distribusi Biaya Telepon

Departemen Distribusi Jumlah


Dep Prod 1 5% Rp 10.000
Dep Prod 2 5% Rp 10.000
Dep Prod 2 8% Rp 16.000
Dep Jasa 1 5% Rp 10.000
Dep Jasa 2 4% Rp 8.000
Dep Prod 3 3% Rp 6.000
Administrasi 30% Rp 60.000
Pemasaran 40% Rp 80.000
Total 100% Rp 200.000
Jurnal:

6 BOPses Dep Prod 1 Rp 10.000


BOPses Dep Prod 2 Rp 10.000
BOPses Dep Prod 3 Rp 16.000
BOPses Jasa Prod 1 Rp 10.000
BOPses Jasa Prod 2 Rp 8.000
BOPses Dep Prod 3 Rp 6.000
Biaya Administrasi Rp 60.000
Biaya Pemasaran Rp 80.000
Persd Bahan Bakar Rp 200.000
Contoh 7: Distribusi Biaya Listrik

Departemen Distribusi Jumlah


Dep Prod 1 5% Rp 12.500
Dep Jasa 1 80% Rp 200.000
Dep Jasa 2 5% Rp 12.500
Administrasi 8% Rp 20.000
Pemasaran 2% Rp 5.000
Total 100% Rp 250.000
Jurnal:
7 BOPses Dep Prod 1 Rp 12.500
BOPses Jasa Prod 1 Rp 200.000
BOPses Jasa Prod 2 Rp 12.500
Biaya Administrasi Rp 20.000
Biaya Pemasaran Rp 5.000
Biaya Listrik Rp 250.000
Contoh 8: Distribusi Biaya Asuransi

Hampir sama dengan pemrosesan pada contoh 6

Contoh 9 : Distribusi Gaji dan Upah

Pembayaran Gaji Tenaga Kerja

Keterangan Jumlah
Tenaga Kerja Dep Produksi I
Tenaga Kerja Langsung Rp 10.000.000
Mandor Rp 1.250.000
Tenaga Kerja Dep Produksi 2
Tenaga Kerja Langsung Rp 15.000.000
Mandor Rp 1.750.000
Tenaga Kerja Dep Produksi 3
Tenaga Kerja Langsung Rp 18.500.000
Mandor Rp 1.500.000
Tenaga Kerja Dep Jasa 1 Rp 8.000.000
Tenaga Kerja Dep Jasa 2 Rp 12.500.000
Tenaga Kerja Dep Jasa 3 Rp 20.000.000
Tenaga Kerja Administrasi Rp 7.500.000
Tenaga Kerja Bag Pemasaran Rp 5.250.000
Total Gaji dan Upah Rp 101.250.000
Jurnal untuk mendistribusikan Biaya Gaji & Upah adalah :

9 BOP Dep Prod 1 Rp 10.000.000


BOP Dep Prod Rp 15.000.000
BOP Dep Prod Rp 18.500.000
BOPses Dep Prod 1 Rp 1.250.000
BOPses Dep Prod Rp 1.750.000
BOPses Dep Prod Rp 1.500.000
BOPses Dep Jasa Rp 8.000.000
BOPses Dep Jasa Rp 12.500.000
BOPses Dep Jasa Rp 20.000.000
Biaya Administrasi Rp 7.500.000
Biaya Pemasaran Rp 5.250.000
Gaji dan Upah Rp 101.250.000

Contoh 10 : Depresiasi Mesin

Depresiasi mesin telah dihitung sesuai dengan table :

DEPARTEMEN Harga Perolehan Depresiasi Jumlah


Dep Prod 1 Rp 1.250.000 10% Rp 125.000
Dep Prod 2 Rp 2.450.000 10% Rp 245.000
Dep Prod 3 Rp 4.550.000 10% Rp 455.000
Dep Jasa 1 Rp 3.700.000 10% Rp 370.000
Dep Jasa 2 Rp 2.800.000 10% Rp 280.000
Dep Jasa 3 Rp 145.000 10% Rp14.500
Rp 1.489.500

Jurnal untuk mencatat depresiasi mesin adalah

10 BOPses Dep Prod Rp 125.000


BOPses Dep Prod Rp 245.000
Rp455.000
BOPses Dep Prod Rp 370.000
BOPses Dep Jasa Rp 280.000
BOPses Dep Jasa Rp 14.500
BOPses Dep Jasa Rp 1.489.500
Akum Dep
Mesin

Contoh 11 : Depresiasi Gedung

Harga Perolehan Gedung sebesar Rp 235.000.000 di depresiasi sebesar 10% per periode.
Biaya Depresiasi Gedung dibebankan ke bagian-bagian yang memanfaatkan Gedung
yang bersangkutan. Distribusi Pembebanan biaya depresiasi Gedung diringkas dalam
bentuk tabel :

DEPARTEMEN DISTRIBUSI JUMLAH


Dep Prod 1 17,00% Rp 3.995.000
Dep Prod 30,00% Rp 7.050.000
Dep Prod 20,00% Rp 4.700.000
Dep Jasa 10,00% Rp 2.350.000
Dep Jasa 3,00% Rp 705.000
Dep Jasa 3,00% Rp 705.000
Administrasi 10,00% Rp2.350.000
Pemasaran 7,00% Rp 1.645.000
Total 100,00% Rp 23.500.000

Jurnal yang harus dibuat :

11 BOPses Dep Prod 1 Rp 3.995.000


BOPses Dep Prod 2 Rp 7.050.000
BOPses Dep Prod 3 Rp 4.700.000
BOPses Dep Jasa 1 Rp 2.350.000
BOPses Dep Jasa 2 Rp 705.000
BOPses Dep Jasa 3 Rp 705.000
Biaya Administrasi Rp 2.350.000
Biaya Pemasaran Rp 1.645.000
Ak. Dep Gedung Rp 23.500.000

C. Pembebanan BOP ke Produk (Departemen Produksi)

Pembebanan BOP ke Produk dilakukan dengan actual costing atau dengan menggunakan
normal costing.

Contoh 12 : Pembebanan BOP

Tarif BOP telah ditentukan (normal costing) dengan menggunakan dasar Jam Kerja
Lapang.

Pembebanan BOP ke Produk

Departemen Tarif Pembebanan JKL Sesungguhnya BOPdb


Dep Prod 1 Rp 9,30 per JKL 3.575.500 jam Rp 33.252.150
Dep Prod 2 Rp 9,00 per JKL 5.550.000 jam Rp 49.950.000
Dep Prod 3 Rp 12,80 per JKL 4.850.000 jam Rp 62.080.000
Rp 145.282.150

Jurnal yang dibuat :

12a BDP Dep Prod 1 Rp 33.252.150


BOPdb Dep Prod1 Rp 33.252.150
12b BDP Dep Prod 3 Rp 49.950.000
BOPdb Dep Prod2 Rp 49.950.000
12c BDP Dep Prod 3 Rp 62.080.000
BOPdb Dep Prod3 Rp 62.080.000
D. Alokasi Biaya Departemen Jasa ke Departemen yang lain
Seluruh biaya yang terjadi di departemen jasa, harus dipindah ke Departemen Produksi
sebagai BOP. Hal ini dilakukan, karena semua biaya yang terjadi di departemen jasa
merupakan biaya produksi yang sifatnya tidak langsung.
Contoh 13
Alokasi biaya departemen jasa (BOPses Dep Jasa 1, BOPses Dep Jasa 2, dan BOPses Dep
Jasa 3) ke Departemen Produksi, menggunakan metode bertahap dengan urutan Dep Jasa
1 terlebih dahulu, kemudian Dep Jasa 2, baru kemudian Dep Jasa 3. Penghitungan alokasi
biaya telah dilakukan menggunakan tabel sbb:
Tabel alokasi biaya departemen jasa ke departemen produksi
DEPARTEMEN JASA DEPARTEMEN PRODUKSI
Dep Jasa 1 Dep Jasa 2 Dep Jasa 3 Dep Prod 1 Dep Prod 2 Dep Prod 3

Biaya langsung dept Rp 14.830.000 Rp 17.593.000 Rp 22.398.000 Rp 18.395.000 Rp 31.002.500 Rp 41.481.000


a) Alokasi Dep Jasa
1 -100% 3,00% 5,00% 30,00% 25,00% 37,00%
Proporsi *)
Alokasi Rp 14.830.000 Rp 444.900 Rp 741.500 Rp4.449.000 Rp3.707.500 Rp5.487.100
Setelah alokasi
b) Alokasi Dep Jasa
Rp - Rp 18.037.900 Rp 23.139.000 Rp 22.844.000 Rp 34.710.000 Rp 46.968.100
2
Proporsi *)
-100% 5,00% 25,00% 40,00% 30,00%
Alokasi
Setelah alokasi
Rp - Rp(18.037.900) Rp 901.895 Rp 4.509.475 Rp 7.215.160 Rp 5.411.370
c) Alokasi Dep Jasa
3
Proporsi *) Rp - Rp - Rp 24.041.395 Rp 27.353.475 Rp 41.925.160 Rp 52.379.470
Alokasi
-100% 20,00% 40,00% 40,00%

0 0 Rp(24.041.395) Rp 4.808.279 Rp 9.616.558 Rp 9.616.558

BOP Setelah alokasi Rp - - - Rp 32.161.754 Rp 51.541.718 Rp 61.996.028

Jurnal alokasi Biaya Departemen Jasa 1 ke Departemen yang lain:


13a BOPses Dep Jasa 2 Rp 444.900
BOPses Dep Jasa 3 Rp 741.500
BOPses Dep Prod 1 Rp 4.449.000
BOPses Dep Prod 2 Rp 3.707.500
BOPses Dep Prod 3 Rp 5.487.100
BOPses Dep Jasa 1 Rp 14.830.000
Jurnal alokasi biaya Departemen Jasa 2:
13b BOPses Dep Jasa 3 Rp 901.895
BOPses Dep Prod 1 Rp 4.509.475
BOPses Dep Prod 2 Rp 7.215.160
BOPses Dep Prod 3 Rp 5.411.370
BOPses Dep Jasa 2 Rp 18.037.900

Jurnal alokasi biaya Departemen Jasa 3:


13c BOPses Dep Prod 1 Rp 4.808.279
BOPses Dep Prod 2 RP 9.616.558
BOPses Dep Prod 3 Rp 9.616.558
BOPses Dep Jasa 3 Rp 24.041.395

E. Penutupan rekening BOPdb


Pada akhir periode, rekening BOPdb harus ditutup dengan memindahkan saldonya ke
rekening BOPses di Departemen yang bersangkutan. Setelah dilakukan penututpan,
maka saldo rekening BOPdb akan berjumlah nol.
Contoh 14
Sesuai dengan saldo pada rekening BOPdb contoh nomer 12, maka dibuat jurnal sbb:
14 BOPdb Dep Prod 1 Rp 33.252.150
BOPdb Dep Prod 2 Rp 49.950.000
BOPdb Dep Prod 3 Rp 62.080.000
BOPses Dep Prod 1 Rp 33.252.150
BOPses Dep Prod 2 Rp 49.950.000
BOPses Dep Prod 3 Rp 62.080.000

Berikut ini ditunjukkan posting di rekening T.


BOPses Dep Prod 1 BOPses Dep Prod 2 BOPses Dep Prod 3
3 11.000.000 14 33.252.150 3 20.500.000 14 49.950.000 3 32.500.000 14 62.080.000
5 202.500 5 247.500 5 270.000
6 10.000 6 10.000 6 16.000
7 12.500 8 1.200.000 8 2.040.000
8 1.800.000 9 1.750.000 9 1.500.0000
9 1.250.000 10 245.000 10 455.000
10 125.000 11 7.050.000 11 4.700.000
11 3.995.000 13a 3.707.500 13a 5.487.100
13a 4.449.000 13b 7.215.160 13b 5.411.370
13b 4.509.475 13c 9.616.558 13c 9.616.558
13c 4.808.279

BOPdb Dep Prod 1 BOPdb Dep Prod 2 BOPdb Dep Prod 3


14 33.252.150 12a 33.252.150 14 49.950.000 12b 49.950.000 14 62.080.000 12c 62.080.000
F. Penutupan BOPses Departemen Produksi
Pada akhir periode rekening BOPses Departemen Produksi juga harus ditutup.
Dengan cara memindahkan jumlah selisih BOP. Cara menghitung selisihnya yaitu
dengan membandingkan antara BOP yang dibebankan dengan BOP sesungguhnya.
Contoh 15 (hal.243)
Sesuai dengan perhitungan pada table tersebut, maka dibuat jurnal untuk menutup
rekening BOPses sbb :

DEPARTEMEN BOPses BOPdb Selisih

Dep Prod 1 Rp. 32.161.754 Rp. 33.252.150 Rp. (1.090.396)


Dep Prod 2 Rp. 51.541.718 Rp. 49.950.000 Rp. 1.591.718
Dep Prod 3 Rp. 61.996.028 Rp. 62.080.000 Rp. (83.972)
TOTAL Rp. 417.350

Jurnal sbb :

15. BOPses Dep Prod 1 Rp. 1.090.396


BOPses Dep Prod 3 Rp. 83.972
Selisih BOP Rp. 1.591.718
BOPses Dep Prod 2 Rp. 1.591.718
Selisih BOP Rp. 1.174.368

Apa aja hal-hal yang harus dibukukan ?

1. Membayar biaya Telepon dan Listrik


2. Membayar tagihan biaya asuransi
3. Pemakaian Bahan Pembantu untuk proses produksi
4. Membayar gaji tenaga kerja
5. Pemakaian Bahan Bakar
6. Distribusi Biaya Telp
7. Distribusi Biaya listrik
8. Distribusi Biaya asuransi
9. Pembayaran Gaji Tenaga Kerja
10. Mesin yang ada di setiap depart
11. Gedung Depresiasi
12. Departemen Produksi
13. Proses alokasi biaya
14. Penutupan rekening BOPdb
15. Penutupan Rekening BOPses
16. Rekening Selisih BOP ditutup ke rekening HPP

You might also like