You are on page 1of 7

 HOME

 MATERI BELAJAR
 TENTANG
 KONTAK

StudioBelajar.com / Kimia / Termokimia

Termokimia
Termokimia adalah ilmu yang mempelajari reaksi kimia dan perubahan energi yang terlibat. Dalam
mempelajari termokimia, diperlukan definisi “sistem” dan “lingkungan”. Sistem adalah segala
sesuatu yang menjadi fokus perhatian kita. Lingkungan adalah segala sesuatu selain sistem.
Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan ataupun
dimusnahkan. Implikasi hukum ini pada energi dalam sistem, yaitu perubahan energi dalam, ΔE
sama dengan penjumlahan kalor (q) yang diserap atau dilepas sistem dengan kerja (w) yang
dilakukan atau diterima sistem.
Lihat juga materi lainnya:
Ikatan Kimia
Stoikiometri
Persamaan Termokimia dan Entalpi
Persamaan termokimia adalah persaman reaksi setara yang menyertakan kalor reaksi (entalpi reaksi)
— yang menunjukkan hubungan antara massa dan energi. Contoh persamaan termokimia:
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ΔH= −483,6 kJ
Entalpi, H, yaitu fungsi keadaan yang merupakan jumlah dari energi dalam (E) dan hasil kali dari
tekanan (P) dan volum (V) sistem. Pada tekanan konstan, perubahan entalpi, ΔH, yang terjadi dalam
suatu reaksi disebut juga sebagai entalpi reaksi (ΔHrx) memiliki nilai yang sama dengan kalor reaksi
(q).

Entalpi reaksi (ΔHrx) juga merupakan fungsi keadaan, yang nilainya bergantung pada Hakhir dan Hawal.
Dalam suatu reaksi kimia, “akhir” dan “awal” bisa dinyatakan sebagai “produk” dan “reaktan”. Jadi,
Hproduk dapat lebih dari ataupun kurang dari Hreaktan sehingga tanda nilai ΔHrx bergantung pada apakah
kalor diserap atau dilepas oleh sistem reaksi. Reaksi disebut eksoterm bilamana melepas kalor
sehingga entalpi sistem menurun dan ΔHrx< 0. Reaksi disebut endoterm bilamana menyerap kalor
sehingga entalpi sistem meningkat dan ΔHrx> 0.
Diagram termokimia: entalpi untuk reaksi eksoterm (A) dan endoterm (B)
(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change
(5th edition). New York: McGraw Hill)
Kalorimetri
Kalorimetri adalah cara penentuan kalor reaksi dengan kalorimeter. Kalorimeter merupakan sistem
terisolasi (tidak ada perpindahan materi dan energi dengan lingkungan). Jika dianggap keseluruhan
kalorimeter adalah sistem, maka qsistem = 0. Dengan mengukur perubahan temperatur (ΔT), dapat
dihitung jumlah kalor (q) yang terlibat dalam reaksi di dalam kalorimeter sebagaimana rumus:

Kalorimeter bom (kalorimetri volum konstan)

Kalorimeter bom
(Sumber: Gilbert, Thomas N. et al. 2012. Chemistry: The Science in Context (3rdedition). New York:
W. W. Norton & Company, Inc.)
Pada kalorimeter bom berlaku rumus:

[V konstan]

Kalorimeter sederhana (kalorimetri tekanan konstan)

Termokimia: Kalorimeter sederhana


(Sumber: Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications
(10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.)
Pada kalorimeter sederhana berlaku rumus:

[V konstan]
Entalpi Pembentukan Standar dan Reaksi
Entalpi pembentukan standar, ΔHf°, didefinisikan sebagai perubahan entalpi dalam reaksi
pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar (tekanan 1 atm,
temperatur 298 K). Entalpi pembentukan standar dari unsur-unsur dalam bentuk paling stabil (seperti
C (grafit), H2 (g), N2 (g), Ca (s)) didefinisikan sama dengan 0. Dari nilai-nilai entalpi pembentukan
standar, dapat dihitung nilai entalpi reaksi standar, ΔHrx°, yaitu perubahan entalpi dalam reaksi pada
keadaan standar.

Sebagai contoh, pada reaksi hipotetis berikut di mana a, b, c, dan d adalah koefisien stoikiometrik,

aA + bB → cC + dD

Hukum Hess
Hukum Hess menyatakan bahwa ketika reaktan terkonversi menjadi produk, nilai perubahan entalpi
dari reaksi tetap sama, baik dengan satu langkah ataupun dengan sederetan langkah. Dengan kata
lain, perubahan entalpi dari keseluruhan proses sama dengan jumlah total perubahan entalpi setiap
langkah. Perhatikan contoh berikut.

Dalam penerapan hukum Hess, kadangkala persamaan termokimia yang tersedia perlu dimanipulasi
terlebih dahulu. Berikut aturan dalam memanipulasi persamaan termokimia:

1. Ketika persamaan reaksi dibalik (reaktan menjadi produk, produk menjadi reaktan), tanda nilai
ΔH juga harus dibalik (dari positif menjadi negatif, dan sebaliknya).
2. Substansi yang dihilangkan dari kedua sisi persamaan reaksi harus dalam fase yang sama.
3. Jika semua koefisien dari suatu persamaan reaksi dikali atau dibagi dengan faktor yang sama,
maka nilai ΔH reaksitersebut juga harus dikali atau dibagi dengan faktor tersebut.
Pendekatan Energi Ikatan dan Entalpi Reaksi
Energi ikatan (entalpi ikatan), D, adalah energi yang dibutuhkan untuk memutus ikatan pada 1 mol
molekul dalam fase gas. Entalpi reaksi dapat diestimasi dari total energi ikatan dari ikatan yang putus
dikurangi total energi ikatan dari ikatan yang terbentuk.

Tabel energi ikatan rata-rata


(Sumber: Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13thedition). New Jersey:
Pearson Education, Inc.)
Contoh soal
Estimasilah nilai pembakaran berikut dari data energi ikatan rata-rata pada tabel di atas.
Jawab:

ΔH = ∑D(reaktan) − ∑D(produk)

= [12D(C−H) + 2D(C−C) + 7D(O=O)] –[8D(C=O) + 12D(O−H)]

= [12(413 kJ) + 2(348 kJ) + 7(495 kJ)] – [8(799 kJ) + 12(463 kJ)]

= 9117 kJ – 11948 kJ

ΔH = −2831 kJ

Termokimia – Referensi
– Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey:
Pearson Education, Inc.
– Chang, Raymond. 2010. Chemistry (10th edition). New York: McGraw Hill
– Gilbert, Thomas N. et al. 2012. Chemistry: The Science in Context (3rd edition). New York: W. W.
Norton & Company, Inc.
– Jespersen, Neil D., Brady, James E., & Hyslop, Allison. Chemistry: The Molecular Nature of
Matter (6th edition). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
– Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications
(10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
– Purba, Michael. 2006. Kimia 2A untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
– Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition).
New York: McGraw Hill
– Stacy, Angelica M. 2015. Living by Chemistry (2nd edition). New York: W.H. Freeman and
Company
Judul Artikel: Termokimia
Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si.
Alumni Kimia UI

Materi lainnya:

1. Tabel Periodik Unsur


2. Sifat Koligatif Larutan
3. Teori Atom Dalton Rutherford Bohr

Prev Post

Next Post

Cari Bahan Belajar


To search type

Kategori Pelajaran:
Matematika
Fisika
Kimia
Ekonomi
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Penambah Wawasan

Artikel Terbaru:
 Vektor
 Barisan dan Deret – Aritmatika, Geometri, Tak Hingga
 Fluida Dinamis
 Medan Magnet
 Induksi Matematika

Dapatkan Update Terbaru. Klik Like!


Informasi

Tentang StudioBelajar
Kebijakan Privasi
Kontak
Pasang Iklan
Kerjasama

Untuk penawaran kerjasama, baik berupa iklan, media partner, atau bentuk kerjasama lainnya,
silakan kirim email ke diansinaga92@gmail.com
Temukan Kami di Facebook

Portal Belajar Kelas X XI XII SMA - StudioBelajar.com


 Facebook
 RSS
Back to Top
Focus Retriever