You are on page 1of 5

Kisi –kisi PPI

No Pertanyaan Jawaban
1 Bagaimanakah standar prosedur cuci Saat 5 moment (lima) waktu
tangan yang benar di rumah sakit? 1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum melakukan tindakan aseptik
3. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah meninggalkan lingkungan sekitar pasien

2 Macam-macam cuci tangan RSIA Cahaya Bunda menggunakan 6 LANGKAH


cuci tangan Ada 2 cara cuci tangan yaitu :
1. HANDWASH dengan menggunakan air mengalir
40-60 detik
2. HANDRUB – dengan gel berbasis alkohol waktunya :
20 – 30 detik
3 Bagaimana pemilahan sampah medis
Sampah medis dibuang di tempat sampah medis
dan non medis / benda tajam / cair
berkantung plastik kuning
Sampah non medis dibuang di tempat sampah non
medis berkantung plastik hitam
Sampah benda tajam dan jarum dibuang di tempat
sampah khusus yang tidak dapat tembus (puncture proof)
dan tidak direuse yaitu safety box.

Limbah cair dibuang di wastafel atau kloset atau spoolhook

4 Apakah RS menerapkan pemisahan RSIA Cahaya Bunda tidak mempunyai ruang isolasi
pasien infeksius dan non infeksius? khusus, ruangan disesuai dengan dengan jenis
penyakitnya, bila memungkinkan pasien ditempatkan
kamar sendiri, bila tidak ditempatkan di pinggir atau
disamakan penyakitnya

Spo penempatan pasien isolasi

1. Pasien yang diketahui atau diduga menderita


penyakit serius dengan penularan melalui percikan
Partikel besar
Klasifikasi jenis penyakit:campak/morbili, MRSA,
varisela/cacar air, herpes zoster dan tuberculosis
Penempatan pasien :
- Tempatkan pasien pada tempat yang bertekanan
negative termonitor
- Pertukaran udara > 6-12 X/jam , aliran udara
yang terkontrol
- Jangan gunakan AC sentral , bila mungkin AC +
filter HEPA
- Pembuangan (exhaust) udara keluar yang
memadai atau penggunaan filter tingkat tinggi
termonitor sebelum udara beredar keseluruh
rumah sakit
- Jagalah agar pintu tertutup dan pasien tetap
dalam ruangan
- Bila tidak ada tempat tersendiri, tempatkan
pasien dalam ruangan dengan pasien lain yang
terinfeksi lain .
APD petugas :
- Pelindung pernafasan/masker respirator (N95)
saat petugas bekerja pada radius < 1m dari
pasien
- Baju khusus
- Google
- Sarung tangan (bila melakukan tindakan yang
mungkin menimbulkan aerosol)
Transport pasien :
- Batasi transport pasien ,
- pasien harus pakai masker saat keluar ruangan
- Terapkan hyginie respirasi dan etika batuk

2. Pasien yang diketahui atau diduga menderita


penyakit serius dengan penularan melalui percikan
partikel halus
Klasifikasi jenis penyakit : meningitis,
pneumonia, diphtheria, petusis pneumonia plague,
streptococcal haryngitis, pneumonia atau scarlet
fever pada bayi dan anak-anak, Hepatitis B.
infeksi virus: adenovirus, avian influenza, mumps,
rubella
pasien dengan immuno compromised.
Penempatan pasien :
- Tempatkan pasien pada Kamar tersendiri atau
kohorting beri jarak antar pasien ≥ 1meter
- Pengelolaan udara khusus tidak diperlukan, pintu
boleh terbuka
APD petugas :
- Masker dipakai saat memasuki ruang rawat
pasien
Transport pasien :
- Batasi transportasi pasien, pasangkan masker
pada pasien saat transportasi
- Terapkan hygiene respirasi dan etika batuk
3. pasien yang diketahui atau dicurigai menderita
penyakit serius yang mudah menular melalui kontak
pasien atau kontak dengan sesuatu di lingkungan
pasien.
Klasifikasi jenis penyakit
Clostridium difficle Enterhemorrhage, e-colli ,
shigella, hepatitis A, diphteria, herpes simplex virus,
impetigo, abses besar, selulitis/dekubitus,
pediculosisi, scabies, staplycococal furun colosis
pada bayi dan anak-anak, staphylococcal
furuncolosis pada bayi dan anak-anak,
staphylococcal scalded skin syndrome zoster , viral
hemorrhagic fever
Penempatan pasien :
- Tempatkan pada kamar tersendiri atau bersama
pasien dengan infeksi aktif organisme yang sama
tetapi tanpa infeksi lain
APD petugas :
- Cuci dan gosok tangan sebelum masuk ruangan
- Sarung tangan :pakailah sarung tangan waktu
masuk dan selama dalam ruang pasien lepaskan
waktu akan meninggalkan ruangan
- Pakai gaun/baju khusus waktu masuk kamar
pasien
- Cuci dan gosok tangan sebelum keluar ruangan,
usahakan agar tangan tidak menyentuh
permukaan atau barang apapun yang berpotensi
terkontaminasi

5 Cara etika batuk

6 Penanganan tertusuk pajanan dan A. Pertolongan pertama


jarum 1. Jangan panik.
2. Bila tertusuk jarum:
- Segera bilas dengan air mengalir atau air
dengan jumlah yang banyak
- Bersihkan dengan sabun atau antiseptik,
- Jangan menekan dan menghisap darah dari
luka
3. Bila darah mengenai kulit yang utuh tanpa luka
maupun tusukan:
- Cuci dengan sabun dan air yang mengalir
4. Bila darah mengenai mulut:
- Ludahkan
- Kumur-kumur dengan air beberapa kali
5. Kalau terpecik mata:
- Cucilah mata dengan air mengalir (irigasi)
6. Jika darah memercik ke hidung:
- Hembuskan keluar
- Bersihkan dengan air
7. Mintalah surat konsul dari dokter di unit kerja
setempat
B. Penanganan lanjutan
- Kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk
penatalaksanaan selanjutnya salah satunya
pemeriksaan yang dibutuhkan selanjutnya
C. Laporan dan pendokumentasian
- Laporan meliputi: Hari, tanggal, jam, dimana,
bagaimana kejadian, bagian mana yang terkena,
penyebab, jenis sumber (darah, urine, faeces) dan
jumlah sumber yang mencemari (banyak/sedikit).
- Tentukan status pasien sebagai sumber jarum
dan benda tajam(pasien dengan riwayat sakit
apa).
- Tentukan status petugas yang terpapar : Apakah
menderita hepatitis B, apakah pernah
mendapatkan imunisasi Hepatitis B, apakah
sedang hamil/menyusui.
- Jika tidak diketahui sumber paparannya. Petugas
yang terpapar diperiksa status HIV, HBV, HCV
- Bila status pasien bebas HIV, HBV, HCV dan bukan
dalam masa inkubasi tidak perlu tindakan khusus
untuk petugas, tetapi bila diragukan dapat
dilakukan konseling.
- Laporkan ke bagian HRD untuk klaim tunjangan
kecelakaan kerja.
Membuat berita acara kejadian untuk tindak lanjut
disetujui HRD dan Tim K3 RS dan TIM PPI