You are on page 1of 26

ANALISIS JURNAL

“Pengaruh Pemberian Tumbukan Bawang Merah Sebagai Penurun


Suhu Tubuh Pada Balita Demam”

OLEH

NAMA : SITI MARYAM DEHIMELI


NIM : 841718019

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

Ns.Ahmad jamaluddin, M.Kep.Sp.Kep.MB Ns.Hasna Asse, S.Kep

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Indonesia, anak yang mengalami demam terdapat 10-30 % orang anak

dari jumlah kunjungan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Padang,

sepanjang tahun 2016 di Kota Padang tercatat sebanyak 5820 orang anak

mengalami demam. Demam bisa mengakibatkan kejang, kejang demam adalah

kejang pada bayi atau anak-anak yang terjadi akibat demam tanpa adanya infeksi

pada susunan saraf pusat atau kelainan saraf lainnya. Di Indonesia dilaporkan

angka kejadian kejang demam 2% - 4% dari anak yang berusia 6 bulan sampai 5

tahun pada tahun 2012-2013. Sedangkan angka kejadian kejang demam di

Puskesmas Lubuk Buaya sendiri adalah 176 orang anak mengalami kejang

demam sepanjang tahun 2016.

Di Rumah Sakit Toto Kabila banyak anak yang mengalami demam hampir

45% dengan keluhan demam, muntah dan Bab Cair lebih dari 3 kali setiap hari,

itu terjadi dari Suhu lingkungan dan faktor pencetus lainnya dan hampir semua

orang tua klien mengeluh dengan keluhan yang sama.

Menurut Teori (Danarti dan Dessy) Demam terjadi bila berbagai proses

infeksi dan noninfeksi berinteraksi dengan mekanisme pertahanan hospes. Pada

kebanyakan anak demam disebabkan oleh agen mikrobiologi yang dapat dikenali

dan dapat menghilang sesudah masa yang pendek. Demam pada anak dapat

digolongkan sebagai
1. demam yang singkat dengan tanda-tanda yang mengumpul pada satu tempat

sehingga diagnosis dapat ditegakkan melalui riwayat klinis dan pemeriksaan

fisik, dengan atau tanpa uji laboratorium;

2. demam tanpa tanda-tanda yang mengumpul pada satu tempat, sehingga

riwayat dan pemeriksaan fisik tidak memberi kesan diagnosis, tetapi uji

laboratorium dapat menegakkan etiologi;

3. demam yang tidak diketahui sebabnya

Bawang merah adalah herbal semusim, tidak berbatang, daun tunggal

memeluk umbi lapis, umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan,

perbungaan berbentuk bongkol. Bawang merah dikenal sebagai obat, kira-kira

sejak 5000 tahun yang lalu, bawang merah sudah dikenal dan digunakan oleh

masyarakat mesir kuno. Hampir bersamaan waktunya dengan bawang putih,

bawang merah tidak hanya dikenal sebagai bumbu penyedap masakan saja, tetapi

juga untuk pengobatan. Baik digunakan secara sendirian, artinya hanya dengan

bawang merah saja, maupun bersama bahan lain ( Behrman 2016)

Kandungan bawang merah diantaranya Minyak atsiri, Sikloaliin,

Metilaiin, Dihidrolaiin, Flavongikosida, Kuersetin, Saponin. Dalam bawang

merah mengandung asam glutamate yang merupakan natural essence (penguat

rasa alamiah), terdapat juga senyawa propil disulfide dan propil metal disulfide

yang mudah menguap. Jika dimanfaatkan sesuai dosis yang tepat, maka bawang

merah dapat digunakan sebagai penurun suhu tubuh khususnya pada anak usia 1-5

tahun yang mengalami peningkatan suhu tubuh. (Anurogo 2014)


Menurut Penelitian yang dilakukan oleh (Saryono 2014) dan kawan kawan

di dusun Tertek Desa Tertek Kecamatan Pare Pada Bulan April 2010 dalam jurnal

AKP, telah membuktikan bahwa bawang merah bisa menurunkn suhu tubuh pada

anak demam dalam waktu 15 menit setelah bawang merah ditempelkan pada salah

satu daerah tubuh ,yakni telapak kaki,dada atau punggung sebanyak 3 siung untuk

satu orang anak. Kejadian demam pada anak yang paling banyak terdapat di Kota

Padang adalah di puskesmas Lubuk Buaya, dengan angka 1067 orang anak

mengalami demam sepanjang tahun 2016. Peneliti ini akan mencobakan

keefektifan penggunaan bawang merah untuk menurunkan suhu tubuh pada anak

demam usia dibawah 2 tahun. Bawang merah berfungsi sebagai obat tradisional

yang dari dulunya dipercaya dan sudah terbukti sebagai obat penurun suhu tubuh.

Bawang merah sudah lama menduduki tempat terhormat dalam ilmu kedokteran

sebagai bermacam obat untuk menurunkan suhu tubuh pada anak demam.

Dapat disimpulkan bahwa efektifitas pemberian tumbukan bawang merah

dapat menurunkan demam pada anak karena Kandungan bawang merah

mengandung asam glutamate yang merupakan natural essence (penguat rasa

alamiah), terdapat juga senyawa propil disulfide dan propil metal disulfide yang

mudah menguap dan bisa menurunkn suhu tubuh pada anak demam dalam waktu

15 menit setelah bawang merah ditempelkan pada salah satu daerah tubuh ,yakni

telapak kaki,dada atau punggung sebanyak 3 siung untuk satu orang anak.
1.2 Tujuan

Untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Tumbukan Bawang Merah

Sebagai Penurun Suhu Tubuh Pada Balita Demam Di Ruangan Poli klinik Anak

Di Rumah Sakit Toto Kabila

1.3 Manfaat

1.3.1 Manfaat Praktis

1. Bagi Program Studi Profesi Ners

analisis jurnal ini dapat dijadikan bahan bacaan tentang keperawatan Anak

yaitu Efektifitas Pemberian Tumbukan Bawang Merah Sebagai Penurun Suhu

Tubuh Pada Balita Demam

2. Bagi Perawat

analisis jurnal ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi perawat dalam

memberikan asuhan keperawatan Anak diruang Poli Anak Di Runah Sakit

Toto Kabila khususnya pasien anak yang demam

3. Bagi Rumah Sakit

Diharapkan analisis jurnal ini dapat menjadi masukan kesehatan penyuluhan

dalam mempermudah bagi Rumah Sakit dalam melaksanakan asuhan

keperawatan Anak khususnya di ruang Poli anak di Rumah Sakit Toto Kabila.

1.3.2 Manfaat Teoritis

Diharapkan analisis jurnal ini dapat meberikan informasi mengenai

Efektifitas Pemberian Tumbukan Bawang Merah Sebagai Penurun Suhu Tubuh

Pada Balita Demam


BAB II

HASIL DAN TEORITIS

Analisis jurnal ini menggunakan 2 media atau metode pencarian jurnal,

yaitu sebagai berikut :

1. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan alamat situs :

www.pnri.go.id

2. Ebsco dengan alat situs : http://search.ebscohost.com

Kata Kunci yang digunakan dalam pencaraian jurnal yaitu : terapi bawang

merah, red onion compress, Effektivitas demam, Fever onion, the effect of

onion (allium ascalonicum l.)

Kata Kunci Hasil Penelitian

Pengaruh Kompres Bawang Merah


Terhadap Suhu Tubuh Anak Demam
602
dipuskesmas kembaran I Banyumas
2017
Penentuan Efektivitas Bawang Merah
Dan Ekstrak Bawang Merah (Allium
Cepa Var. ascalonicum) Dalam
240
Menurunkan Suhu Badan di Boegenvile
I dusun Tertek Desa Tertek Kecamatan
Pare Tahun 2015
the effect of onion (allium ascalonicum
l.) compres toward body temperature of
1186
children with hipertermia in bougenville
room dr. haryoto lumajang hospital
The effectiveness of shallots on
decreasing body temperature in febrile
2894
children in tugerjo puskesmas is 1-5
years old
Jurnal Yang dipilih : Pengaruh Pemberian Tumbukan Bawang Merah
Sebagai Penurunan Suhu Tubuh Pada Balita
Demam Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang
Tahun 2018
2.2 Konsep Tentang Tinjauan Teoritis

2.2.1 Pengertian Demam

Demam adalah peningkatan titik patokan (set point) suhu di hipotalamus,

demam jika suhu orang lebih dari 37,5oC, demam terjadi karena pelepasan pirogen

dari dalam leukosit yang sebelumnya telah terangsang oleh pairogen eksogen

yang dapat berasal dari mikroorganisme atau merupakan suatu hasil reaksi

imunologik yang tidak berdasarkan suatu infeksi. (Sjaifollah Noer 2016)

Menurut (Suriadi 2013) demam adalah meningkatnya temperature suhu

tubuh secara abnormal. Demam adalah kenaikan suhu tubuh diatas variasi

sirkandian yang normal sebagai akibat dari perubahan pada pusat termoregulasi

yang terletak dihipotalamus anterior.

2.2.2 Tipe Demam

Tipe demam yang mungkin kita jumpai antara lain:

a. Demam septik

Suhu badan berangsur naik ketingkat yang tinggi sekali pada malam hari

dan turun kembali ketingkat diatas normal pada pagi hari. Sering disertai

keluhan menggigil dan berkeringat. Bila demam yang tinggi tersebut turun

ketingkat yang normal dinamakan juga demam hektik.

b. Demam remiten

Suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu

badan normal. Penyebab suhu yang mungkin tercatat dapat mencapai dua

derajat dan tidak sebesar perbedaan suhu yang dicatat demam septik.
c. Demam intermiten

Suhu badan turun ketingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu

hari. Bila demam seperti ini terjadi dalam dua hari sekali disebut tersiana dan

bila terjadi dua hari terbebas demam diantara dua serangan demam disebut

kuartana.

d. Demam kontinyu

Variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari satu derajat. Pada

tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia.

e. Demam siklik

Terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh

beberapa periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti

oleh kenaikan suhu seperti semula Suatu tipe demam kadang-kadang dikaitkan

dengan suatu penyakit tertentu misalnya tipe demam intermiten untuk malaria.

Seorang pasien dengan keluhan demam mungkin dapat dihubungkan segera

dengan suatu sebab yang jelas seperti : abses, pneumonia, infeksi saluran

kencing, malaria, tetapi kadang sama sekali tidak dapat dihubungkan segera

dengan suatu sebab yang jelas. Dalam praktek 90% dari para pasien dengan

demam yang baru saja dialami, pada dasarnya merupakan suatu penyakit yang

self-limiting seperti influensa atau penyakit virus sejenis lainnya. Namun hal

ini tidak berarti kita tidak harus tetap waspada terhadap infeksi bakterial.

Jenis Demam Ciri-ciri

Demam septic Malam hari suhu naik sekali, pagi

hari turun hingga diatas normal,


sering disertai menggigil dan

berkeringat

Demam remitten Suhu badan dapat turun setiap hari

tapi tidak pernah mencapai normal.

Perbedaan suhu mungkin mencapai 2

derajat namun perbedaannya tidak

sebesar demam septik.

Demam intermiten Suhu badan turun menjadi normal

selama beberapa jam dalam satu hari.

Bila demam terjadi dua hari sekali

disebut tertiana dan apabila terjadi 2

hari bebas demam diantara 2

serangan demam disebut kuartana.

Demam kontinyu Variasi suhu sepanjang hari tidak

berbeda lebih dari satu derajat. Pada

tingkat demam yang terus menerus

tinggi sekali disebut hiperpireksia

2.2.3 Etiologi

Menurut Guyton (2015), demam dapat disebabkan karena kelainan dalam

otak sendiri atau zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-

penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi.

Penyebab demam selain infeksi juga dapat disebabkan oleh keadaan

toksemia, keganasan atau reaksi terhadap pemakaian obat, juga pada gangguan
pusat regulasi suhu sentral (misalnya: perdarahan otak, koma). Pada dasarnya

untuk mencapai ketepatan diagnosis penyebab demam diperlukan antara lain:

ketelitian penggambilan riwayat penyakit pasien, pelaksanaan pemeriksaan fisik,

observasi perjalanan penyakit dan evaluasi pemeriksaan laboratorium serta

penunjang lain secara tepat dan holistik. Beberapa hal khusus perlu diperhatikan

pada demam adalah cara timbul demam, lama demam, tinggi demam serta

keluhan dan gejala yang menyertai demam.

Sedangkan menurut Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2015

bahwa etiologi febris,diantaranya

a. Suhu lingkungan.

b. Adanya infeksi.

c. Pneumonia.

d. Malaria.

e. Otitis media.

f. Imunisasi

2.2.4 Tanda Dan Gejala Demam

tanda dan gejala terjadinya febris adalah:

a. Anak rewel (suhu lebih tinggi dari 37,8⁰C - 40⁰C)

b. Kulit kemerahan

c. Hangat pada sentuhan

d. Peningkatan frekuensi pernapasan

e. Menggigil
f. Dehidrasi

g. Kehilangan nafsu makan

Banyak gejala yang menyertai demam termasuk gejala nyeri punggung,

anoreksia dan somlolen. Batasan mayornya yaitu suhu tubuh lebih tinggi dari

37,5⁰C - 40⁰C, kulit hangat, takichardi, sedangkan batasan karakteristik minor

yang muncul yaitu kulit kemerahan, peningkatan kedalaman pernapasan,

menggigil/merinding perasaan hangat dan dingin, nyeri dan sakit yang spesifik

atau umum (misal: sakit kepala verigo), keletihan, kelemahan, dan berkeringat

(Carpenito. 2015).

2.2.5 Patofisiologi

Demam adalah sebagai mekanisme pertahanan tubuh (respon imun) anak

terhadap infeksi atau zat asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Bila ada infeksi

atau zat asing masuk ke tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh dengan

dilepaskannya pirogen. Pirogen adalah zat penyebab demam, ada yang berasal

dari dalam tubuh (pirogen endogen) dan luar tubuh (pirogen eksogen) yang bisa

berasal dari infeksi oleh mikroorganisme atau merupakan reaksi imunologik

terhadap benda asing (non infeksi).Zat pirogen ini dapat berupa protein, pecahan

protein, dan zat lain, terutama toksin polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik

yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh menyebabkan demam selama

keadaan sakit.

Mekanisme demam dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap

pirogen. Pada mekanisme ini, bakteri atau pecahan jaringan akan difagositosis

oleh leukosit darah, makrofag jaringan, dan limfosit pembunuh bergranula besar.
Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri ke dalam cairan

tubuh, yang disebut juga zat pirogen leukosit.

Pirogen selanjutnya membawa pesan melalui alat penerima (reseptor) yang

terdapat pada tubuh untuk disampaikan ke pusat pengatur panas di hipotalamus.

Dalam hipotalamus pirogen ini akan dirangsang pelepasan asam arakidonat serta

mengakibatkan peningkatan produksi prostaglandin (PGEZ). Ini akan

menimbulkan reaksi menaikkan suhu tubuh dengan cara menyempitkan pembuluh

darah tepi dan menghambat sekresi kelenjar keringat. Pengeluaran panas

menurun, terjadilah ketidakseimbangan pembentukan dan pengeluaran panas.

Inilah yang menimbulkan demam pada anak. Suhu yang tinggi ini akan

merangsang aktivitas “tentara” tubuh (sel makrofag dan sel limfosit T) untuk

memerangi zat asing tersebut dengan meningkatkan proteolisis yang

menghasilkan asam amino yang berperan dalam pembentukan antibodi atau

sistem kekebalan tubuh.

2.3 Bawang Merah

2.3.1 Pengertian Bawang Merah

Bawang merah adalah herba semusim, tidak berbatang, daun tunggal

memeluk umbi lapis, umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan,

perbungaan berbentuk bongkol. Bawang merah dikenal sebagai obat, kira-kira

sejak 5000 tahun yang lalu, bawang merah sudah dikenal dan digunakan oleh

masyarakat mesir kuno. Hampir bersamaan waktunya dengan bawang putih,

bawang merah tidak hanya dikenal sebagai bumbu penyedap masakan saja, tetapi
juga untuk pengobatan. Baik digunakan secara sendirian, artinya hanya dengan

bawang merah saja, maupun bersama bahan lain

2.3.2 Kandungan Bawang Merah

Kandungan bawang merah diantaranya Minyak atsiri, Sikloaliin, Metilaiin,

Dihidrolaiin, Flavongikosida, Kuersetin, Saponin. Dalam bawang merah

mengandung asam glutamate yang merupakan natural essence (penguat rasa

alamiah), terdapat juga senyawa propil disulfide dan propil metal disulfide yang

mudah menguap. Jika dimanfaatkan sesuai dosis yang tepat, maka bawang merah

dapat digunakan sebagai penurun suhu tubuh khususnya pada anak usia 1-5 tahun

yang mengalami peningkatan suhu tubuh. Propil disulfide dan propil metal

disulfide yang mudah menguap ini jika dibalurkan pada tubuh akan menyebabkan

memungkinkan percepatan perpindahan panas dari tubuh ke kulit

2.3.3 Manfaat Bawang Merah

1. Menyembuhkan Penyakit Flu

Bayi memang rentan terhadap penyakit, karena kekabalan tubuh yang

dimiliki oleh bayi belum dapat bekerja dengan maksimal. Oleh karena itu, bayi

membutuhkan kekebalan tubuh yang baik serta obat-obat herbal yang harus

disertakan dalam perawatan bayi. Hal ini bertujuan agar bayi tidak mudah

terserang penyakit. Begitu pula dengan penyakit flu, bawang merah yang

mengandung banyak manfaat ini pun memiliki manfaat untuk menjaga kekebalan

tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Selain menggunakan bawang merah

untuk mengatasi flu,

2. Mengatasi Penyakit Batuk


Tidak hanya mengatasi flu saja, tetapi ia pun mampu mengatasi batuk,

batuk terkadang terjadi karena adanya virus atau bakteri yang menyerang

kerongkongan. Oleh karena itu anda dapat meracik bawang merah sebagai berikut

agar dapat digunakan untuk obat herbal bagi bayi. Caranya sangat mudah, cukup

siapkan 1 sampai 2 siung bawang merah kemudian irislah tipis kasar, setelah itu

tumbuk bawang merah tersebut. Setelah dirasa cukup, bawang merah dapat

dibalurkan pada punggung bayi dan balita, kaki dan tangan bayi dan balita.

Sebelum membalurnya anda dapat menambangkan minyak telon agar wangi dan

hangaat bercampur jadi satu. Hingga dapat membuat bayi menjad lebih rileks.

3. Mengatasi Demam pada Bayi

Bawang merah juga berkhasiat untuk mengatasi demam dan menurunkan

demam pada anak, bawang merah mengandung berbagai kandungan yang dapat

digunakan untuk membasmi bakteri penyabab demam sehingga demampun

minggat.

4. Mengatasi Perut Kembung

Bayi memang sering sekali merasa kembung, apalagi bagi mereka yang

lagi senang-senangnya minum asi, maka dari itu ketika bayi kembung atau terlalu

kekanyakan karena terlalu banyak mengkonsumsi asi, maka anda dapat

mengolekan bawang merah pada perutnya.

5. Mengatasi Masuk Angin pada Bayi

Salah satu gejala masuk angin pada bayi biasanya adalah perut yang cukup

kembung, hal ini bisa terjadi bila perut bayi yang kosong dan sering terkana angin,

shingga bayi merasa kembung. Oleh karena itu ketika bayi masuk angin anda
dapat mengaplikasikan bawang merah ke punggung dan perut bayi agar urut

sedikit dan perlahan maka masuk angin pada bayi akan dapat hilang.
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

No Author/ Penulis Tahun Metode Hasil Source

1. Ingges Dahlia 2018 Menggunakan Dari hasil Ebsco


Myzed (Pengaruh desain quasi penelitian pada http://eprints.
Pemberian experimental 16 balita ums.ac.id/341
Tumbukan pre-post test pemberian 94/3/BAB%2
Bawang Merah tumbukan
yaitu 018.pdf
bawang merah
Sebagai Penurun pengumpul data
berpengaruh
Suhu Tubuh yang digunakan sebagai
Pada Balita yaitu lembar penurunan suhu
Demam Di observasi. Dan tubuh pada
Puskesmas thermometer balita demam
Lubuk Buaya digunakan untuk adalah 0,4785
Kota Padang mengukur suhu dengan nilai
Tahun 2018) tubuh selama 15 standar deviasi
menit caranya 0,1408 dan nilai
di ukur suhu p value = 0,000
< 0,005
sebelum di
lakukan
intervensi
kemudian
bawang merah
ditumbuk lalu
campur minyak
kelapa sedikit
setelah itu di
kompres
dibagian daerah
pungung atau
kaki. Setelah itu
diukur kembali
suhu tubuhnya 1
kali dalam
sehari.
2. Etika Dewi 2017 Menggunakan hasil penelitian Schoolar
Cahyaningrum pra menunjukan http://www.nl
(Pengaruh eksperimental dari 50 m.nih.gov/me
kompres bawang dengan responden dlineplus/enc
merah terhadap pendekatan one pemberian y/article/0009
suhu tubuh anak group pra-post kompres 80.htm.
demam test design bawang merah
dipuskesmas dengan jumlah terdapat
kembaran I sampel 50 pengaruh
Banyumas tahun responden. menurunkan
2017 ) Intervensi suhu tubuh
dilakukan 1 kali pada anak
sehari selama 10 demam dengan
menit sebelum nilai 0,734
dan sesudah diketahui nilai
tindakan. significancy
0,000 dengan p
<0,005 yang
artinya
terdapat
perbedaan
suhu tubuh
sebelum dan
sesudah
diberikan
kompres
bawang merah
3. Rachmad 2015 Menggunakan Intervensi scholoar
(Penentuan pra dilakukan 1 http://reposit
efektivitas eksperimental kali sehari ory.usu.ac.id
bawang merah dengan selama 10-12 /bitstream/20
dan ekstrak pendekatan one menit . 15.pdf
bawang merah group pra-post tumbukan
(allium cepa var. test design bawang merah
ascalonicum) dengan jumlah ini bisa
dalam sampel 25 dioleskan ke
mneurunkan responden. punggung dan
suhu badan di Intervensi dada anak
Boegenvile I dilakukan 1 kali dapat
dusun Tertek sehari selama 10 menurunkan
Desa Tertek – 12 menit panas,sehingga
Kecamatan Pare dapat
Tahun 2015) disimpulkan
bahwa ada
pengaruh dari
pemberian
bawang merah
terhadap
penurunan
suhu tubuh
pada anak
demam di
Boegenvile I
dusun Tertek
Desa Tertek
Kecamatan
Pare

4. Suryono (The 2014 Penelitian ini dapat Ebsco


effectiveness of dilaksanakan disimpulkan http://www.sc
shallots on dengan metode bahwa ada ielo.br/scielop
decreasing body Pre Experiment pengaruh dari hp?pid=S1516
18462014000
temperature in design dengan pemberian
100187&scrip
febrile children menggunakan bawang merah
t=scl
in tugerjo rancangan One terhadap
puskesmas is 1-5 Group Pre Test- penurunan
years old) Post test Design. suhu tubuh
Semua sampel pada anak
yang menjadi febris usia 1-5
responden tahun dengam
dilakukan 1 kali milai p 0.000
sehari dalam (ᾱ<0,05)
waktu 15-20 Puskesmas
menit Tugurejo
Semarang
5 Zulka Ayesie 2016 Metode ada penurunan Ebsco
Natasa,( the penelitian adalah dalam tubuh http://lppm.ak
effect of onion eksperimen quasi suhu setelah perpamenang.
(allium dengan kompres ac.id/wpconte
nt/uploads/20
ascalonicum l.) kelompok bawang dalam
15/05/0610.pd
compres toward kontrol pretest perawatan
f. (2016).
body dan desain kelompok
temperature of posttest. Itu dengan
children with sampel dari perbedaan rata-
hipertermia in penelitian ini rata: -1,09, ada
bougenville adalah 20 anak penurunan
room dr. haryoto yang dipilih oleh dalam suhu
lumajang purposive tubuh setelah
hospital) sampling dalam menerapkan
waktu 5-10 hangat
menit dilakukan kompres ke
dalam 1 kali grup kontrol
dalam sehari. dengan rata-
rata
perbedaan: -
0,65, ada
perbedaan
dalam tubuh
suhu dalam
kelompok
perlakuan dan
kontrol
kelompok
setelah
kompres
bawang

3.2 Pembahasan

Jurnal Pengaruh Pemberian Tumbukan Bawang Merah Terhadap

Penurunan Demam Sebagai Penurun Suhu Tubuh Pada Balita Demam Di

Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2018 penelitian Singgih Wibowo

dan kawan-kawan menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Budidaya Bawang

Merah, Bawang Putih, Bawang Bombay bahwa bawang merah bisa digunakan

tanpa menggunakan campuran bahan lain atau hanya bawang merah saja. Hal ini

sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Suryono dan kawan-kawan di

dusun Tertek Desa Tertek Kecamatan Pare pada bulan April 2014 dalam jurnal
AKP, telah membuktikan bahwa hanya dengan bawang merah saja tanpa

menggunakan bahan menggunakan uji paired sample t test. Hasil penurunan rata-

rata suhu tubuh setelah lain bisa menurunkan suhu tubuh pada anak demam. Dari

penelitian tersebut didapatkan terjadinya penurunan suhu tubuh dari 8 responden,

yaitu penurunan suhu tubuh pada 3 anak yang bersuhu 37,50°C sebesar 37,50%

dan 5 anak yang bersuhu 37,60°C sebesar 62,50%.14,10 Dalam bawang merah

mengandung asam glutamate yang merupakan natural essence (penguat rasa

alamiah), terdapat juga senyawa propil disulfide dan propil metal disulfide yang

mudah menguap. Jika dimanfaatkan sesuai dosis yang tepat, maka bawang merah

dapat digunakan sebagai penurun suhu tubuh khususnya pada anak usia 1-5 tahun

yang mengalami peningkatan suhu tubuh. Propil disulfide dan propil metal

disulfide yang mudah menguap ini jika dibalurkan pada tubuh akan menyebabkan

vasodilatasi yang kuat pada kulit, yang memungkinkan percepatan perpindahan

panas dari tubuh ke kulit.

Menurut (Sheeword 2014) hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata

suhu tubuh anak setelah kompres bawang merah yaitu 37,0980C dan suhu

terendah 36,30C,dan suhu tertinggi 37,20C. responden mengalami penurunan suhu

tubuh setelah dilakukan kompres bawang merah yaitu 0,7340C diketahui nilai

signifikan 0,000 (p <0,005) yang artinya ada perbedaan antara sebelum dan

setelah diberikan.

Menurut (Rahayu 2015) hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata

bawang merah dari 8 responden semua mengalami penurunan suhu tubuh menjadi

normal dianataranya 3 anak yang bersuhu 37,500C dan 5 anak yang besuhu
37,60oC analisis yang digunakan untuk mengetahui rentang penurunan suhu tubuh

pada anak adalah dengan menggunakan analisa uji T 2 sampel berpasangan di

dapatkan hasil signifikan P= 0,000 (ὰ <0,05) jadi dapat disimpulkan bahwa ada

pengaruh pemberian bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh pada anak.

Berdasarkan Teori menurut (Arikunto) bahwa hasil intervensi yang telah

dilakukan setelah pemberian tumbukan bawang merah pada punggung balita

demam, diketahui bahwa 12 dari 16 orang responden mempunyai diagnosa

common cold dan 4 dari 16 orang responden mempunyai diagnosa ispa.

Berdasarkan penurunan suhu tubuh yang telah didapatkan setelah memberikan

intervensi, diketahui bahwa diagnosa yang telah didapatkan dari masing-masing

anak demam tidak mempengaruhi pada penurunan suhu tubuh, karena pada anak

yang mempunyai diagnosa ispa ataupun common cold cenderung mempunyai

rerata penurunan suhu tubuh yang sama, yaitu 0,4oC. Penelitian ini bermanfaat

untuk mengatasi balita demam, terlebih jika mengalami peningkatan suhu tubuh

pada malam hari dan tidak tersedia obat penurun panas di rumah. Bawang merah

dapat dijadikan alternatif pertama sebagai penurun suhu tubuh anak, karena

bawang merah umumnya sudah tersedia di dapur rumah dan sering digunakan

sebagai bahan masakan. Pemberian tumbukan bawang merah ini hanya efektif

untuk anak yang mempunyai suhu tubuh tidak terlalu tinggi, yaitu < 39oC, karena

rata penurunan suhu tubuh pada setiap anak hanya 0,4

Berdasarkan Rumah Sakit Toto Kabila yang dilihat bahwa masih banyak

orang tua yang belum tau tentang Kandungan bawang merah diantaranya Minyak

atsiri, Sikloaliin, Metilaiin, Dihidrolaiin, Flavongikosida, Kuersetin, Saponin.


Dalam bawang merah mengandung asam glutamate yang merupakan natural

essence (penguat rasa alamiah), terdapat juga senyawa propil disulfide dan propil

metal disulfide yang mudah menguap. Jika dimanfaatkan sesuai dosis yang tepat,

maka bawang merah dapat digunakan sebagai penurun suhu tubuh

Kelebihan efektifitas pemberian tumbukan bawang merah dapat digunakan

sebagai obat tradisional untuk menurunkan demam kepada anak –anak dan bisa

diterapkan dalam pelayanan kesehatan Di Rumah Sakit Toto Kabila dan

Kekurangan Efektifitas pemberian tumbukan bawang merah masih banyak orang

tua dan perawat belum mengunakan sebagai obat untuk menurunkan demam pada

anak

Implikasi keperawatan, Berdasarkan konsep keperawatan penanganan

demam pada anak ini masuk ke dalam keperawatan anak yakni Demam Dalam

keperawatan, Demam masuk di diagnosa keperawatan domain 11

Keamanan/Proteksi kelas 6 Pengaturan Suhu , kode 00007 diagnosa Hipertermia

Hipertermia adalah Suhu Tubuh Meningkat Diatas rentang normal tubuh. Pada

saran juga tercantum bahwa Hipertermi dihubungkan dengan penyakit Demam


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Terapi Tumbukan Bawang Merah Dapat menurunakn suhu tubuh pada

balita demam dan kandungan bawang merah asam glutamate yang merupakan

natural essence (penguat rasa alamiah, terdapat juga senyawa profil disulfide dan

profil mental disulfide yang mudah menguap dan jika dimanfaatkan sesuai dosis

yang tepat maka bawang merah dapat digunakan sebagai penurunan suhu tubuh

pada anak yang mengalami peningkatan suhu tubuh .

4.2 Saran

4.2.1 Bagi Perawat


analisis jurnal ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan efektivitas

tentang kegunaan bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh pada anak

demam

4.2.2. Bagi Poli Klinik Anak

analisis jurnal ini dapat menjadi masukan bagi Rumah Sakit dalam

penggunaan terapi komplementer khususnya Pemberian Tumbukan Bawang

merah dapat menurunkan demam pada anak


DAFTAR PUSTAKA

Danarti, Dessy. Kesehatan Bayi dan Anak. Yogyakarta: G-media; 2013.


Data Anak Demam Dari Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2016
Behrman, dkk. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : EGC
Anurogo, Dito dan Ari Wulandari. Penyakit yang Banyak ditemukan di
Masyrakat.Yogyakarta : Rapha Publishing; 2014.
Setya DS, Bayu. Koleksi Tumbuhan Berkhasiat. Yogyakarta: Rapha Publishing;
2013
Wibowo, Singgih. Budidaya bawang putih, merah dan bombay. Jakarta: Penebar
Swadaya anggota Ikapi; 2015
Prasetya Subagja, Hamid. Kitab Ramuan Tradisional dan Herbal Nusantara.
Jakarta: Transmedia; September 2013
Suryono,Sukatmi, Tinuk Dwi Jayanti. Efektifitas Bawang Merah Sebagai Penurun
Suhu Tubuh Pada Anak Febris Usia 1-5 Tahun. Jurnal AKP 2017
Supani Ibunda dan Ari Wulandari. Herbal Nusantara : 1001 Ramuan Tradisional
Asli Indonesia. Yogyakarta: Rapha Publishing; 2015
Djunarko, Ipang dan Yosephine Dian Hendrawati. Swamedikasi yang Baik dan
Benar. Yogyakarta: PT Intan Sejati; 2014
Rahayu utami Ningsih, Wahyu. Menjadi Dokter Bagi Anak Anda. Yogyakarta:
Cakrawala Ilmu; 2015.
Suparni, Ibunda. Manfaat dan Khasiat Sehat dari Dapur Anda. Yogyakarta: Rapha
Publishing; 2013.
SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)

No Tindakan

Persiapan Klien

1 Sampaikan Salam Terapeutik

2 jelaskan pada klien tentang tujuan dan prosedur tindakan yang akan

dilakukan, tujuan dan hasil tindakan

Persiapan Alat

3 Bawang Merah

4 Minyak Kelapa

5 Tissue

6 Stopwatch

Pelaksanaan

7 menyiapkan alat sesuai dengan kebutuhan

8 melakukan cuci tangan dengan benar

9 menyampaikan tujuan dan prosedur tindakan

10 mengambil bawang merah kemudian tumbukan setelah itu tuangkan

minyak kelapa sedikit

11 Mengukur suhu tubuh sebelum dilakukan kompres bawang merah

12 letakan tumbukan bawang merah yang sudah tercampur minyak pada

tissue atau kain halus

13 kompres pada bagian paha atau perut anak

13 diamkan selama 10-15 menit


14 diamkan selam 10-15 menit

15 dilakukan 1 kali dalam sehari

16 sesudah diberikan tumbukan bawang merah kemudian diukur kembali

suhu tubuh anak tersebut

17 Rapikan pasien

18 rapikan alat

19 mencuci tanggan

Evaluasi

20 Melakukan evaluasi kepada pasien setelah dilakukan kompres

tumbukan bawang merah

Dokumentasi

21 Mencatat hasil tindakan yang telah dilakukan

22 mencatat perubahan suhu tubuh