You are on page 1of 6

Perawatan payudara & tekhnik Menyusui 40

PERAWATAN PAYUDARA & TEKNIK MENYUSUI


Ns. Hastri Fitrayati Sigiri, S.Kep
A. Pengertian
Adalah pemeliharaan buah dada/ payudara sehingga produksi ASI lancar dan menghindari
kesulitan dalam menyusui.

B. Tujuan
1. Memelihara kebersihan payudara
2. Melenturkan dan menguatkan putting susu
3. Memperlancar produksi ASI
4. ASI dapat keluar dengan lancar dan menghindari kesulitan dalam menyusui.

C. Persiapan Alat Dan Bahan


1. Minyak kelapa atau baby oil
2. 2 buah handuk
3. 2 buah waslap
4. air panas dan dingin (bukan air es) dijadikan air hangat
5. 2 buah Waskom
6. kutang bersih sesuai dengan ukuran payudara
Perawatan payudara & tekhnik Menyusui 41
FORMAT PENILAIAN PERAWATAN PAYUDARA
Nama :
NIM :
Kelas :
TGL:
NO TINDAKAN 0 1 2
1 Mengecek program terapi medic
2 Mengucapkan salam terapeutik
3 Melakukan evaluasi/ validasi
4 Melakukan kontrak (waktu, tempat, topik)
5 Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah tindakan
6 Mendekatkan alat-alat didekat pasien
7 Tutup pintu, tirai jendela pada kamar klien
8 Mencuci tangan
9 Basahi kapas dengan menggunakan minyak/ baby oil, lalu bersihkan putting susu dengan
gerakan memutar, bersihkan sampai bersih
10 Memasang handuk pertama di punggung ibu dan handuk yang kedua di bawah dada ibu
Melakukan Pengurutan
11 Melakukan pengurutan I : Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak, Kedua tangan
diletakkan diantara kedua payudara kearah atas, samping, bawah dan lepaskan ke arah depan
(lakukan gerakan 20 - 30 kali) selama ± 5 menit
12 Gerakan II : Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak , Telapak tangan kiri menopang
payudara kiri, dan jari-jari tangan saling dirapatkan, Sisi kelingking kanan mengurut
payudara kiri dari pangkal payudara ke arah puting, demikian pula pada payudara sebelah
kanan (lakukan 20 - 30 kali) selama ± 5 menit
13 Gerakan III : Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak, Telapak tangan kiri menopang
payudara kiri, jari-jari tangan dikepalkan, tulang-tulang kepalan tangan kanan mengurut
payudara dari pangkal ke arah puting (lakukan 20-30 kali) selama ± 5 menit
14 Lakukan perangsangan payudara dengan air hangat dan dingin dengan bergantian, siram
15 Kompres payudara dengan air hangat dulu baru air dingin, bergantian sampai 5 menit
16 Keringkan payudara dengan handuk
17 Gunakan BH yang menopang payudara, bukan yang menekan payudara
18 Rapikan Pasien dan memposisikan ke posisi yang nyaman
19 Merapikan peralatan
20 Mengevaluasi respon klien (tanyakan apakah klien sudah merasa nyaman)
21 Merencanakan tindak lanjut
22 Melakukan kontrak yang akan datang (waktu, tempat, topik)
23 Melakukan dokumentasi tindakan dan hasil

Keterangan: Unaaha, April 2017


Nilai Batas Lulus = 68 (B) Pembimbing
0 : Tidak Dilakukan
1 : Dilakukan tidak berurutan/ kurang tepat
serta tidak lengkap
2 : Dilakukan dengan tepat Ns. Hastri Fitrayati Sigiri, S.Kep
Perawatan payudara & tekhnik Menyusui 42
TEKNIK MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR
Ns. Hastri Fitrayati Sigiri, S.Kep

A. Pengertian
Adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan
benar (Suradi dan Hesti, 2004).
B. Fungsi Menyusui Yang Baik dan Benar
1. Putting susu tidak lecet
2. Perlekatan menyusu pada bayi kuat
3. Bayi menjadi tenang
C. Akibat tidak Menyusui dengan Benar
1. Putting susu menjadi lecet
2. ASI tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI
3. Bayi enggan menyusu
D. Tanda bayi menyusui dengan benar
1. Bayi tampak tenang
2. Badan bayi menempel pada perut ibu
3. Mulut bayi terbuka lebar
4. Dagu bayi menempel pada payudara ibu
5. Sebagian areola masuk dalam mulut bayi, areola bawah masuk lebih banyak
6. Bayi Nampak menghisap kuat dengan irama perlahan
7. Puting susu tidak terasa nyeri
8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
9. Kepala bayi agak menengadah

Gambar 1. Perlekatan Menyusu Yang Baik


E. Posisi Menyusui
1. Biological Nurturing (Laid back breastfeeding position)

Gambar 2. Posisi Laid Back


Dalam posisi laid-back para ibu merasa badan lebih rileks, ketegangan di kepala,
leher, pundak dan punggung sangat jauh berbeda dibanding duduk tegak. Luka jahitan pun –
baik luka episiotomi ataupun luka operasi caesar – dirasakan lebih minimal dibandingkan
duduk tegak. Ibu juga tidak perlu terlalu berkonsentrasi untuk memikirkan posisi dan
pelekatan yang benar. Hal ini sangat mendukung proses lepasnya hormon oksitosin karena
ibu lebih rileks dan tenang
Ibu mengambil posisi rebahan sambil bersandar, dengan sudut kemiringan antara
15°-64° kemudian bayi diletakkan di atas dada, dan dibiarkan melekat dengan sendirinya.
Pada cara ini, ibu tidak banyak mengintervensi posisi bayi, kedua tangan ibu bebas,
memegang bayi sekedar untuk menjaganya agar tidak terguling. (catatan: Ingat bahwa ibu
rebahan bersandar, bukan telentang 180 derajat)
Perawatan payudara & tekhnik Menyusui 43
2. Crade Hold

Gambar 3. Posisi Crade Hold


Ibu duduk tegak, kepala bayi disangga oleh tangan yang satu sisi dengan payudara yang
disusukan. Posisi ini paling umum digunakan, termasuk di masyarakat kita, tapi bukan
berarti semua orang pasti nyaman dengan posisi ini. Pada cradle hold kita biasanya agak
sulit mengatur kepala bayi dan mengarahkannya ke payudara ibu
3. Cross Cradle Hold

Gambar 4. Posisi Cross Cradle Hold


kepala bayi disanggah oleh tangan yang berlawanan arah terhadap payudara yang disusukan.
Posisi ini bisa digunakan untuk bayi kecil
4. Football Hold (Posisi bawah lengan)

Gambar 5. Posisi Hold


Posisi bayi ada di bawah lengan ibu yang satu sisi dengan payudara. Jika bayi agak
sulit melekat, posisi ini juga bisa dicoba. Juga cocok digunakan saat menyusui bayi kembar
atau jika saluran ASI tersumbat
5. Side-Lying Position (Tidur menyamping)

Gambar 6. Posisi Side-Lying


Posisi ini bisa digunakan saat ibu ingin menyusui sambil istirahat, atau setelah operasi
caesar.
6. Double Football / Double Cradle

Gambar 7. Posisi Double Football/ Double Cradle


Perawatan payudara & tekhnik Menyusui 44
Untuk ibu yang memiliki anak kembar, bisa menyusui dua anak sekaligus dengan
posisi double football atau double cradle, atau kombinasi keduanya. Saat menyusui bayi
kembar, pada awalnya mungkin Bunda perlu bantuan anggota keluarga lain, dan perlu
menyiapkan bantal-bantal untuk memudahkan
F. Cara Memasukkan Payudara ke Mulut Bayi
Untuk memasukkan payudara ke mulut bayi, biasanya akan lebih mudah jika kita menunggu
sampai mulut bayi benar-benar terbuka lebar dan mendahulukan majunya dagu dan bibir bawah
untuk menempel pada payudara

Gambar 8. Cara memasukkan payudara ke mulut bayi

G. Lama dan Frekuensi Menyusui


Sebaiknya dalam menyusui bayi tidak teradwal, sehingga tindakan menyusui bayi dilakukan
di setiap saat bayi membutuhkan, karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus
menyusui bayinya apabila bayinya menangis bukan karena sebab lain (kencing, kepanasan atau
sekedar ingin di dekap) atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat
mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalma
waktu 2 jam.
Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara, maka sebaiknya setiap kali menyusui
harus dengan kedua payudara. Pesankan kepada ibu agar berusaha menyusui sampai payudara
terasa kosong, agar produksi ASI menjadi lebih baik. Selama masa menyusui sebaiknya ibu
menggunakan kutang (BH) yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.
Perawatan payudara & tekhnik Menyusui 45
FORMAT PENILAIAN TEKHNIK MENYUSUI

Nama :
NIM :
Kelas :
TGL:
NO TINDAKAN
0 1 2
1 Mengecek program terapi medic
2 Mengucapkan salam terapeutik
3 Melakukan evaluasi/ validasi
4 Melakukan kontrak (waktu, tempat, topik)
5 Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah tindakan
6 Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya dan menyampaikan
keinginan terkait teknik menyusui sesuai keadaannya
7 Menjaga privacy klien
8 Anjurkan klien untuk mengendong bayinya, kemudian duduk bersandar
dengan kaki tertopang (tidak menggantung)
9 Anjurkan klien untuk membuka penutup payudaraya
10 Posisikan bayi sejajar dengan payudara (kepala dan tubuh bayi bersentuhan
dengan tubuh klien)
11 Tekan perlahan dagu bayi dna arahkan ke putting susu klien, hingga bayi
mencari putting susu
12 Masukkan seluruh putting susu hingga areola kemulut bayi (diatas lidah)
13 Gunakan ibu jari untuk menekan bagian atas payudara, sedangkan jari
lainnya menopang payudara bagian bawah
14 Pertahankan kontak mata selama menyusui
15 Masukkan jari kelingking ke salah satu sudut mulut bayi apabila akan
menghentikan pemberian ASI
16 Sendawakan bayi (bayi diposisikan bersandar di pundak atau telungkupkan
bayi melintang di atas pangkuan klien lalu gosok-gosok atau tepuk-tepuk
punggung bayi dengan lembut)
17 Mengevaluasi respon klien dan juga respon bayi
18 Merencanakan tindak lanjut
19 Melakukan kontrak yang akan datang (waktu, tempat, topik)
20 Melakukan dokumentasi tindakan dan hasil

Keterangan: Unaaha, April 2017


Nilai Batas Lulus = 68 (B) Pembimbing
0 : Tidak Dilakukan
1 : Dilakukan tidak berurutan/ kurang tepat
serta tidak lengkap Ns. Hastri Fitrayati Sigiri, S.Kep
2 : Dilakukan dengan tepat

Nilai : Nilai yang didapat x 100 %


∑ Aspek yang dinilai x 2

Bobot Penilaian
A : 79 – 100
B : 68 - 78