You are on page 1of 3

Pengambilan Analisa Gas Darah/Arterial Blood Gas (AGD/ABG)

Pengertian

Pengambilan sampel darah arteri adalah darah yang didapatkan dari arteri, dengan tujuan utama
untuk mendapatkan analisa gas darah. Sampel dapat diambil melalui kateter yang dipasang pada
arteri, atau dengan menggunakan jarum dan spuit untuk menembus arteri. Spuit yang digunakan
adalah yang telah di pre-heparinisasi dan dirancang untuk meminimalisir paparan udara yang dapat
mempengaruhi hasil anaalisa gas darah.1

Tujuan dan Indikasi

Memberikan praktisi terhadap gambaran keadaan pasien untuk menentukan fungsi respiratorik,
metabolik, dan fungsi ginjal agar dapat memberikan terapi yang cepat.2

Indikasi

British Thoracic Society Guidelines 2017:3

 Semua pasien dengan sakit berat (critically ill patients)


 Hypoxaemia (SpO2<94%) atau kondisi pasien membutuhkan oksigen untuk mencapai target
saturasi
 Penurunan saturasi oksigen atau peningkatan sesak napas pada pasien dengan hipoksemia
kronis yang sebelumnya stabil.
 Setiap pasien yang sebelumnya stabil kemudian mengalami kemunduran dan membutuhkan
fraksi oksigen inspirasi yang meningkat secara signifikan untuk mempertahankan saturasi
oksigen konstan.
 Setiap pasien dengan faktor risiko kegagalan pernapasan hiperkapnic yang mengalami sesak
napas akut, penurunan saturasi oksigen, kantuk, atau gejala lain dari retensi CO2
 Pasien yang terengah-engah, berisiko mengalami kondisi metabolisme seperti ketoasidosis
diabetikum atau asidosis metabolik akibat gagal ginjal.
 kondisi medis lain yang akan menunjukkan bahwa hasil gas darah akan berguna dalam
manajemen pasien (mis. Perubahan Early warning score yang tidak terduga)

Kontra indikasi:2,4

 Pasien menolak
 Tidak adanya sirkulasi ulnar – allen test (-)
 Gangguan sirkulasi (Raynaud’s disease)
 Arteriovenous fistula
 Gangguan anatomi/trauma/luka bakar pada anggota gerak pada atau proksimal dari tempat
penusukan
 Gangguan pembekuan atau sedang menjalanin terapi antikoagulan dosis menegah hingga
tinggi
 Gangguan koagulopati berat
 Riwayat spasme arterial
 Adanya tanda infeksi di sekitar/lokasi tempat penusukan

Alat dan Bahan1,2,4

 Pack dressing steril


 Apron dan sarung tangan steril
 Ice box berisi es yang telah dihancurkan apabila analisa tidak dilakukan secara langsung
 Baki bersih
 Kassa steril dan plester
 Kontainer benda tajam
 2% chlorhexidine dalam 70% alkohol swab
 Spuit analisa gas darah (pre-heparinisasi)
 Jarum 20G,23G,dan 25G (tergantung lokasi penusukan) dengan pengaman.

Prosedur pengambilan sampel analisa gas darah1,2

1. Perkenalkan diri kepada pasien dan lakukan informed consent


2. Minta pasien untuk tidur dalam keadaan tenang. Minta pertolongan perawat apabila pasien
tidak tenang. Apabila pasien menggemgam tangannya, menangis atau menahan napasnya,
hal ini dapat menggangu hasil tes
3. Persiapkan alat dan bahan
4. Tentukan lokasi tempat penusukan (radial artery, brachial artery, atau femoral artery)
5. Apabila lokasi penusukan adalah arteri radialis, lakukan allen test untuk menilai sirkulasi
kolateral
6. cuci tangan, gunakan apron, dan proteksi wajah.
7. Lakukan desinfeksi lokasi tempat pengambilan sampel dengan alkohol 70% dan biarkan
mengering
8. Jika jarum dan spuit belum tersambung, sambung jarum dengan spuit yang telah
diheparinisasi dan tarik spuit hingga batas yang dibutuhkan laboratorium lokal untuk
membaca hasil
9. Pegang spuit seperti memegang anak panah, gunakan jarum telunjuk untuk menglokasi
denyut lagi, informasikan pasien bahwa akan segera dilakukan penusukan dan tusuk dengan
sudur 45 derajat, sekitar 1 cm distal dari jarum telunjuk.
10. Arahkan jarum hingga ke arteri radialis hingga tampak adanya darah, dan biarkan spuit untuk
terisi hingga batas yang telah ditentukan. JANGAN tarik pelatuk dari spuit.
11. Tarik jarum dan spuit; letakkan kassa kering pada tempat penusukan berikan tekanan pada
lokasi penusukan selama 2-3 menit, kemudian lihat pendarahan
12. Pasang pengaman jarum.
13. Keluarkan gelembung udara, tutup spuit dan gulungkan spesimen diantara kedua tangan
untuk mencampurkan spesimen.
14. Berikan label
15. Buang semua barang yang telah digunakan sesuai dengan ketentuan.
16. Buka sarung tangan, cuci tangan dan keringkan
17. Periksa pendarahan pada pasien dan ucapkan terima kasih
18. Antar sampel secepatnya ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan
Komplikasi2

 Hematoma
 Pendarahan
 Iskemia distal
 Parastesia / kebas-kebas
 Sepsis
 Infeksi kepada praktisi

Dapus:

1. World Health Organisation (2010). WHO guidelines on drawing blood: best practices in
phlebotomy. Geneva, Switzerland: WHO Document Production Services.
2. Nottingham University Hospitals (2017). Performing Arterial Blood Gases by Direct Arterial
Puncture. A Nursing Practice Guideline for Designated Practitioners. Nottingham: NUH
3. British Thoracic Society (2017) Guideline for emergency oxygen use in adults in healthcare and
emergency settings [Online] Available at: https://www.brit-thoracic.org.uk/standards-of-
care/guidelines/btsguideline-for-emergency-oxygen-use-in-adult-patients/ Accessed
28.02.2019
4. Medscape (2018) Arterial Blood Gas Sampling Technique [Online] Available at:
https://emedicine.medscape.com/article/1902703-technique#showall Accessed 28.02.2019