You are on page 1of 3

Indonesian Department

Bahasa Indonesia
Grade 7 Advanced
Advertorial

A. Pengertian Advertorial

Advertorial adalah bentuk periklanan yang disajikan dengan menggunakan


gaya penulisan jurnalistik. Yang berarti menggunakan pola enam unsur berita, yaitu
5w+1h, seperti pada penulisan straight news dan depth news atau feature. Bentuk
advertorial di setiap media masa berbeda-beda, bergantung pada gaya penulisan
dan format tata letak yang berlaku pada media masing-masing. Sehingga dapat
dikatakan bahwa advertorial adalah iklan dalam bentuk pemberitaan, atau bisa juga
disebut sebagai pemberitaan yang bernafaskan nilai-nilai iklan.

B. Jenis dan sifat advertorial

jenis advertorial dapat dibedakan berdasarkan materi pesan yang


disampaikan dalam penulisannya. Secara garis besar, jenis advertorial dibagi
menjadi:
1. Advertorial produk
Jenis advertorial ini, dalam penulisannya banyak menyajikan
pembahasan mengenai produk (barang) yang akan dipasarkan atau telah
berada di tengah-tengah masyarakat. Topik pembahasan bisa tentang
merk, jenis, kualitas, keberadaan, dan lain sebagainya yang berkaitan
dengan produk. Misalnya, membahas celana jeans model terbaru yang
dikeluarkan oleh perusahaan yang mempunyai merk terkenal.
2. Advertorial jasa
Jenis advertorial ini, dalam penulisannya banyak menyajikan
pembahasan mengenai jasa yang ditawarkan pada khalayak. Topik
pembahasannya bisa tentang jenis atau kualitas pelayanan yang
disediakan oleh perusahaan penyedia jasa. Misalnya, membahas kualitas
layanan penyedia jasa ekspedisi.
3. Advertorial korporat (perusahaan)
Jenis advertorial ini, dalam pembahasannya banyak menyajikan
mengenai eksistensi suatu perusahaan, baik swasta maupun milik
pemerintah. Topik pembahasannya biasanya mengenai kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan.
4. Advertorial pemerintahan
Jenis advertorial ini dalam penulisannya banyak menyajikan pembahasan
mengenai aktivitas di seputar pemerintahan.

sifat-sifat yang terkandung dalam advertorial, antara lain informatif,


eksplanatif, interpretatif, persuasif, argumentatif, influentatif, memuji dan
eksploratif.
C. Fungsi dan tujuan advertorial

Advertorial berfungsi untuk menyatukan informasi dan pesan ke dalam suatu


bangunan yang utuh dengan menggunakan bahasa yang enak dibaca. Disamping
itu, pembahasan disampaikan dengan jelas, tegas, dan mudah dipahami khalayak.
Berdasarkan teori kebutuhan yang dilontarkan seorang psikolog social Abraham
Maslow, kata-kata yang disampaikan bukan hanya sekedar untuk meyakinkan
khalayak, tetapi harus mampu menggoda perhatian, membangkitkan rasa ingin tahu,
dan membangkitkan rasa ingin memiliki. Ketiga hal itu saja belumlah cukup. Yang
paling penting adalah kata-kata (pesan) yang disampaikan juga harus mampu
menciptakan kebutuhan bagi khalayak. Dalam hal ini, pesan yang disampaikan harus
mampu meyakinkan calon investor akan kebutuhan untuk menanamkan modalnya.

D. Anatomi advertorial

advertorial merupakan iklan dalam bentuk pemberitaan, maka dalam


penyajian pun menggunakan tekhnik penulisan yang lazim digunakan dunia
jurnalistik, yakni straight news, depth news, atau feature. Berikut ini adalah anatomi
penulisan features :

1. Intro

Intro dalam gaya penulisan feature merupakan kunci untuk menghasilkan


tulisan yang baik. Secara garis besar intro mempunyai fungsi untuk menarik
perhatian pembaca kepada tulisan itu, dan membuat ancang-ancang dalam
penulisan bahan yang sudah diperoleh. Disamping itu, untuk mencengangkan atau
mengejutkan pembaca, menggelitik rasa ingin tahu, menggugah khayalan pembaca,
atau memberitahukan secara singkat peristiwa kepada pembaca.
Berikut ini bentuk-bentuk intro yang biasa digunakan dalam penulisan
advertorial dengan gaya feature :
a. Naratif, yakni menceritakan suatu keadaan dengan sedemikian rupa yang
membuat pembacanya seolah-olah berada dalam situasi dan suasana yang
digambarkan
b. Deskriptif, yakni menggambarkan suatu keadaan dengan sedemikian rupa
yang membuat pembacanya dapat membayangkan bagaimana sesuatu
digambarkan tersebut
c. Pertanyaan, yakni mengajukan pertanyaan untuk membuka wawasan pada
pembacanya dan sekaligus memberikan jawaban untuk memberikan jawaban
untuk member pengetahuan serta memenuhi rasa ingin tahu pembaca.
d. Kutipan, yakni mengutip pernyataan atau pendapat seseorang yang dinilai
mempunyai daya tarik, kredibilitas, atau intergritas
e. Epigram, adalah menggunakan ungkapan, atau istilah khas yang terkenal di
kehidupan masyarakat.
f. Sapaan, yakni menggunakan kata sapaan yang biasanya digunakan dalam
percakapan sehari-hari

2. Tubuh karangan

ada beberapa pola yang dapat digunakan untuk menyusun dan memperinci
informasi pendukung teras karangan antara lain pola sebagai berikut :
a) Tematik, yakni setiap paragraf memberikan penegasan kembali pada apa
yang telah diuraikan dalam intro
b) Spiral, adalah setiap paragraf merinci apa yang ditulis dalam paragraf
sebelumnya.
c) Blok, yakni setiap paragraf berisi informasi yang pada dasarnya berdiri
sendiri.
3. Penutup karangan

berbeda dengan advertorial bergaya straight news atau depth news, gaya
penulisan feature mirip dengan artikel. Kemiripan tersebut adalah pada bagian akhir
karangan harus mempunyai bagian penutup sebagai klimaks.

4. Struktur penulisan

penulisan dengan gaya feature dapat menggunakan struktur piramida


terbalik, piramida atau piramida kronologis.

5. Jembatan kalimat

pada setiap struktur penulisan selalu ada jembatan kalimat untuk


mempermanis peralihan dari teras ke tubuh, dari tubuh ke bagian penutup. Sehingga
menjadi keseluruhan yang utuh.

E. Teknik advertorial

teknik dalam advertorial antara lain adalah :


1. Persiapan penulisan,

Pada tahap ini, biasanya diawali dengan pencarian ide atau gagasan,
menguji ide, memilih topik, pengumpulan data, dan membuat kerangka karangan
(outline)

2. Pelaksanaan penulisan

Pelaksanaan penulisan baru dilakukan setelah ide dan topik ditetapkan, serta
bahan dan data penunjang terkumpul

3. Perbaikan (editing)

Dalam setiap penulisan, perbaikan mutlak diperlukan. Editing berguna untuk


mengetahui kemungkinan-kemungkinan kesalahan dalam pengetikan, penulisan
gramatika dan relevansi data.

4. Menetapkan judul

Judul merupakan identitas penulisan. Tanpa judul, bila diibaratkan dengan


manusia yang tanpa nama, tulisan menjadi sesuatu yang anonim. Padahal, pada
dunia komunikasi, judul adalah pesan yang mencerminkan seluruh isi karangan.