You are on page 1of 7

PROPOSAL KEGIATAN

DALAM RANGKA KERJA PRAKTEK (KP)


SISTEM PENAMBANGAN

OLEH :
LD MUH ZAYADI SYABAN
R1D115053

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
2018
I. PENDAHULUAN

Sejalan dengan perkembangan zaman, ternyata kemajuan ilmu pengetahuan


dan teknologi telah merambah pada semua sendi kehidupan manusia, salah satunya
adalah pada teknologi yang digunakan dalam proses penambangan dan pengolahan
suatu sumber daya mineral dan batubara yang bernilai ekonomis, yang kini telah
mengalami kemajuan yang sangat pesat, berbagai metode telah dikembangkan
disertai dengan penggunaan teknologi baru sebagai alat bantu yang lebih efisien dan
berdaya guna telah lama digunakan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan
sangat cepat saat ini, menuntut pula adanya suatu peningkatan dari sumberdaya
manusia sebagai pengguna teknologi tersebut. Sebagai seorang mahasiswa program
Studi Teknik Pertambangan Universitas Halu Oleo saya menyadari bahwa ilmu
pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan yang kebanyakan hanya
berkutat pada teori tanpa adanya aplikasi lapangan, dirasakan belum cukup untuk
dapat mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan. Keterampilan maupun
pengetahuan yang diperoleh melalui aplikasi langsung di lapangan justru dirasa lebih
bermanfaat dalam memenangkan suatu kompetisi masa depan.
Disamping itu, kurikulum pendidikan yang berlaku di Program Studi Teknik
Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo mewajibkan setiap
mahasiswanya untuk melakukan suatu kerja praktek pada suatu perusahaan ataupun
industri, kemudian hasil dari kerja praktek tersebut dapat digunakan sebagai suatu
studi kasus khusus (spesifikasi), yang merupakan salah satu syarat yang harus
dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana program pendidikan Strata – I dalam
bidang pertambangan.
Berdasarkan atas berbagai pertimbangan yang telah dikemukakan diatas,
dengan ini saya bermaksud untuk melaksanakan Kerja Praktek (On Job Training)
pada perusahaan yang Bapak pimpin.

II. SASARANPELAKSANAANKERJA PRAKTEK


Sasaran yang diharapkan dari pelaksanaan kerja praktek ini yaitu mahasiswa
yang melakukan kerja praktek dapat mengetahui dan memahami sistem
penambangan yang diterapkan pada tambang nikel PT. Manunggal Sarana Surya
Pratama.
III. MATERI KERJA PRAKTEK

Materi kerja praktek ini yaitu Sistem Penambangan, yang merupakan suatu
kegiatan yang dilakukan baik secara sederhana maupun mekanis yang meliputi
penggalian, pemberaian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian.

IV. LANDASAN TEORI

Sistem penambangan adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk
membebaskan atau mengambil endapan bahan galian yang mempunyai arti ekonomis
dari batuan induknya untuk diolah lebih lanjut sehinggfa dapat memberikan
keuntungan yang besar dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja yang
terbaik serta meminimalisasi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkannya. Agar
dapat dicapai hal-hal tersebut maka cara penambangan yang diterapkan harus dapat
menjamin :
1. Ongkos penambangan yang seminimal mungkin
2. Perolehan atau mining recovery harus tinggi
3. Efisiensi kerja harus tinggi, hal ini dipengaruhi oleh :
 Jenis alat yang digunakan
 Sinkronisasi kerja yang baik
 Tenaga kerja yang terampil
 Organisasi dan manajemen yang baik
Secara garis besar sistem dan metode penambangan dibagi atas 4 (empat)
bagian yaitu :

1. Tambang terbuka (surface mining)

Tambang terbuka terbagi menjadi beberapa metode yaitu :

 Open pit/open cast/open cut

Metode ini biasanya diterapkan untuk menambang endapan-endapan bijih


(ore) secara umum metode ini menggunbakan siklus operasi penambanga
yang konvensional, yaitu pemecahan batuan dengan pemboran dan
peledakan, diikuti operasi penanganan material penggalian, pemuatan dan
pengangkutan. Perbedaan antara open pit dengan open cut/open mine/open
cust dicirikan oleh arah penggalian atau arah penambangan. Disebut open
pit apabila penggalian endapan bijih dilakukan pada suatu lereng bukit.
Jadi penerapan open pit atau open cut sangat tergantung pada letakj atau
bentuk endapan bijih yang akan ditambang. Perbedaan open pit dan open
cast juga dilihat dari pemindahan tanah penutupntya. Pada open pit tanah
penutup dikupas dan dipindahkan kesuatu daerah pembuangan yang tidak
ada endapan dibawahnya, sedangkan pada open cast tanah penutup tidak
dibuang ke daerah pembuangan, tetapi dibuang ke daerah bekas tambang
yang berabatasan.

 Quarry (kuari)

Kuari adalah suatu metode tambang terbuka yang ditetapkan untuk


menambang endapan-endapan bahan galian industri atau mineral
berdasarkan letak endapan yang digali atau arah penambangannya. Secara
garis besar kuari dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu side hill tipe
yang merupakan sistem untuk menambang batuan atau endapan mineral
industri yang letaknya dilereng bukit atau endapannya berbentuk bukit. Pit
tipe, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan minerakl industri
yang terletak pada suatu daerah yang relatif datar. Jadi tempat kerjanya
(front) digali kearah bawah sehingga membuat cekungan (pit).

 Strip Mine

Stripe mine adalah sistem tambang terbuka yang diterapkan untuk


menambang endapan-endapan sedimenter yang letaknya kurang lebih
mendatar, misalnya tambang batubara.

 Alluvial Mine

Alluvial merupakn sistem penambangan yang digunakan untuk


menambang endsapan-endapan alluvial misalnya tambang bijih timah,
pasir besi, dan lain-lain. Berdasarkan cara penggaliannya maka alluvial
mine dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

o Tambang semprot (hydraulicking)

o Penambangan dengan kapal keruk (dredging)

o Manual mining method

2. Tambang bawah tanah

 Metode tanpa penyangga (Non supported / open stope method)


Metode tanpa penyangga adalah penambang tanpa membuat penyangga-
penyangga. Syarat bahan galian yang dapat ditambang dengan metode ini
adalah atapnya cukup kuat menahan beban tanpa disangga.

 Metode dengan penyangga (supported stope method)

o Cut and Fill


Adalah suatu metode penambangan dengan jalan mengambil bagian
demi bagian (slice by) dimana bagian yang sudah ditaambang
dikeluarkan orenya lalu dimasukan material pengisi sebelum
penambangan berikutnya dilakukan.Material pengisi disini berfungsi
sebagai tempat berpijak untuk pemboran dan penggalian berikutnya,
sebagai penyanggah batuan sekelilingnya,Untuk mencegah terjadinya
penurunaan permukaan.
o Stull Stoping
Adalah suatu metode penambangan yang menggunakan penyanggaan
kayu (timber), dan penyangga dipasang langssung dari hanging wall ke
foot wall. Penyangga ini disebut stull. Penyanggaan ini bias
sistimatis,tetapi bias juga hanya dipasang setempat bila bila keadaan
batuan memungkinkan.
o Square Set Stoping
Square set stoping merupakan sistem panambangan dengan
penyanggaan secara sitematis yang saling tegak lurus kesegala
arah (tiga dimensi). Penyangga ini memilki kerangka berupa kubus
maupun empat persegi panjang.
 Metode Ambrukan (Caving Method)
Metode ambrukan (caving method) adalah cara penambangan untuk
endapan bijih dimana penambangan dilakuakn pertama-tama dengan
melakukan penggalian bagian bawah (under cutting) yang kemudian
menyebabkan runtuhnya batuan dibagian atas akibat berat batuan itu
sendiri/tekanan dari samping/gabungan dari keduanya. Atau biasa juga
diartikan dengan cara penambangan endapan bijih pada tambang bawah
tanah dengan cara pengambrukan / meruntuhkan bijih bagian atas setelah
dibuat lombong ambrukan di bagian bawahnya.Caving method adalah
metode penambangan yang bertujuan untuk memotong bagian bawah dari
blok bijih sehingga blok bijih tersebut mengalami keruntuhan. Metode ini
diterapkan terutama pada blok badan bijih yang besar karena tingkat
produksinya yang lebih tinggi. Bidang pada massa batuan dengan ukuran
yang sudah di tentukan di ledakan pada tahap level Undercut sehingga
massa batuan yang berada diatasnya akan runtuh. Penarikan bijih hasil
runtuhan pada bagian bawah kolom bijih menyebabkan proses runtuhan
akan berlanjut keatas sampai semua bijih diatas level undercut hancur
menjadi ukuran yang sesuai untuk proses selanjutnya.

3. Tambang Bawah Air

Tambang bawah air (underwater mining) adalah metode penambangan yang


kegiatan penggaliannya dilakukan dibawah permukaan air atau endapan
mineral berharganya terletak dibawah permukaan air. Jenis peralatan yang
digunakan dibagi atas empat jenis yaitu :

o Menggunakan kapal keruk laut dalam (> 50 m)

o Mengguynakan kapal keruk hidrolik

o Menggunakan kapal keruk dengan jaring tarik (drag net)

o Menggunakan kapal isap laut dalam

V. MATAKULIAH PENUNJANG
Materi kerja praktek ini di tunjang oleh beberapa mata kuliah yang telah di
ambil sebelumnya oleh mahasiswa yang bersangkutan, yaitu Teknik Eksplorasi,
Pemodelan dan Evaluasi Cadangan, Pengeboran dan Penggalian serta sistem dan
metode penambangan.

VI. RENCANA KEGIATAN


Pelaksanaan kerja praktek ini di rencanakan dilakukan selama kurang lebih 1
(bulan) bulan tidak terhitung dari tahap persiapan, yaitu sekitar akhir bulan Januari
sampai dengan akhir bulan Februarui2019 atau disesuaikan dengan kebijakan
perusahan, dengan pentahapan kegiatan sebagai berikut :
1. Persiapan
2. Kajian pustaka
3. Kegiatan lapangan, pengolahan dan analisis data
4. Penyusunan laporan dan seminar

1.Persiapan

Tahapan ini merupakan tahapan paling awal, sebelum dilaksanakannya kerja


praktek di lapangan, yang meliputi :
 Persiapan administrasi dan pengurusan surat-surat izin di kampus
 Konsultasi dengan pembimbing akademik
 Pengumpulan berbagai literatur
 Pengiriman proposal kerja praktek

Kegiatan ini dilakukan selama 4 (empat) minggu.

2.Kajian Pustaka

Pada tahapan ini akan dilakukan kajian terhadap buku-buku teks, jurnal, yang
relevan dengan materi kerja praktek. Kajian pustaka ini dilakukan selama
pelaksanaan kegiatan KP, baik selama dilapangan maupun dalam analisis dan
pengolahan data.

3.Kegiatan Lapangan dan Analisis Data

Kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan. Kegiatan lapangan meliputi


pengambilan langsung data data di lapangan yang berkaitan dengan Sitem
penambangandan data data lainnya yang relevan. Selanjutnya data data tersebut
diolah dan di analisis di kantor.

4.Pembuatan Laporan dan Seminar Laporan

Kegiatan ini merupakan tahap akhir, semua hasil penelitian akan disajikan
dalam bentuk laporan tertulis yang disusun secara sistematis dan teratur sesuai
dengan acuan/ kode etik tulisan ilmiah. Kegiatan penyusunan laporan dan seminar
laporan dilakukan selama 2(dua) minggu di lingkup perusahaan tambang, yang
selanjutnya akan dipresentasikan di lingkup akademik Program Studi Teknik
Pertambangan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu
Oleo,Kendari.

VII. PENUTUP

Demikian proposal permohonan kerja praktek ini sebagai salah satu


pertimbangan bagi pihak perusahaan PT. Manunggal Sarana Surya Pratama.Besar
harapan kami agar kiranya dapat diberikan kesempatan untuk melakukan On Job
Trining pada perusahaan .