You are on page 1of 5

ANALISI JURNAL PENELITIAN

a. Judul penelitian
hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini dengan kejadian ISPA pada
bayi 0-6 bulan di Puskesmas Moti Kota Ternate
b. Pengarang
Bakri Luange
Amatus Yudi Ismanto
Mickael K Karundeg
c. Sumber
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 4 Nomor 1, Februari 2016

d. Major/ minor subject ( key words )


Pemberian MP-ASI Dini, Kejadian ISPA Bayi 0-6 Bulan

e. Abstract
Earlier supplementary foods of breast milk (MP-ASI) is a food or beverage containing the
nutrients given to baby or children aged 6-24 months in order meet nutritional needs in
addition to breast milk. Acute Respiratory Infections (ARI) is an infectious disease that
attacks the respiratory tract that is caused by bacteria and viruses. The purpose of this study
was to determine the relationship between earlier supplementary foods of breast milk (MP-
ASI) in the incidence of acute respiratory infections (ARI) in baby 0-6 months. The study
design was a descriptive analytic with cross sectional method, the sample selection using
purposive
f. sampling.
The results obtained are 38 respondents. Taking Chi-square
these studies show a link between the feeding of
Earlier Supplementary Foods of Breast Milk (MP-ASI) in the incidence of acute respiratory
infections (ARI) in baby 0-6 months working area of Public Health Moti, Ternate. Advice for
health workers in order to further improve the plan, or the promotion of exclusive breast
feeding until the age of 6 months and the provision of complementary feeding from 6 months
regularly and directly.

a. Tanggal publikasi
Februari 2016

Deskripsi penelitian berdasarkan metode PICO :


1. Tujuan penelitian
a. tujuan umum
mengetahui apakah ada hubungan pemberian MP-ASI dini dengan kajadin ISPA pada
bayi 0 – 6 bulan.
b. Tujuan khusus
 Mengetahui pemberian MP-ASI pada bayi 0 – 6 bulan di wilayah puskesmas moti
 Mengetahui kejadian ISPA pada bayi 0 – 6 bulan di puskesmas moti
 Teranalisis hubungan pemberian makanan pendamping ASI terhadap kejadian
ISPA di puskesmas Moti

2. Desain penelitian
survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.

3. Analisis PICO dan critical thingking

Analisis PICO critical thingking


Populasi kriteria inklusi adalah karakteristik umum
38 responden dari puskesmas moti ternate. subjek penelitian dari satu populasi target yang
kriteria populasi terjangkau dan akan diteliti. Pertimbangan
dari 38 responden 28 diantaranya adalah ibu ilmiah harus menjadi pedoman dalam
rumah tangga. menentukan criteria inklusi. ( nursalam. 2008
dari 38 responden 10 diantaranya adalah ).
lulusan SMU . MP-ASI adalah makanan atau minuman
dari 38 responden yang mengatakan yang mengandung zat gizi, diberikan pada bayi
memberikan MP-ASI pada Bayi 0-6 bulan atau anak usia 6 – 24 bulan guna memenuhi
terdapat 25 responden. kebutuhan gizi selain dari air susu ibu (
dari 38 responden yang mengalami kejadian DepKes RI, 2016 ).
ISPA Berulang sebanyak 26 responden Alasan MP-ASI diberikan pada bayi yang
sedangkan yang mengalami ISPA tidak berumur 6 bulan diantaranya karena pada usia
Berulang sebanyak 12 responden. 3 – 4 bulan bayi mengalami growth spurt (
terdiri dari 23 bayi perempuan dan 15 bayi percepatan pertumbuhan ) yaitu pada masa ini
laki-laki. bayi mengalami peningkatan nafsu makan ,
38 bayi yang berumur 4 – 6 bulan sebanyak tetapi bukan berarti pada saat tersebut bayi siap
25. untuk menerima makanan padat, pada usia 0 –
6 bulan kebutuhan bayi bias dipenuhi hanya
dengan mengonsumsi ASI, umumnya bayi
telah siap dengan makanan padat pada usia 6
bulan karena pada usia ini ASI hanya
memenuhi 60 – 70 % kebutuhan gizi ibu, tidak
dianjurkan untuk memperkenalkan makanan
semi padat atau padat pada bayi berumur 4 – 6
bulan karena system pencernaan mereka belum
siap menerima makan ini, pemberian makanan
sebelum usia 6 bulan dapat meningkatkan
risiko alergi , obesitas, pengurangan minat
terhadap ASI dan alasan mengapa bayi tidak
boleh diberikan MP-ASI pada usia dibawah 6
bulan karena pada masa ini bayi masih
aktifnya reflexs extrusion yaitu bayi akan
mengeluarkan makanan yang ibu sodorkan
kemulutnya, ini meningkatkan risiko tersedak
jika diberikan makanan padat terlalu dini (
chomaria, 2014 ).
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan atas
yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru
paru yang berlangsung kurang lebih 14 hari,
ISPA mengenai struktur saluran diatas laring,
tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai
bagian saluran atas dan bawah secara stimulant
atau berurutan ( muttaqin, 2008 ).
Penyebab dari ISPA yaitu bakteri virus dan
riketsia ( suhandayani, 2007 ).
Intervensi Meningkatkan fungsi kognitif responden
Penelitian ini berlangsung selama dengan cara memberikan penjelasan tentang
factor apa saja yang dapat memicu terjadinya
ISPA pada bayi terutama yang berhubungan
dengan pemberian MP-ASI

compare
Outcome Responden harus mengetahui bahwa bayi
yang diberikan MP-ASI secara dini akan lebih
Meningkatkan fungsi kognitif responden
mudah terkena infeksi saluaran pencernaan
Meningkatkan kualitas hidup bayi dan pernapasan mudah terkena alergi serta
intoleransi susu furmula.
responden
bayi yang di berikan MP-ASI dini sering
mengalami ISPA di bandingkan dengan bayi
yang tidak di berikan MP-ASI dini. Hal ini di
sebabkan karena sistem imun pada bayi yang
kurang dari 6 bulan sempurna, sehingga
pemberian MP-ASI dini sama saja dengan
mempermudah masuknya berbagai jenis
kuman penyakit, apalagi jika makanan di
sajikan secara tidak higienis.
faktor-faktor resiko terjadinya kejadian
ISPA meliputi faktor individu dan
lingkungan. Faktor individu misalnya Berat
badan lahir rendah, Stasus gizi dan
imunisasi lengkap, berat badan lahir
menentukan pertumbuhan dan
perkembangan fisik dan mental pada masa
balita. Bayi dengan berat badan lahir rendah
(BBLR) mempunyai resiko kematian yang
lebih besar dibandingkan dengan berat badan
lahir normal, terutama pada bulan-
bulan pertama kelahiran karena pembentukan
zat anti kekebalan kurang sempurna sehingga
lebih mudah terkena penyakit infeksi, terutama
pneumonia dan sakit saluran pernafasan
lainnya.
Faktor lingkungan meliputi Pencemaran
udara dalam rumah dan ventilasi rumah.
Pencemaran udara dalam rumah seperti Asap
rokok dan asap hasil pembakaran bahan bakar
untuk memasak dengan
konsentrasi tinggi dapat merusak mekanisme
pertahanan paru sehingga akan memudahkan
timbulnya ISPA
dengan ibu mengetahui factor factor apa saja
yang dapat menyebabkan ISPA diharapkan
dapat mencegahnya.
4. kelebihan – kelemahan penelitian
5. manfaat hasil penelitian bagi keperawatan
manfaat praktis
Penelitian ini dapat menjadi informasi bagi perawat mengenai pentingnya memberikan
pemberian ASI ekslusif agar terhindar dari infeksi seperti ISPA.
Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dan tambahan ilmu bagi profesi
keperawatan terutama terkait dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 – 6 bulan
untuk memberikan anti body pada bayi dan hormon sehingga dapat menstimulasi
pertumbuhan dan maturasi sistem pencernan bayi. Selin itu Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan informasi atau gambaran untuk pengembangan penelitian
selanjutnya serta sebagai dasar penelitian lain guna mengembangakan ilmu pengetahuan.