You are on page 1of 13

REFERAT

RADIOANATOMI REPRODUKSI WANITA DAN TEKNIK


PEMERIKSAAN PADA ULTRASOUND GRAY SCALE DAN
TURUNANNYA (DOPPLER DAN ELASTOGRAFI) DAN HSG

Pembimbing:
dr. Rochmawati Istutiningrum, Sp.Rad

Disusun Oleh:
Widi Hadi Siswanto
1810221002

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA


FAKULTAS KEDOKTERAN
SMF RADIOLOGI
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO

2018
LEMBAR PENGESAHAN
REFERAT
RADIOANATOMI REPRODUKSI WANITA DAN TEKNIK
PEMERIKSAAN PADA ULTRASOUND GRAY SCALE DAN
TURUNANNYA (DOPPLER DAN ELASTOGRAFI)

Disusun Oleh:
Widi Hadi Siswanto
1810221002

Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti kepaniteraan Klinik di bagian Radiologi


RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Disetujui dan disahkan,


pada tanggal Oktober, 2018

Pembimbing,

dr. Rochmawati Istutiningrum, Sp.Rad

2
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ 2


DAFTAR ISI ........................................................................................................ 3
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang..................................................................................................... 4
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Anatomi ............................................................................................................. 5
B. USG ................................................................................................................... 9
C. Hysterosalpyngogram ........................................................................................ 10
D. Elastografi .......................................................................................................... 11
III. KESIMPULAN ....................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................13

3
I. PENDAHULUAN

Sistem reproduksi merupakan salah satu komponen sistem tubuh yang


penting meskipun tidak berperan dalam homeostasis dan esensial bagi kehidupan
sesorang. Pada manusia reproduksi berlangsung secara seksual, organ reproduksi
perempuan terbagi atas organ genitalia eksterna dan organ genitalia interna. Organ
genitalia eksterna adalah bagian untuk senggama, senggama sedangkan organ
genitalia interna adalah bagian untuk ovulasi, tempat pembuahan sel telur,
transportasi blastokis, implantasi, dan tumbuh kembang janin.
Sistem reproduksi wanita masih belum matang dan berkembang menjadi
matang saat pubertas dan dapat memproduksi gamet, serta dapat menjadi tempat
untuk tumbuh kembang janin hingga janin dapat mencapai kematangan sempurna.
Organ genitalia eksterna wanita terdiri dari labia mayora, labia minora, mons
veneris, klitoris, orificium uretra, hymen, kelenjar reproduksi. Organ genitalia
interna terdiri dari ovarium, tuba fallopi, uterus, dan vagina.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 2.1 Sistem Reproduksi Wanita

4
II.1 Anatomi
II.1.1 Organ Genital Eksternal
Organ genitalia eksterna wanita terdiri dari labia mayora, labia
minora, mons veneris, klitoris, orificium uretra, hymen, kelenjar
reproduksi.
a. Labia Mayora
struktur terbesar alat kelamin luar perempuan yang tebal dan
berlapiskan lemak. Labia mayora ini mengelilingi organ pada
alat kelamin luar lainnya dan berakhir menjadi mons pubis.
b. Labia Minora
Lipatan kulit halus dan tidak memliki lemak
c. Mons Veneris
Tonjolan lemak yang besar sebagai pertemuan antara sepasang
labia mayora
d. Klitoris
Berupa tonjolan kecil dan memanjang berfungsi sama sepeti
glans penis
e. Orificium Uretra
Muara saluran kencing yang terletak dibawah klitoris
f. Himen
Sering disebut selaput dara
g. Kelenjar Reproduksi
Terdiri dari kelenjar vestibular mayor dan minor serta
parauretralis
II.1.2 Organ Genital Internal
Organ genitalia interna terdiri dari ovarium, tuba fallopi, uterus, dan
vagina.
a. Vagina
Vagina adalah tabung berotot, sekitar 8 cm, yang memanjang
dari vulva ke sekitar leher rahim. Bagian Anterior vagina adalah
dasar kandung kemih dan uretra. Posterior adalah kavum
rectouterine Douglas (cul de sac) dan ampula rektum. Suplai

5
darah melalui arteri vagina dan cabang vagina dari arteri uterus.
Vena vagina membentuk pleksus yang mengalir ke vena internal
iliaka . Pembuluh limfatik dari dua pertiga bagian atas mengalir
ke nodus iliaka internal dan eksternal dan dari sepertiga bawah
ke nodus inguinalis. Secara superior vagina disokong oleh
levator ani, ligamen serviks transversal, puboserviks, dan
ligamen uterosakral, semuanya melekat pada vagina didalam
fasia panggul. Secara inferior, disokong oleh diafragma
urogenital dan perineum.

b. Uterus
Rahim adalah organ berotot berbentuk buah pir, panjang sekitar
8 cm, lebar 5 cm, dan tebal 3 cm. Ia memiliki fundus, dinding
uterus dan cervix. Tuba fallopi masuk kearah superolateral
(cornu) melalui infudibulum kemudianmenyempit di bagian
isthmus, lalu ke bagian ampula. Rongga uterus berbentuk
segitiga pada pototongan koronal, tetapi tampak lonjong pada
potongan sagital. Otot miometrium berhubungan langsung
dengan endometrium berhubungan langsung dengan membran
mukosa uterus dan endoserviks. Pasokan arteri uterus utama
adalah arteri uterus, arteri beranastomosis dengan arteri ovarium.
Dari arteri lanjut mengalir ke vena iliaka internal. Pembuluh

6
limfatik mengalir ke kelenjar getah bening iliaka internal dan
eksternal dan nodus para-aorta. Penyokong Ligamen Uterus
meliputi:
a. Otot levator ani;
b. Ligamen ligamen serviks, pubokerviks, dan uterosakral,
c. Ligamen luas dan bundar.
Setiap tuba Fallopi sekitar 10 cm dan terletak di tepi ligamen,
membentang keluar dari kornu uterus untuk membentuk bagian
lateral berbentuk corong, infundibulum, yang meluas ke luar
ligamentum yang luas dan menjorok ovarium dengan fimbriae.
Pasokan arteri berasal dari arteri ovarium dan uterus dan
adadrainase vena yang sesuai. Drainase limfatik terutama untuk
nodus para-aorta.

Cul-de-sac

7
c. Ovarium
Organ reproduksi ini berbentuk seperti kacang almond yang
berpasangan dan terletak di ovarium f’ossae, terletak di dinding
lateral pelvis. ukuran dan penampilan bervariasi sesuai usia.
Dimensi dewasa normal adalah 3x1. 5x2 cm dengan berat 2-8 g
dan masing-masing ovarium mengandung beberapa folikel
matang, 70.000 folikel yang belum matang, dan postovulasi
corpus lutea dan corpus albicantia. Setelah menopause, ovarium
mengalami atrofi. Ovarium melekat ke bagian belakang
ligamentum oleh mesovarium. Selain itu juga melekat pada
infundibulum Tuba Fallopi seperti yang dijelaskan di atas. Itu
bagian dari ligamentum luas lateral ke mesovarium berlari ke
dinding pelvis lateral dikenal sebagai suspensory ligamentum
ovarium dan di dalamnya terdapat pembuluh darah ovarium dan
pembuluh limfatik. Secara inferior terletak otot levator ani.
Pasokan arteri oleh arteri ovarium, yang timbul dari aorta di Ll
/2. Drainase vena berasal dari pleksus pampiniformis ke dalam
vena ovarium, yang mengalir ke IVC di kanan dan vena renal di
sebelah kiri. Drainase limfa ada di sepanjang pembuluh ovarium
kelenjar getah bening preaortik pada tingkat lumbal pertama dan
kedua ruas.

Bladder

8
II.2 Ultrasonografi
II.2.1 Teknik Dasar Ultrasonografi
Ultrasound menggunakan gelombang suara. Mereka direfleksikan,
dibelokkan atau diserap di dalam tubuh. Gelombang suara yang dipantulkan
menghasilkan gambar ultrasound. Semakin banyak gelombang suara yang
dipantulkan, semakin hyperechogenic (= lebih putih) jaringan dicitrakan. Dengan
refleksi yang dikurangi, gambar akan lebih hypoechogenic, dan anechogenic jika
tidak ada refleksi (= hitam).Baik kecepatan suara melalui jaringan dan kepadatan
jaringan berdampak pada kualitas gambar ultrasound. Jaringan dengan kepadatan
tinggi menghasilkan beberapa pantulan echo (mis. Struktur tulang / berkapur),
menghasilkan gambar hiperogenik. Cairan tidak memantulkan gelombang suara
dan karenanya bersifat anikogenik (= hitam). Jaringan lunak (misalnya organ)
adalah suatu tempat antara hyperechogenic dan anechogenic. Isoechogenic adalah
ketika jaringan memiliki echogenicity yang sama dengan jaringan sekitarnya

II.2.2 USG Doppler

Ultrasonografi Doppler adalah ultrasonografi medis yang


menggunakan efek Doppler untuk menghasilkan pencitraan gerakan
jaringan dan cairan tubuh (biasanya darah) dan kecepatan relatifnya ke
probe. Dalam warna Doppler, perubahan frekuensi diubah menjadi warna
di layar. Biru berarti darah bergerak menjauh dari transduser; merah
berarti darah bergerak menuju transduser (catatan: biru dan merah tidak
selalu berarti darah rendah oksigen dan tinggi oksigen masing-masing).

9
Penjelasan: ketika darah bergerak menuju transduser, panjang gelombang
gelombang suara memendek, frekuensi suara meningkat (pergeseran
Doppler positif). Kebalikannya terjadi dalam darah bergerak menjauh dari
transduser (= pergeseran Doppler negatif)

Fundus Uterus

II.3 Hysterosalpyngogram
Hysterosalpingography (HSG), juga dikenal sebagai uterosalpingography,
adalah prosedur radiologis untuk menyelidiki bentuk rongga uterus dan bentuk
tuba fallopi. HSG dilakukan dengan menyuntikkan bahan radio-opaque ke dalam
kanalis serviks dan biasanya fluoroskopi dengan intensifikasi gambar. Hasil
normal menunjukkan pengisian rongga uterus dan pengisian bilateral tuba fallopi
dengan bahan injeksi. Diindikasikan untuk kasus infertilitas guna melihat
morfologi dan bentuk dari tuba fallopi. prosedur harus dilakukan selama fase
proliferasi siklus menstruasi pasien (hari 6-12), ketika endometrium paling tipis.

10
II.4 Elastografi
Pada pemeriksaan fisik, sudah lama diketahui bahwa tumor ganas cenderung
merasa sulit bila dibandingkan dengan lesi jinak. Elastography adalah salah satu
alat pencitraan medis yang memetakan sifat elastis dan kekakuan jaringan lunak.
Gagasan utamanya adalah apakah jaringan itu keras atau lunak akan memberikan
informasi diagnostik tentang keberadaan atau status penyakit. Sebagai contoh,
tumor kanker akan lebih keras daripada jaringan yang sehat. Elastografi
digunakan untuk penyelidikan banyak kondisi penyakit di banyak organ. Hal ini
dapat digunakan untuk informasi diagnostik tambahan dibandingkan dengan
gambar anatomi belaka, dan dapat digunakan untuk memandu biopsi. Elastografi
digunakan untuk menyelidiki penyakit pada uterus dan ovarium.

11
II. 8 Kesimpulan
Ultrasonografi (USG) salah satu alat pemeriksaan dalam bidang penunjang
diagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang
tinggi dalam menghasilkan imajing, tanpa menggunakan radiasi, tidak
menimbulkan rasa sakit (non traumatic), tidak menimbulkan efek samping (non
invasif). Hal ini sangat menguntungkan terutama pada bidang medis, semakin
memudahkan tenaga medis untuk menegakan diagnosis dan tetap memegang
prinsip pasien safety

12
DAFTAR PUSTAKA

Dunnick NR, Illescas FF, Mitchell S, Cohan RH, Saeed M. Interventional


uroradiology. Invest Radiol 1989;24:831-41.

Ophir, J.; Céspides, I.; Ponnekanti, H.; Li, X. (April 1991). "Elastography: A
quantitative method for imaging the elasticity of biological tissues".
Ultrasonic Imaging. 13 (2): 111–134.

Paul Butler, Adam W. M. Mitchell and Harold Ellis (2007). Applied Radiological
Anatomy for Medical Students. Journal of Anatomy, Cambridge:
Cambridge University Press. ISBN: 9780521819398. 164pp illustrated.
2007

Piloni L, Spazzafumo L. Sonography of the female pelvic floor: clinical


indications and techniques. Pelviperineology 2007; 26: 59–65.

Santoro GA, Wieczorek AP, Dietz HP, Mellgren A, Sultan AH, Shobeiri SA, et
al. State of the art: an integrated approach to pelvic floor ultrasonography.
Ultrasound Obstet Gynecol 2011; 37: 381–96. doi: 10.1002/uog.8816

Sarvazyan A, Hall TJ, Urban MW, Fatemi M, Aglyamov SR, Garra BS. Overview
of elastography–an emerging branch of medical imaging Current Medical
Imaging Reviews, 2011, 7(4):255-282.

Schmidt G, editor. Thieme Clinical Companions: Ultrasound. 3rd German. New


York, NY: Georg Thieme Verlag; 2007. Basic physical and technical
principles

Wells, P. N. T. (Juni 2011). "Medical ultrasound: imaging of soft tissue strain and
elasticity". Journal of the Royal Society, Interface. 8 (64): 1521–1549

13