You are on page 1of 4

ANALISA MANAJEMEN KONFLIK

Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Manajemen Keperawatan

Disusun Oleh : Kelompok 4


Irma Budi Lestari
Kartina Dahri
Melda Mayangrani
Mirwa Hati C
Muchtar Eko P
Widya Sri A

Kelas : III C Transfer

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM S1 TRANSFER
TAHUN 2018
A. Kasus
Selama pergantian dinas malam seorang perawat bernama NK yang bertugas
mengalami sakit dan staf yang lain tidak bisa menggantikannya. Yang bertugas
hanya seorang NK. Mrs. K yang harus melayani 24 pasien. Mrs.K mengatakan
“Bila tidak mendapat perawat yang lain untuk bagian ini, saya akan
melaksanakan pekerjaan ini, saya akan menggantikan shift nya tetapi tidak
mampu tanpa bantuan segera. Saya tidak peduli dengan seorang NK, tapi harus
seorang yang mempunyai keterampilan dalam merawat pasien”. Alasan setiap
orang tidak mau bekerja disini karena mereka bekerja terlalu berat, gaji yang
kecil serta manajemen RS yang tidak memberi perhatian.

B. Manajemen Konflik
1. Penyebab Konflik
Pengkajian :
a. Analisa Situasi
Kasus ini masuk dalam konflik laten karena terjadi terus-menerus
dimana terjadi keterbatasan staff yang memicu ketidakstabilan didalam
manajemen organisasi RS. Dalam hal ini ada kekurangan tenaga kerja
yang ada di ruangan dan Mrs.K bekerja sendiri di ruangan dengan jmlaj
pasien 24 orang, hal ini tentu saja merupakan suatu beban kerja yang
berat.
b. Analisa dan mematikan isu yang berkembang
Hal ini terjadi karena beban kerja terlalu berat, gaji yang kecil serta
manajemen RS yang tidak memberikan perhatian kepada pekerja jadi
pekerja merasa tidak nyaman bekerja di Rumah Sakit dan banyak
pekerja yang memilih untuk mengundurkan diri
c. Menyusun tujuan
1) Meminta tambahan perawat yang bekerja diruangan untuk
membantu tugas.
2) Memperbaiki manajemen khususnya di bidang keperawatan; dalam
sumber daya manusia, keuangan dan penjadwalan shift kerja.
d. Mengidentifikasi
Mengelola perasaan:
Hindari respon emosional karena setiap orang mempunyai respon yang
berbeda terhadap kata-kata, ekspresi dan tindakan.
e. Intervensi
1) Membuka penerimaan anggota baru untuk bekerja pada ruangan
yang Mrs.K kerja
2) Metode yang di gunakan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi
yaitu metode kompromi atau negosiasi yaitu suatu strategi
penyelesaian konflik dimana semua yang terlibat saling menyadari
dan sepakat tentang keinginan bersama. Penyelesaian strategi ini
sering dirtikan sebagai “lose-lose situation” kedua unsur yang
terlibat dan menyerah dan menyepakati hal yang telah diuat.didalam
manajemen keperawatan strategi ini sering digunakan oleh middle-
dan top manajer keperawatan.
Negosiasi pada umumnya sama dengan kolaborasi dan pada
organisasi, negosiasi juga diartikan sebagai suatu pendekatan yang
kompetitif (Marquise dan Huston, 1998). Negosiasi sering dirancang
sebagai suatu pendekatan kompromi jika digunakan sebagai strategi
menyelesaikan konflik. Selama negosiasi berlangsung, masing-
masing yang terlibat menyerah dan lebih menekankan pada
mengakomodasi perbedaan-perbedaan antara keduanya.

2. Buat tujuan, strategi dan ketrampilan khusus untuk menyelesaikan konflik


a. Tujuan
1) Masalah kekurangan tenaga kerja dapat terselesaikan
2) Terjadinya perbaikan manajemen di segala bidang.

b. Strategi
1) Mengumpulkan segala informasi tentang masalah yang terjadi
sebanyak mungkin, mulai dari jadwal kerja, keuangan, jumlah
pegawai dan manajerial di Rumah Sakit
2) Perawat ruangan (Mrs K) meminta kepada manajer agar dapat
menambah perawat untuk membantu pemberian asuhan
keperawatan kepeada pasien di ruangan.
3) Memilih alternative lainnya seperti kolaborasi perawat antar
ruangan jadi jika ada ruangan yang jumlah perawatnya mencukupi
bisa dialihkan ke rungan yang kekurangan tenaga.
4) Selama bernegosiasi dengan manajer, perawat harus bersikap asertif
dan antusias untuk memperbaiki system manajemen Rumah Sakit.

c. Keterampilan Khusus
1) Pastikan bahwa keinginan orang lain sudah di ketahui bersama
2) Perlakukan orang lai sebagai teman dalam menyelesaikan masalah
bukan sebagai musuh. Hadapi masalah yang ada tapi bukan
orangnya.
3) Masalah dapat di terima jika disampaikan dengan baik
4) Perhatikan baik-baik perkataan dan gerak tubuh lawan bicara
5) Antisiasi penolakan yang akan terjadi
6) Aserfif bukan agresif
7) Tunjukkan ketaatan dan keterukaan jika orang lain sepakat terhadap
pendapat.
8) Konsisten terhadap sesuatu yang dianggap benar