You are on page 1of 8

ANALISIS DENGAN ARCGIS

Posted on October 29, 2013by Musnanda

8 Votes

Lingkup Materi Analisis


Proses analisis dengan ArcGIS adalah proses menggabungkan informasi dari
beberapa layer data yang berbeda dengan menggunakan operasi spatial tertentu
dimana kita memulai dari ide yang kita kembangkan dan diaplikasikan dalam
berbagai hal.

Proses analisis untuk menjawab pertanyaan yang terkait dengan ruang disebut juga
analisis spatial. Analisis spatial ini dilakukan dengan menggunakan analisis data
vector, analisis data citra satelit dan analisis data tabular yang ada.

Dalam melakukan analisis dilakukan beberapa langkah:

1. Menentukan permasalahan/pertanyaan kunci


2. Mengumpulkan dan Menyiapkan data
3. Menentukan metode dan alat analisis
4. Melakukan proses analisis
5. Memeriksan dan memperbaiki hasil-hasil analisis tersebut.

Analisis dilakukan dengan tahapan tersebut dengan diawal oleh menentukan


permasalahan atau pertanyaan kunci sebagai leading dalam melakukan analisis.
Dalam kaitan tata ruang misalnya; Bagaimana zonasi yang tepat untuk menentukan
kawasan lindung dan kawasan budidaya? Ini merupakan pertanyaan kunci yang
kemudian bisa dijabarkan lagi menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih detail;

– Bagaimana status zonasi berdasarkan tata ruang sebelumnya?

– Bagaimana tutupan lahan yang ada?


– Bagaimana penggunaan lahan yang ada?

– Bagaimana sebaran wilayah penting untuk konservasi?

– Bagaimana sebaran wilayah penting pengembangan ekonomi?

– Bagaimana sebaran penduduk?

– Bagaimana sebaran fasilitas-fasilitas bagi masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang kemudian memandu proses-proses


selanjutnya dalam analisis dengan GIS.

Dalam proses selanjutnya dilakukan pengumpulan dan pengecekan data, dimana


data-data yang dibutuhkan dalam analisis GIS dikumpulkan dan kemudian
dilakukan pengecekan dalam beberapa aspek seperti format data, skala, sumber,
tinkat kedetailan (skala), dll. Sesudah proses ini dilakukan proses penyiapan data
berupa penyamaan format, system koordinat, dan kemudian melengkapi data-data
yang diperlukan dari berbagai sumber data atau membangun data yang ada sendiri.

Penentuan metode analisis dilakukan sesidah semua data yang dibutuhkan untuk
analisis sudah tersedia. Analisis yang dilakukan terdiri atas berbagai jenis analisis,
dengan menggunakan metode analisis yang sesuai dalam menjawab semua
pertanyaan tersebut.

Selanjutnya adalah proses analisis, proses ini dilakukan dengan menggunakan data
dan metode yang telah diisi. Proses analisis dapat dilakukan menggunakan metode
yang telah ditetapkan dalam menjawab pertanyaan. Proses analisis bisa sederhana
atau kompleks, misalnya pertanyaan tutupan lahan yang ada? Dijawab dengan
mengunakan analisis citra satelit kemudian dioleh dengan software remote sensing
dan menghasilkan tutupan lahan yang ada. Berbeda dengan pertanyaan bagaimana
penggunaan lahan? Ini membutuhkan analisis yang kompleks karena penggunaan
lahan membutuhkan proses verifikasi di lapangan dengan menggunakan survey dan
pengolahan data yang kompleks.
Hasil analisis harus kemudian diperiksa kembali misalnya hasil akhir zonasi yang
dikeluakan kemudian di cross check kembali secara baik. Hasil analisis yang
menggabungkan banyak data, ada kemungkinan kesalahan seperti kesalahan
koordinat atau kesalahan menentukan parameter. Pengecekan dilakukan dengan
merunut baik data serta metode yang digunakan.

Analisis dengan ArcGIS


Analisis yang akan dibahas dalam modul ini adalah analisis dengan menggunakan
ArcGIS. Analisis yang dilakukan terbatas pada analysis tools dalam arctoolbox, yang
terdiri atas:

 Extract
 Overlay
 Proximity
 Statistic
Dalam ArcGIS fungsi ini analisis ini terbagi lagi dalam banyak fungsi misalnya untuk
extract kemudian dibagi lagi atas clip, select, split dan table select. Demikian juga
degan overlay, proximitt dan statistics terdiri atas beberapa pilihan analisis.
Klik Arc Toolbox
Klik Analysis Tools
Akan muncul pilihan Extract, Overlay, Proximity, Statistic yang kemudian bisa
di klik lagi untuk memunculkan fungsi-fungsi clip, erase, buffer atau frequency dari
masing-masing pengelompokan analisis tersebut.

Dalam ArcGIS kemudian tersedia analisis secara khusus dengan extension-extension


seperti spatial analyst, 3D analyst image analyst, network analyst, dll. Extension ini
dibuat untuk mempercepat proses pekerjaan dan dapat secara khusus digunakan
untuk analisis pada bidang tertentu.

Langkah-langkah Melakukan Analisis


Clip adalah proses mengextrak/suatu feature dengan feature yang dijadikan batasan
wilayah clip.

Klik Arc Toolbox


Klik Extract
Klik Clip

Input features = diisikan dengan layer yang akan di clip/dipotong

Clip features = diisikan dengan layer yang akan menjadi pemotong (dalam bentuk
polygon)

Output feature class = diisikan nama layer dan folder hasil clip.

XY tolerance (optional) = diiskan nilai toleransi yang satuannya diisikan pada


pilihan drop menu yang dimulai dengan unknown. Karena optional bagian ini bisa
dilewatkan dan tidak harus diisi.

Select
Merupakan proses pemilihan suatu feature dengan mengunakan SQL berupa
expression yang ditentukan.

Input features=diisikan dengan layer yang akan dipilih.

Output Feature Class= diisikan nama file dan folder dimana hasil akan disimpan

Expresion (optional) diiskan dengan SQL dari informasi yang dipilih dalam data
tabular.

Isikan input feature =Papua_district_bnd_poly


Isikan Output Feature Class= ini akan otomatis diisi dengan belakang file diberi
akhiran select. Nama file bisa diubah tetapi sebaiknya lokasi penyimpanan dibiarkan
sama dengan file asal.

Diiskan Expresion (optional) = “KAB_KOTA=Sarmi” caranya dengan mengklik


query builder.

Klik OK untuk melakukan proses


Split
Adalah proses memisahkan satu layers menjadi beberapa layer dengan
menggunakan satu polygon yang terpecah-pecah.
Misalnya memisahkan satu layers kontur yang besar menjadi beberapa sheet atau
grid seperti gambar berikut.

Input features=diisikan dengan layer yang akan dipisah-pisahkan/split.


Split features=diisikan dengan layer yang akan menjadi pemisah.

Split field= diiskan dengan nama field yang akan menjadi dasar.

Target workspace = diisikan dengan folder dimana hasil split akan disimpan.

XY Tolerance = diisikan dengan angka toleransi jarak yang digunakan dalam analsisi

Tabel Select
Merupakan proses pemilihan table dalam sebuah layer dengan menggunakan expresi
dalam SQL.

Input table = diisikan dengan table/layer yang data tabelnya akan dipilih.

Output table=diiskan dengan nama table dan lokasi akan disimpan.

Expression (optional) = diisikan dengan expresi SQL yang ditetapkan sesuai dengan
tujuan.

Overlay
Erase
Adalah proses menghapus sebagian dari layer dengan menggunakan layer lain
sebagai pembatas wilayah yang dihapus.

Proses analisis ini misalnya dilakukan untuk mengurangi luas kawasan hutan
dengan menghapus bagian danau.
Input features = diiskan dengan layer akan akan dihapus sebagian isinya.

Erase feature = disikan dengan layer yang menjadi batas polygon wilayah terhapus.

Output feature dengan nama file dan lokasi file akan disimpan.

XY tolerance = diiskan dengan batas tolerasi kesalahan dari proses. Biasanya diikan
satuan jarak tertentu seperi meter, km, miles, dll.

Identity
Adalah proses penggabungan satu layer utama dengan layer lain dengan melalukan
overlay dan akan menghasilkan layer utama dengan tambahan input dari layer yang
kana digabungkan.

Input feature = diisikan dengan layer yang akan digabungkan.

Identify features = diisikan layer yang akan digabungkan.

Output feature = diisikan dengan nama dan lokasi folder dimana hasil akan
disimpan.

Join attributes= adalah pilihan mengenai atribut / isi dari table yang akan
digabungkan.

XY tolerance= diisikan dengan jarak toleransi yang digunakan dalam analisis. Ini
bisa diiisikan dengan hitungan meter atau kilometer atau satuan jarak yang lain.

Intersect
Input features= diisikan dengan beberapa layers yang akan diintersect

Output feature class= diisikan dengan nama dan lokasi hasil penggabungan akan
disimpan.

Join attribute (optional)= diiisi dengan pilihan semua atribut yang akan disatukan.

XY tolerance(optional)= diisi dengan tolerasi jarak untuk analisis.

Output type (optional)= diiskan dengan jenis output… isikan dengan input supaya
hasilnya sama dengan file input.

Spatial Join

Adalah proses menggabungkan data tabular dengan fungsi join. Proses ini
menggabungkan data tabular target feature/layer yang akan ditambahkan datanya
dengan Join feature yang merupakan feature/table yang akan menjadi
tambahan. Proses ini akan menghasilkan data tabular baru yang merupakan hasil
gabungan 2 tabel tersebut dengan menggunakan pilihan proses penggabungan
(misalnya join_one_to_one).
Target feature =adalah feature yang akan digabungkan

Join feature = feature yang akan digabungkan

Output feature = hasil dari penggabungan, diisikan dengan

Join Operation (optional) = pilihan join, bisa one to many atau one to one

Fiel map of join features =Field yang akan digabungkan.

Match option (optional) =pilihan penggabungan, standar untuk penggabungan


dalahintersect

Distance Field Name (optional) =


Setelah diisikan klik OK

Union
Merupakan proses analisis untuk menggabungkan dua feature dan keseluruhan layer
dan data tabularnya akan disatukan.

Input feature = diisikan dengan layer yang akan digabungkan

Output feature = diisikan dengan feature kedua yang akan digabungkan

Join attribute (optional) = diisikan dengan attribute apa yang akan disatukan,
dengan pilihan all atau FID (attribute dasar).

XY tolerance (optional) diiskan dengan jarak yang digunakan sebagai toleransi


analisis.

Gaps Allowed (optional) = defaultnya dicontreng saja.

PROXIMITY
Buffer

Buffer adalah proses analisis yang digunakan untuk membuat feature tambahan di
sekeliling feature asli dengan menentukan jarak tertentu.

Buffer dapat digunakan untuk feature titik, garis maupun polygon.