You are on page 1of 4

TUGAS

"METODOLOGI ILMIAH "

OLEH :

MUHAMMAD FERRI RAHADIANSYAH SAMIUN


R1D1 15 150

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
1. Menentukan tema :
Penentuan Struktur Urat (Vein) pirit
2. Menentukan judul :
Penentuan Struktur Urat (Vein) Pirit Di Kawasan Malang Selatan
Berdasarkan Respon Geolistrik Polarisasi Terimbas.
3. Menentukan tujuan :
 Untuk mengetahui struktur urat (vein) pirit menggunakan metode
geolistrik.
 Untuk mengetahui interpretasi dibawah permukaan daerah penelitian.
4. Mengidentifikasi masalah :
Penerapan metode geolistrik dalam menentuan struktur urat (vein) pirit
dibawah permukaan daerah penelitian .
5. Merumuskan masalah :
 Apakah metode geolistrik dapat dengan akurat menentuan struktur
urat (vein) pirit dibawah permukaan daerah penelitian ?
 Bagaimana bentuk struktur urat (vein) pirit dibawah permukaan
daerah penelitian ?
 Bagaimana bentuk penampakan dibawah permukaan daerah
penelitian dengan metode geolistrik ?
6. Peninjauan pustaka dan studi literature :
Mineral logam yang terdapat di dalam bumi secara umum dalam
bentuk senyawa-senyawa, misalnya senyawa sulfida yang memiliki
kontras konduktifitas yang tinggi dibandingkan dengan sekelilingnya.
Senyawa ini merupakan penghantar ionik. Oleh karena itu mineral
senyawa ini mudah menimbulkan gejala induced polarization (IP) apabila
arus listrik dialirkan ke dalam bumi. (Parasnis, 1962, dan Telford, 1978).
Gejala adanya induced polarization (IP) dapat diamati dan diukur
dengan cara mengalirkan arus listrik terkontrol ke dalam bumi, untuk
selanjutnya diukur respon IP-nya dalam bentuk: kawasan frekuensi,
kawasan waktu, atau pengukuran sudut fase. Untuk alasan teknis,
penelitian ini dilakukan pada kawasan frekuensi (frequency domain).
Untuk mengetahui respon IP dari suatu mineral, dilihat berdasarkan
parameternya yaitu dengan mendefinisikan Frequency Effect sebagai
berikut:
(𝑣2 −𝑣1 )
𝐹𝐸 = ................................................................................... (1)
𝑣1

Dimana:
V1: respon pada frekuensi tinggi
V2 : respon pada frekuensi rendah
Karena besarnya arus listrik yang diinjeksikan ke dalam bumi adalah sama
untuk semua frekuensi, maka dapat dituliskan dalam bentuk:
(𝜌𝑑𝑐 −𝜌𝑎𝑐 )
𝐹𝐸 = ................................................................................... (2)
𝜌𝑎𝑐
(𝜌𝑑𝑐 −𝜌𝑎𝑐 )
Karena nilai chargeabilitas: 𝑚 = 𝜌𝑎𝑐

maka persamaan (1.2) dapat dituliskan menjadi:


𝑚
𝐹𝐸 = 1−𝑚............................................................................................ (3)

dan
𝐹𝐸
𝑚 = 1−𝐹𝐸.............................................................................................(4)

Dengan menghitung Percent Frequency Effect


(PFE), yaitu:
𝑃𝐹𝐸 = 𝐹𝐸𝑥100%....x100................................................(5)
maka Metal Factor (MF) dapat dihitung dengan
persamaan:
𝑃𝐹𝐸
𝑀𝐹 = 2𝜋𝑥100 .................................................................................(6)
𝜌𝑎𝑐

Dengan diperolehnya respon induced polarization (IP) sebagaimana


dipaparkan di atas, yaitu: resistivitas semu (apparent resistivity), percent
frequency effect (PFE), metal factor (MF), dan kemampuan menyimpan
potensial (Chargeability (m)), maka mineral-mineral terutama kelompok
sulfida termasuk pirit yang berbeda dengan nilai kontras resistivitas yang
sama (tidak dikenali oleh parameter lain) akan lebih mudah untuk dikenali
dengan kombinasi dari parameter-parameter tersebut.
7. Penyusunan hipotesis
 Jika melakukan metode geolistrik di suatu daerah maka dapat
mengetahui bentuk penampakan dibawah permukaan daerah tersebut
 Jika melakukan metode geolistrik maka dapat mengetahui Struktur
Urat (Vein) Pirit.
8. Melakukan eksperimen
Geolistrik polarisasi terimbas menggunakan konfigurasi dipol-dipol
untuk mengetahui respon parameter polarisasi terimbas percent frequency
effect (PFE), metal factor (MF), serta chargeability (m) dilakukan pada
zona mineralisasi pirit di kawasan Malang Selatan. Akuisisi data
menggunakan reistivitymeter ABEM dan home made fungsi frekuensi
pada lokasi tergrid dengan spasi (X,Y) 40cm. Selanjutnya data yang
diperoleh dilakukan pengolahan dan interpretasi menggunakan metode
inversi linear kuadrat terkecil dengan bantuan program RES2DINV versi
3.54.
9. Penarikan kesimpuan
Setelah dilakukan akuisisi data, pengolahan data, dan interpretasi,
dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
 Diperoleh respon yang tegas dari parameterparameter yang terlibat di
dalam metode polarisasi terimbas terhadap tubuh urat pirit di lokasi
penelitian.
 Tubuh utama pirit terletak pada kedalaman 7m sampai dengan 35m
yang terletak antara titik ukur 326 dan 328 serta mendangkal pada
kedalaman 3.5m sampai dengan 15m pada titik ukur antara 303 dan
355.