You are on page 1of 1

Dampak rehabilitasi multidisipliner pada

kualitas hidup pasien hemodialisis di Iran

Tahereh Toulabia, Shirin Mohammadi Kalaveha,


Fatemeh Ghasemia, Khatereh Anbarib
a
Department of Nursing, School of Nursing and Midwifery, Lorestan University of Medical
Sciences, Khorramabad, Iran
b
Department of Social Medicine, School of Medicine, Lorestan University of Medical
Sciences, Khorramabad, Iran
Received 28 October 2014; received in revised form 30 March 2015; accepted 14 May 2015

ABSTRAK

Latar belakang / tujuan: Hemodialisis berkontribusi terhadap perubahan gaya hidup dan status
kesehatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak dari
rehabilitasi partisipatif pada kualitas hidup pasien.
Metode: Kuasi-eksperimental sebelum dan sesudah penelitian ini dilakukan pada 30 pasien di
pusat hemodialisis di Rumah Sakit Hazrat-e-Rasoul di Javanrood selama 2013. Program
rehabilitasi dilaksanakan dengan partisipasi para ahli di bidang keperawatan, fisioterapi, dan
klinis psikologi selama 8 minggu. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah
Ferrans dan Powers Quality of Life Index (QLI) versi hemodialisis yang diselesaikan oleh
asisten peneliti melalui wawancara sebelum dan sesudah program rehabilitasi.
Hasil: Usia rata-rata pasien adalah 55,8 ± 14,3 tahun, 60% adalah laki-laki, dan 93,3%
menikah. Durasi rata-rata hemodialisis adalah 3 ± 2,4 tahun. Skor kualitas hidup semua pasien
sebelum intervensi adalah antara 10 dan 19 (tingkat sedang), yang setelah intervensi,
ditingkatkan ke tingkat yang baik di setengah dari pasien (p <0,001).
Kesimpulan: Program rehabilitasi meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Dengan
temuan ini, pelaksanaan program rehabilitasi dianjurkan di pusat hemodialisis dengan
partisipasi ahli dari berbagai bidang termasuk perawat, fisioterapis, dan psikolog klinis.

Pendahuluan
Penyakit ginjal kronis (CKD) dan metode pengobatannya seperti hemodialisis
mempengaruhi gaya hidup dan status kesehatan pasien. Kualitas hidup sering dianggap sebagai
pemahaman khusus tentang kepuasan dalam kehidupan, sosial dan kesehatan keluarga,
harapan, aturan, dan kesehatan mental. Oleh karena itu, penilaian kualitas hidup, terutama
untuk penyakit kronis dapat menjadi panduan yang berguna untuk meningkatkan kualitas
perawatan kesehatan.
Tgay et al menemukan bahwa gangguan psikologis lebih sering terjadi di antara pasien
yang diobati dengan dialisis dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini mempengaruhi secara
negatif kelangsungan hidup pasien karena meningkatkan tingkat kecemasan dan depresi yang
menyebabkan kualitas hidup berkurang. Penyebabnya adalah