You are on page 1of 8

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pemerintah melalui Permendagri No. 61 tahun 2007 Tentang Pedoman


Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah menetapkan
persyaratan substantif, teknis dan administratif. Salah satu persyaratan
administratif yang harus ada adalah pembuatan dan penyampaian dokumen
Rencana Strategis Bisnis.
Dalam dokumen ini diuraikan tentang Latar Belakang, Tujuan, Pengertian
dan Ruang Lingkup serta Metodologi pembuatan dokumen RSB di Bab I. Dalam
Bab II diuraikan tentang Profil UPT Puskesmas Dukun, Organisasi serta kinerja 3
tahun terakhir. Bab III memaparkan tentang Visi, Misi serta Nilai-nilai yang
diterapkan di UPT Puskesmas Dukun. Bab IV dijabarkan tentang Analisa Kondisi
baik eksternal maupun internal Puskesmas, Strategi serta target kinerja 5 tahun ke
depan. Program Kerja Puskesmas, pagu indikatif, Rencana investasi serta
masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan diuraikan dalam Bab V.
Sedangkan Bab VI diuraikan masalah Prosedur Pelaksanaan dan Akuntabilitas
Program.
Dalam kinerja 3 tahun terakhir dalam Bab II, bila dilihat dari jumlah sisi
Jumlah kunjungan ke Puskesmas, pada tahun 2017 memang terlihat adanya
penurunan, namun hal inni lebih dikarenakan faktor eksternal yaitu adanya
perubahan aturan yang tadinya seluruh kunjungan ke Puskesmas bersifat gratis,
maka pada tahun 2017 kunjungan umum menjadi membayar retribusi dan
tindakan, sedangkan peserta JKN dibayar oleh BPJS dengan sistem kapitasi,
namun bila dilihat dari sisi kinerja keuangan, pada tahun 2017 terjadi peningkatan
yang cukup drastis, SGR meningkat 15,49%, CRR meningkat 69 % dan tingkat
kemandirian meningkat 3,57% pada tahun 2016 menjadi 27,84% pada tahun
2017.
Rencana capaian kinerja tahun 2019 – 2022 berdasarkan perspektif
keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran.
Dari hasil pengukuran indikator kinerja berdasarkan empat perspektif tersebut
diharapkan dapat mencapai target sesuai denga yang ditetapkan. Untuk capaian
kinerja keuangan tahun 2019 -2023 adalah target pendapatan fungsional sebesar

i
Rp. 6.305.820.941,00 dan rencana belanja operasi dalam DPA anggaran belanja
sebesar Rp. 14.071.370.280,00. Sedangkan rencana pengeluaran/belanja investasi
sebesar Rp. 2.158.384.798,00
Anggaran pendapatan pada tahun 2019 – 2023 sebesar Rp.
16.229.755.078,00 terdiri dari pendapatan fungsional puskesmas sebesar Rp.
6.305.820.941,00 dan subsidi dari APBD untuk gaji PNS beserta tunjangannya
dan investasi sebesar Rp. 9.923.934.137,00.
Pola Pengelolaan Keuangan BLUD memberikan fleksibilitas dalam
penggunaan anggaran sehingga diharapkan dengan PPK-BLUD, UPT Puskesmas
Dukun dapat lebih leluasa dalam mengembangkan diri baik dalam meningkatkan
mutu dan cakupan pelayanan maupun dalam perspektif bisnis.

Kepala UPT Puskesmas Dukun

Kabupaten Gresik

dr. OVALDO KURNIAWAN


NIP. 19840511 201101 1 009

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................ i

Ringkasan Eksekutif ........................................................................................ ii

Daftar Isi .......................................................................................................... iv

Daftar Lampiran ............................................................................................... vi

Kata Pengantar ................................................................................................ vii

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang .................................................................................... 1
1.2 Tujuan................................................................................................. 3
1.3 Pengertian dan ruang lingkup ............................................................. 3
1.4 Metodologi ......................................................................................... 3
BAB II : PROFIL PUSKESMAS DUKUN
2.1 Sejarah puskesmas DUKUN .............................................................. 5
2.2 Profil wilayah ..................................................................................... 6
2.3 Profil puskesmas................................................................................. 8
2.4 Organisasi dan SDM .......................................................................... 9
2.5 Kinerja 3 tahun terakhir ...................................................................... 12
BAB III : PERNYATAAN VISI DAN MISI
3.1 Visi .................................................................................................... 15
3.2 Misi.................................................................................................... 15
3.3 Nilai-nilai (value) ............................................................................... 17
BAB IV : STRATEGI
4.1 Analisis lingkungan bisnis.................................................................. 18
4.2 Simpulan Hasil Analisis SWOT ........................................................ 21
4.3 Analisis Masalah …………………………………………………….
4.4 Sasaran dan inisiatif strategik ............................................................. 23
BAB V : PROGRAM PUSKESMAS
5.1 Program .............................................................................................. 28
5.2 Rencana investasi ............................................................................... 33
5.3 Rencana pembiayaan 5 tahun ............................................................. 34

iii
5.4 Proyeksi keuangan .............................................................................. 35
BAB VI : PROSEDUR PELAKSANAAN DAN AKUNTABILITAS
PROGRAM
6.1 Perencanaan .................................................................................... 37
6.2 Pelaksanaan..................................................................................... 38
6.3 Pelaporan......................................................................................... 38
BAB VII: PENUTUP .................................................................................................... 39
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Analisa SWOT


Lampiran 2 Anggaran Per Program dan Kegiatan
Lampiran 3 Anggaran Program Operasional
Lampiran 4 Matrik Renstra
Lampiran 5 Sasaran dan Indikator RSB
Lampiran 6 Target Capaian SPM UKP
Lampiran 7 Target Capaian SPM UKM
Lampiran 8 Proyeksi Laporan Keuangan

iv
KATA PENGANTAR

Berdasarkan UU Nomor 17 tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, PP


Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Badan Layanan Umum dan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, UPT Puskesmas Dukun
yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah perlu
melaksanakan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-
BLUD).
Salah satu dari dokumen yang wajib dibuat adalah Rencana Strategis
Bisnis Badan Layanan Umum Daerah (RSB BLUD).
RSB BLUD Puskesmas adalah dokumen perencanaan lima tahunan yang
memuat Visi, Misi, program strategis, pengukuran pencapaian kinerja, rencana
pencapaian lima tahunan dan proyeksi keuangan lima tahunan BLUD yang
disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Fungsi Rencana Strategis Bisnis antara lain sebagai perencanaan untuk
melakukan bisnis, sebagai gambaran bagaimana meningkatkan pendapatan
berdasar analisis pasar, berguna bagi Shareholder, Stakeholder dan investor dalam
pengambilan keputusan, sebagai panduan operasional yang dapat diikuti
sepanjang usia bisnis, sebagai blue print yang dilengkapi dengan alat analisa,
sebagai dokumentasi pedanaan dan merupakan alat standar untuk berbisnis.
Cakupan RSB terdiri dari profil UPT Puskesmas Dukun , kondisi saat ini,
kondisi yang ingin dicapai, target lima tahun ke depan (2019 – 2023), strategi
mencapai tujuan dan sasaran berdasarkan kerangka pembiayaan serta proyeksi
laporan keuangan.
Penyusunan Rencana Strategis Bisnis ini sangat penting, karena akan
mendukung tercapainya UPT Puskesmas DUKUN menuju Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

v
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
tersusunnya dokumen Rencana Strategis Bisnis UPT Puskesmas Dukun
Kabupaten Gresik, sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan di setiap jenjang
organisasi di lingkungan UPT Puskesmas Dukun.
Semoga Rencana Strategis Bisnis ini dapat memberi manfaat yang
sebesar-besarnya bagi UPT Puskesmas Dukun pada khususnya dan bagi
Pemerintah Kabupaten Gresik pada umumnya.

Gresik, 2018
Kepala UPT Puskesmas Dukun,

dr. OVALDO KURNIAWAN


NIP. 19840511 201101 1 009

vi
Yang dimaksud dengan Customer Acquisition adalah mendapapatkan konsumen
baru, tahapan pertama bagi sebuah bisnis yang baru saja ada dan ingin
mengembangkan diri. Customer Retention yaitu strategi untuk berusaha
memelihara atau mempertahankan hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Sedangkan Customer Development merupakan proses atau menumbuhkan nilai-
nilai dalam mempertahankan pelanggan. Berikut adalah penjelasan lebih jauh
tentang ketiga tahapan CRM:
1.
Acquiring New Customer (Customer Acquisition)
Customer Acquisition selalu menjadi tujuan paling penting dalam
peluncuran produk baru dan dalam memulai bisnis baru. Merupakan tahapan
pertama bagi sebuah bisnis yang baru saja ada dan ingin mengembangkan
diri, terutama untuk sebuah bisnis kecil

efinisi Loyalitas Pelanggan (customer


loyalty definition)
November 10, 2009 — ilmumanajemenpemasaran

Pengertian Loyalitas

Secara harfiah loyal berarti setia, atau loyalitas dapat diartikan sebagai suatu
kesetiaan. Kesetiaan ini timbil tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran
sendiri pada masa lalu. Usaha yang dilakukan untuk menciptakan kepuasaan
konsumen lebih cenderung mempengaruhi sikap konsumen. Sedangkan konsep
loyalitas konsumen lebih menekankan kepada perilaku pembeliannya.

Istilah loyalitas sering kali diperdengarkan oleh pakar pemasaran maupun praktisi
bisnis, loyalitas merupakan konsep yang tampak mudah dibicarakan dalam
konteks sehari-hari, tetap menjadi lebih sulit ketika dianalisis makananya. Dalam
banyak definisi Ali Hasan (2008:81) menjelaskan loyalitas sebagai berikut:

1. sebagai konsep generic, loyalitas merek menujukkan kecenderungan


konsumen untuk membeli sebuah merek tertentu dengan tingkat
konsistensi yang tinggi.
2. Sebagai konsep perilaku, pembelian ulang kerap kali dihubungkan denga
loyalitas merek (brand loyality). Perbedaannya, bila loyalitas merek
mencemirkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu, perilaku
pembelian ulang menyangkut pembelian merek yang sama secara berulang
kali.
3. Pembelian ulang merupakan hasil dominasi (1) berhasil membuat
produknya menjadi satu-satunya alternative yang tersedia, (2) yang terus –
menerus melakukan promosi untuk memikat dan membujuk pelanggan
membeli kembali merek yang sama.

vii
Loyalitas pelanggan merupakan salah satu tujuan inti yang diupayakan dalam
pemasaran modern. Hal ini dikarenakan dengan loyalitas diharapkan perusahaan
akan mendapatkan keuntungan jangka panjang atas hubungan mutualisme yang
terjalindalam kurun waktu tertentu.

Boulding (dalam Ali Hasan, 2008:83) mengemukakan bahwa terjadinya loyalitas


merek pada konsumen disebabkan oleh adanya pengaruh kepuasan dan
ketidakpuasan terhadap merek tersebut yang terakumulasi secara terus – menerus
disamping adanya persepsi tentang kualitas produk.

Customer loyalty atau loyalitas konsumen menurut Amin Widjaja Tunggal


(2008:6) adalah kelekatan pelanggan pada suatu merek, took, pabrikan, pemberi
jasa, atau entitas lain berdasarkan sikap yang menguntungkan dan tanggapan yang
baik, seperti pembelian ulang. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan
bahwa ada unsur perilaku dan sikap dalam loyalitas pelanggan.

Loyalitas adalah respon perilaku pembelian yang dapat terungkap secara terus
menerus oleh pengambil keputusan dengan memperhatikansatu ataulebih mererk
alternative dari sejumlah merek sejenis dan merupakan fungsi proses psikologis.
Perlu ditekankan bahwa hal tersebut berbedad dengan perilaku membeli ulang,
loyalitas pelanggan menyertakan aspek perasaan, tidak melibatkan aspek afektif
didalamnya (Dharmesta, dalam Diah Dharmayanti, 2006:37-38).

Olson (dalam Trisno Mushanto, 2004 128) berpendapat bahwa loyalitas


pelanggan merupakan dorongan perilaku untuk melakukan pembelian secara
berulang-ulang dan untuk membangun kesetiaan pelanggan terhadap suatu produk
maupun jasa yang dihasilkan oleh badan usaha tersebut yang membutuhkan waktu
yang lama melalui suatu proses pembelian yang terjadi secara berulang-ulang.

Menurut Ali Hasan (2008:83) Loyalitas pelanggan dedefinisikan sebagai orang


yang membeli, khusunya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang.
Pelanggan merupakan seseorang yang terus menerus dan berulang kali datang ke
suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu
produk atau mendapatkan suatu jasa dan membayar produk atau jasa tersebut.

Mnurut Gremler dan Brown (dalam Ali Hasan, 2008:83) bahwa loyalitas
pelanggan adalah pelanggan yang tidak hanya membeli ulang suatu barang dan
jasa, tetapi juga mempunyai komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan
jasa, misalnya dengan merekomendasikan orang lain untuk membeli.

Griffin (dalam Diah Dharmayanti, 2006 :38) berpendapat bahwa pelanggan yang
loyal adalah pelanggan yang sangat puas dengan produk atau jasa tertentu
sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkanny kepada siapapun yang
dikenal.

viii