You are on page 1of 21

Klinis : Paraparese UMN ec suspect HNP DD/ SOL Medula Spinalis

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE,
T2frFSFfs, tanpa dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal

Tak tampak listhesis maupun kompresi

Tampak perubahan intensitas bone marrow pada VL 1,2,3,4

Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VL 2-3, 3-4, 4-5

Lipping VL 1,2,3,4,5, vacum phenomen VL 2-3, 3-4, pedicle dan spatium intervertebralis di luar lesi baik

Level Th 12- L1: tampak bulging diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root,
tak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Level L 1-2: tampak bulging diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tak
menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Level L 2-3: tampak protuded di parasentral kiri, menekan exiting nerve root kiri, tidak menekan canalis
sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

Level L 3-4: tampak extruded di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transvere nerve root kiri,
menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Level L 4-5: tampak extruded di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri, menekan canalis sentralis, hipertrophy lig. Flavum

Level L 5- S 1: tampak bulging, diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root,
tak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian
kontras tak tampak abnormal contrast enhancement

Conus medullaris berakhir pada L1

Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 3-4, 4-5
Kesimpulan :

- Stenosis parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 3-4, 4-5

- Spondylosis lumbalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :

- Bone marrowchanging VL 1,2,3,4

- Loss of intense pada discus intervertebralis VL 2-3, 3-4, 4-5

- Extruded VL 3-4, 4-5 diskus intervetebralis di sentral dan parasentral bilateral, menekan transverse-
exiting nerve root bilateral dan canalis sentralis

- Hipertrophy lig. Flavum VL 4-5

Klinis : .....

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Torakal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
tanpa dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal

Tak tampak listhesis maupun kompresi

Tampak lesi solid paravertebral di aspek posterior setinggi VTh 2-5 yang menginfiltrasi ke ekstradural,
intradural sampai intramedullar pada level VTh 3-4, 4-5, T1WI/ T2WI hipointense, post kontras tampak
heterointense kontras enhancement, serta menyebabkan hambatan total aliran liquor cerebrospinalis
setinggi level tersebut.

Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12, T1WI/T2WI hiperintense

Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VTh 3-4, 4-5, 5-6, 6-7

Lipping VTh 8,9,10,11,12

Level Th 1-2, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10,11-12: tampak baik


Tampak hipertrophy lig. Flavum VTh 6,7

Conus medullaris berakhir pada L1 – L2

MR Myelography : tampak hambatan total aliran liquor cerebrospinalis setinggi VTh 3-5

Incidental finding : tampak lesi intensitas cairan minimal di cavum pleura kanan kiri

Kesimpulan :

- Soft tissue mass di aspek posterior setinggi VTh 2-5, menginfiltrasi ke ekstradural, intradural sampai
intramedullar pada level VTh 2-3, 3-4, 4-5 yang menyebabkan stenosis total LCS setinggi level tersebut
cenderung suatu metastase

- Spondylosis torakalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :

- Bone marrrow changes VTh 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12

- Loss of intense discus intervertebralis VTh 3-4, 4-5, 5-6, 6-7

- Hipertrophy lig. Flavum VTh 6,7

- Incidental finding : Efusi pleura bilateral minimal

Klinis : CRS + cervical tension

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
tanpa kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve melurus

Tak tampak listhesis maupun kompresi

Tampak perubahan intensitas bone marrow VC 2,3,4,5,6,7, VTh 1,2, T1WI/T2WI hiperintense sesuai
gambaran fat degenerative

Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, T1WI isointense, T2WI
hipointense
Lipping VC 3, bridging VC 4-5, 5-6

Level C 2-3 : tampak bulging diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root,
tidak menekan canalis sentrlis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Level C 3-4,6-7, C7-Th1, Th1-2: tampak baik

Level C 4-5, 5-6: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan
transverse dan exiting nerve root kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig.
Flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla

Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tak tampak hambatan l aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :

- Paracervical muscle spasm

- Spondyloarthrosis cervicalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :

- Bone marrow changes VC 2,3,4,5,6,7, VTh 1,2

- Loss of intense diskus intervertebralis VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6

- Bulging diskus intervertebralis level VC 2-3

- Protuded diskus intervertebralis level VC 4-5, 5-6 di sentral dan parasentral bilateral yang
menekan transverse dan exiting nerve root bilateral

Klinis: Ischialgia et causa HNP


TS. Yth.HasilPemeriksaan MRI Lumbosakral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal &Sagital T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
tanpa kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak bone marrow replacement
Tampak loss of intens pada discus interverterbralis VL 4-5, T1WI/T2WI hipointense
Level Th 12- L1 dan L2-3 : Tampak baik, tak tampak bulging disc
Level L 1-2 : Tak tampak bulging disc, tampak hypertrofi ligamentum flavum kanan
Level L 3-4: Tak tampak bulging disc, tampak hypertrofi ligamentum flavum kiri, dan facet joint kiri
Level L 4-5: tampak bulging diskus intervertebralis di central dan paracentralis kiri, tidak menekan transverse dan exiting
nerve root, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 5- S1 : tampak bulging diskus intervertebralis di centralis , tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tak
tampak hipertrophy lig. Flavum

Conus medullaris berakhir pada L1


Tak tampak gambaran abses soft tissue
Tak tampak lesi hipo/hiperintense abnormal di intra medula dan extra medula
Myelum tak tampak kelainan
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intra medullary dan extra medulla

MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinal

Kesan :

1. Tak tampak stenosis canalis spinalis


2. Degenerative disc disease yang terdiri dari :
1. Bulging discus level L 4-5 dan L5-S1
2. Loss of intense pada discus intervertebralis pada level VL 4–5
3. Hipertrophy lig. flavum level 1-2 dan 3-4

Klinis : tetrapharese spastik, hipoestesia VL4

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa dan
dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve melurus


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow VC 2, 3, 4, 5, T1WI/T2WI hiperintense, sesuai gambaran fat degenerative
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, T1WI isointense, T2WI hipointense
Tampak schmorl’s node pada superior endplate VC 3,4,5

Level C 2-3, 3-4, C7-Th1, Th1-2 : tampak baik


Level C 4-5: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan, menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level C 5-6: tampak extruded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri, menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level C 6-7: tampak bulging diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan
exiting nerve root, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

Tampak lesi hiperintense pada T1WI/T2WI di myelum yang terproyeksi setinggi VC 5, post kontras tak tampak konttras
enhancement
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan total aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VC 5-6

Kesimpulan :
- Transverse myelitis
- Paracervical muscle spasm
- Degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrow changes VC 2, 3, 4, 5
- Loss of intense discus intervertebralis level VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7
- Protuded diskus intervertebralis level VC 4-5 di sentral dan parasentral kanan, menekan transverse dan exiting nerve
root kanan serta canalis sentralis
- Extruded diskus intervertebralis level VC 5-6 di sentral dan parasentral bilateral yang menekan transverse dan exiting
nerve root bilateral serta canalis sentralis
- Bulging diskus intervertebralis level VC 6-7 di sentral dan parasentral bilateral

Klinis : HNP lumbosacral DD/ SOP medula spinalis

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik
Tampak scoliosis corpus vertebrae lumbalis dengan konveksitas ke kiri
Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 12, VL 1,2,3,4,5, T1WI/T2WI hiperintense sesuai gambaran fat degenerative
Tampak irregularitas pada inferior endplate VL 4 dan superior endplate VL 5
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VL 4-5, VL5-VS1, T1WI isointense, T2WI hipointense
Lipping VL 1,2,3,4,5
Level Th 12- L1, VL 1-2 : tampak baik
Level L 2-3: tampak bulging di sentral dan parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan exiting, tidak menekan
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 3-4: tampak bulging di sentral dan parasentral kiri,protuded di parasentral kanan, menekan trasnverse dan exiting
nerve root kanan, tidak menekan canalis sentralis,tak tampak hipertrophy lig. Flavum, tampak hipertrophy facet jointsisi
VL 3
Level L 4-5: tampak ekstruded di sentral dan parasentral kiri, menekan transverse dan exiting nerve root kiri, menekan
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum, tampak hipertrophy facet joint kiri VL 4
Level L 5- S 1: tampak bulging di sentral dan parasentral kiri, protuded si parasentral kanan, menekan exiting nerve root
kanan, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada VTh 12
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 4-5

Kesimpulan :
- Stenosis parsial canalis spinalis setinggi level VL 4-5
- Scoliosis corpus vertebrae lumbalis dengan konveksitas ke kiri
- Spondylosis lumbalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrow changes VTh 12, VL 1,2,3,4,5 (Modic type 2)
- Loss of intense discus intervertebralis VL 4-5, VL5-VS1
- Bulging diskus intervertebraalis level VL 2-3 di sentral dan parasentral kanan kiri
- Bulging diskus intervertebralis level VL 3-4 di sentral dan parasentral kiri, protuded di parasentral kanan yang
menekan trasnverse dan exiting nerve root kanan
- Extruded diskus intervertebralis level VL 4-5 di sentral dan parasentral kiri, menekan transverse dan exiting nerve
root kiri serta menekan canalis sentralis
- Bulging diskus intervertebralis level VL5-VS1 di sentral dan parasentral kiri, protuded si parasentral kanan yang
menekan exiting nerve root kanan
- Hipertrophy facet joint sisi kiri VL 3,4

Klinis : Paraparese inferior, suspect lesi setinggi VTh 4-5

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Torakolumbal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Tampak soft tissue mass batas tegas tepi irreguler di compartment posterior ekstradural yang terproyeksi setinggi VTh 9-
11 sisi kanan ukuran 42,4 x 29,4 x 38,2 mm. Lesi menginfiltrasi m. Spinalis kanan, m. Longisimus toracis kanan, m.
Iliocostalis aspek toracic kanan meluas sampai ke hemidiphragma kanan, menempel proc. Transversus kanan, proc.
Spinosus dan articularis facet joint kanan, T1WI campuran iso-hipointense, T2WI slight hiperintense, post kontras tampak
slight kontras enhancement.
Tampak multiple wedge axial kompresi VTh 8,9,10, VL 3 dengan irregularitas pada superior dan inferior endplate
Tampak corpus aspek posterior VTh 9 mendesak canalis sentralis
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12, VL 1,2,3,4,5, T1WI campuran iso-hiperintense,
T2WI campuran hipo-hiperintense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VTh 11-12, T1WI isointense, T2WI hipointense
Lipping VTh 9,10,11,12, VL 1,2,3,4,5

Level Th 3-4, 4-5, 5-6, Th12-L1: tampak baik


Level Th 6-7, 7-8: tampak bulging diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse
dan exiting nerve root, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level Th 8-9, 9-10, 10-11: tampak bulging diskus intervertebralis di sentral, tidak menekan transverse dan exiting nerve
root, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level Th 11-12: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 1-2: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 2-3, 3-4: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan
exiting nerve root kanan kiri serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum, tampak hipertrophy facet joint kiri
VL 2,3
Level L 4-5: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 5- S 1: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan, tidak menekan canalis sentralis, tampak hipertrophy facet joint kiri VL 5

Conus medullaris berakhir pada L1


MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi VTh 9, VL1-2, 2-3,3-4,4-5

Incidental findings :
- Tampak lesi solid di hemitoraks kanan bawah ukuran 25,3 x 27,6 mm, T1WI isointense, post kontras tampak kontras
enhancement
- Tampak lesi semisolid-solid di regio dinding abdomen sisi lateral kanan ukuran 44,1 x 59,1 mm, T1WI hipointense, post
kontras tampak rim kontras enhancement.

Kesimpulan :
- Stenosis parsial aliran cerebrospinalis setinggi VTh 9, VL1-2, 2-3,3-4,4-5
- Multiple metastase terdiri dari :
- Soft tissue mass di compartment posterior ekstradural setinggi VTh 9-11 sisi kanan yang menginfiltrasi m. Spinalis
kanan, m. Longisimus toracis kanan, m. Iliocostalis aspek toracic kanan meluas sampai ke hemidiphragma kanan,
menempel proc. Transversus kanan, proc. Spinosus dan articularis facet joint kanan
- Multiple wedge axial kompresi VTh 8,9,10, VL 3 dengan irregularitas pada superior dan inferior endplate
- Bone marrow replacement VTh 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12, VL 1,2,3,4,5
- Spondylosis torakolumbalis dengan degenerative disc disease
- Incidental findings : Massa di hemitoraks kanan bawah dan dinding abdomen kanan

Klinis :AdenoCa Thyroid

TS. Yth.Hasil Pemeriksaan MRI Colli Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal &Sagital T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
tanpadandengankontras:

Tampak lesi solid batas tegas lobulated, tepi irreguler di glandula thyroidea kiri dengan area nekrotik di dalamnya ukuran
61,5 x 122,3 x 61,0 mm, T1WI campuran iso-hipointense, T2WI hiperintense, post kontras tampak heterointense kontras
enhancement.
Lesi meluas ke regio colli kiri sampai supraclavicula kiri setinggi VTh 2, mendesak dan mempersempit trachea setinggi
VC5 – VTh2
Lesi menginfiltrasi ke cartilago thyroidea, os hyoid, cartilago cricoid, m. Sternohyoid, m. Thyrohyoid, m. Scalene anterior,
medius dan posterior, m. Longus colli, m. Konstriktor inferior pharing, m. Crycothyroidea, m. Sternocleidomastoideus kiri
dan encase ke a. Carotis comunis kiri, v. jugularis anterior kiri dan a. vertebralis kiri
Tampak colaps v. jugularis interna kiri dengan gambaran groundglass appearance
Tampak limfadenopathy colli kanan diameter terbesar 18,4 mm, kiri 14,5 mm, parathyroid kiri 12,4 mm, submandibula
kanan 10,0 mm, kiri 8,1mm, supraclavicula kanan 9,6 mm, kiri 7,3 mmdan axilla kanan 17,8 mm, kiri 23,7 mm
Tampak wedge axial kompresi corpus VC 4,5,6,7 dengan irregularitas superior endplate
Tampak lesi ekstramedullar-ekstradural batas tegas tepi regular ukuran 9,6 x 6,7 mm yang terproyeksi setinggi level VC 5-
6, T1WI isointense, T2WI hiperintense, post kontras tak tampak kontras enhancement
Tampak lesi kistik di glandula thyroidea kanan diameter 8,6 mm, T1WI hipointense, T2WI hiperintense, post kontras tak
tampka kontras enhancement
Tampak loss of intens pada discus interverterbralis VC 4-5, 5-6,6-7, T1WI isointense, T2WI hipointense
Lipping VC 4,5,6,7

Level VC 2-3: tampak bulging diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tidak menekan
canalis sentralis, tak tamapk hypertrophy lig. Flavum
Level C 3-4: tampak protruded di sentral, menekan transverse nerve root, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak
hipertrophy lig. Flavum
Level C 4-5, C7-VTh1, VTh1-2,3-4, 4-5, 5-6, 6-7: tampak baik
Level C 5-6Th 2-3: tampak bulging diskus interverebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, tidak menekan transvese
dan exiting nerve root kanan, tidak menekan canalis sentralis, tidak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level C 6-7 : tampak protruded di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting nerve root kanan kiri.
Tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hypertrophy lig. Flavum

Incidental finding : tampak efusi pleura kiri, pleural reaction kanan, pneumonia di kedua lapang paru, bone metastase di
os. humerus 1/3 proksimal bilateral
Kesimpulan :
- Massa solid malignant dari glandula thyroidea kiri yang meluas ke regio colli kiri sampai supraclavicula kiri setinggi VTh
2, menginfiltrasi ke cartilago thyroidea, os hyoid, cartilago cricoid, m. Sternohyoid, m. Thyrohyoid, m. Scalene anterior,
medius dan posterior, m. Longus colli, m. Konstriktor inferior pharing, m. Crycothyroidea, m. Sternocleidomastoideus kiri
serta encase ke a. Carotis comunis, v. jugularis anterior dan a. vertebralis kiri
- Multiple lmfadenopathy colli, submandibula, supraclavicula, axilla bilateral dan parathyroid kiri
- Multiple metastase terdiri dari :
- Bone metastase : wedge axial kompresi corpus VC 4,5,6,7 dan os. humerus 1/3 proksimal bilateral
- Pulmonal metastase : Subpleural dan pneumonic type
- Soft tissue metastase extramedullar-ekstradural pada level VTh 5-6
- Suspect trombus di v. jugularis interna kiri
-----> Stadium IV C ( T4b N1b M1)

- Kista glandula thyroidea kanan


- Spondylosis cervicalis dengan degenerative disc disease

Klinis : Paraparesis inferior + Retensio urine e/c suspect myelopathy Toracolumbal

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Torakolumbal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Malaligment :
Tampak wedge axial kompresi VTh 12 dengan irregularitas pada superior endplate dengan gambaran bone marrow
changes pada corpus VTh 12, T1WI/T2WI hiperintense
Curve normal
Tak tampak listhesis
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 5,6,7,8,9,10, VL 1,2,3,4,5, T1WI/T2WI hiperintense, sesuai gambaran fat
degenerative
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis VTh11-12
Lipping VTh 9,10,11, VL 1,2,3,4

Level Th 6-7, 7-8, 8-9, Th12-L1: tampak baik


Level Th 9-10, 10-11,11-12, L1-2, 2-3, 3-4, L5-S1: tampak bulging diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kiri, tidak
menekan transverse dan exiting nerve root, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level L 4-5: tampak protuded diskus intervertebralis di parasentral kiri, menekan exiting nerve root kiri, tidak menekan
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla


Conus medullaris berakhir pada VTh 12
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
- Wedge axial kompresi VTh 12 dengan irregularitas superior endplate dan fatty degenerasi (Modic type 2) pada corpus
VTh 12 mengarah oleh karena proses degenerasi
- Spondylosis toracolumbalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrow changes VTh 5,6,7,8,9,10, VL 1,2,3,4,5
- Bulging diskus intervertebralis Level Th 9-10, 10-11,11-12, L1-2, 2-3, 3-4, L5-S1
- Protuded diskus intervertebralis level L 4-5 yang menekan exiting nerve root kiri

Saran MRI Brain (adakah normal pressure hidrocephalus)

Klinis : Schwannoma R. Colli kiri

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis

Level C 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, C7-Th1, Th1-2, 2-3 : tampak baik

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Tampak lesi semisolid-solid batas tegas dengan nekrotik area didalamnya, batas tegas, tepi lobulated di regio colli kiri
segmen III ukuran terbesar 42,7 x 35,1 x 24,9 mm, T1WI iso-hipointense, T2WI campuran hipo-hiperintense, STIR
hiperintense, post kontras tampak heterogen contrast enhancement
Tampak lesi solid multiple batas tegas, tepi reguler di regio colli segmen Va, b diameter terbesar 16,2 mm

MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
- Saat ini tidak terdeteksi massa intramedulla-ekstradural
- Lesi semisolid-solid dengan area nekrotik di dalamnya & multiple limfadenopati di colli sinistra suspect limfoma maligna

Klinis : spinal cord injury, suspect trauma cervical

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Tampak fraktur pada corpus VC 7 dengan irregularitas pada inferior endplate dan menekan canalis spinalis
Tampak ekstravasasi LCS dan tampak mengisi diskus intervertebralis setinggi level VC 4-5, T1WI/T2WI/STIR hiperintense
disertai gambaran bone bruise
Tampak lesi solid hipointense batas tegas tepi irreguler ukuran 27.1 x 12.1 mm di ekstradural-ekstramedullar setinggi level
VTh 3-4, pada T1WI/T2WI/STIR
Tampak perubahan intensitas bone marrow VC 2,3, VTh 2,3,4,5,6, T1WI/T2WI hiperintense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VC 2-3, VC7-VTh1
Level C 2-3, 5-6, 6-7, C7-Th1,Th2-3, 5-6 : tampak baik
Level C 3-4: tampak protuded diskus intervertebralis di parasentral kanan, menekan exiting nerve root kanan, tidak
menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level Th 1-2: tampak extruded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level Th 4-5: tampak bulging diskus intervretebralis di parasentral kanan, tidak menekan transverse dan exiting nerve
root, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

MR Myelography :Tampak hambatan total aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VC 4-5, VC 7 dan VTh 1-2, 3-4

Kesimpulan :
1. Stenosis total canalis spinalis setinggi level VC 4-5, VC 7 dan VTh 1-2, 3-4
2. Fraktur corpus VC 7 dengan irregularitas pada inferior endplate
3. Ekstravasasi LCS setinggi level VC 4-5 dengan gambaran bone bruise
4. Lesi solid ekstradural-ekstramedular setinggi level VTh 3-4 DD/:
1. Hematom
2. Neurofibromatosis type 1
5. Bone marrow changesVC 2,3, VTh 2,3,4,5,6
6. Loss of intense discus intervertebralis VC 2-3, VC7-VTh1
7. Protuded diskus intervertebralis level VC 3-4 di parasentral kanan yang menekan exiting nerve root kanan
8. Extruded diskus intervertebralis VTh 1-2 di sentral dan parasentral kanan yang menekan transverse dan exiting nerve
root kanan serta canalis sentralis
9. Bulging diskus intervretebralis level VTh 4-5 di parasentral kanan

Klinis : Cervical Spasme

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow VC 2,3,4,5,6, T1WI/T2WI hiperintense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis level VC 3-4, 4-5, 5-6, T1WI isointense, T2WI hipointense
Lipping VC 3,4,5,6,7, bridging VC 5-6

Level C 2-3: tampak bulging diskus intervertebralis di sentral, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tidak
menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level C 3-4: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kiri, menekan trasnverse dan exiting nerve
root kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level C 4-5, 5-6, 6-7: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan trasnverse
dan exiting nerve root kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level C 7- Th1, Th 1-2: tampak baik

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla


Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis


Kesimpulan :
- Tak tampak stenosis canalis spinalis
- Tak tampak gambaran massa intramedulla dan ekstramedulla
- Spondyloarthrosis cervicotorakalis dengan degenerative disc terdiri dari :
- Bone marrow changes VC 2,3,4,5,6
- Loss of intense pada discus intervertebralis level VC 3-4, 4-5, 5-6
- Bulging diskus intervertebralis level C 2-3 di sentral
- Protuded diskus intervertebralis level C 3-4 di sentral dan parasentral kiri yang menekan trasnverse dan exiting nerve
root kiri
- Protuded diskus intervertebralis level C 4-5, 5-6, 6-7di sentral dan parasentral bilateral yang menekan trasnverse dan
exiting nerve root bilateral

Klinis : LBP, suspect canal stenosis lumbal

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve melurus


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 11,12, VL 1,2,3,4,5, VS 1, T1WI/T2WI hiperintense
Tampak irregularitas inferior endplate VL 4 dan superior endplate VL 5, T1WI/T2WI hipointense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis level VL 1-2, 2-3, 3-4, T1WI isointense, T2WI hipointense
Lipping VTh12, VL1,2,3,4,5 disertai bridging VL 1-2, 2-3, 3-4 dan vacum phenomen VL4-5

Level Th 10 – 11, 11-12, Th12-L1: tampak baik


Level L 1-2: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 2-3: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kiri, menekan transverse dan exiting nerve
root kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 3-4: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 4-5: tampak extruded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri serta canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum.
Level L 5- S 1: tampak protuded di parasentral kiri, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tidak menekan canalis
sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla


Conus medullaris berakhir pada Th12- VL1
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 4-5

Kesimpulan :
- Stenosis parsial canalis spinalis setinggi level VL 4-5
- Spondyloarthrosis torakolumbalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrow changes VTh 11,12, VL 1,2,3,4,5, VS 1 (Modic 3)
- Loss of intense discus intervertebralis level VL 1-2, 2-3, 3-4
- Protuded diskus intervertebralis level L1-2 di sentral dan parasentral bilateral yang menekan transverse dan exiting
nerve root bilateral
- Protuded diskus intervertebralis level L 2-3 di sentral dan parasentral kiri, yang menekan transverse dan exiting
nerve root kiri
- Protuded diskus intervertebralis level L 3-4 di sentral dan parasentral bilateral yang menekan transverse dan exiting
nerve root bilateral serta canalis sentralis
- Extruded diskus intervertebralis level L 4-5 di sentral dan parasentral bilateral yang menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri serta canalis sentralis
- Protuded diskus intervertebralis level L5-S1di parasentral kiri
- Hipertrophy lig. Flavum VL 4

Klinis : SOP Lumbal


TS. Yth.
Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Oblique Sag T1 FSE tanpa kontras, Oblique Sag T2 FRES tanpa kontras, Oblique Ax T1
tanpa kontras, Oblique Ax T2 PROPE tanpa kontras dan MR Myelography :

Tampak lesi pada extra dural isointense pada T1, Hiperintense pada T2 berbentuk spindel shape batas tegas tepi irreguler
pemberian kontras tampak rim kontras enhancement
Tampak indentasi foramina neuralis setinggi VL 3-4
Tampak destruksi inferior endplate corpus VL 3 dan superior end plate corpus VL 4
Alignment baik, curve melurus
Tak tampak bone marrow changes di luar lesi
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Tampak gambaran schmorl’s node pada endplate inferior corpus VTh 12 dan VL 1 (proses degenerasi)
Conus medullaris berakhir pada TH 12-L1
Level Th 8, 9, 10, 11, 12, L 1,2,5 dan S 1 tampak baik

MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi VL 3-4

Kesimpulan :
1. Paraspinal abcess yang menyebabkan oedem di medula spinalis dan stenosis parsial aliran liquor cerebro spinal
setinggi discus intervertebralis L – l disertai destruksi inferior endplate corpus VL 3 dan superior end plate corpus VL 4
cenderung spondilitis TB
2. Degenerative disc disease yang terdiri dari :
Gambaran schmorl’s node pada endplate superior corpus VL 5

Klinis : Soft tissue mass R. Lumbal

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve lordosis


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow VL 3,5 dan VS1,2, T1WI/T2WI hiperintense, sesuai gambaran fat degenerative
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VL5-VS1, T1WI isointense, T2WI hipointense
Tampak multiple lesi solid kistik di subcutan, batas tegas, tepi lobulated yang terproyeksi setinggi VL 3 – VS 5 terutama
sisi kanan, ukuran 175,1 x 121,7 x 61,7 mm, mendesak m. Spinalis, T1WI campuran iso-hiperintense, T2WI heterointense,
Fat Sat heterointense, post kontras tampak heterointense kontras enhancement.

Level Th 11-12, Th12-L1, L1-2,2-3 : tampak baik


Level L 3-4: tampak bulging diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan
exiting nerve root serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level L 4-5: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan trasnverse dan exiting
nerve root kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level L 5- S 1: tampak protuded diskus intervertebralis di sentral, menekan trasnverse nerve root, tidak menekan canalis
sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada L1
MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Incidental findings : tampak multiple lesi kistik di ginjal kanan ukuran terbesar 13,1 x 11,6 mm, kiri 12,6 x 12,4 mm

Kesimpulan :
- Massa intensitas campuran solid kistik di subcutan regio lumbosacral, terproyeksi setinggi VL 3 – VS 5 terutama sisi
kanan yang mendesak m. Spinalis cenderung lesi benign, curiga desmoid tumor (localized fibromatosis)
- Degenerative disc terdiri dari :
- Bone marrow changes VL 3,5 dan VS1,2
- Loss of intense pada discus intervertebralis VL5-VS1
- Bulging diskus intervertebralis level L 3-4 di sentral dan parasentral bilateral
- Protuded diskus intervertebralis level L 4-5 di sentral dan parasentral bilateral yang menekan trasnverse dan exiting
nerve root bilateral
- Protuded diskus intervertebralis level L 5- S 1 di sentral yang menekan trasnverse nerve root

Klinis : Suspek bone metastasis


TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosakral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :
Malalignment, tampak listhesis pada VL3 terhadap VL4 ke arah anterior sebesar < 25%
Tampak osteodestruksi pada superior end plate corpus VL 5, inferior end plate corpus VL 4 , pedicle dan lamina VL 4,VL 5
Tampak bone marrow replacement VL4,5 pada corpus dan discus, dan VS1 pada corpus, pada T1WI hipointense menjadi
hiperintense pada T2WI yang menunjukkan adanya bone metastase
Tampak paravertebral soft tissue mass pada level 3,4,5 kanan kiri aspek anterior lateral dan posterior yang menekan
exiting nerve root kanan kiri, transvering nerve rooot, thecal sac dan menyebabkan hambatan total LCS dengan bagian
anterior infiltrasi ke ligamentum longitudinale anterior dan musculus psoas sampai setinggi L5 yang menunjukkan soft
tissue mass metastase
Tampak discus replacement setinggi level L 4-5
Tampak osteofit pada corpus VTh 12 dan VL1,2,3,4,5, Schrmoll’s node pada superior dan inferior endplate VL 3
Level L 1-2:, 2-3 : tampak diffuse bulging disc kanan kiri yang tidak menekan transverse / exiting nerve root kanan kiri
maupun thecal sac, tak tampak hypertrophy ligamentum flavum
Level L 3-4: tampak extrudeuded disc kanan yang menekan transverse dan exiting nerve root kanan dengan gambaran
anular tear disertai destruksi corpus, lamina dan pedicle kanan VL4, dengan gambaran paravertebral soft tissue mass
yang menginfiltrasi musculus psoas, tampak hypertrofi ligamentum flavum kanan kiri
Level L 4-5: tampak extruded disc kanan kiri yang menekan transverse, exiting nerve root kanan kiri dan thecal sac disertai
destruksi corpus,lamina pedicle VL5 kanan kiri dengan gambaran paravertebral soft tissue mass yang menginfiltrasi
musculus psoas, tampak hypertrofi ligamentum flavum kanan kiri
Level L 5- S 1: tampak baik, tak tampak bulging disc, tampak soft tissue mass , tak tampak hypertrophy ligamentum flavum
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla, conus medullaris berakhir pada L1
MR Myelography : Tampak hambatan berat pada aliran liquor cerebrospinalis setinggi level 4,5
Kesimpulan :
1.Multiple bone metastase berupa osteodestruksi pada corpus, pedicle dan lamina VL 4,VL 5 dengan gambaran
paravertebral soft tissue metastase mulai setinggi Level 3,4,5 aspek anteroposterior yang menekan exiting, transvering
nerve root kanan dan thecal sac sehingga menyebabkan hambatan total aliran LCS pada setinggi level 4-5 dan
menginfiltrasi musculus psoas kanan kiri dan ligamentum longitudinale anterior dan posterior
2.Spondylolisthesis pada VL3 terhadap VL4 ke arah anterior grade I
3.Spondylosis lumbalis dengan degeneratif disc disease yang terdiri dari :
Level L 1-2, 2-3 : Diffuse bulging disc bilateral
Level L 3-4: Extrudeuded disc kanan yang menekan transverse dan exiting nerve root kanan dengan gambaran anular
tear,tampak hypertrofi ligamentum flavum bilateral
Level L 4-5: Extruded disc bilateral yang menekan transverse, exiting nerve root bilateral dan thecal sac, tampak
hypertrofi ligamentum flavum bilateral

Klinis : Paraparese inferior, LBP, suspek HNP, DD : Tumor medulla spinalis

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Level Th 12- L1: tampak baik
Level L 1-2: tampak baik
Level L 2-3: tampak baik
Level L 3-4: tampak baik
Level L 4-5: tampak baik
Level L 5- S 1: tampak baik
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada L2
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis
Incidental finding : hepar membesar dengan ukuran 171,9 mm

Kesan :
- Tak tampak adanya tumor intra/extradural
- Incidental finding : hepatomegaly

Klinis : Suspek Tumor Medulla Spinalis DD HNP

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis setinggi VC 3-4
Level C 2-3: tampak baik
Level C 3-4: tampak extruded discus, tak tampak penekanan exiting nerve root kanan kiri, tampak annulus fibrosus tear,
tampak penyempitan partial canalis centralis
Level C 4-5: tampak bulging discus, tak tampak penekanan exiting nerve root kanan kiri, tak tampak penyempitan partial
canalis centralis
Level C 5-6: tampak baik
Level C 6-7: tampak baik
Level C 7- Th 1: tampak baik
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada post kontras tak tampak kontras
enhancement.
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan partial aliran liquor cerebrospinalis setinggi VC 3-4


Kesan :
1. Tak tampak gambaran massa di medulla spinalis
2. Stenosis partial canalis centralis setinggi VC 3-4
3. Extruded discus setinggi VC 3-4

Klinis : Suspek Tumor setinggi pons – vertebra cervical VII

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRICervicotoracall Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Level C 2-3: tampak baik
Level C 3-4: tampak baik
Level C 4-5: tampak baik
Level C 5-6: tampak baik
Level C 6-7: tampak baik
Level C 7- Th 1: tampak baik
Level Th 1-2: tampak baik
Level Th 2-3: tampak baik
Level Th 3-4: tampak baik
Level Th 4-5: tampak baik
Tampak lesi di pons sampai medulla spinalis intradural intramedula setinggi VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, VC 7- VTh1, VTh 1-
2, 2-3, 3-4, 4-5, 5-6
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesan :
- Syringomyelia mulai pons sampai medulla spinalis setinggi VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, VC 7- VTh1, VTh 1-2, 2-3, 3-4, 4-5,
5-6 yang kemungkinan masih berlanjut ke bawahnya.

Klinis : Tetraplegi ec tsk trauma cervical

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Toracolumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
tanpa kontras, MR Myelography :

Tampak lesi di intradural intramedular setinggi VTh 10 – 12 yang tampak slight hiperintense pada T1 dan hiperintense
pada T2
Alignment baik, curve normal
Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Level Th 2-3: tampak baik
Level Th 3-4: tampak baik
Level Th 4-5: tampak baik
Level Th 5-6: tampak baik
Level Th 6-7: tampak baik
Level Th 7-8: tampak baik
Level Th 8-9: tampak baik
Level Th 9-10: tampak baik
Level Th10-11: tampak baik
Level Th 11-12: tampak baik
Level Th 12- L1: tampak baik
Level L 1-2: tampak baik
Level L 2-3: tampak baik
Level L 3-4: tampak baik
Level L 4-5: tampak baik
Level L 5- S 1: tampak baik
Conus medullaris berakhir pada L1
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
- Lesi di intradural intramedular setinggi VTh 10 – 12
Saran : MRI Torolumbal dengan kontras focus setinggi VTh 10 -12

Klinis : Paraplegi inferior incontinentia alvi et uri


TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Toracolumbal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tampak fracture corpus VL 5
Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak bone marrow replacement pada corpus VTh 6,7,8,9,10,11,12, VL 1,2,3,4,5, VS 1,2 dan Processus spinosus setinggi
VTh 9-10, 10-11, 11-12, VTh 12- VL 1, 1-2,2-3,3-4,4-5,VL 5- VS1,1-2 yang pada T1/T2 tampak hipointense. Pada post kontras
tampak kontras enhancement.
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis setinggi VL 3-4, 4-5, VL 5 – VS1
Level Th 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11, 11-12, 12- L1, L 1-2: tampak bulging discus yang menekan exiting nerve root, annulus
tear (-), tak tampak penekanan canalis centralis, tak tampak hipertrofi ligamentum flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada L1
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
- Fracture corpus VL 5
- Bone marrow replacement pada corpus VTh 6,7,8,9,10,11,12, VL 1,2,3,4,5, VS 1,2 dan processus spinosus setinggi VTh 9-
10, 10-11, 11-12, VTh 12- VL 1, 1-2,2-3,3-4,4-5,VL 5- VS1,1-2 mengesankan bone metastase
- Degenerative disk disease :
1. Bulging discus setinggi Th 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11, 11-12, 12- L1, L 1-2
2. Loss of intense pada discus intervertebralis setinggi VL 3-4, 4-5, VL 5 – VS1

Klinis : SOP Cervical

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa dan dengan
kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis level VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7

Tampak multiple lesiintradular intramedular bentuk bulat tepi reguler tampak hipointense pada T1, hiperintense pada
T2/T2FLAIR mulai setinggi medula oblongata sampai VTh 3. Post kontras tak tampak enhancement
Tampak lesi di intradural intramedular berbentuk eksenttris ke sisi kanan setinggi VC 1 – VTh3; tampak hipointense pada
T1 dan hiperintense pada T2/T2 FLAIR. Post kontras tampak kontras enhancement.
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan total aliran liquor cerebrospinalis setinggi VC 1 – VTh 3

Kesimpulan :
- Lesi intradular intramedular bentuk bulat tepi reguler setinggi medula oblongata DD/:
1. Epidermoid cyst
2. Arachnoid cyst
- Lesi intradural intramedular berbentuk eksenttris ke sisi kanan setinggi VC1 – VTh3 yang menyebabkan penyempitan
canalis spinalis setinggi VC 1 – VTh 3 suspect spinal Astrocytoma
- Loss of intense pada discus intervertebralis level VC 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7 mengesankan proses degenerative
Klinis : Paraparese UMN ec suspect HNP DD/ SOL Medula Spinalis

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve normal


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow pada VL 1,2,3,4
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VL 2-3, 3-4, 4-5
Lipping VL 1,2,3,4,5, vacum phenomen VL 2-3, 3-4, pedicle dan spatium intervertebralis di luar lesi baik

Level Th 12- L1: tampak bulging diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tak menekan
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level L 1-2: tampak bulging diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tak menekan canalis
sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level L 2-3: tampak protuded di parasentral kiri, menekan exiting nerve root kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak
tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 3-4: tampak extruded di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transvere nerve root kiri, menekan canalis
sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level L 4-5: tampak extruded di sentral dan parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting nerve root kanan kiri,
menekan canalis sentralis, hipertrophy lig. Flavum
Level L 5- S 1: tampak bulging, diskus intervertebralis, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tak menekan
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada L1
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 3-4, 4-5

Kesimpulan :
- Stenosis parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 3-4, 4-5
- Spondylosis lumbalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrowchanging VL 1,2,3,4
- Loss of intense pada discus intervertebralis VL 2-3, 3-4, 4-5
- Extruded VL 3-4, 4-5 diskus intervetebralis di sentral dan parasentral bilateral, menekan transverse- exiting nerve root
bilateral dan canalis sentralis
- Hipertrophy lig. Flavum VL 4-5

Klinis : HNP DD LBP

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve melurus, Tak tampak listhesis


Tampak kompresi ringan VTh 4 dengan iregularitas superior dan inferior endplate T1WI/T2WI hiperintense dan irregularitas
superior endplate VL 5, T1WI/T2WI hiperintense
Tampak schmorl's node pada corpus VTh 12 asperk postero inferior T1WI isointense/ T2WI hiperintense
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 10,11,12, VL 1,2,3 T1WI hipointense/T2WI hiperintense, VL 4,5, VS 1,
T1WI/T2WI hiperintense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis level VL 1-2, 2-3, 3-4, T1WI isointense, T2WI hiperintense, Lipping VTh
7,8,9,10,11,12, VL1,2,3,4,5
Level Th 11-12, Th12-VL 1 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan
exiting nerve root kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level VL 1-2, 2-3 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kiri, tidak menekan transverse dan exiting nerve
root kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 3-4: tampak anular tear pada sentral, tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan, tidak menekan
transverse dan exiting nerve root kanan , tidak menekan canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 4-5: tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan exiting nerve
root kanan kiri , tidak menekan canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum.
Level L 5- S 1: tampak bulging di parasentral kiri, tidak menekan transverse dan exiting nerve root, tidak menekan canalis
sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla
Conus medullaris berakhir pada VL1,Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography : tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
1. Spondylosis torakolumbalis dengan paralumbal muscle spasme
2. Degenerative disc disease terdiri dari :
- Kompresi ringan VTh 4 dengan iregularitas superior dan inferior endplate , Loss of intense discus intervertebralis
level VL 1-2, 2-3, 3-4
- Bone marrow changes VTh 10,11,12, VL 1,2,3 sesuai modic type I dan VL 4,5, VS 1 sesuai modic type II
- Bulging diskus intervertebralis level VTh 11-12, VTh 12- VL1 di parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan
exiting nerve root kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
- Bulging diskus intervertebralis level L 1-2, 2-3 di parasentral kiri, tidak menekan transverse dan exiting nerve root
kanan kiri , tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum.
- Annular tear dan bulging diskus intervertebralis level L3-4 di parasentral kanan, tidak menekan transverse dan
exiting nerve root, tidak menekan canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
- Bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri level L 4-5 , tidak menekan transverse dan exiting nerve
root kanan kiri , tidak menekan canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum.
- Bulging di discus intervertebralis parasentral kiri level L 5- S 1, tidak menekan transverse dan exiting nerve root,
tidak menekan canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum

Klinis : HNP
TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Tampak fraktur avulsi pada corpus VL 4 aspek anterosuperior


Curve normal
Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 10,11,12, VL T1WI hipointense T2WI hiperintense
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Tampak schmorl's nodes pada VL 3
Lipping VTh 11,12, Vl 1,2,3,4,5
Level Th 9-10, Level Th10-11,Level Th 11-12, Level Th 12- L1, Level L 1-2 , L3-4 : tampak baik
Level L 4-5 : tampak bulging discus intervertebralis parasentral kanan kiri, tidak menekan transverse dan exiting
root kanan kiri, tak tampak hypertrofi lig. flavum kanan kiri terutama kiri
Level L 5- S 1 : tampak lesi solid pada discus intervertebralis T1WI isointense T2 WI slight hiperinetense yang
menekan thecal sac
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada pemberian kontras tak tampak
abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada L1
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography :Tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
1. Suspect fraktur avulsi corpus VL 4 aspek anterosuperior
2. Spondylosis thoracolumbalis dengan gambaran degenerative disc disease :
- Bone marrow changes VTh 10,11,12 sesuai modic type I
- Bulging discus intervertebralis parasentral kanan kiri Level VL 4-5, tidak menekan transverse dan exiting root kanan
kiri, tak tampak hypertrofi lig. flavum kanan kiri terutama kiri
3. Lesi solid pada discus intervertebralis Level L 5 -S1 yang menekan thecal sac suspect DD :
- Sequestered discus
- Massa

Saran : MRI lumbosacral dengan kontras

Klinis : adeno ca salivary galnd type regio buccal kanan

TS. Yth.Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa dan dengan
kontras, MR Myelography :

Tampak lesi solid kistik yang sangat besar dengan multipel area nekrosis di dalamnya, batas tegas, tepi licin, ukuran +/-
59,2 x 123,8 x 165,2 mm pada regio infraauricula kanan hingga colli kanan
T1WI isointense dengan bagian central hipointense, T2WI isointense dengan bagian central hiperintense, post kontras
tampak contrast enhancement
Lesi mendapat feeding arteri dari a. Carotis communis externa kanan dan percabangannya
Lesi meluas ke daerah buccal kanan, submandibula kanan, dasar lidah lateral kanan, parotis kanan dan glotis kanan
Lesi encase arteri vena jugularis kanan, a. Carotis communis kanan, N VI, VII, VIII
Lesi melekat pada os temporal dan maxilla kanan
Lesi menekan m. pterygoideus medial dan lateral kanan, m. Sternocleidomastoideus kanan, m. Masseter kanan, m. Longus
dan oblique capitis, m. Sternothyroid dan m. Constrictor media dan superior faring kanan ke posterolateral kiri
Lesi mendesak m. Genohyoid, m. Mylohyoid, m. Genio glossus dan lingual septum dan auricula kanan ke superior
Lesi mendesak dan menyempitkan orofaring dan trachea setinggi level VC 2-6 dan menyempitkan airway setinggi level
tersebut
Lesi mendesak nasofaring kanan ke anterolateral kiri, menyempitkan masticator dan parafaringeal space kanan
Lesi mendesak thyroid kanan ke lateral kiri
Lesi mendestruksi air cell mastoid kanan
Tampak perubahan intensitas tulang os mandibula T1WI hipointense, T2WI hipointense
Mastoid, orbitadanparanasaliskanankiridiluarlesitampakbaik
Tak tampak lesi hipo/hiperintense di brain parenchyme yang dengan pemberian kontras tak tampak abnormal contrast
enhancement

Kesimpulan :
1. Massa solid malignant pada infraauricula kanan hingga colli kanan meluas ke daerah buccal kanan, submandibula
kanan, dasar lidah lateral kanan, parotis kanan dan glotis kanan, encase arteri vena jugularis kanan, a. Carotis communis
kanan, N VI, VII, VIIImelekat pada os temporal dan maxilla kananmenekan m. pterygoideus medial dan lateral kanan, m.
Sternocleidomastoideus kanan, m. Masseter kanan, m. Longus dan oblique capitis, m. Sternothyroid dan m. Constrictor
media dan superior faring kanan ke posterolateral kirimendesak m. Genohyoid, m. Mylohyoid, m. Genio glossus dan
lingual septum dan auricula kanan ke superiormendesak dan menyempitkan orofaring dan trachea setinggi level VC 2-6
dan menyempitkan airway setinggi level tersebutmendesak nasofaring kanan ke anterolateral kiri, menyempitkan
masticator dan parafaringeal space kanan serta thyroid kanan ke lateral kirimendestruksi air cell mastoid kanan dengan
feeding arteri dari a. Carotis communis externa kanan dan percabangannya
2. Bone changes pada os mandibula suspect bone metastasis

Klinis : Spondylitis TB VL 2-3

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Tampak axial wedge kompresi VL 2,3 dengan eroded inferior end plate corpus vertebra VL 2 aspek anterior dan superior
endplate corpus vertebra VL 3 aspek anterior
Tak tampak listhesis VL 2 terhadap VL 3 ke posterior dengan step off sebesar +/- 25 %
Tampak multiple foci pada corpus vertebra L 2, 3 , T1WI hipointense, T2 WI hiper intense
Tampak perubahan intensitas bone marrow pada VL 1,2,3,4
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis dan ligamentum ventral serta facet joint level VL 2-3
Lipping VL 1,2,3,4,5, pedicle dan spatium intervertebralis di luar lesi baik
Level Th 12- L1, L1-2 : tampak baik
Level L 2-3: tampak extruded diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri dan anterior, menekan foramina neuralis dan
canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 3-4: tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, tidak menekan foramina neuralis dan canalis
sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 4-5: tampak tear diskus intervertebralis di sentral dan extruded diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri,
menekan foramina neuralis dan thecal sac, tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 5- S 1: tampak hipertrophy lig. flavum
Tampak paravertebral soft tissue abses terproyeksi setinggi VL 2-4 sisi kanan kiri
Conus medullaris berakhir pada L1
MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 2-3, 3-4

Kesimpulan :
1. Stenosis parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 2-3, 3-4
2. Axial wedge kompresi VL 2,3 dengan eroded inferior end plate corpus vertebra VL 2 aspek anterior dan superior
endplate corpus vertebra VL 3 aspek anterior, listhesis VL 2 terhadap VL 3 ke posterior, multiple foci pada corpus vertebra
L 2, 3 , loss of intense pada discus intervertebralis dan ligamentum ventral serta facet joint level VL 2-3, paravertebral soft
tissue abses terproyeksi setinggi VL 2-4 sisi bilateral sesuai gambaran spondylitis TB
3. Spondylosis lumbalis dengan degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrow changes VL 1,2,3,4
- Extruded diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri dan anterior level L2-3 , kesan menekan transverse- exiting
nerve root bilateral dan canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
- Bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri level L3-4, tidak menekan foramina neuralis dan canalis
sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
- Tear diskus intervertebralis di sentral dan extruded diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri level L 4-5, kesan
menekan transverse- exiting nerve root bilateral dan thecal sac, tampak hipertrophy lig. Flavum
- Hipertrophy lig. Flavum VL5 - S1

Klinis : susp DD trauma medula spinalis

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Torakolumbal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
dan dengan kontras, MR Myelography :

Tampak wedge axial kompresi VTh 7 dengan irregularitas pada superior endplate dan destruksi corpus VTh 6 dan VL 4
disertai soft tissue mass batas tegas tepi irreguler di compartment posterior ekstradural yang terproyeksi setinggi VTh 6-7
, VL 4-5
Lesi menginfiltrasi m. Spinalis kanan kiri, m. Longisimus toracis kanan kiri, m. Iliocostalis aspek toracic kanan kiri, Lesi
meluas hingga intradura, proc. Transversus kanan kiri, proc. Spinosus dan articularis facet joint kanan kiri , T1WI
campuran iso-hipointense, T2WI slight hiperintense, post kontras tampak slight kontras enhancement.
Tampak corpus aspek posterior VTh 6,7 dan VL 4,5 mendesak canalis sentralis
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 8,9,10,11,12, VL 1,2, T1WI dan T2WI hiperintense, VTh 6,7, VL 3,4 T1WI iso-
hipointense T2WI hiperintense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VTh 5-6, 6-7, 10-11, 11-12, VL 1-2, 2-3, 3-4, 4-5, L5-S1 T1WI isointense,
T2WI hiperintense
Lipping VTh 8,9,10,11,12, VL 1,2,3,4,5
Level Th 3-4, 4-5,8-9, 9-10, 10-11, 11-12 , Th 12- L1: tampak baik
Level Th 5-6, 6-7, 7-8 : tampak destruksi VTh 6 disertai soft tissue mass di compartment posterior ekstradural eluas hingga
intradura,proc. Transversus kanan kiri, proc. Spinosus dan articularis facet joint kanan kiri dan mendesak medula spinalis
ke lateral kiri
Level L 1-2: tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri , menekan transverse dan exiting nerve root
kanan serta canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 2-3, L 5 - S1 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting
nerve root kanan kiri serta canalis sentralis, tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 3-4, 4-5: tampak destruksi corpus VTh 4, pedicle dan menginfiltrasi m. Spinalis kanan kiri, m. Longisimus toracis
kanan kiri, m. Iliocostalis aspek toracic kanan kiri, tampak hipertrophy lig. Flavum
Conus medullaris berakhir pada L1
MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis berat setinggi VTh 5-6, 6-7, 7-8 dan L4-5 dan
hambatan ringan setinggi VL 2-3
Incidental findings :
- Tampak nodul di lapang paru kanan diameter +/- 2 cm, T1WI dan T2WI hiperintense, post kontras tampak kontras
enhancement
- Tampak lesi pada T1 WI isointense dan T2 WI hiperintense menempati cavum pleura kanan kiri
Kesimpulan :
1. Stenosis parsial aliran cerebrospinalis berat setinggi VTh 5-6, 6-7, 7-8 dan L4-5 dan ringan setinggi VL 2-3
2. Multiple metastase terdiri dari :
- Wedge axial kompresi VTh 7 dengan irregularitas pada superior endplate dan destruksi corpus VTh 6 dan VL 4 disertai
soft tissue mass batas tegas tepi irreguler di compartment posterior ekstradural yang terproyeksi setinggi VTh 6-7 , VL 4-5,
menginfiltrasi m. Spinalis kanan kiri, m. Longisimus toracis kanan kiri, m. Iliocostalis aspek toracic kanan kiri, meluas
hingga intradura, proc. Transversus kanan kiri, proc. Spinosus dan articularis facet joint kanan kiri , T1WI campuran iso-
hipointense, T2WI slight hiperintense, post kontras tampak slight kontras enhancement.
- Multiple wedge axial kompresi VTh 8,9,10, VL 3 dengan irregularitas pada superior dan inferior endplate
- Bone marrow replacement VTh 8,9,10,11,12, VL 1,2
3. Spondylosis torakolumbalis dengan degenerative disc disease
4. Incidental findings : Efusi pleura bilateral dapat merupakan pulmonal metastasis, Nodul di paru kanan dapat merupakan
pulmonal nodul metastasis (mohon korelasi klinis)

Klinis : curiga efusi pleura, spondilitis TB

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :
Curva melurus
Tampak osteodestruksi corpus VL 1,2, 5 dan S1 dengan eroded inferior end plate corpus vertebra VTh 12, L1,2, 3, 5 dan
superior endplate corpus vertebra VL 1,2,3, S1.Lesi meluas ke paravertebral space kanan kiri dan menekan canalis
centralis ke posterior
Tampak lesi pada extradural extra medula batas tegas, tepi reguler, ukuran +/- 8,27 x 3,31 x 5,14 cm pada paravertebral
space setinggi VL 5 - S3 aspek anterior kanan kiri terutama kanan, T1WI hipointense, T2WI hiperintense, menekan thecal
sac pada level L5-S1
Tampak multiple foci pada corpus vertebra Th 12, L 1,2 pada T1WI hipointense, T2 WI hiperintense, dan VL 3 , 4, 5 , S1
pada T1WI dan T2WI hipointense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis level VL 1-2, 2-3, 3-4, L5-S1, T1WI isointense, T2WI hiperintense
Lipping VL 3,4,5
Level Th 10-11, 11-12 : tampak baik
Level Th 12- L1 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kiri, tidak menekan transverse dan exiting nerve
root serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L1-2 : tampak protrude diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting nerve root
serta canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 2-3 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting nerve root
serta thecal sac, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L3-4 : tampak hipertrophy lig. Flavum
Level L 4-5, L5-S1 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan, menekan transverse dan exiting nerve
root serta thecal sac, tampak hipertrophy lig. Flavum
Conus medullaris berakhir pada L1
MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level Th 12-L1, 1-2, 2-3, L5-S1
Kesimpulan :
1. Osteodestruksi corpus VL 1,2, 5 dan S1 dengan eroded inferior end plate corpus vertebra VTh 12, L1,2, 3, 5 dan superior
endplate corpus vertebra VL 1,2,3, S1 meluas ke paravertebral space kanan kiri, multiple foci pada corpus vertebra Th 12,
L 1,2 , 3 , 4, 5 , S1, loss of intense pada discus intervertebralis level VL 1-2, 2-3, 3-4, L5-S1, disertai lesi pada extradural
extramedula pada paravertebral space setinggi VL 5 - S3 aspek anterior kanan kiri terutama kanan menyebabkan stenosis
parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level Th 12-L1, 1-2, 2-3, L5-S1 menyokong gambaran Vertebral osteomyelitis
TB dengan curiga paraverterbral abses level L5 -S 3
2. Spondylosis lumbalis dengan paralumbal muscle spasme dan degenerative disc disease terdiri dari :
- Bulging diskus intervertebralis di parasentral kiri Level Th 12- L1, tidak menekan transverse dan exiting nerve root serta
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
- Protrude diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri Level L1-2, menekan transverse dan exiting nerve root serta
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
- Bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri Level L1-2, menekan transverse dan exiting nerve root serta
thecal sac, tak tampak hipertrophy lig. Flavu
- Hipertrophy lig. Flavum Level L3-4
- Bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan Level L 4-5, L5-S1, menekan transverse dan exiting nerve root serta
thecal sac, tampak hipertrophy lig. Flavum

Klinis : spinal cord injury ... typr curiga VC IV

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :
Malalignment : tampak axial wedge kompressi VC 6
Tampak lesi extradural extramedula batas tegas, tepi reguler ukuran +/- 8,67 x 1,24 cm terproyeksi pada paravertebral
anterior setinggi level VC 4- VTh 2 yang menekan trachea dan esofagus ke anterior . T1WI iso-hipointense. T2WI hipo-
hiperintense
Tampak swelling spinal cord setinggi level C2-3, 3-4, 4-5 5-6 yang menekan liquor cerebrospinalis setinggi level tersebut
Curva melurus
Tak tampak listhesis
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Lipping VC 3,4,5,6,7

Level 1-2, 6-7, C7-Th1, Th1-2 : tampak baik


Level C 2-3, 3-4, 4-5, 5-6 : Tampak lesi extradural extramedula batas tegas yang menekan trachea dan esofagus ke anterior

MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level C2-3, 3-4, 4-5 5-6

Kesimpulan :
1. Axial wedge kompressi VC 6 dengan soft tissue swelling dan hematom paravertebral anterior setinggi level VC 4- VTh 2
, menekan trachea dan esofagus ke anterior disertai spinal cord swelling setinggi level C2-3, 3-4, 4-5 5-6 menyebabkan
stenosis parsial aliran liquorcerebrospinalis pada level tersebut
2. Spondylosis cervicalis dengan paracervical muscle spasme

Klinis : suspect metastasis medula spinalis

Foto MRI thoracolumbal :

Tampak lesi extradural extramedula bentuk spindle, batas tegas, tepi ireguler, berkapsul tebal ukuran +/- 21,56 x 4,53 x
9,99 cm pada perivertebral anterolateral kanan kiri terproyeksi setinggi VTh 4 - VL 3 . T1WI iso-hipointense , T2WI
heterointense , post kontras tampak rim contrast enhancement
Lesi mendesak m. capitis longus kanan kiri ke lateral, aorta ke lateral, medula spinalis ke anterior setinggi level VTh 4-5, 5-
6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10,10-11 yang menyebabkan oklusi total aliran liquor cerebrospinalis intrathecal
Lesi meluas ke discus intervertebralis dan foramina neuralis level Th 4-5, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11
Lesi menempel pada m. psoas aspek proksimal
Tampak kompresi VTh 8 dan fraktur lamina kanan kiri VTh 12
Tampak bone marrow changes VTh 11, 12, L1,2,3,4,5 . T1WI /T2WI hiperintense
Tak tampak loss of intense discus intervertebralis
Lipping VTh 6,7,8,9,10,11,12 L1,2,3,4,5

Level Th 4-5, 11-12, L5-S1 : tampak baik


Level : Th 5-6 , 6-7, 7-8 : tampak lesi extradural extramedula batas tegas, tepi ireguler pada foraminal spinalis aspek
posterolateral kiri yang menekan thecal sac ke anterior. T1WI iso-hipointense , T2WI heterointense , post kontras tampak
rim contrast enhancement
Level Th 8-9, 9-10, 10-11 : tampak bulging discus intervertebralis di parasentral kanan kiri, menekan foramina neuralis dan
canalis sentralis kanan kiri terutama kiri, tak tampak hipertrofi ligamentum flavum
Level Th 12 -L1 : fraktur lamina kanan kiri VTh 12 yang menyebabkan spondylolisis VTh 12 terhadap VL 1 ke anterior
sejauh +/- 25 %
Level L 2-3, 3-4 : tampak bulging discus intervertebralis di parasentral kanan kiri, menekan foramina neuralis dan thecal
sac kanan kiri , tampak hipertrofi ligamentum flavum
Level L 4-5 : tampak bulging discus intervertebralis di sentral dan parasentral kiri, menekan foramina neuralis kiri dan
thecal sac, tampak hipertrofi ligamentum flavum

Conus medularis berakhir di L1

Myelografi : tampak hambatan sub total aliran liquor serebrospinalis setinggi level L 4-5, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11

Kesimpulan :
1. Lesi extradural extramedula bentuk spindle, batas tegas, tepi ireguler, berkapsul tebal ukuran +/- 21,56 x 4,53 x 9,99 cm
pada perivertebral anterolateral kanan kiri terproyeksi setinggi VTh 4 - VL 3, mendesak m. capitis longus kanan kiri ke
lateral, aorta ke lateral, medula spinalis ke anterior setinggi level VTh 4-5, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10,10-11 yang menyebabkan
oklusi total aliran liquor cerebrospinalis intrathecal, meluas ke discus intervertebralis dan foramina neuralis level Th 4-5,
5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11, menempel pada m. psoas aspek proksimal dengan kompresi VTh 8 dan fraktur lamina kanan
kiri VTh 12 DD :
- Paravertebral metastasis
- Disseminated lymphoma
2. Spondylosis thoracolumbalis dengan gambaran degenerative disc disease terdiri dari :
- Bone marrow changes VTh 11, 12, L1,2,3,4,5 (modic type II )
- Bulging discus intervertebralis di parasentral kanan kiri Level Th 8-9, 9-10, 10-11, kesan menekan transverse dab
exiting nerve root dan canalis sentralis kanan kiri terutama kiri, tak tampak hipertrofi ligamentum flavum
- Fraktur lamina kanan kiri VTh 12 yang menyebabkan spondylolisis VTh 12 terhadap VL 1 ke anterior grade I
- Bulging discus intervertebralis di parasentral kanan kiri Level L 2-3, 3-4, kesan menekan transverse dab exiting nerve
root dan thecal sac kanan kiri , tampak hipertrofi ligamentum flavum
- Bulging discus intervertebralis di sentral dan parasentral kiri Level L 4-5, kesan menekan transverse dab exiting nerve
root kiri dan thecal sac, tampak hipertrofi ligamentum flavum

Klinis : susp myelitis DD GBS

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Torakolumbal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Tampak lesi extradural extramedula batas tegas tepi reguler bentuk lobulated ukuran +/- 16,14 x 6,09 x 2,4 cm di
paravertebral space anterolateral kanan kiri yang terproyeksi setinggi VTh 2- VL1 . T1WI / T2WI isointense
Lesi mendesak m. Longisimus toracis kanan kiri ke anterolateral kanan kiri dan aorta ke anterior
Tampak infiltrasi spinal cord setinggi level VTh 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11, 11-12
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12 T1WI /T2WI hiperintense
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis

Level Th 3-4, 4-5, 5-6, 6-7,Th12-L1, L1-2, 2-3, 3-4, 4-5, L5-S1 : tampak baik
Level Th 7-8, 8-9, 9-10, 10-11, 11-12 : tampak infiltrasi ke canalis sentralis

Conus medullaris berakhir pada L1


MR Myelography : tampak hambatan parsial berat aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VTh 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, 7-8,
8-9, 9-10, 10-11, 11-12

Incidental findings :
- Tampak lesi kistik menempati cavum pleura kanan kiri, T1WI isointense , T2WI hiperintense

Kesimpulan :
1. Lesi extradural extramedula batas tegas tepi reguler bentuk lobulated di paravertebral space anterolateral kanan kiri
yang terproyeksi setinggi VTh 2- VL1, mendesak m. Longisimus toracis kanan kiri ke anterolateral kanan kiri dan aorta ke
anterior dengan infiltrasi spinal cord setinggi level VTh 2-3, 3-4, 4-5, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11, 11-12 menyebabkan
stenosis parsial berataliran cerebrospinalis setinggi setinggi level tersebut dan bone marrow replacement VTh
2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12 suspect DD :
- Extramedullary hematopoiesis dengan spinal hematopoiesis disorder
- Multiple bone dan soft tissue mass metastasis
2. Incidental findings : efusi pleura bilateral

Klinis : spinal cord injury

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Malalignment : tampak axial wedge kompresi ringan VC 3,4,5 disertai gambaran bone bruise , T1WI hipointense, T2WI
hiperintense
Tampak bone bruise pada VTh 5,6,7 T1WI hipointense, T2WI hiperintense
Tampak lesi multipel batas tidak tegas, tepi ireguler kecil-kecil dengan diameter terbesar 4,5 mm pada myelum terproyeksi
setinggi VC 4-6 ; T1WI /T2WI hiperintense
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Lipping VC 7, VTh 7,8,9,10,11

Level C 1-2, 2-3, 3-4, 5-6, C7-Th1, Th 2-3, 3-4, 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, 10-11 : tampak baik
Level C 4-5 : tampak bulging diskus intervertebralis di paracentral kiri, menekan transverse dan exiting nerve root,
menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
Level C 6-7 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan, tidak menekan transverse dan exiting nerve root
kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
Level Th 4-5 : Tampak bulging diskus intervertebralis di sentral, tidak menekan transverse dan exiting nerve root kanan
kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

MR Myelography : tampak hambatan parsial berat aliran liquor cerebrospinalis setinggi level C 3-4, 4-5, 5-6

Kesimpulan :
1. Multiple axial wedge kompresi ringan VC 3,4,5 disertai gambaran bone bruise dan hematomyelia subakut terproyeksi
setinggi VC 4-6 yang menyebabkan stenosis parsial berat aliran liquor cerebrospinalis setinggi level C 3-4, 4-5, 5-6
2. Multiple bone bruise VTh 5,6,7
3. Spondylosis cervicothoracalis dengan gambaran degenerative disc disease terdiri dari :
- Bulging diskus intervertebralis di paracentral kiri Level C 4-5, menekan transverse dan exiting nerve root, menekan
canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. flavum
- Bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan Level C 6-7, tidak menekan transverse dan exiting nerve root
kanan kiri, tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum
- Bulging diskus intervertebralis di sentral Level Th 4-5, tidak menekan transverse dan exiting nerve root kanan kiri,
tidak menekan canalis sentralis, tak tampak hipertrophy lig. Flavum

Klinis : spina bifida + crouzon syndrome

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Cervicothoracolumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE,
T2frFSFfs, tanpa kontras, MR Myelography :

Tampak defect pada regio coccygeal yang tidak dilapisi oleh otot dan subcutaneus fat. Defect dilapisis meningen yang
berhubungan dengan canalis spinalis di distal coccygeus. Diskontinuitas sebagian meningen yang menonjol pada daerah
cutis regio coccygeal disertai tract dan aliran intensitas sama dengan LCS
Fusi vertebrae da deformitas bentuk vertebra lainnya di proksimal lumbosacral tak dapat dievaluasi
Alignment baik, curve normal
Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tak tampak perubahan intensitas bone marrow
Tak tampak loss of intense pada discus intervertebralis
Level Thoracal hingga lumbal yang terscan tampak baik
Conus medullaris berakhir pada L1
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography : tak tampak hambatan aliran liquor cerebrospinalis

Kesimpulan :
Defect pada regio coccygeal yang tidak dilapisi oleh otot dan subcutaneus fat. Defect dilapisis meningen yang
berhubungan dengan canalis spinalis di distal coccygeus. Diskontinuitas sebagian meningen yang menonjol pada daerah
cutis regio coccygeal disertai tract dan aliran intensitas sama dengan LCS menyokong gambaran spina bifida regio
coccygeal dengan meningocele

Klinis : burst frakture VTh XII frankle A

TS. Yth. Hasil Pemeriksaan MRI Torakolumbal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :

Malaligment :
Tampak fraktur corpus VTh 12 collum anterior dan media dengan kompresi corpus VTh 12 dan discus intervertebralis VTh
11-12 dengan listesis VTh 12 terhadap VTh 11 ke posterior sebesar +/- 1,03 cm yang mendorong canalis spinalis pada level
tersebut ke posterior, menyebabkan ruptur canalis dan medula spinalis setinggi VTh 10-11, 11-12 sepanjang +/- 0,76 cm
dengan leakage duramater. T1WI hipointense, T2WI hiperintense
Tak tampak jelas gambaran pedicle kanan kiri dan proc. articularis superior VTh 12, proc. articularis inferior VTh 11
Tampak fraktur lamina dan lig. longitudinalis posterior setinggi VTh 11-12
Tampak bone marrow edema VTh 11, 12, VL 1,2,3,4,5 ; T1WI hipointense, T2WI hiperintense
Tampak bone bruise VTh 11,12 ; T1WI hipointense, T2WI hiperintense
Lipping VTh 6,7,8,9,10,11, VL 1,2,3,4

Level Th 6-7, 7-8, 8-9, 9-10, L1-2 : tampak baik


Level L2-3 , 3-4 : tampak hipertrofi lig. flavum
Level L4-5 : tampak bulging diskus intervertebralis di parasentral kanan kiri, menekan transverse dan exiting nerve root
kanan kiri, tidak menekan thecal sac, tampak hipertrofi lig. flavum
Level L5 - S1 : tampak bulging diskus intervertebralis di sentral, menekan transverse dan exiting nerve root, menekan
thecal sac, tampak hipertrofi lig. flavum

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla


Conus medullaris berakhir pada VL 1
Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography :Tampak hambatan subtotal aliran liquor cerebrospinalis setinggi VTh 10-11, 11-12

Kesimpulan :
1. Burst fracture VTh 12 dengan translational (3) , spondylolistesis VTh 12 terhadap VTh 11 ke posterior sebesar +/- 1,03
cm yang mendorong canalis spinalis pada level tersebut ke posterior, menyebabkan ruptur canalis dan medula spinalis
dan stenosis subtotal aliran liquor cerebrospinalis setinggi VTh 10-11, 11-12 sepanjang +/- 0,76 cm dengan leakage
duramater (3) dan suspect fraktur pedicle kanan kiri dan proc. articularis superior VTh 12, proc. articularis inferior VTh 11
dan fraktur lamina dan lig. longitudinalis posterior setinggi VTh 11-12 (2) --> grade score 8 (TLICS)
2. Spondylosis toracolumbalis dengan degenerative disc disease