You are on page 1of 10

1.

Dirah Tamarina (01408892)


Klinis: HNP Lumbal
MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
dengan kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve melurus


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow pada T1 dan T2 hiperintens di corpus VS1
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VL 3-4, VL 4-5, VL 5-VS 1

Level VTh 5-6, VTh 6-7, VTh 7-8: kesan tampak baik
Level VTh 8-9, : bulging sentral, dan parasentral kanan yang menekan kanalis sentralis dan
foramina neuralis kanan
Level VTh 9-10, VTh 10-11, VTh 11-12: bulging sentral , dan parasentral kanan kiri yang
menekan kanalis sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
Level VTh 12- L 1, L 1-2, L 2-3: bulging parasentral kanan kiri yang menekan foramina neuralis
kanan kiri
Level L 3-4: bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis sentralis dan
foramina neuralis kanan kiri terutama kiri
Level L 4-5: bulging parasentral kanan kiri yang menekan foramina neuralis kanan kiri, terutana
kiri
Level L 5- S 1: Protusi sentral dan bulging parasentral kiri yang menekan kanalis sentralis dan
foramina neuralis kiri
Tampak lesi hiperintens pada T2 di diskus invertebralis VL5-S1
Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla yang pada
pemberian kontras tak tampak abnormal contrast enhancement
Conus medullaris berakhir pada L1-L2
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography : tampak hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 8-9
hingga L5-S1

Kesimpulan :
1. HNP dengan gambaran:
 Level VTh 8-9, : bulging sentral, dan parasentral kanan yang menekan kanalis sentralis
dan foramina neuralis kanan
 Level VTh 9-10, VTh 10-11, VTh 11-12: bulging sentral , dan parasentral kanan kiri yang
menekan kanalis sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
 Level VTh 12- L 1, L 1-2, L 2-3: : bulging parasentral kanan kiri yang menekan foramina
neuralis kanan kiri
 Level L 3-4: bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis sentralis
dan foramina neuralis kanan kiri terutama kiri
 Level L 4-5: bulging parasentral kanan kiri yang menekan foramina neuralis kanan kiri,
terutana kiri
 Level L 5- S 1: Protusi sentral dan bulging parasentral kiri yang menekan kanalis
sentralis dan foramina neuralis kiri

2. Stenosis parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VL 8-9 hingga L5-S1
3. degenerative disc disease terdiri dari
 Bone marrowchanging VS1
 Loss of intense pada discus intervertebralis VL 3-4, VL 4-5, VL 5-VS 1
 Modic Type 2

4. Paravertebrae muscle spasme

2. Anisa (01409325)
Klinis: Susp abses cerebry
MRI Kepala Axial T1FSE, T2FRFSE, FLAIR, DWI,Coronal T2FRFSE, Sagital T2FRFSE,
dengan dan tanpa kontras, MRA :

Tampak lesi hipo-isointense di T1 dan hiperintense di T2 dan FLAIR, pada post kontras enhance
pada sebagian perifernya, pada DWI tampak restricted area di korteks sub korteks lobus
temporoparietal dan lobus occipital kanan kiri, dan periventrikel kanan kiri
Sulci dan gyri tampak baik
Sistem ventrikel dan cysterna tampak baik
Tak tampak deviasi midline struktur
Pons, tampak baik
Tampak lesi hiperintens di T2 yang mengisi sinus maksilaris kiri dan mastoid kanan yang pada
post kontras tak tampak enhance
Tampak hipertrofi konkanasi media dan inferior
Mastoid kiri, orbita kanan kiri dan sinus paranasalis diluar lesi tampak baik

MR Angiography :Circulus Willisii tampak patent, tak tampak aneurysma maupun vascular
malformation.
MR Spectroscopy : tak tampak peningkatan rasio Ch/Cr dan NAA, tampak peningkatan lipid
laktat pada lesi

Kesimpulan :
- Mengarah ke gambaran multiple abces cerebry
- Sinusitis maksilaris kiri dan mastoiditis kanan
- Rhinitis bilateral

3. Slamet Gustomi (01408407)


Klinis: Ca Sinonasal
MRI Kepala Axial T1FSE, T2FRFSE, FLAIR, DWI,Coronal T2FRFSE, Sagital T2FRFSE,
dengan kontras, MRA, :

Tampak lesi isohipointense pada T1, heterointense pada T2 dan FLAIR. Dan pada post kontras
tampak heterogen kontras enhancement di sinus maksilaris kanan, sinus ethmoidalis kanan, sinus
sphenoidalis kanan, sinus frontalis kanan, lesi tampak meluas ke retro orbita dan cavum orbita
kanan mendesak canalis optikus kanan dan menempel pada sebagian muskulus rektus medialis
dan bulbus occuli sisi medial kanan serta menyebabkan proptosis orbita kanan.
Tampak pula lesi meluas ke lobus temporalis kanan dan menginchase arteri karotis kanan
Lesi tampak mendestruksi dinding medial, lateral, sebagian infra orbita dan posterior sinus
maksilaris kanan
Tampak lesi hiperintense pada T2 di mastoid kanan yang pada post kontras tak tampak
enhancement
Sulci dan gyri tampak baik
Sistem ventrikel dan cysterna tampak baik
Tak tampak deviasi midline struktur
Pons, cerebellum dan cerebelopontine angle tampak baik
Orbita kiri, sinus paranasal kiri dan mastoid kiri tampak baik
Nasofaring bilateral baik

DWI :Tampak restricted area di daerah lesi


MR Angiography :Circulus Willisii tampak patent, tak tampak aneurysma maupun vascular
malformation.

Kesimpulan :
1. Mengarah ke gambaran massa sinonasal kesan malignan yang mengisi sinus maksilaris kanan,
sinus ethmoidalis, sinus sphenoidalis, sinus frontalis kanan, yang mendesak canalis optikus
kanan dan meluas ke cavum orbita kanan, menempel pada sebagian muskulus rektus medial dan
bulbus occuli sisi medial kanan serta menyebabkan proptosis orbita kanan, lesi meluas ke lobus
temporalis kanan, mengencase arteri karotis kanan, mendestruksi dinding medial, lateral,
sebagian infra orbita dan posterior sinus maksilaris kanan.

2. Mastoiditis kanan

4. Harto (01408704)
Klinis Abses cerebri ec susp. tuberculoma cerebri dd toxoplasmosis cerebri
MRI Kepala Axial T1FSE, T2FRFSE, FLAIR, DWI,Coronal T2FRFSE, Sagital T2FRFSE,
dengan kontras, MRA, Fiesta :

Tampak lesi multiple hypointense pada T1, FLAIR, T2 hyperintense, pada post contras tak
tampak enhance
Tampak pula gambaran hyperintense pada T2 dan FLAIR di periventrikel pada post contras tak
tampak enhance, pada DWI tak tampak restricted area, pada GRE tampak gambaran hypointense
di periventrikel dan lobus parietalis kanan kiri

Sulci dalam dan gyri dangkal


Sistem ventrikel dan cysterna tampak melebar ringan
Tak tampak deviasi midline struktur
Pons, cerebellum dan cerebelopontine angle tampakbaik
Mastoid kanan, orbita dan sinus paranasalis kanan kiri tampak baik

DWI :Tampak sebagian restricted diffusion area


MR Angiography :Circulus Willisii tampak patent, tak tampak aneurysma maupun vascular
malformation.

Kesimpulan :
- Tak tampak gambaran SOL/Infark/Perdarahan intracerebral
- Lesi hiperintense menempati regio mastoid kiri yang menempel ke N. VII cenderung suatu
cholesterol granulomatosa

5. Jambadi (01408363)
Klinis: Tetraparesis spastik susp HNP Cervical
MRI Cervical Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :
Tampak listesis VC5 ke posterior terhadap VC4

Tampak perubahan intensitas bone marrow yang pada T1dan T2 hiperintense


Tampak loss of intense pada hampir seluruh discus intervertebralis yang tervisualisasi
T1WI isointense, T2WI hipointense

Tampak osteofit pada corpus vertebrae yang tervisualisasi

Level VC 2-3: tampak baik


Level VC 3-4, 4-5: tampak protusi sentral dan bulging parasentral kanan kiri yang menekan
kanalis sentralis dan foramina neuralis kanan kiri.
Level VC5-6 : tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis sentralis
dan foramina neuralis kanan kiri
Level VC6-7: tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis sentralis
dan foramina neuralis kanan kiri, terutama kanan
Level VC7-VTh1 : tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis
sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
Level VTh 1-2 : tampak buldging sentral yang tidak menekan parasentralis kanan kiri
Level VTh 2-3, 3-4, 4-5 : Tampak baik
Level VTh 5-6 : tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis
sentralis dan foramina neuralis kanan kiri, terutama kanan
Level VTh 6-7, 7-8: tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan sebagian
kanalis sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
Level VTh 8-9 : tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang tidak menekan kanalis
sentralis, menekan foramina neuralis kanan kiri, terutama kanan

Tampak lesi hiperintense pada T2 di intramedula setinggi level VC2-7


Tak tampak gambaran abses soft tissue

MR Myelography : tampak hambatan subtotal aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VC 3-4,
4-5, 5-6, 6-7, hambatan parsial VC7-VTh1 dan VTh 5-6 hingga VTh 8-9

Kesimpulan :
1. HNP dengan gambaran degenerative spine and disc disease yang menyebabkan cervical
canal stenosis grade III setinggi level VC 3-4 hingga VC 6-7, dan Grade II pada VC7
-VTh1, dan Grade I pada VTh 5-6 hingga VTh 8-9
2. Listesis VC5 ke posterior terhadap VC4
3. Modic type 2

6. Suwardi (0055922)
7. Sarmin (01356618)

8. Upiek (01406616)
Klinis : susp SOP Cerebri dd Multiple Sclerosis
MRI Kepala Axial T1FSE, T2FRFSE, FLAIR, DWI,Coronal T2FRFSE, Sagital T2FRFSE, tanpa
dan dengan kontras, MRA, Fiesta :

Tampak multiple lesi kecil kecil di korteks dan subkortek di kedua hemisfer yang pada T1
hipointense, T2 hiperintense dan FLAIR, yang pada post contras tak tampak enhance
Sulci dan gyri tampak baik
Sistem ventrikel dan cysterna tampak baik
Tak tampak deviasi midline struktur
Pons, cerebellum dan cerebelopontine angle tampakbaik
Mastoid kanan, orbita dan sinus paranasalis kanan kiri tampak baik

DWI :Tak tampak restricted diffusion area


MR Angiography :Circulus Willisii tampak patent, tak tampak aneurysma maupun vascular
malformation.

Kesimpulan :
1. Multiple lakunar infark pada kedua hemisfer
2. Tak tampak gambaran SOL/Multiple sclerosis

9. Budi K (00863777)
MRI Lumbosacral Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs,
tanpa kontras, MR Myelography :

Alignment baik, curve melurus


Tak tampak listhesis maupun kompresi
Tampak perubahan intensitas bone marrow pada T1 dan T2 hiperintense di VTh 12
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VL 4-5
Level VTh 11-12: tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan sebagian
canalis sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
VTh 12-VL1, VL 1-2: tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan foramina
neuralis kanan kiri
Level VL 2-3, VL 3-4: tampak baik
Level VL 4-5: Protusi sentral dan bulging parasentral kanan yang menekan sebagian canalis
sentralis dan foramina neuralis kanan
Level VL 5- VS 1: Protusi sentral dan bulging parasentral kiri yang menekan canalis sentralis
dan sebagian foramina neuralis kiri

Tak tampak lesi hipo / hiperintense abnormal di intramedulla dan extramedulla


Conus medullaris berakhir pada L1-L2
Tak tampak gambaran abses soft tissue
MR Myelography : Hambatan parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VTh 11-12
hingga VL 5-VS 1 terutama di level VL 4-5 dan VL 5-VS 1

Kesimpulan :
1. HNP dengan gambaran:
 Level VTh 11-12: tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan
sebagian canalis sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
 VTh 12-VL1, VL 1-2: tampak bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan
foramina neuralis kanan kiri
 Level VL 2-3, VL 3-4: tampak baik
 Level VL 4-5: Protusi sentral dan bulging parasentral kanan yang menekan sebagian
canalis sentralis dan foramina neuralis kanan
 Level VL 5- VS 1: Protusi sentral dan bulging parasentral kiri yang menekan canalis
sentralis dan sebagian foramina neuralis kiri
2. Stenosis parsial aliran liquor cerebrospinalis setinggi level VTh 11-12 hingga VL 5-VS 1
terutama di level VL 4-5 dan VL 5-VS 1
3. Modic type 2 (VTh 12)
10. Grabiela (01408848)
Klinis: Ensefalitis
MRI Kepala Axial T1FSE, T2FRFSE, FLAIR, DWI,Coronal T2FRFSE, Sagital T2FRFSE,
dengan kontras, MRA, :

Tampak gambaran meningeal dan gyral enhance di lobus parietal kanan kiri dan occipital kanan
Tak tampak lesi hipo/hiperintense di brain parenchyme yang dengan pemberian kontras tak
tampak abnormal contrast enhancement
Sulci dan gyri tampak baik
Sistem ventrikel dan cysterna tampak baik
Tak tampak deviasi midline struktur
Pons, cerebellum dan cerebelopontine angle tampakbaik
Mastoid kanan, orbita dan sinus paranasalis kanan kiri tampak baik

DWI :Tak tampak restricted diffusion area


MR Angiography :Circulus Willisii tampak patent, tak tampak aneurysma maupun vascular
malformation.

Kesimpulan :
1. Meningoencephalitis di lobus parietal kanan kiri dan occipital kanan
2. Tak tampak gambaran SOL/Infark/Perdarahan intracerebral

11. Suwartini (01372449)


Klinis: Destruksi VTh 1-3
MRI Torakal Axial T1FSE, T2FRFSE, Coronal T2FRFSE, Sagital T1FSE, T2frFSFfs, tanpa
kontras, MR Myelography :
Tampak multiple kompresi di VTh1, VTh3, VTh 5 yang menyebabkan pendesakan kanalis
sentralis di setinggi level tersebut
Tampak perubahan intensitas bone marrow VTh1, VTh3, VTh 5, processus VTh 7-8 yang pada
T1 isointense, T2 hiperintense heterointense
Tampak loss of intense pada discus intervertebralis VC7-Th1, Th1-2, Th2-3, Th3-4, Th 4-5
Level VC3-4, VC4-5: Bulging sentral dan parasentral kanan kiri yang menekan kanalis sentralis
dan foramina neuralis kanan kiri terutama kiri
Level VC 5-6, VC 6-7: Protusi sentral dan bulging sentral kanan kiri yang menekan kanalis
sentralis dan foramina neuralis kanan kiri
Corpus VTh 1, VTh 3, VTh 5 tampak kompresi yang menyebabkan pendesakan kanalis sentralis
dan foramina neuralis kanan kiri
Level VTh 4-5: Bulging sentral yang menyebabkan pendesakan kanalis sentralis
Level VTh 6-7, VTh 7-8: Tampak destruksi dari processus transversus VTh 7-8
Level VTh 8-9, VTh 9-10: Tampak baik
Tampak lesi hipointense pada T1 dan hiperintense pada T2 di intramedulla di setinggi level VC2-
VTh 4
MR Myelography : tampak hambatan subtotal aliran liquor cerebrospinalis setinggi level corpus
VTh1, corpus VTh 3, hambatan parsial di setinggi level VC 3-4 hingga VC 6-7 dan corpus VTh
5 dan level VTh 4-5

Kesimpulan :
1. Multiple kompresi di VTh 1 dan VTh 3, serta destruksi dari processus transversus VTh 7-8
kemungkinan dapat merupakan gambaran bone metastase yang menyebabkan stenosis subtotal
liquor cerebrospinalis setinggi level tersebut dan stenosis parsial di VTh 5
2. Cervical canal stenosis grade II-III setinggi level VC3-4 hingga VC 6-7

12. Abdur (01408405)


Klinis: PBT susp osteosarcoma femur (d)
MRI Femur Kanan Axial T1FSE, T2FSE, T2fatsat, Coronal T1FSE, T2FSE, PDfatsat, Sagital
T2FSE, T2fatsat, dengan kontras:
Tampak soft tissue mass regio 1/3 proksimal hingga distal os femur kanan, T1WI campuran iso-
hipointense, T2WI campuran hipo-hiperintense, post kontras tampak inhomogen kontras
enhancement, tampak gambaran periosteal reaction positif
Pada MRA tampak lesi sangat hipervascularisasi, terdapat bleeding arteri dari a. femoralis
profundal dan superficial kanan
Lesi tampak mengencase arteri dan vena femoralis kanan
Tampak keterlibatan :
- muskulus dan tendon m. rectus femoris kanan
- m. vastus lateralis, medialis, intermedius kanan
- m. adductor longus, m. gracillis, m. sartorius kanan
- muskulus dan tendon biceps femoris kanan
- m. semimembranosus kanan
Kesimpulan :
Mengarah ke gambaran osteosarcoma os. Femur 1/3 distal kanan dengan bulging soft tissue mass
dari 1/3 proksimal hingga distal os. Femur kanan yang melibatkan muskulus dan tendon m.
rectus femoris kanan, m. vastus lateralis, medialis, intermedius kanan, m. adductor longus, m.
gracillis, m. sartorius kanan, muskulus dan tendon biceps femoris kanan, m. semimembranosus
kanan disertai bleeding arteri dari a. femoralis profunda dan superfisialis kanan beserta
cabangnya

13. Wahyuni (01366941)


Klinis: MBD Pelvis
MRI Pelvis Axial T1, T2, DWI, Coronal T1, T2, Fatsat, Sagital T2, tanpa kontras :
Tampak bulging soft tissue mass di regio 1/3 proksimal os. Femur kiri sisi medial ukuran +/-
15,1 x 8 x 12,9 cm, disertai destruksi dari simfisis pubis kanan dan kiri, caput femoris kiri,
acetabulum kiri, yang pada T1 tampak hipo-isointense, T2 tampak heterointense
Lesi tidak melibatkan sistema vascular di sekitarnya
Lesi tampak melibatkan sebagian m. adductor longus, m. gluteus maksimus, m. gluteus minimus,
m. adductor brevis, m. pectinius, m. vastus intermedius, m. sartorius, m. rectus femoris kiri
Kesimpulan :
Primary soft tissue mass di regio 1/3 proksimal os. Femur kiri sisi medial, yang mendestruksi
simfisis pubis kanan dan kiri, caput femoris kiri, acetabulum kiri, dan melibatkan sebagian m.
adductor longus, m. gluteus maksimus, m. gluteus minimus, m. adductor brevis, m. pectinius, m.
vastus intermedius, m. sartorius, m. rectus femoris kiri,
Saran: MRI Pelvis dengan kontras