You are on page 1of 3

BERDOA

Setiap manusia pasti membutuhkan pertolongan. Bagi seorang muslim, pertolongan yang terbaik
hanyalah datang dari sang Pencipta, Allah SWT. Pertolongan itu akan datang jika kita meminta
kepada-Nya. Inilah yang disebut berdoa. Namun, seringkali cara kita salah ketika melakukannya
sehingga doa kita tidak diijabah oleh-Nya. Berikut beberapa tips yang insya Allah berguna bagi
kita dalam berdoa yang diangkat dari Al-Qur’an dan Hadits.

Sebelum berdoa, siapkan diri kita dalam hal-hal berikut:

1. Hadapkan hati kita langsung kepada Allah SWT. Jangan lewat siapapun atau sesuatupun.
Waspadai sikap syirik, dosa yang paling besar.
2. Siapkan hati untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa. Camkan bahwa kita sangat
membutuhkan pertolongan-Nya.
3. Hadirkan hati kita kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
4. Yakinkan selalu harta, makanan, minuman dan pakaian kita didapatkan dengan cara yang
halal.
5. Luruskan niat berdoa. Jangan berdoa untuk melakukan dosa, khianat atau memutuskan
silaturahim.
6. Berpikirkan positif. Yakinlah bahwa Allah SWT akan mendengar doa kita dan akan
mengabulkannya.
7. Jika memungkinkan, usahakan mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Cara berdoa yang -insya Allah- baik adalah sebagai berikut. Ini adalah urutan langkah paling
minimal dalam berdoa:

1. Mulailah dengan basmalah.


2. Memujilah kepada Allah SWT. Minimal sekali ucapkan “Alhamdulillahi robbil
‘aalamiin”.
3. Bersholawatlah untuk Rasulullah SAW.
4. Sebutlah salah satu atau beberapa nama Allah SWT (asmaul husna) dengan santun dan
penuh kerendahan hati.
5. Lanjutkan asmaul husna tadi dengan isi permintaan kita. Akan lebih baik jika arti asmaul
husna-Nya sesuai dengan isi permintaan kita. Pada langkah ini, sebaiknya juga
menggunakan doa yang ada dalam Al-Qur’an atau dicontohkan Rasulullah SAW, namun
jika kita tidak hafal, bisa dengan bahasa sendiri.
6. Tutup doa dengan sholawat kembali untuk Rasulullah SAW, memuji Allah SWT sekali
lagi, lalu ucapkan Amin.

Berdasarkan urutan di atas, berikut adalah contoh urutan doa paling minimal:

1. “Bismillahirrahmaanirrohiim” (dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi


Penyayang)
2. “Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin” (segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam)
3. “Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad” (ya Allah, berilah keselamatan pada
Rasulullah Muhammad SAW)
4. “Ya Allah ya Rozak” (ya Allah ya Maha Pemberi Rezeki)
5. “Hari ini hamba akan berdagang, mohon berilah hamba rizki yang halal dan
melimpah“
6. “Washollallahi ala sayyidina Muhammad, walhamdulillahi robbil ‘aalamiin,
Amiin.” (dan limpahkan keselamatan dari sisiMu pada Rasulullah Muhammad SAW,
segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, perkenankanlah doa hamba)

Ada yang berpendapat bahwa ketika doa kita benar dan insya Allah makbul, kita akan merasakan
minimal salah satu hal ini. Wallahu’alam bisshawab:

1. Ingin menangis atau bahkan menangis ketika berdoa.


2. Dada terasa bergetar dengan rasa hangat.
3. Terasa ada sesuatu yang menakutkan dalam hati kita.

Ada beberapa jenis doa yang sangat makbul, yaitu:

1. Doa orang yang sedang dalam kondisi terdesak.


2. Doa orang yang teraniaya atau terzalimi.
3. Doa anak yang sholeh dan berbuat baik pada ibu bapaknya.
4. Doa seorang muslim yang tidak (jarang sekali) berbuat zalim dan tidak pernah
memutuskan silaturahim.

Semoga kita semua bisa berdoa dengan baik dan selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya
Rabb.

Wallahu’alam bisshawab.

Referensi:

1. “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya” (An
Nashr:3)
2. “Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah dengan menyebut asmaa-ul husna
itu “(QS Al Araf : 180)
3. Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang
bersungguh-sungguh ketika ia berdoa”.
4. Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada
hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.
5. Contoh doa yang ada dalam Al-Quran: Rabbij’alnii muqiima shalaati wamin dzurriyaatii
(QS Ibrahim). Ya Allah jadikanlah saya dan keturunan saya sebagai orang yang dapat
menegakkan shalat.
6. Contoh doa yang dicontohkan Rasulullah SAW: Allahummakfinii bihalaallika an
haraamika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak (HR Tirmidzi). Ya Allah berilah saya
rizki yang halal, bukan yang haram. Dan kekayaan (rizki yang melimpah) yang Engkau
ridhai, bukan yang engkau murkai.