You are on page 1of 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam pemeriksaan Laboratorium klinik dan Rumah Sakit sekalipun
umumnya untuk pemeriksaan Analisa Gas darah saat ini sudah menggunakan
alat otomatis.Beberapa merk dagang seperti ABL 90 Flex radiometer, ABL
700 Flex Analyzer dan ABL 800 flex, dan lain sebagainya merupakan alat-alat
yang dapat meemriksa Analisa Gas Darah secara keseluruhan. Pemeriksaan
dengan mesin otomatis dapat memberikan hasil yang cepat. Namun terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu :
1. Gelembung udara
Tekanan oksigen udara adalah 158 mmHg. Jika terdapat udara dalam
sampel darah maka ia cenderung menyamakan tekanan sehingga bila
tekanan oksigen sampel darah kurang dari 158 mmHg, maka hasilnya akan
meningkat.
2. Antikoagulan
Antikoagulan dapat mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung.
Pemberian heparin yang berlebihan akan menurunkan tekanan CO2,
sedangkan pH tidak terpengaruh karena efek penurunan CO2 terhadap pH
dihambat oleh keasaman heparin.
3. Metabolisme
Sampel darah masih merupakan jaringan yang hidup.Sebagai jaringan
hidup, ia membutuhkan oksigen dan menghasilkan CO2. Oleh karena itu,
sebaiknya sampel diperiksa dalam 20 menit setelah pengambilan. Jika
sampel tidak langsung diperiksa, dapat disimpan dalam kamar pendingin
beberapa jam.
Oleh karena itu disini akan dibahas mengenai alat instrumen ABL 800 flex
Analyzer untuk analisa gas darah.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Blood Gas Analyzer
2. Bagaimana Prinsip kerja dari alat ABL 800 Flex Analyzer?
3. Bagaimana cara pengambilan sampel untuk ABL 800 Flex Analyzer?
4. Bagaimana cara kerja dari alat ABL 800 Flex Analyzer?
5. Bagaimana interpretasi hasil alat ABL 800 Flex Analyzer?
6. Apa kelebihan dan kekurangan dari alat ABL 800 Flex Analyzer?
7. Apa saja troubleshooting dari alat ABL 800 Flex Analyzer?
8. Apa saja hal hal yang perlu diperhatikan dari alat ABL 800 Flex Analyzer?
9. Bagaimana cara kalibrasi alat ABL 800 Flex Analyzer?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian alat Blood Gas Analyzer
2. Mengetahui Prinsip kerja dari alat ABL 800 Flex Analyzer
3. Mengetahui cara pengambilan sampel untuk ABL 800 Flex Analyzer
4. Mengetahui cara kerja dari alat ABL 800 Flex Analyzer
5. Mengetahui interpretasi hasil alat ABL 800 Flex Analyzer
6. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari alat ABL 800 Flex Analyzer
7. Mengetahui hal hal yang perlu diperhatikan dari alat ABL 800 Flex
Analyzer
8. Mengetahui cara kalibrasi alat ABL 800 Flex Analyzer
9. Mengetahui troubleshooting dari alat ABL 800 Flex Analyzer

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Analisa Gas Darah


2.1.1 Definisi Analisa Gas Darah
Pemeriksaan Analisa Gas Darah (Astrup) adalah salah satu tindakan
pemeriksaan laboratorium yang ditujukan ketika dibutuhkan informasi yang
berhubungan dengan keseimbangan asam basa (Ph), jumlah oksigen, dan
karbondioksida dalam darah pasien. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai
fungsi kerja paru-paru dalam menghantarkan oksigen kedalam sirkulasi darah dan
mengambil karbondioksida dalam darah. Analisa gas darah meliputi PO2, Ph,
HCO3, dan seturasi O2.
Analisa Gas Darah ( AGD ) atau sering disebut Blood Gas Analisa (BGA)
merupakan pemeriksaan penting untuk penderita sakit kritis yang bertujuan untuk
mengetahui atau mengevaluasi pertukaran Oksigen (O2),Karbondiosida ( CO2)
dan status asam-basa dalam darah arteri.
Analisa gas darah (AGD) atau BGA (Blood Gas Analysis) biasanya
dilakukan untuk mengkaji gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan
oleh gangguan pernafasan dan/atau gangguan metabolik. Komponen dasar AGD
mencakup pH, PaCO2, PaO2, SO2, HCO3 dan BE (base excesses/kelebihan
basa).Pemeriksaan gas darah dipakai untuk menilai : “Keseimbangan asam basa
dalam tubuh, Kadar oksigenasi dalam darah, Kadar karbondioksida dalam darah”.
Tes ini juga menunjukkan seberapa baik paru-paru dan ginjal yang berinteraksi
untuk menjaga pH darah normal (keseimbangan asam-basa). Peneliatian ini
biasanya dilakukan untuk menilai penyakit khususnya pernapasan dan kondisi lain
yang dapat mempengaruhi paru-paru, dan sebagai pengelolaan pasien untuk terapi
oksigen (terapi pernapasan). Selain itu, komponen asam-basa dari uji tes dapat
memberikan informasi tentang fungsi ginjal.

3
Gambar 2.1 ABL700 Flex Analyzer

Blood Gas Analyzer adalah Sebuah alat yang digunakan untuk mengukur
tekanan parsial gas yang ada di dalam darah seperti CO2 dan O2, mengukur pH
dan mengukur elektrolit seperti potasium, natrium, zat kapur serta klorid.

2.1.2 Prinsip Kerja


Gas sampel yang diambil melalui probe akan masuk kesetiap sampel secara
bergiliran dimana gas sampel akan dibandingkan dengan gas standar melalui
pemencaran system infrared dimana akan menghasilkan perbedaan panjang
gelombang yang akan dikonversi receiver menjadi signal analog.

Gambar 2.2 prinsip kerja

4
2.1.3 Bagian-bagian Alat
a. Bagian Depan alat

1. Thermal Printer berfungsi untuk mencetak hasil pemeriksaan, Quality


control, penilaian kalibrasi dll.
2. Touch Screen digunaka untuk menampilkan pengoperasian alat ini.
3. Waste Container berfungsi sebagai wadah pembuangan, sebuah sensor
deteksi akan mengirimkan sinyal jika wadah pembungan sudah penuh lalu
ditampilkan ke layar.
4. Rinse Solution berfungsi untuk membilas setelah dilakukan pemeriksaan,
kalibrasi dll.
5. AutoCheck Module berfungsi sebagai penyedia transfer otomatis quality
control ketika program di instal
6. Cal1 solution berfungsi untuk kalibrasi 1
7. Cal2 solution berfungsi untuk kalibrasi 2
8. Cleaning Solution untuk membersihkan cairan yang menumpuk pada
elektrode
9. Syringe inlet Flap berfungsi sebagai wadah sampel dan untuk Quality
control
10. Capillary inet Flap berfungsi sebagai wadah sampel kapiler

5
b. Bagian Depan Alat Tanpa Penutup

1. CD-ROM Drive berfungsi untuk menginstal perangkat lunak


2. CD Eject Button berfungsi sebagai tombol untuk menginstal atau
menghilangkan CD
3. Disk Drive berfungsi untuk menyimpan dan memulihkan data
4. Disk Eject Button Berfungsi sebagai tombol untuk meremove disket dari
drive
5. Magnets berfungsi untuk merekatkan penutup alat
6. Waste Pump berfungsi untuk mengangkut cairan ke Waste Container
7. Solution Pump berfungsi untuk solusi pengangkutan melalui sistem
pengangkut cairan.
8. Oximetry module berfungsi mengukur c tHb, s O 2 , F HHb, F O 2 Hb, F COHb,
T T T B B T T T T B B T T

T F MetHb, FHbF and c tBil ,dan melihat detail komponen pengukuran


T T T

9. Electrolyte/Metabolyte Module berfungsi untuk mengukur c Ca 2+ , c K + , c Na + , T P P T T P P T T P P

T c Glucose, and c Lactate, dan melihat detail komponen pengukuran.


T T T

10. PH dan Blood Gas Module berfungsi untuk mengukur pH, p O 2 , p CO 2, and c Cl
T T B B T T B B T T P

dan melihat detail komponen pengukuran.

6
c. Bagian Belakang Alat

1. Gas Cylinder 1 mengandung sebuah campuran gas


2. Gas Cylinder 2 mengandung sebuiah campuran gas
3. Fan berfungsi untuk mendinginkan komponen bagian dalam
4. Regulator berfungsi untuk mengatur suplai gas dalam alat
5. Gas Cylinder Socket untuk pemasangan gas Cylinder
6. Power Socket untuk menghubungkan ke arus listrik
7. Fuse mengandung 2 sekering pelindung
8. Power Swith berfungsi untuk mematikan dan menghidupkan alat
9. Comunication ports berfungsi untuk menghubungankan alat seperti mouse,
keyboard, dll

7
d. Bagian Pemeriksaan

1. Electrode Module Pump berfungsi untuk pengangkutan dan pencampuran


gas melalui modul pemeriksaan
2. Oximetry module berfungsi mengukur c tHb, s O 2 , F HHb, F O 2 Hb, F COHb,
T T T B B T T T T B B T T

T F MetHb, FHbF and c tBil ,dan melihat detail komponen pengukuran


T T T

3. Electrolyte/Metabolyte Module berfungsi untuk mengukur c Ca 2+ , c K + , c Na + , T P P T T P P T T P P

T c Glucose, and c Lactate, dan melihat detail komponen pengukuran.


T T T

4. PH dan Blood Gas Module berfungsi untuk mengukur pH, p O 2 , p CO 2, and c Cl


T T B B T T B B T T P

dan melihat detail komponen pengukuran.


5. Membran Valves berfungsi mengontrol aliran gas
6. Latch berfungsi menstabilkan antara elektrode di chamber pemeriksaan dan
elektrode di amplifier
7. Sample path

8
2.1.4 Cara Kerja
a. persiapan sampel
1) Lakukan pengambilan sampel darah arteri yang letaknya dapat
dilakukan pada:
 Arteri Radialis, merupakan pilihan pertama yang paling aman dipakai
untuk fungsi arteri kecuali terdapat banyak bekas tusukan atau
haematoem juga apabila Allen test negatif.
 Arteri Dorsalis Pedis, merupakan pilihan kedua.
 Arteri Brachialis, merupakan pilihan ketiga karena lebih banyak
resikonya bila terjadi obstruksi pembuluh darah.
 Arteri Femoralis, merupakan pilihan terakhir apabila pada semua arteri
diatas tidak dapat diambil. Bila terdapat obstruksi pembuluh darah
akan menghambat aliran darah ke seluruh tubuh / tungkai bawah dan
bila yang dapat mengakibatkan berlangsung lama dapat menyebabkan
kematian jaringan. Arteri femoralis berdekatan dengan vena besar,
sehingga dapat terjadi percampuran antara darah vena dan arteri.
2) Penambahan antikoagulan berupa lithium heparin 240-250 unit tiap 1
cc darah.
b. Cara pemeriksaan
1. Hubungkan pembaca bar code ke port pembaca kode bar di bagian
belakang analyzer.
2. Instal kertas printer ( penting untuk start up ).
3. Hubungkan kabel daya analisa ke soket listrik di bagian belakang
analisa dan untuk catu daya yang sesuai.
4.Dengan analisa meliputi dihapus , nyalakan analyzer dengan
menempatkan analyzer daya beralih ke ON atau saya posisi . Perangkat
lunak ini dimuat dan analisa memasuki mode Hold .
5. Periksa tabung pompa .
6. Pasang elektroda . Merekam setiap instalasi dengan memilih pada dari
layar atau memindai kode bar -nya .

9
7. Pindai kode bar untuk setiap kontainer : Cal 1 , Cal 2 , Bilas , Cleaning
, Gas 1 , Gas 2 Install setiap kontainer di analisa .
8. Pasang wadah limbah .
9.Tutup semua penutup kemudian tekan start. Analyzer terus startup
sampai layar Ready siap.
10.Apabila alat sudah dalam kondisi “ready for analysa” berarti alat
sudah siap melakukan pemeriksaan.
11. Masukan sampel yang akan diperiksa
12. Pilih pemeriksaan apa yang akan dilakukan dengan cara menekan
“Select” kemudian tekan “Enter”
c. Cara mematikan alat
1. Tekan tombol Confirm Shutdown sentuh tombol untuk melanjutkan ,
atau “Back” sentuh tombol untuk membatalkan prosedur.
2. Lepaskan Rinse, Cal 1 , Cal 2 , dan pembersihan kontainer solusi .
Tekan “continue” .
3. Tunggu hingga cairan terkuras .
4. Tempat tabung pada Bilas , Cal 1 , Cal 2 , dan solusi pembersihan
konektor dan ujung dalam gelas kimia diisi dengan air suling Tekan
“Continue” .
5. Tunggu hingga dibilas dengan air suling .
6. Lepaskan gelas dengan air suling dan lepaskan tabung . Tekan
“Continue”
7. Tunggu hingga cairan terkuras .
8. Ikuti langkah-langkah berikut sebelum melakukan apapun
• Hapus Gas 1 dan Gas 2 silinder .
• Hapus semua elektroda dan menempatkan mereka di masing-masing
jaket pelindung .
• Hapus kontainer sampah.
• Tekan “Finish” untuk mematikan . Ketika pesan" Anda sekarang
dapat mematikan PC Anda " muncul , mematikan daya ( saklar daya
di bagian belakang analyzer ) .

10
• lepaskan tubings pompa .
• Keluarkan kertas dari printer , dan jaringan dan kabel listrikdari
belakang unit .
9.Alat akan mati secara otomatis.

2.1.5 Interpretasi Hasil

11
2.1.6 Quality Control

1). Memegang ampul antara dua jari sebagai ditampilkan , kocok


kuat selama setidaknya 15 detik .

2).Tekan bagian atas ampul sampai semua larutan mengumpulkan di bagian


bawah .
3). Tempatkan ampul di pembuka ampul dan buka penutup ampul .
4). Tempatkan ampul sepenuhnya ke H700 Adapter
5) Buka tutup jarum suntik inlet . Layar berikut akan muncul

6). Letakkan ujung adaptor ke inlet .


7). Tekan Ampoule -T TQCT sentuh untuk memilih program pengukuran .
8).Tekan Start touch – key untuk aspirasi solusi kontrol. Masukkan data pada
layar Quality Kontrol Identification..
9).Saat diminta oleh analyzer , lepaskan adaptor dan menutup suntik penutup inlet

12
2.1.7 Kalibrasi
1) Periksa analyzer berada dalam modus Siap
2) Tekan touch-key yang sesuai .
3) Tekan Electrode Upd untuk melihat update dari elektroda selama kalibrasi
4) Lakukan Cal 1 atau 2 Cal, jika tidak dilakukan setelah dekontaminasi.
5) Tekan “Status / Control” → “Calibration Program” → “THB calibration”
untuk menampilkan layar berikut:

Untuk membatalkan program, tekan “Back”.


6) Masukkan kode bar dari Solusi insert THB Kalibrasi, menggunakan bar
code reader atau keyboard. Ketika kode bar menerima Layar berikut akan
muncul.

7) Tekan bagian atas ampul THB Kalibrasi Solusi untuk mengumpulkan cair
di bagian bawah dan buka leher ampul, menggunakan pembuka ampul.
8) Letakkan ampul di H700 Adapter.
9) Buka tutup jarum suntik inlet dan menempatkan ujung adaptor ke inlet.
10) Tekan Start touch-key untuk aspirasi solusi kalibrasi.

13
11) Saat diminta oleh analyzer, lepaskan adaptor dan menutup suntik penutup
inlet. Jangan membuang ampul S7770, karena akandigunakan untuk
verifikasi THB Kalibrasi.
12) Setelah pengukuran bilas dilakukan dan kemudian analisa kembali ke
modus Siap.
13) Jika hasil kalibrasi diterima, melakukan THB Kalibrasi Periksa - lihat di
bawah. Jika tidak memperbaiki kesalahan dan melakukan THB kalibrasi
baru.

2.1.8 Troubleshooting
a. Untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan
1) Periksa yang satu indikator sentuh tombol Status berwarna merah atau
kuning pada Analyzer Status dan layar Control .
2) Tekan sentuhan - kunci yang relevan ( contoh: touchkey System
Messages ditekan). Lihat kesalahan ( baris pertama secara otomatis dilihat )
menggunakan tombol yang “Down / UP”.

3) Tekan “Troubleshoot” untuk menampilkan deskripsi kesalahan dan


tindakan operator .

14
4) Remedy kesalahan seperti yang dijelaskan dalam Tindakan pada layar .
5) Tekan TCompletedT sentuh tombol setelah kesalahan diperbaiki telah
(setelah ditekan ini sentuhan - kunci muncul kembali THelp Ttouch - kunci
dalam pojok kanan atas layar ) .
6) Jika lebih dari satu kesalahan hadir , ulangi langkah 2-5 di atas untuk
Kesalahan berikutnya .

b. TroubleShooting Massage

Error Massage Interpretation Operator Action


no
1 Versi perangkat Versi yang tidak Layanan kontak
lunak yang tidak konsisten Radiometer
konsisten
perangkat lunak perwakilan .
yang berbeda
modul . mungkin
muncul
setelah mengganti
modul lengkap atau
sebagai
hasil dari

15
software lengkap
meng-upgrade .

2 Kesalahan terdaftar pada Periksa yang


Kalibrasi
satu atau lebih Status kesalahan di
parameter selama terbaru
kalibrasi terakhir . Hasil kalibrasi untuk
. diberikan paramete
rpandangan
pesan kesalahan
kalibrasi dan
mengambil
diperlukan
tindakan perbaikan

3 Kesalahan Printer adalah dari - Kertas Periksa


Printer kertas, kertas printer .
macet , atau Macet atau me-mount
beberapa lainnya roll.
masalah printer - Tekan Power Down
memiliki sentuh kunci dalam
terjadi . Utilitas
menu . konfirmasi
Daya
dan menunggu untuk
promprt yang akan
ditampilkan .
Matikan listrik , maka
beralih analyzer pada
lagi .
- Jika kesalahan

16
berlanjut ,
layanan kontak
Radiometer
perwakilan
4 Kesalahan pada Solusi Bilas tidak -Solusi Periksa bilas
El/Met Electrode terdeteksi di El / Met untuk
module
modul elektroda . volume yang
The memadai , tepat
glukosa dan laktat instalasi, atau
hasilnya akan penghalang
dilaporkan dalam membuka
sebagai " ..... " di kontainer .
depan Ganti seperlunya .
pengukuran . - Lakukan Cairan
Bilas sukses . yang
Masalah transportasi
prosedur .
Kondisi penghapusan
:

5 Kesalahan Suhu suhu analyzer - Pastikan suhu antara


adalah luar 37,0 ± 15 dan 32 ° C .
0,2 ° C . - Jika sistem memiliki
hanya dilakukan
mulai dingin , tunggu
untuk kesalahan
menghilang .
- Ganti filter fan jika
kotor .
- Perisai analisa dari
sinar matahari

17
langsung dan lainnya
sumber panas .
- Radiometer Kontak
perwakilan layanan

2.1.9 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dari Blood Gas Analyzer


 Pastikan alat dalam keadaan bersih, bebas dari kontaminasi dengan
darah atau specimen lainnya yaitu reagen dan debu.
 Periksa suhu setiap hari.
 Jika diperlukan mengganti tabung, filter, dll.
 Tutup alat jika tidak sedang digunakan.

2.1.10 Cara Perawatan Blood Gas Analyzer


1. Bersihkan tabung yang digunakan untuk menampung darah.
2. Bersihkan magnet yang ada dalam tabung.
3. Bersihkan lubang yang digunakan untuk menaruh tabung dengan
menggunakan tisu basah kemudian dibersihkan lagi menggunakan tisu
yang kering.
4. Bersihkan bagian luar dengan menggunakan kuas yang berukuran kecil.
5. Periksa juga tempat untuk menaruh kertas hasil dari pengecekkan.

2.1.11 Gold standart :


 AG : (anion gap) nilai normal < 20 mEq/L11
 CAG : (corrected anion gap): dihitung dengan persamaan Figge-
Stewart11
 UA : (unmeasured anions), nilai UA >5 mmol/L menunjukkan ada- nya
peningkatan anion yang tidak terukur yang bermakna8
 hco3- : dengan menggunakan persamaan van Slyke oleh mesin analisis gas
darah17
 SID : (strong ion difference), nilai normal 40-42 mEq/L5

18
 BENa-cl : BEAlb, dan BEua dihitung dengan persamaan Fencl-Stewart
yang disederhanakan indonesia.
 Ph : persamaan Henderson-Hasselbach
 oksigenasi : Persamaan gas alveoli

2.2 ELEKTROLYTE ANALYZER


2.2.1 PENGERTIAN ELEKTROLYTE ANALYZER
Electrolyte analyzer merupakan alat yang digunakan untuk
pemeriksaan hematologi klinik, mengetahui kadar hemoglobin, leukosit,
trombosit, dan hematokrit pada klien. Elektrolit analyzer telah
menggunakan metode ion elektroda selektif untuk mencapai pengukuran
tepat dari pengujian.Sample yang digunakan adalah dari plasma atau serum
darah dan urine pasien.
Elektrolyte Analyzer dapat mendeteksi ion garam anorganik, ion
kalsium sampel bahan kecil, dll. Elektrolyte Analyzer menggunakan metode
ion elektroda selektif untuk mencapai pengukuran tepat dari pemeriksaan.
Aparat adalah enam elektroda : natrium, kalium dan klorin, ion kalsium,
lithium dan elektroda CST.
Masing-masing memiliki elektroda selektife ion film, akan diukur
dan sampel tanggapan ion yang sesuai, membrane penukar ion, dan reaksi
muatan ionic dan mengubah potensial membrane, dapat mendeteksi cairan,
sampel dan potensi membrane antara. Film dikedua sisi nilai dua diuji
potensi listrik akan menghasilkan sampel saat ini, elektoda referensi,
referensi elektroda cair bentuk “loop” sisi, membrane, elektroda internal
yang cair, elektroda internal sisi lain.
Internal elektroda cairan dan sampel perbedaaan antara konsentrasi
ion akan bekerja pada kedua sisi elektroda film ditegangan elektrokimia
menciptakan, melalui tegangan tinggi dari konduktansi dari elektroda
internal untuk menyebabkan penguat, elektroda referensi juga menyebabkan
lokasi penguat.

19
Elektrolyte umunnya ada sebagai solusi dari asam, basa atau
garam. Selain itu beberapa gas dapat bertindak sebagai elektrolit pada
kondisi suhu tinggi atau tekanan rendah. Larutan elektrolit juga dapat hasil
dari pembubaran beberapa polimer biologis (misalnya DNA, polipepyida)
dan sintesis (misalnya sulfonat polistirena), polielektrolit disebut yang
mengandung dibebankan kelompok fungsional.
Elektrolit dalam larutan dapat digambarkan sebagai terkonsentrasi
jika memiliki konsentrasi tinggi ion, atau encer jika memiliki konsentrasi
rendah. Jika proporsi yang tinggi dari berdisosiasi terlarut ke bentuk ion
bebas, elektrolit kuat; jika sebagian besar zat terlarut tidak memisahkan,
elektrolit lemah. Sifat-sifat elektrolit dapat dieksploitasi dengan
menggunakan elektrolisis untuk mengekstrak unsure-unsur dan senyawa
yang terkandung dalam solusi.

2.2.2 Manfaat elektrolyt analyzer


Manfaat elektrolit berdasarkan pada jenisnya yaitu sebagai berikut:
1. Natrium : fungsinya sebagai penentu utama osmolaritas dalam darah
dan pengaturan volume ekstra sel.
2. Klorida : fungsinya mempertahankan tekanan osmotik, distribusi air
pada berbagai cairan tubuh dan keseimbangan anion dan kation dalam
cairan ekstrasel.
3. Magnesium : Berperan penting dalam aktivitas elektrik jaringan,
mengatur pergerakan Ca2+ ke dalam otot serta memelihara kekuatan
kontraksi jantung dan kekuatan pembuluh darah tubuh.
4. Kalsium : fungsi utama kalsium adalah sebagai penggerak dari otot-
otot, deposit utamanya berada di tulang dan gigi, apabila diperlukan,
kalsium ini dapat berpindah ke dalam darah.
5. Kalium : fungsinya mempertahankan membran potensial elektrik
dalam tubuh
2.2.3 Kelebihan K-lite
1. Mudah Pengoperasiannya

20
Memiliki Mode Sleep sehingga reagen tidak borosinan Garansi dan
Maintenance
Harga yang Bersaing

21
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pemeriksaan Analisa Gas Darah (Astrup) adalah salah satu tindakan
pemeriksaan laboratorium yang ditujukan ketika dibutuhkan informasi yang
berhubungan dengan keseimbangan asam basa (Ph), jumlah oksigen, dan
karbondioksida dalam darah pasien. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai
fungsi kerja paru-paru dalam menghantarkan oksigen kedalam sirkulasi darah dan
mengambil karbondioksida dalam darah. Analisa gas darah meliputi PO2, Ph,
HCO3, dan seturasi O2.
Analisa gas darah (AGD) atau BGA (Blood Gas Analysis) biasanya
dilakukan untuk mengkaji gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan
oleh gangguan pernafasan dan/atau gangguan metabolik. Komponen dasar AGD
mencakup pH, PaCO2, PaO2, SO2, HCO3 dan BE (base excesses/kelebihan
basa).Pemeriksaan gas darah dipakai untuk menilai : “Keseimbangan asam basa
dalam tubuh, Kadar oksigenasi dalam darah, Kadar karbondioksida dalam darah”.
Tes ini juga menunjukkan seberapa baik paru-paru dan ginjal yang berinteraksi
untuk menjaga pH darah normal (keseimbangan asam-basa).
Blood Gas Analyzer adalah Sebuah alat yang digunakan untuk mengukur
tekanan parsial gas yang ada di dalam darah seperti CO2 dan O2, mengukur pH
dan mengukur elektrolit seperti potasium, natrium, zat kapur serta klorid.

3.2. Saran
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan
makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari Dosen Pembimbing serta
teman-teman sekalian yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi
perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.

22
DAFTAR PUSTAKA

indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/viewFile/750/750
www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-990-2054943610-tesis utami.pdf

23