You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Globalisasi merupakan proses tatanan masyarakat yang tidak mengenal batas
wilayah. Globalisasi dapat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara
baik secara langsung maupun tidak langsung. Globalisasi tidak hanya menjadi
tantangan, tetapi juga sekaligus merupakan peluang untuk lebih mengetahui
kehidupan lain di berbagai belahan dunia.

Globalisasi memiliki implementasi yang luas terhadap penghidupan dan


kehidupan berbangsa dan bernegara. Ditinjau dari prespektif kebangsaan,
globalisasi menimbulkan kesadaran bahwa kita merupakan warga dari suatu
masyarakat global dan mengambil manfaat darinya, namun disisi lain, makin
tumbuh pula dorongan untuk tumbuh lebih melestarikan dan memperkuat jati diri
bangsa. Di era globalisasi, bangsa-bangsa bersatu secara mengglobal, tetapi
bersamaan dengan itu muncul pula rasa kebangsaan yang berlebihan (cauvinisme)
masing-masing bangsa. Hal inilah yang menyebabkan globalisasi merupakan era
tekhnologi informasi, komunikasi dan transportasi.

Globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk


Indonesia. Dampak globalisasi tersebut meliputi dampak positif dan negatif
diberbagai bidang kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang akan
berpengaruh pada semangat mewujudkan nilai-nilai nasionalisme bangsa.

Semangat nasionalisme merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki
bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman-ancaman ketahanan nasional
terutama globalisasi. Disadari atau tidak, nasionalisme bangsa memberikan
pengaruh yang besar bagi kemajauan suatu bangsa tersebut.

1
Untuk memahami kaitan antara globalisasi dan nasionalisme bangsa, maka
makalah ini berusaha menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian
nasionalisme, gambaran nasionalisme bangsa Indonesia saat ini, serta pengaruh
globalisasi.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan nasionalisme?
2. Bagaimana wujud nasionalisme Bangsa Indonesia saat ini?
3. Bagaimana pengaruh dari globalisasi terhadap nasionalisme Bangsa
Indonesia?
4. Bagaimana cara menyikapi dampak globalisasi terhadap nasionalisme?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Untuk menjabarkan pengertian dari nasionalisme.
2. Untuk menggambarkan wujud nasionalisme Bangsa Indonesia saat ini
3. Untuk mengetahui pengaruh dari globalisasi terhadap nasionalisme
Bangsa Indonesia.
4. Untuk mengetahui cara menyikapi dampak globalisasi terhadap
nasionalisme.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Globalisasi


Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak
mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli dkk pada Kewarganegaraan
2005, Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang
dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya
sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi
bangsa- bangsa di seluruh dunia.

Pengertian ini didukung oleh pihak yang mendukung terjadinya sebuah evolusi
sosial ekonomi dan budaya serta tetap menjaga eksistensi dan pengaruhnya
terhadap dunia terutama dunia ketiga. Stigma negatif disematkan kepada
globalisasi oleh para pendukung ide ini, globalisasi dipandang hanya evlolusi dari
kapitalisme dimana negara-negara kaya akan mengontrol perokonomian dunia
sedangkan negara negara kecil atau yang sering disebut negara ketiga hanya
dieksploitasi dan semakin terbenam karena tidak mempunyai daya saing

Menurut pendapat Krisna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan


Manusia di Negara Berkembang, internet public jurnal september 2005), sebagai
proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa,
yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin
dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi
berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan
komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini,
perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai

3
bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu
globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara


termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif
dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti
kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan
mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

2.2 Pengertian Nasionalisme

Dikutip dari Wikipedia, Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan
mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan
mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang
mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan
nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari
internal maupun eksternal.

Nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri
serta kesadaran anggota dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual
bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas,
kemakmuran, dan kekuatan bangsa.

Nasionalisme menurut pendapat para ahli adalah sebagai berikut :


a. Joseph Ernest Renan mengatakan bahwa nasionalisme adalah sekelompok
individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan
dorongan kemauan dan kebutuhan psikis. Sebagai contoh adalah bangsa
Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu
bangsa dan memiliki negara.

4
b. Otto Bauer mengatakan bahwa nasionalisme adalah kesatuan perasaan dan
perangai yang timbul karena persamaan nasib, contohnya nasionalisme
negara-negara Asia.
c. Menurut Hans Kohn nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat
bahwa kesetiaan tertinggi inividu harus diserahkan kepada negara
kebangsaan. dan bangsa.
d. Louis Snyder mengemukakan nasionalisme adalah hasil dari faktor-faktor
politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam
sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisne di Jepang.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasionalisme adalah kecintaan alamiah


terhadap tanah air, kesadaran yang mendorong untuk membentuk kedaulatan dan
kesepakatan untuk membentuk negara berdasar kebangsaan yang disepakati dan
dijadikan sebagai pijakan pertama dan tujuan dalam menjalani kegiatan
kebudayaan dan ekonomi.

Jiwa nasionalisme akan tumbuh di tengah masyarakat ketika ada sesuatu yang
mengganggu atau mengancam dirinya. Jiwa nasionalisme ini terjadi saat manusia
mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak berpindah-pindah. Saat
itu, tentu akan tumbuh naluri untuk mempertahankan negerinya, tempat hidupnya,
dan menggantungkan diri. Hal yang serupa juga tampak pada hewan. Saat ada
ancaman dari pihak luar yang hendak menyerang atau mengganggu mereka, maka
tumbuhlah semangat untuk dapat mempertahankan diri dari segala ancaman.
Namun, ketika suasanya sudah kembali aman, semangat itu akan menghilang.

2.3 Nasionalisme Indonesia Saat Ini


Nasionalisme Indonesia pada awalnya muncul karena adanya kolonialisme.
Penjajahan yang dilakukan oleh Jepang dan Belanda dan penderitaan yang harus

5
dirasakan akibat terjajah telah mampu melahirkan semangat kebersamaan sebagai
satu kesatuan yang harus bangkit dan hidup menjadi bangsa merdeka.

Diakui atau tidak saat ini semangat nasionalisme bangsa Indonesia semakin
berkurang. . Semangat nasionalisme yang dulu pernah berkobar di dalam jiwa
bangsa Indonesia ketika melawan penjajah, nampaknya kini telah sirna bersama
jasad para pahlawan dan pejuang kemerdekaan.

Tak ada lagi semangat-semangat nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia.


Mereka seakan lupa akan perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa yang telah
mengorbankan harta benda dan nyawa serta keluarga mereka. Sungguh besar jasa
mereka, sungguh tinggi jiwa nasionalisme mereka.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi bangsa Indonesia pada masa
sekarang ini. Tidak ada lagi jiwa nasionalis yang dapat ditunjukan kita, kita
seakan malah menganggap remeh mereka para pejuang yang telah berjasa kepada
kita. Hal ini dapat kita lihat dari perhatian pemrintah terhadap nasib para veteran .
Kita terlalu sibuk dengan kehidupan diri kita sendiri tanpa memikirkan nasib
orang lain di sekitar kita.

Semangat nasionalisme merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki
bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman-ancaman ketahanan nasional
sebagai dampak negatif globalisasi. Tanpa adanya semangat nasionalisme, maka
akan timbul perpecahan dan disintegrasi bangsa Indonesia. Tanpa adanya
semangat nasionalisme dalam setiap jiwa bangsa Indonesia, maka akan dengan
mudah bangsa lain mengobrak-abrik bahkan menjajah kembali Indonesia. Tentu
saja ini semua tidak kita inginkan terjadi, walaupun sebenarnya kini sudah mulai
muncul tanda-tanda akan hal itu. Hal terbaik yang perlu kita lakukan adalah

6
memunculkan kembali semangat nasionalisme untuk bersatu melawan segala
ancaman yang akan mengancam integritas kita sebagai bangsa Indonesia.

2.4 Dampak Positif dan Negatif Globalisasi terhadap Nilai Nasionalisme

Dampak Positif
Salah satu dampak positif yang ditimbulkan dari nasionalisme adalah adanya rasa
memiliki, dengan kata lain ketika seseorang/satu pihak merasa sebagai sebuah
bagian dari suatu bangsa dan negara. Rasa memiliki ini mampu memperkokoh
kesatuan di dalam suatu bangsa/negara. Selain itu nasionalisme juga berdampak
besar terhadap perkembangan kesenian, olahraga, literatur, bahasa, dan aspek-
aspek lainnya. Aspek-aspek tersebut merupakan cerminan dari identitas yang
dimiliki oleh tiap bangsa.

Dampak Negatif
Dampak negatif yang ditimbulkan dari nasionalisme adalah munculnya
xenophobia dan chauvinisme.
Xenophobia adalah kecenderungan seseorang/suatu pihak untuk membenci
kebudayaan bangsa lain. Sedangkan chauvinisme adalah paham yang
mengagungkan bangsa/negaranya sendiri dan memandang rendah bangsa/negara
lainnya.

Adanya sifat-sifat seperti ini cenderung memicu terjadinya konflik dan bahkan
terjadi peperangan antar negara. Sebagai contoh adalah terjadinya Perang Dunia II
dipicu oleh ambisi dari negara-negara Blok Axis seperti Jerman yang
mengagungkan ras Arya, Italia dengan paham fasisme, dan Jepang dengan
semangat Hakko Ichiu dalam rangka mendirikan Asia Timur Raya. Dapat
dikatakan bahwa nasionalisme yang berlebihan justru menimbulkan perpecahan
antar bangsa/negara.

7
2.5 Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme
Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam
globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala
informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh
dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara
termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif
dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti
kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan
mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme


1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan
demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika
pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan
mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa
rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional,
meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan
adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang
menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik
seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang
sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya
memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap
bangsa.

Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme


1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme
dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup

8
kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme.
Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk
dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald,
Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya
rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya
rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri
sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya
barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya
dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi.
Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan
miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian
antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang
tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap


nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa
nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi
mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri
dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di
negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum
tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan
dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan
nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

9
Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi
Muda
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan
muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh
globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian
diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang
muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis
yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim
bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada
hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak
ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih
suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang
sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas


dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi
santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita
memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat
kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan
tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet
saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap
masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan
menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan
santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena
globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak

10
sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang
melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan
masyarakat.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut?
Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan
muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada
rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat.
Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika
penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak
daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk
mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.

Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme


Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai-
nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat
mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik-
baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum
dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi,
ekonomi, sosial budaya bangsa.

11
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu
menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap
bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

12
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
A. Kesimpulan
Nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air, kesadaran yang mendorong
seseorang untuk membentuk kedaulatan dan kesepakatan membentuk negara
berdasar kebangsaan dan dijadikan sebagai pijakan pertama dan tujuan dalam
menjalani kegiatan kebudayaan dan ekonomi.

Nasionalisme Indonesia muncul karena adanya kolonialisme. Penjajahan dan


penderitaan yang dialami memunculkan semangat untuk bersatu melawan segala
bentuk pejajahan. Berdirinya Boedi Oetomo (1908) menjadi tanda kebangkitan
nasionalisme Indonesia yang kemudian diikuti organisasi-organisasi nasional
lainnya. Pada kurun waktu 1945-1950, jiwa nasionalisme diperteguh oleh
semangat mempertahankan kemerdekaan, serta persatuan dan kesatuan Indonesia.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
Semangat nasionalisme bangsa Indonesia semakin berkurang. Kita terlalu
menganggap remeh mereka para pejuang yang telah berjasa kepada kita. Bangsa
Indonesia sedang mengalami masa-masa keterpurukan dalam dunia internasional.

Globalisasi berasal dari kata global yang artinya universal. Globalisasi adalah
suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah
Ada sebagain yang berpendapat bahwa globalisasi merupakan proses sosial, atau
proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan
negara berada dalam ikatan yang semakin kuat untuk mewujudkan sebuah tatanan
kehidupan baru.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara
termasuk Indonesia. Globalisasi mempunyai pengaruh yang positif dan juga

13
pengaruh negatif. Pengaruh-pengaruh tersebut tidak secara langsung berpengaruh
terhadap nasionalisme. Namun secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa
nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau bahkan hilang.

Dampak positif adanya globalisasi adalah adanya globalisasi menyebabkan


pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional;
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat masyarakat
menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih
maju; serta tingkat kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat.

Sedangkan dampak negatif dari adanya globalisasi diantaranya : Globalisasi


mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa
kemajuan dan kemakmuran; hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
karena banyaknya produk luar negeri; mayarakat lupa akan identitas diri sebagai
bangsa Indonesia karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat; sikap
individualistik yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga,
serta kesenjangan sosial.

Cara menyikapi dampak globalisasi terhadap nasionalisme adalah kita perlu


memahami pentingnya nasionalisme untuk menjaga integritas kita sebagai bangsa
Indonesia. Bangsa Indonesia perlu membenahi mentalitas warga
masyarakatnya.Sikap mental yang kuat dan konsisten adalah salah satu bentuk
konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini. Bangsa Indonesia harus
bangkit kembali dengan semangat nasionalisme yang lebih besar lagi untuk
menghadapi globalisasi. Kita juga perlu menanamkan dan mengamalkan nilai-
nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya; memperkuat rasa persatuan dan kesatuan
bangsa; selektif terhadap pengaruh globalisasi di segala bidang.

14
3.2 Saran
Globalisasi memang tidak bisa dihindari. Jika kita menghindari justru akan
menjadi manusia yang primitif lagi. Tetapi sebaiknya selektif terhadap pengaruh
globalisasi. Dapat membedakan mana yang memberikan pengaruh baik dan mana
yang memberikan pengaruh buruk bagi kita. Kita harus membekali diri dengan
kepribadian yang kuat agar tidak mudah begitu saja terpengaruh dengan dampak
negatif globalisasi. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan
sebaik- baiknya terutama dengan memperkuat keimanan kita terhadap Tuhan Yang
Maha Esa adalah cara terbaik untuk tidak mudah terpengaruh dari arus globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

15
Dahlan, Saroji dan Asy’ari.2006.Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta : Erlangga.

http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif–
globalisasi-dan-modernisasi diakses pada 26 Februari 2018.

Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara

Kohn, Hans.1984. Nasionalisme Arti dan Sejarahnya.Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sunarso, dkk.2008.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta : UNY Press.

KATA PENGANTAR

16
Segala puji hanya milik Allah SWT. Sholawat dan salam kepada Rasulullah
SAW. Berkat limpahan Rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan tugas
makalah tentang “Dampak Globalisasi terhadap Nilai Nasionalisme”. Semoga
makalah ini bermanfaat untuk memberikan kita pengetahuan terhadap dampak
glogalisasi. Dan tentunya makalah ini masih sangat jauh dari sempurna.
Maka dari itu kami mohon kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini.

Februari, 2018

Penyusun

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

17
MAKALAH

“DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP NILAI


NASIONALISME”

DISUSUN OLEH :

ARIF KURNIAWAN
XII. IPS. 2

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BENGKALIS

2018

DAFTAR ISI

18
KATA PENGANTAR......................................................................................................
i
DAFTAR ISI...................................................................................................................
ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang......................……………………… 1
1.2. Rumusan Masalah………………...... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Pengertian Globalisasi……………............................... 3
2.2. LPengertian Nasionalisme……………………....................... 4
2.3. Nasionalisme Indonesia Saat Ini…………………….......... 5
2.4. Dampak Positif dan Negatif Globalisasi terhadap Nasionalisme 7
2.5. Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme . 8

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan………………….…........... 13
3.2. Saran……………………......…… 15

19