You are on page 1of 21

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI

PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG STASIUN


KLIMATOLOGI KELAS I PULAU BAAI BENGKULU

Nama Praktikan : Febby Pebrianti

NPM : E1J015086

Dosen Pembimbing : Ir. Edhy Turmudi.,M.S

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2016
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Kegiatan :Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Stasiun


Klimatologi Kelas I PulauBaai Bengkulu
Identitas
a. Nama Mahasiswa :Febby Pebrianti
b. NPM : E1J015086
c. Semester/Kelas : 3/C
d. Alamat email :febbypebrianti94@gmail.com

Bengkulu, 7 Januari 2017


Menyetujui, Mahasiswa,
Koordinator/Dosen Pembimbing

(Ir. Edy Thurmudi.,M.S) (Febby Pebrianti)


E1J015086
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta karunia-
Nya kepada Penulis sehingga dapat berhasil menyelesaikan laporan kegiatan
praktikum agroklimatologi ini yang berjudul “Peningkatan Pemahaman
Mahasiswa Tentang Stasiun Klimatologi Kelas I Pulau Baii Bengkulu ” tepat
pada waktunya. Penulis akui dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang dimiliki masih sangat kurang dan masih perlu dilakukan
penambahan serta revisi atas kekurangan yang ada.
Laporan ini penulis buat untuk memenuhi mata kuliah agroklimatologi
sekaligus sebagai sumber referensi belajar untuk mengetahui alat-alat ataupu
sarana/prasarana yang ada di BMKG di Pulau Baii Bengkulu.
Didalam laporan ini diuraikan tentang masalah-masalah penting yang ada di
Stasiun Klimatologi Pulau Baii Bengkulu serta fungsi peralatan yang ada di Stasiun
Klimatologi Tersebut. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Bengkulu, Desember 2016

Penulis
DAFTAR ISI
Halaman pengesahan ............................................................................... i
Lembar Pengesahan ................................................................................ ii
Kata Pengantar ....................................................................................... iii
Daftar Isi………………………………………………………….......... iv
Daftar Gambar ......................................................................................... v
Bab I. Pendahuluan ................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................... 1
1.2 Tujuan ................................................................................... 1
Bab II.Tinjauan Pustaka .......................................................................... 2
Bab III. Metode Pelaksanaan .................................................................. 5
3.1 Alat dan Bahan ..................................................................... 5
3.2 Cara Kerja ............................................................................. 5
Bab IV. Pembahasan ............................................................................... 6
Bab.V Kesimpulan .................................................................................. 8
Daftar Referensi............................................................................. ......... 9
DAFTAR GAMBAR
No NamadanGambar Keterangan
1 Fungsialat :alatprngukur temperature
maksimum pada jam 2 siang dan minimum
pada jam 5 pagi. Alat pengukur temperatur
bola basah dan bola kering. Keterangan
: Berventilasi, Double
Jalusigunauntukmengalirkanudaramasuk-
keluar. Dicatputih agar
memantulkancahaya(merupakankonversid
ari WMO

SangkarMeteorologi
2 Terdiridari 4 buah thermometer
1. Thermometer Bola Kering (BK)
2. Thermometer Bola Basah (BB)
3. Thermometer Maximum
4. Thermometer Minimum
5. PicheEvaporimeter
FungsialatPengukurSuhuUdaradanKelemb
abanUdarayang dibaca tiap jam 7 pagi.

PsychrometerStandar
3 Untuk mengukur kecepatan angin.
Mengukur angin berdasarkan ketinggian
Anemometer/Graph 10 m karena beda topografi sehingga terjadi
turbulensi udaraFungsialat
:PencatatArahdatangnya angina
dankecepatanangin.
Satuan : ArahAngin ( 8 mataangin )
KecepatanAngin : Knots. ( 1 Knots = 1.8
Km/Jam )
4 Penakar hujan ini tipe non otomatis,
bentuknya sederhana terbuat dari seng plat
tinggi kurang lebih 60 cm. Dicat silver .
ada juga yang terbuat dari pipa paralon
tinggi 100 cm. Dengan diameter 100 mm.
Fungsialat : PengukurCurahHujan
Satuan : Milimeter( mm ).
Keterangan : Curahhujan di
ukurdengangelaspenakarsetiappagi Jam
07.00WS.Atau 1 milimeterhujan yang
ditakarsamavolumenyadengan 10 cc.
PenakarHujan (ombrometer obsevotorium)
5 Penakar hujan jenis hellman merupakan
suatu instrumen untuk mengukur curah
hujan. Penakar hujan jenis ini merupakan
penakar hujan berjenis recording atau
dapat mencatat sendiri. Dengan diametter
200 mm. Diatur selama 24 jam. Jumlah
hujan yang diterima diukur dengan melihat
kertas yang terpasang.
Fungsialat :
PencatatInstensitasCurahhujan /
tingkatkelebatannya
PenakarHujanOtomatis (Hellman) Satuan : Milimeter( mm ).
6 Campbell stokes adalah sebuah alat berupa
bola kaca yang menyerupai kaca lup yang
digunakan untuk menyinari kertas pias.
Fungsi alat ini adalah untuk mengukur
lamanya penyinaran yang ditandai dengan
terbakarnya kertas pias.
Jenispias 3 macamyaitu Lengkungpanjang
(11 Okt- 28 Feb), Lurus(11 Sep – 10 Okt)
Campbel Stokes dan (1 Maret – 10 April),
Lengkungpendek(11 Aprl – 10 Agst). Bola
KacadarikacaMasip.
7 Aktinograf adalah alat yang digunakan
untuk mengukur intensitas radiasi matahari
secara otomatis. Dengan tinggi 120 cm
diatas permukaan tanah, alat ini
mempunyai sebuah pencatatan otomatis
diatas kertas putih bergrafik. Kertas putih
tersebut nantinya akan menuliskan grafik
sesuai dengan penerimaan cahaya pada
bola kaca yang menyerupai campbell.
Perlu diketahui pergantian kertas
aktinograf adalah tiap pukul
20.00.Kertaspiasdigantisetiaphari.
Setiapkotakkecil = 12 kalori, perhitungan
Actinograph Bimetal total 1 haridihitungjumlahkotakkecil.
Alatinimenggunakan sensor Bimetal.
8 Gun bellani digunakan untuk mengukur
pemanasan bumi oleh matahari. Semakin
besar selisihnya maka semakin banyak
panas yang diserap oleh bumi atau
digunakan untuk mengukur penguapan
permukaan. Cara kerjaalat
:Sewaktumemasangalatdipagihari,
alatdibalikdandikembalikansehinggapermu
kaan air dalamtabungmendekati nol. Air
dlmalatvolumenyakonstandanbilakenacaha
yamatahariakanmenguapdanberkondensasi
Gun Bellani Integrator Radiation shg air turunkebawah.

9 Fungsialat : PengukurKecepatanAngin
Rata-rata harian
Satuan : Km / Jam (knot)
Keterangan
:PrinsipkerjasepertigarakanSpedometersep
eda motor dalamsatuan km/jamKecapatan
angina rata-rata
Cup Counter Anemometer harianselisihpembacaanangkadibagi 24
jam.

10 Fungsialat :
PencatatSuhuudaradanKelembabanUdara
(Nisbi)
Satuan : DerajatCalcius&Prosentase

Thermohygrograph

11 Fungsialat:PengukurPenguapan air
langsung, Satuan: Milimeter (mm),
Keterangan:
Alatinidilengkapidenganbejana,
Thermometer air Six Bellani
(Thermometer Apumg), Cup Counter
anemometer tinggi 05 meter,
Alatpengukurtinggipermukaan air ( Hook
Gauge ). Pengyapan bisa dipengaruhi oleh
tumbuhan dan dibaca 3 kali sehari.
PanciPenguapan
11 Fungsialat : pengukur kilat

Lighting detector
13 Termometer tanah berfungsi sebagai
pengukur suhu didalam tanah yang terdiri
dari dua jenis yaitu termometer tanah
berumput dan termometer tanah gundul.
Tiap termometer disusun sedemikian rupa
dengan jenis kedalaman yang berbeda.
Soil Thermometer Diantara kedalaman tersebut menurut
WMO adalah kedalaman 0, 5, 10, 20, 50,
dan 100 cm. Perlakuan ini dilakukan
karena tiap kedalaman tanah mempunyai
perbedaan suhu sesuai dengan kemampuan
penyinaran matahari terhadap objek
tanh.Berfungsi agar
ketikaalattersebutdibacamakasuhutidakber
ubah.Data
suhutanahinidigunakandalamkegiatanpemu
pukantanah.

14 Barometer adalah alat untuk mengukur


tekanan udara yang diperkenalkan pada
1665-1666 oleh seorang ilmuan alam yang
berasal dari irlandia bernama robert boyle.
Kata tersebut diturunkan dari sebuah
istilah di yunani yang berarti berat/bobot
dan ukuran. Yang berarti ukuran berat
udara.
Barometer
15 Barometer aneroid merupakaninstrumen
digital yang
mengukurtekananatmosferdenganmuatanli
strik. Barometer aneroid
terdiriatascakramataukapsul yang
terbuatdarilembaran tipis logam.
Barometer
lantasmengukurpanjangmuatanlistrikdanm
engkonversinyamenjadipembacaantekanan
udara.
Barometer Digital

16 Fungsi alat : Pengukur partikel kecil


padat aerosol diudara (debu, carbon dll)
Satuan : Mikrogram / m³
Keterangan : DI dalam alat terdapat
motorpenghisap & flow rate Pengukur
kecepatan aliran udara masuk. Udara
dihisap oleh motor penghisap melalui
celah samping penutup. Banyaknya vol.
udara dicatat oleh flow rate. Di dalam alat
ini dipasang filteruntuk menampung udara
yang masuk. Pengoperasian 24 jam dalam
6 hari.Ambang batas polusi ud. = 260
µgr/m³
Automatic Volume Weather Air Sampler
17 Alat ini digunakan untuk mengukur curah
hujan secara otomatis. Alat ini di
dalamnnya langsung terhubung ke
komputer pusat secara otomatis

Typing Backed
18 Berguna untuk mengukur penguapan di
dalam tanah yang mana ditanah terdapat
tempat pengujian tersebut terdapat
beberapajenis tanah dengan keadaan
permukaan yang berbeda.
Berupawadahbesar di
dalamtanahdenganadadan tidaknya
tanaman yang tumbuh di atasnya yang
manadapatdihitung air yang
masukdankeluardaridalamnya.
Lysimeter
19 Fungsialat : Mengukursuhu ,
kelembabanudarasertakecepatanangindeng
anketinggian 4, 7, 10 m
Keterangan
:Prinsipkerjasamadenganpengukuransuhuu
daradankecepatan anginayang diukur tiap
jam 7.00, 14.00, dan 16.00 WIB.

Tower IklimMikro
20 Fungsialat :Untuk Mengambil sampel air
hujanyang akan diukur konsentrasi kimia
Air Hujan. jika terjadi hujan maka sensor
akan memberi trigger kepada sistem
kontrol untuk membuka tutup tempat
penampungan air hujan yang digerakan
oleh motor listrik, selama hujan turun
penutup tersebut tetap terbuka kemudian
setelah hujan berhenti maka penutup akan
bergerak kembali keposisi semula.
Sehingga air hujan yang ada ditempat
Automatic Volume Sampler penampung tidak terkena kotoran yang
lain karena tertutup rapat
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Agroklimatologi merupakan ilmu iklim yang mempelajari tentang hubungan
antara unsur-unsur iklim dengan proses kehidupan tanaman. Yang dipelajari dalam
agroklimatologi adalah bagaimana unsur-unsur iklim itu berperan di dalam kehidupan
tanaman. Kita juga akan mempelajari bagaimana agar fotosintesis bisa tinggi,
respirasi optimal, transpirasi normal, sehingga hasil bisa tinggi. Arah dari ilmu ini
adalah bagaimana fotosintesis bisa lebih tinggi dari respirasi yang dipengaruhi unsur
udara dan air.
Iklim merupakan salah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan
produksi tanaman. Jenis-jenis dan sifat-sifat iklim bisa menentukan jenis tanaman
yang tumbuh pada suatu daerah serta produksinya. Oleh karena itu kajian klimatologi
dalam bidang pertanian sangat diperlukan. Seiring dengan semakin berkembangnya
isu pemanasan global dan akibatnya terjadi pada perubahan iklim, membuat sektor
pertanian begitu terpukul. Tidak teraturnya perilaku iklim dan perubahan awal musim
dan akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat para petani
begitu susah untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Untuk daerah tropis
seperti Indonesia, hujan merupakan faktor pembatas penting dalam pertumbuhan dan
produksi tanaman pertanian.

1.2 Tujuan
Meningkatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Stasiun Klimatologi Kelas I
Pulau Baai Bengkulu dan mengenal alat-alat yang ada di dalamnya.
BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA
Stasiun meteorology adalah tempat yang mengadakan pengamatan secara
terus-menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan (atmosfer) serta pengamatan
tentang keadaan biologi dari tanaman dan objek pertanian lainnya. Dalam persetujuan
internasional, suatu stasiun meteorology paling sedikit mengamati keadaan iklim
selama 10 tahun berturut-turut hingga akan mendapatkan gambaran umum tentang
rerata keadaan iklimnya, batas-batas ekstrim dan pola siklusnya (Mabes,2014).
Hasil yang didapat setelah dilakukannya suatu pengamatan di stasiun cuaca
atau stasiun meteorology adalah data-data mengenai iklim. Di Indonesia, berdasarkan
ketersediaan data iklim yang ada di database Balitklimat, hanya ada 166 dari
Balitklimat dari 2.679 stasiun yang menangani data iklim. Umumnya hanya data
curah hujan dan suhu udara, sehingga metode Penman merupakan yang terbaik,
metode Blaney Criddle aakan lebih banyak dipilih karena hanya memerlukan data
suhu udara yang relative mudah didapatkan (Runtunuwu,2008)
Iklim merupakan penyebaran cuaca dari waktu ke waktu (hari demi hari,
bulan demi bulan, tahun demi tahun)dan termasuk didalamnya harga rerata dan
harga-harga ekstrim (yaitu maksimum dan minimum) atau keadaan rata-rata cuaca
pada suatu periode seecara luas (Bargumono,2009).
Di Bengkulu, terdapat dua stasium Meteorologi yaitu di Pulau Baii dan di
bandara Fatmawati. Stasiun Metorologi di bandara Fatmawati hanya mengurusi
masalah penerbangan, sedangkan pada stasiun klimatologi pulau Baii mengurusi
masalah iklim, penguapan, radiasi sinar matahari, evavotranspirasi, lamanya
penyinaran, dan sebagainya yang kesemua alatnya terdapat disebuah tempat yang
disebut taman alat.
Taman alat adalah sebidang tanah pada dataran terbuka dan dan datar yang
merupakan tempat kedudukan alat meteorology (BMKG,2015). Didalam taman alat
banyak terdapat alat yang digunakan terkait pengamatan tentang iklim diantaranya :
1. Coup Couter Anemometer, yaitu salah satu jenis anemometer dengan tinggi
50 cm. Fungsinya adalah untuk mengukur kecepatan angin rata-rata selama
periode tertentu.
2. Wind Vane Anemometer, merupakan salah satu jenis anemometer dengan
tinggi 2 meter. Fungsinya adalah untuk mengukur arah dan kecepatan angin.
3. Anemograf, yaitu salah satu jenis anemometer dengan tinggi 10 meter.
Fungsinya adalah untuk mengukur arah dan kecepatan angin.
4. Campbell Stoke, yaitu alat yang berfungsi untuk mengetahui lamanya
penyinaran matahari dalam satuan jam/persen, lamanya penyinaran yaitu 12
jam.
5. Panci Penguapan/ Open Pan, yaitu alat yang berfungsi untuk mengetahui
besarnya penguapan radisi langsung dari matahari. Alat ini terdiri dari
thermometer yang berada di permukaan air (thermometer maksimum dan
minimum). Thermometer maksimum berguna untuk mengukur suhu maksimal
air dalam panci, sedangkan thermometer minimum berguna untuk mengukur
suhu atau temperature minimum air panci.
6. Gun Bellani, yaitu alat yang berfungsi untuk mengukur jumlah radiasi harian
matahari yang jatuh di permukaan bumi.
7. Sangkar Meteorologi, merupakan bangunan berbentuk rumah yang terbuat
dari kayu. Fungsinya yaitu untuk meminimalkan atau memaksimalkan
kecepatan angin. Sangkar meteorology ini terdiri dari termometer maksimum
dan minimum, thermometer bola basah dan bola kering. Thermometer
maksimum berfungsi untuk mengukur suhu udara maksimum, thermometer
minimum untuk mengukur suhu udara minimum, sedangkan thermometer
bola basar dan bola kering untuk menghitung kelembapan relative (NH).
8. Penangkar Hujan Biasa (OBS), yaitu penakar hujan jenis recording atau tidak
dapat mencatat sendiri. Fungsinya adalah untuk mengukur curah hujan.
9. Penakar Hujan Otomatis, yaitu penakar hujan jenis Hellman yang bisa
mencatat sendiri atau recording. Fungsinya adalah untuk mengukur curah
hujan.
10. Simeter, berfungsi untuk mengukur umlah evapotranspirasi pada sebidang
tanah bervegetasi secara langsung.
11. Thermometer tanah gundul, yaitu alat yang berfungsi untuk mengukur suhu
pada tanah yang gundul, ddengan ssatuan derajat celcius.
12. Thermometer tanah berumput yaitu alat yang beerfungsi untuk mengukur
suhu pada tanah yang gundul dengan kedalaman 0 cm, 5 cm, 10 cm,20 cm, 50
cm, 100 cm. benda kuning yang terdapat pada thermometer 50 dan 100 cm
adalah perapian yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu
tidak berubah (BMKG,2015).
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Alat dan Bahan
1. Coup Couter Anemometer
2. Wind Vane Anemometer
3. Campbell Stoke
4. Anemograf
5. Panci Penguapan/ Open Pan
6. Gun Bellani
7. Sangkar Meteorologi
8. Penangkar Hujan Biasa (OBS)
9. Penakar Hujan Otomatis
10. Simeter
11. Thermometer tanah gundul
12. Thermometer tanah berumput
13. Barometer

3.2 Cara Kerja

a. Mengunjungi stasiun klimatologi kelas 1 Pulau Baai


b. Mengamati alat-alat yang ada di stasiun klimatologi
c. Mencatat cara kerja seluruh peralatan yang ada di stasiun klimatologi
d. Bertanya tentang hambatan yang dihadapi oleh stasiun
e. Mengkonfirmasi dengan informasi yang diperoleh di kelas.
BAB IV
PEMBAHASAN
Agroklimatologi adalah ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan sifat
iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda, dan bagaimana kaitan
antara iklim dan dengan aktivitas manusia. Karena klimatologi memerlukan
interpretasi dari data-data yang banyak sehingga memerlukan statistik dalam
pengerjaannya, orang-orang sering menawarkan klimatologi sebagai meteorologi
statistik.
Pada pengamatan tentang alat-alat stasiun klimatologi yang ada di Pulau Baii
Bengkulu, kami diperkenalkan dengan berbagai alat yang penting untuk mengukur
iklim, radiasi matahari, lama penyiranaran, alat pengukur laju evapotranspirasi dan
banyak lagi alat-alat lainnya.
Stasiun Klimatologi adalah unit pelaksana teknis di lingkungan badan
meteorogi dan Geofisika yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala
Badan Meteorologi dan Geofisika.
Dalam praktikum kami mengamati penakar hujan otomatis dan penakar hujan
biasa. Penakar hujan otomatis mampu mencatat sendiri curah hujan dengan cara
membaca skala pada gelas, ssedangkan penakar hujan biasa tidak dapat mencatat
sendiri sehingga diperlukan pengukuran dengan gelas penakar hujan kemudian
membaca skala pada gelas penakar hujan tersebut. Penakar hujan manual dan
otomatis biasanya mempunyai perbedaan hasil, hal ini disebabkan karena adanya
faktor eksternal seperti air yang berada dibak penampungan hujan manual seringkali
menguap karena adanya sinar matahari, sehingga air sedikit mengalami penyusutan
dan ketika di bandingkan dengan penakar huan otomatis hasilnya akan berbeda tetapi
tidak terlalu signifikan.
Pada pengamatan vane anemometer, kami mengamati komponen alat yang
terlihat seperti baling-baling dan cup anemometer. Baling-baling (vane) berbentuk
anak panah yang berfungsi untuk menunjukkan arah datang angin, sedangkan cup
anemometer berfungsi untuk menentukan kecepatan angin. Namun, cup anemometer
ini tidak boleh dipegang apalagi diputar hal ini terkait dengan akan diperoleh data
yang berbeda dan kurang akurat yang terbaca paada sistem. Selain itu, kami juga
menemukan adanya pohon besar yang berada di sekitar alat, sehingga cup
anemometer tidak bergerak.
Aktinograf yaitu alat yang digunakan untuk mengukur radiasi matahari.
Pemasangan dimulai dari pukul 8 malam. Alat ini didesain setengah lingkaran.
Gun Bellani adalah alat untuk mengukur jumlah radiasi matahari. Dan data
hasil dari pengamatan harus dilaporkan setiap hari. Jika radiasi tinggi, maka aquades
yang ada di dalam alat akan bertambah banyak.
Campbell stoke untuk mengukur lamanya penyinaran matahari dari jam 6 pagi
sampai 6 sore. Jika ada sinar matahari maka titik fokus dari alat akan membakar
kertas yang ditempatkan pada alat. Kertas bias yang ditempatkan pada alat harus
dipasang mengikuti arah matahari.
High volume sampler berfungsi untuk pengambilan sampel polusi udara.
Terdpat 3 tempat yang di pasang alat ini yaitu di Taman alat Puau Baii, Rektorat
Unib, dan Telkom.
Arbs auto plain water sample untuk pengambilan sample air hujan kemudian
di cek di lab pH dan daya hantar listriknya. Namun alat ini rusak, sehingga air hujan
yang tertampung banyak ditemui kontaminasi dari debu-debu dan alat sudah
ditumbuhi lumut. Data air ini tetap dikirim ke pusat untuk diteliti.
Thermometer rumput dan tanah gundul, untuk mengukur suhu tanah gundul
dan tanah berumput.
Panci penguapan di ruang terbuka, terdapat thermometer terapung yang
berfungsi untuk membaca suhu minimum di air dan suhu maksimal di air.
Pembersihan alat ini dilakukan satu bulan sekali.
Barometer digital dan barometer manual digunakan untuk mengukur suhu
udara. Pada pembacaan barometer manual posisi badan harus lurus dengan
barometer, karena jika badan lebih pendek ataupun lebih tinggi dari barometer maka
hasil pembacaan yang didapat kurang akurat, sehingga data yang diperoleh tidak
tepat. Pada barometer digital GFE dgunakan untuk menentukan tekanan permukaan
laut, GFF digunakan untuk menentukan tekanan permukaan stasiun.
BAB V
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa stasiun
klimatologi Pulau Baii merupakan salah satu stasiun klimatologi dan geofisika di
Bengkulu. Di sini trdapat alat-alat klimatologi seperti penakar hujan otomatis,
penakar hujan manual, aktinograf, vane anemometer, Gun Bellani, Campbell stoke,
High volume sampler, arbs auto plain water sampler, thermometer rumput dan
thermometer tanah gundul, panci penguapan, barometer manual dan barometer
digital.
DAFTAR REFERENSI

Bargumono. 2009. Klimatologi: Suatu Pengantar. Klimatologi , 1-110.


BMKG. 2015. Alat-alat yang Ada Di BMKG Pulau Baii. Bengkulu: Badan
Klimatologi Pulau Baii.
Mabes, J. 2014. Laporan Alat-alatAgroklimatologi.
www.slideshare.net/joelmabes/lapran-agroklimatologi-alatalatagroklimatologi
(Januari 5, 2016)
Runtunuwu. 2008. Validasi Pendugaan Evapotranspirasi: Upaya Melengkapi
Database Iklim Nasional. Jurnal Tanah dan Iklim , 8-9.