You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiaporang agar peningkatan
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan


perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta
pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan,
antara lain ibu, bayi, anak, manusia lanjut usia (Manula) dan keluarga miskin.

Perhatian khusus harus diberikan terhadap peningkatan kesehatan ibu


termasuk bayi baru lahir dan balita dengan menyelenggarakan berbagai
upaya terobosan yang didukung oleh kemampuan manajemen tenaga
pengelolaan dan pelaksanaan program KIA.

Angka kematian ibu (AKI) di indonesia sudah ada penurunan yang


signifikan dari 307/100.000 KH (SDKI 2002/2003) menjadi 248/100.000 KH
(hasil extrapolasi BPS 2007), target MDG’s 2015 17/100.000 KH.

Berbagai faktor yang terkait dengan resiko terjadinya komplikasiyang


berhubungan dengan kehamilan dan cara pencegahannya telah diketahui dan
telah dilaksanakan berbagai upaya intervensinya.
Sejalan dengan grand strategi Depkestelah dilaksanakan upaya percepatan
penurunan AKI dan AKB melalui strategi Making Pregnancy Saver (MPS)
yang merupakan sektor kesehatan yang terfokus yaitu ;
1. Meningkatkan cakupan dan kwalitas pelayanan kesehatan.
2. Membangun kemitraan yang efektif dengan lintas program dan lintas
sektor serta mitra lain.
3. Pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat.
4. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan serta
pembiayaan kesehatan.

Dengan telah ditetapknnya target penurunan AKI dan AKB tersebut


diatas, maka kementrian kesehatan menurunkan VISI ; masyarakat yang
mandiri untuk hidup sehat.

1
MISI : membuat rakyat sehat yang akan dicapai melalui strategi
menggerakkan dan memperdayakan masyarakat untuk hidup sehat
meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas,
meningkatkan surveilans, monitoring dan informasi kesehatan.
Dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di indonesia,
sistem pencatatan dan pelaporan merupakan komponen yang sangat penting.
Selain sebagai alat untuk memantau kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, bayi
dan balita juga untuk menilai sejauh mana keberhasilan program serta
sebagai bahan untuk membuat perencanaan di tahun-tahun berikutnya.

Sistem pencatatan dan pelaporan dimulai dengan mencatat seluruh


ibuhamil, bayi baru lahir, bayi dan balita yang ada disuatu desa secara
berjenjang, hasil pencatatan tersebut dilaporkan oleh bidan didesa ke
puskesmas, puskesmas ke dinkes kabupaten / kota kemudian ke dinkes
propinsi dan depkes. Pada tingkat puskesmas dan kabupaten analisis yang
diperlukan adalah melalui hasil cakupan kunjungan bayi dan kunjungan balita.

Termasuk dalam analisis tersebut adalah menentukan prioritas


masalah dan penyelesaiannya.

Hasil dari keseluruhan proses tersebut disampikan pada sektor-sektor


terkait untuk tindak lanjut sesuai dengan tingkat pelayanan di desa dan
kecamatan.

B. MANFAAT
Pelaksanaan program KIA dapat berjalan dengan lancar, aspek
peningkatan mutu pelayanan program KIA tetap diharapkan menjadi kegiatan
prioritas di tingkat kabupaten / kota.

Peningkatan mutu program KIA diharapkan dapat meningkatkan


cakupan program di masing-masing wilayah kerja, oleh karena itu cakupan
pelayanan disuatu wilayah kerja perlu dipantau secara terus - menerus agar
diperoleh gambaran yang jelas mengenai kelompok mana dalam wilayah
kerja tersebut yang paling rawan.

2
Dengan diketahuinya lokasi rawan kesehatan ibu dan anak, maka
wilayah kerja tersebut dapat diperhatikan dan dicarikan pemecahan
masalahnya.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terpantaunya cakupan dan mutu pelayanan secara terus menerus
disetiap wilayah kerja.
2. Tujuan Khusus.
a. Memantau pelayanan KIA secara individu melalui kohort
b. Memantau kemajuan pelayanan KIA dan cakupan indikator KIA secara
teratur (bulanan) dan terus menerus.
c. Menilai kesenjangan pelayanan KIA terhadap standart pelayanan.
d. Menilai pencapaian cakupan indikator terhadap target yang ditetapkan.
e. Menentukan sasaran individu dan wilayah prioritas yang akan
ditangani secara intensif berdasarkan besarnya kesenjangan.
f. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang
tersedia dan yang potensial untuk digunakan.
g. Meningkatkan peran aparat setempat dalam penggerakan sasaran dan
mobilitas sumber daya.
h. Meningkatkan peran serta dan kesadaran masyarakat untuk
memanfaatkan pelayanan KIA.

3
BAB II
ANALISA SITUASI
A. SITUASI UMUM
1. Lokasi Puskesmas
UPT Puskesmas Kendal merupakan satu-satunya puskesmas yang
ada di Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Lokasi UPT Puskesmas
Kendal berada Jalan Raya Kendal-Jogorogo Kecamatan Kendal.
Transportasi antar wilayah dihubungkan dengan jalan darat. Jalan
utama desa sebagian besar sudah beraspal dan mudah dijangkau dengan
sarana transportasi.

2. Luas Wilayah
Luas wilayah kerja UPT Puskesmas Kendal uas wilayah 7.016 km²
berupa 40 % dataran rendah dan 60 % dataran tinggi yang terdiri dari 10
desa

Diantaranya :

1. Desa Karanggupito

2. Desa Karangrejo

3. Desa Simo

4. Desa Ploso

5. Desa Kendal

6. Desa Majasem

7. Desa Sidorejo

8. Desa Gayam

9. Desa Dadapan

10. Desa Patalan

3. Batas Wilayah
4
Wilayah kerja UPT Puskesmas Kendal sebagian besar merupakan
daerah dataran rendah. Adapun batas-batas wilayah UPT Puskesmas
Kendal adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Jogorogo.
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kec. Gerih
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Panekan Magetan
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kec. Panekan Magetan

5
4. Peta Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendal

5. Demografi
Jumlah penduduk di wilayah UPT Puskesmas Kendal Tahun 2016
sebesar 58.293 jiwa. Dimana jumlah penduduk wanita sebanyak 29.384
jiwa dan penduduk laki-laki sebanyak 28.909 jiwa.
6. Keadaan Sosial Ekonomi Dan Budaya
a. Adat Istiadat
Penduduk yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Kendal
sebagian besar adalah suku Jawa yang hampir sebagian besar
penganut agama Islam. Sedangkan bahasa pengantar dalam
pergaulan sehari-hari adalah bahasa Jawa.

6
b. Mata Pencaharian
Untuk memenuhi kebutuhan penduduk sehari-hari, sebagian besar
mata pencaharian penduduk adalah bertani.

7. Sarana Pendidikan
Proporsi jumlah sarana pendidikan terhadap jumlah penduduk usia
sekolah menurut tingkatannya menunjuk pada kesenjangan antara
jumlah sarana pendidikan yang tersedia dengan jumlah penduduk usia
sekolah.

8. Sarana Pelayanan Kesehatan

1. Fasilitas Kesehatan
UPT Puskesmas Kendal merupakan Puskesmas
Perawatan, dimana dalam melaksanakan programnya baik program
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) maupun Upaya Kesehatan
Perseorangan (UKP). Untuk lebih jelasnya distribusi pelayanan
kesehatan yang ada di wilayah UPT Puskesmas Kendal dapat dilihat
sebagai berikut

No Jenis Pelayanan Jumlah


1 Puskesmas Pembantu 3
2 Polindes 6
3 Posyandu 65
4 Ambulance 2

2. Sumber Daya Manusia


Untuk upaya peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan
kesehatan, maka tenaga kesehatan yang ada di UPT Puskesmas
Kendal harus memadai jumlahnya. Adapun distribusi ketenagaan di
UPT Puskesmas Kendal tahun 2016 adalah sebagai berikut :

7
Jumlah
No Ketenagaan PT Latihan
PNS
T Kerja
1 Dokter Umum 2
2 Dokter gigi 1
3 Perawat 10 14
4 Perawat Gigi 1
5 Bidan 2 10
6 Bidan di desa 7
7 Apoteker & S1 farmasi 0
8 Asisten Apoteker 1
9 Analis Farmasi 0
10 Sarjana Kesehatan Masyarakat 1
11 Sanitarian 1
12 Petugas Gizi 1
13 Keterapian Fisik
a. D III Fisioterapi 0
b. D III Okupasi Terapi 0
c. D III Terapi Wicara 0
d. D III Akupuntur 0
14 Keteknisian Medis
a. D III Teknik Radiodiagnostik 0
b. D III Teknik Radioterapi 0
c. D III Teknik Gigi 0
d. D III teknik Elektromedik 0
e. SMAK 0
f. D III Analis Kesehatan/ Analis Laboratorium 1
g. D III Refraksionis 0
h. D III Optisi 0
i. D I Teknik Transfusi Darah 0
j. D III Rekam Medis 0
k. D III Ortotik Prostetik 0
15 Penata Rontgen 0
16 Koordinator Imunisasi 1 1
17 Pekarya Kesehatan 0
18 TU (Tata Usaha) 6
19 Sopir 2 1
20 Tenaga Keuangan 3
21 Tenaga Non Kesehatan Lainnya

8
22 Penjaga / satpam
23 Petugas kebersihan / cleaning service 2
24 Lain-lain
Jumlah 42 1 30

9. Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan Program dan Kegiatan


9.1 VISI

Visi Puskesmas adalah Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Kendal


yang Sehat, Mandiri dan Berkeadilan

Penjabaran makna dari Visi tersebut adalah sebagai berikut :

 Terwujud : Suatu kondisi akhir yang diinginkan

 Masyarakat : Sekelompok orang yg hidup bersama dalam satu


komunitas yang teratur.

 Kecamatan Kendal : Wilayah untuk sekelompok masyarakat


yang hidup bersama dalam suatu komonitas yang teratur dalam
wilayah kecamatan.

 Sehat: Suatu keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan


sosial yamg merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas
dari penyakit atau kecatatan (WHO).

 Mandiri : Suatu keadaan yang dapat berdiri sendiri tanpa


tergantung dengan yang lain.

 Berkeadlian : Suatu keadaan kebenaran secara moral


mengenai suatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

9.2 MISI

Misi puskesmas adalah

1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.


2. Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup
sehat.
3. Meningkatkan upaya pengendalian penyakit dan
penanggulangan masalah kesehatan.

9
4. Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan
kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau.
5. Menyelenggarakan administrasi dan manajemen yang bersifat
transaparan dan akuntabel.
6. Mengembangkan program inovasi, produk layanan, dan
pemberdayaan sumberdaya kesehatan.

9.3 TUJUAN DAN MANFAAT

1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui derajat kesehatan dan pencapaian
upaya pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Kendal tahun 2016.
2. Tujuan Khusus
a) Untuk mengetahui target dan pencapaian setiap program
yang telah dilaksanakan di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Kendal tahun 2016.
b) Untuk mengetahui program yang belum mencapai target di
wilayah kerja UPT Puskesmas Kendal tahun 2016.
c) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat
dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah kerja
UPT Puskesmas Kendal tahun 2016.
3. Manfaat
a. Dapat menjadi bahan masukan terutama dalam rangka
review tahunan kondisi kesehatan masyarakat di UPT
Puskesmas Kendal.
b. Sebagai bahan evaluasi tahunan program kesehatan yang
telah dilaksanakan serta sebagai bahan masukan untuk
perencanaan maupun sebagai program tahunan yang akan
datang.
c. Sebagai salah satu bahan informasi baik bagi UPT
Puskesmas Kendal maupun bagi Dinas Kesehatan
Kabupaten Ngawi dalam perencanaan peningkatan
pencapaian setiap program dan pelayanan kesehatan yang
bermutu.

10
9.4 STRATEGI

1) Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu Melahirkan


2) Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Menular
3) Perbaikan Gizi Masyarakat
4) Peningkatan dan Pengembangan Jejaring Kemitraan
5) Peningkatan dan Pengembangan UKBM
6) Fasilitasi Pengembangan Lingkungan Sehat
7) Peningkatan Pelayanan KB dan Kesehatan Lansia
8) Penyelenggaraan Rawat Jalan
9) Penyelenggaraan Rawat Inap
10) Penyelenggaraan UGD
11) Penunjang Medik
12) Penyediaan Bahan Habis Pakai dan Farmasi
13) Pengadaan Alkes Layanan Rawat Jalan dan Rawat Inap
14) Pengadaan Sarana Pendukung Layanan Rawat Jalan dan
Rawat Inap
15) Penyelenggaraan Administrasi Pelayanan
16) Penyelenggaraan Administrasi SDM dan Penggajian
17) Penyelenggaraan Kebutuhan Rutin Puskesmas (Non BPJS)
18) Penyelenggaraan Administrasi Pelayanan BPJS
19) Penyelenggaraan Manajemen Program
20) Pengadaan Sarana Pendukung Penyelenggaraan Administrasi
Pelayanan
21) Penyelenggaraan Kredensialing/Akreditasi Puskesmas
22) Peningkatan Kompetensi SDM
23) Rehabilitasi Puskesmas, Pustu dan Polindes
24) Peningkatan Sarana dan Prasarana Puskesmas

11
9.5 KEBIJAKAN

Kebijakan kesehatan adalah meningkatkan mutu sumber daya


manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan
pendekatan paradigma sehat yang memberikan prioritas pada
upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, pemeriharaan, dan
rehabilitasi sejak dari pembuahan dalam kandungan sampai usia
lanjut.

B. SITUASI KESEHATAN
BIDANG KIA
PROGRAM ANAK

a. Tercapainya target KN 1 murni di wilayah Puskesmas Kendal yaitu 110.5%


dari target 100% periode januari-desember 2016.
b. Tercapainya target KN lengkap di wilayah Puskesmas Kendal yaitu
109.2% dari target 100% periode januari-desember 2016.
c. Kurangnya pencapaian target Neonatal risti di wilayah Puskesmas Kendal
59.24% dari target 98% periode januari-desember 2016.
d. Tercapaianya target bayi paripurna di wilayah Puskesmas Kendal 97%
dari target 95% yaitu periode januari-desember 2016.
e. Kurangnya pencapaian anak balita paripurna di wilayah Puskesmas
Kendal 93.26 % dari target 95% periode januari-desmber 2016.
f. Kurangnya pencapaian APRAS Paripurna di wilayah Puskesmas Kendal
75.29% dari target 87% periode januari-desember 2016.

12
C. PRIORITAS PROGRAM
Dari inventarisasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi oleh
puskesmas Kendal maka dapat dianalisa permasalahannya sebagai berikut;

13
D. KINERJA
KINERJA PROGRAM ANAK PUSKESMAS KENDAL
1. Indikator KN 1 Murni periode Januari-Desember 2016

NO DESA PENCAPAIAN TARGET KESENJANGAN RANK


(%) (%) (%)
1 Karanggupito 93.22% 100% 6.78% 9
2 Karangrejo 93.10% 100% 6.9% 10
3 Simo 117.50% 100% Target tercapai 3
4 Ploso 97.37% 100% 2.63% 8
5 Majasem 98.04% 100% 1.96% 7
6 Kendal 130.55% 100% Target tercapai 2
7 Sidorejo 105.13% 100% Target tercapai 5
8 Gayam 100.00% 100% Target tercapai 6
9 Dadapan 135.29% 100% Target tercapai 1
1 Patalan 106.78% 100% Target tercapai 4
0
Total 110.50%% 100% Target tercapai

2. Indikator KN Lengkap periode Januari-Desember 2016

NO DESA PENCAPAIAN TARGET(%) KESENJANGAN RANK


(%) (%)

1 Karanggupito 91.52% 100% 8.48% 9


2 Karangrejo 82.76% 100% 17.24% 1
0
3 Simo 115.00% 100% Target tercapai 4
4 Ploso 92.10% 100% 7.9% 8
5 Majasem 98.04% 100% 1.96% 7
6 Kendal 125.00% 100% Target tercapai 2
7 Sidorejo 110.26% 100% Target tercapai 5
8 Gayam 100% 100% Target tercapai 6
9 Dadapan 133.33% 100% Target tercapai 1
1 Patalan 116.95% 100% Target tercapai 3
0
Total 109.20% 100% Target tercapai

14
3. Indikator Neonatal komplikasi yang ditangani periode Januari-
Desember 2016

NO DESA PENCAPAIAN (%) TARGET(%) KESENJANGAN RANK


(%)
1 Karanggupito 25.00% 98 73.00% 1
% 0
2 Karangrejo 44.44% 98 53.56% 8
%
3 Simo 50.00% 98 48.00% 5
%
4 Ploso 66.66% 98 31.34% 4
%
5 Kendal 50.00% 98 48.00% 6
%
6 Majasem 40.00% 98 58.00% 9
%
7 Sidorejo 100% 98 Target tercapai 1
%
8 Gayam 50.00% 98 48.00% 7
%
9 Dadapan 75.00% 98 23.00% 3
%
1 Patalan 77.78% 98 20.22% 2
0 %
Total 59.24% 98 38.76%
%

4. Cakupan pelayanan Bayi Paripurna periode Januari-Desember


2016

NO DESA PENCAPAIAN TARGET(%) KESENJANG RANK


(%) AN
(%)
1 Karanggupito 88.13% 95% 6.87% 9
2 Karangrejo 82.76% 95% 12.24% 1
0
3 Simo 112.50% 95% Target tercapai 2
4 Ploso 89.47% 95% 5.53% 8
5 Kendal 96.08% 95% Target tercapai 5
6 Majasem 115.74% 95% Target tercapai 1
7 Sidorejo 91.02% 95% 3.98% 7
8 Gayam 100% 95% Target tercapai 4
9 Dadapan 101.96% 95% Target tercapai 3
1 Patalan 94.91% 95% 0.09% 6
0
15
Total 97.17%% 95% Target tercapai

5. Cakupan pelayanan Anak-Balita Paripurna periode Januari-


Desember 2016

NO DESA PENCAPAIAN TARGET(%) KESENJANGAN RANK


(%) (%)
1 Karanggupito 71.38% 95% 23.62% 9
2 Karangrejo 72.60% 95% 22.40% 6
3 Simo 77.72% 95% 17.28% 2
4 Ploso 75.27% 95% 19.73% 5
5 Kendal 79.36% 95% 15.64% 1
6 Majasem 72.49% 95% 22.51% 8
7 Sidorejo 75.32% 95% 19.68% 4
8 Gayam 75.86% 95% 19.14% 3
9 Dadapan 72.58% 95% 22.42% 7
1 Patalan 69.73% 95% 25.27% 10
0
Total 93.26%% 95% 1,74%

6. Cakupan pelayanan Anak Pra-sekolah (APRAS) periode Januari-


Desember 2016

NO DESA PENCAPAIAN TARGET(%) KESENJANGAN RANK


(%) (%)
1 Karanggupito 75.86% 87% 11,14%

2 Karangrejo 64.28% 87% 22,72%

3 Simo 77.50% 87% 9,05%

4 Ploso 78.38% 87% 8,62%

5 Kendal 90.82% 87% Target tercapai

6 Majasem 112.00% 87% Target tercapai

7 Sidorejo 75.00% 87% 12%

8 Gayam 75.67% 87% 11,33%

9 Dadapan 76.47% 87% 10,53


%
1 Patalan 73.33% 87% 13,67
0 %
16
Total 75.29 87% 11,71%
%

KEMATIAN BAYI JANUARI-DESEMBER 2016

NO DESA JUMLAH PENYEBAB

1 Januari
2 Februari
3 Maret 1 Hydrocephalus
4 April 2 BBLR
5 Mei
6 Juni
7 Juli 1 Atresia ani & KJB
8 Agustus
9 September 2 Anencephalu
s & Asfiksia
1 Oktober
0
1 November 2 BBLR
1
1 Desember
2
Total 8

ANALISA MASALAH
Identifikasi Masalah

a. Pencapaian Neonatal resti di wilayah Puskesmas Kendal tahun 2016


masih kurang sebesar 38.76%
b. Pencapaian Balita Paripurna di wilayah Puskesmas Kendal tahun 2016
masih kurang sebesar 1.74%
c. Pencapaian APRAS Paripurna di wilayah Puskesmas Kendal tahun
2016 masih kurang sebesar 11.71%
d. Adanya kejadian kematian bayi periode januari-desember 2016
terdapat 8 kasus.

E. KEGIATAN DI DALAM GEDUNG PUSKESMAS KENDAL

17
Dibawah ini kegiatan program anak yang belum terealisasi ;
--Pelayanan DDTK bayi, balita dan APRAS di Puskesmas.

F. KEGIATAN DI LUAR GEDUNG PUSKESMAS KENDAL


1. Kunjungan neonatal resti
2. Melakukan rujukan ke fasilitas yang lebih tinggi dalam penanganan
penyimpangan tumbuh kembang anak.
3. Pelaksanaan DDTK balita dan APRAS periode januari-desember 2016
yang dilaksanakan di 10 desa.

18
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Masih rendahnya angka pencapaian target SPM program anak di
berbagai desa binaan, maka perlu pengelolaan lebih lanjut dalam
penghitungan target perdesa, peningkatan kinerja pembina desa dan
penggerakan peran serta lintas program maupun lintas sektor.
Pengelolaan program KIB diharapkan dapat memantapkan dan
meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIB secara efektif dan
efesien, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan antenatal,
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang kompeten,
pelayanan bagi ibu nifas dan neonatus.
Penemuan dini faktor resiko komplikasi kebidanan dan neonatus tidak
hanya oleh tenaga kesehatan tetapi kepedulian masyarakat
diharapkan juga meningkat. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi
seluruh bayi, balita dan APRAS dan deteksi dini tumbuh kembang
melalui kegiatan kemitraan kader posyandu dan guru TK dan PAUD.

B. SARAN
Diharapkan dengan adanya laporan profil program anak dapat
meningkatkan standart pelayanan, diharapkan dapat tercapai dalam
rangka pencapaian Milenium Development Gold’s (MDG’s).
Pelaksana pelayanan kesehatan berharap adanya dukungan dan
peran serta aktif dari dinas kesehatan dalam membimbing dan
mengevaluasi program-program kesga guna kelancaran pelaksanaan
kegiatan.
Besar harapan agar pelaporan hasil kegiatan program kesga dalam
bentuk profil anak untuk tahun kedepan lebih baik lagi, sehingga dapat
dipakai sebagai alat advokasi, informasi, dan komunikasi kepada
sektor terkait sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah
tekhnis dan non tekhnis dengan harapan derajat kesehatan
masyarakat dapat meningkat.

BAB IV

PENUTUP

19
Pelaporan profil anak merupakan suatu kegiatan sistematis,
berkesinambungan, mulai dari kegiatan mengumpulkan, menganalisis
dan menginterprestasikan data yang untuk selanjutnya dijadikan
landasan dan evaluasi suatu kebijakan kesehatan masyarakat.
Dengan pembuatan pelaporan profil anak, diharapkan cakupan
pelayanan dapat ditingkatkan dengan menjangkau seluruh sasaran
disuatu wilayah kerja.

20