You are on page 1of 17

TUGAS KELOMPOK STUDI DIAGNOSTIK

“UJI PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANALISA LEMAK ”

Dosen Pengajar Hepta Nur Anugrahini.,S.Kep.,Ns.,M.Kep

DI SUSUN OLEH :
TRI RESTYANGGI PRIYASARI P27820115019
SARI MARIYANTI P27820115024
NINDY FAIRUZ MAZIDAH P27820115026
MUTIARA DUMALANGGA SAWITRI P27820115029

II REGULER A

PRODI DIII KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN SURABAYA
2016/2017
KONSEP PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANALISA
LEMAK

Lipid adalah senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen yang tidak
larut dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Komponen lipid
utama yang dapat dijumpai dalam plasma adalah trigliserida, kolesterol dan
fosfolipid. Kelainan lipid darah (dislipidemia) telah diakui sebagai salah satu
faktor utama penyakit jantung koroner atau kardiovaskular atau aterosklerosis
pada umumnya. Analisis lipid darah merupakan salah satu panel pemeriksaan
laboratorium yang paling sering diminta dan sudah merupakan bagian penting dari
panel atau paket pemeriksaan kesehatan dalam perkembangannya telah terjadi
pergeseran parameter dan juga cara analisis lipid darah untuk mencapai tingkat
ketepatan yang terbaik.
Macam-macam pemeriksaan lipid :
1. Kolesterol total, yang merupakan jumlah dari berbagai jenis
kolesterol.
2. High-density lipoprotein (HDL) kolesterol, yang biasa disebut
kolesterol "baik". Lipoprotein dapat dianggap sebagai sistem
transportasi darah . High-density lipoprotein membawa kolesterol
ke hati untuk dihilangkan.
3. Low-density lipoprotein (LDL) kolesterol, umumnya dikenal
sebagai kolesterol "jahat". LDL yang membangun dalam aliran
darah dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko
penyakit jantung.
4. Trigliserida, yang menyimpan energi sampai tubuh
membutuhkannya. Jika tubuh terlalu banyak trigliserida, pembuluh
darah bisa tersumbat dan menyebabkan masalah kesehatan.
Di dalam darah, lemak ada dalam bentuk trigliserida yaitu sebuah gliserida,
yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak. Trigliserida merupakan penyusun
utama minyak nabati dan lemak hewani.Asam lemak yang membentuk trigliserida
dimanfaatkan sebagai sumber energi yang diperlukan oleh otot-otot tubuh untuk
bekerja atau disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak. Mirip dengan
yang terjadi dengan kelebihan kolesterol atau gula darah, kadar trigliserida yang
berlebihan dalam darah dapat melahirkan berbagai problem kesehatan.
Trigliserida ditranspor menuju sel oleh dua partikel utama, yaitu VLDL (very low
density lipoprotein) yang dibentuk di hati dan kilomikron yang dibuat di usus dari
lemak yang baru saja diserap. Ketika kadar trigliserida menjadi terlalu tinggi,
darah seseorang dapat menyerupai susu, karena kehadiran kilomikron. Kadar
trigliserida yang lebih tinggi daripada 1.000 dapat meninggikan risiko pankreatitis.
Hiperlipidemi
Hiperlipidemia (Hyperlipoproteinemia adalah tingginya kadar lemak
(kolesterol,trigliserida maupun keduanya) dalam darah. Lemak (disebut juga lipid)
adalah zatyang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi
utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau
dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel
lemak untuk digunakan dikemudian hari. Sel-sel lemak juga melindungi tubuh
dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera.
Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf
yang membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah
adalah kolesterol dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein
tertentu sehinggabisa mengikuti aliran darah, gabungan antara lemak dan protein
ini disebut lipoprotein.
Lipoprotein yang utama adalah :
1. Kilomikron
2. VLDL (very low density lipoproteins)
3. LDL (low density lipoproteins)
4. HDL (high density lipoproteins)
Setiap jenis lipoprotein memiliki fungsi yang berbeda dan dipecah serta
dibuang dengan cara yang sedikit berbeda. Misalnya, kilomikron berasal dari usus
dan membawa lemak jenis tertentu yang telah dicerna dari usus ke dalam aliran
darah. Serangkaian enzim kemudian mengambil lemak dari kilomikron yang
digunakan sebagai energi atau untuk disimpan di dalam sel-sel lemak.
Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil) dibuang
dari aliran darah oleh hati.
Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara :
1. Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi
jumlah lipoprotein yang masuk ke dalam darah.
2. Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan
lipoprotein dari dalam darah.
Kadar lemak yang abnormal dalam sirkulasi darah (terutama
kolesterol) bisa menyebabkan masalah jangka panjang. Resiko terjadinya
aterosklerosis dan penyakit arteri coroner atau penyakit arteri karotis meningkat
pada seseorang yang memiliki kadar kolesterol total yang tinggi. Kadar
kolesterol rendah biasanya lebih baik dibandingkan dengan kadar
kolesterol yang tinggi, tetapi kadar yang terlalu rendah juga tidak baik. Kadar
kolesterol total yang ideal adalah140-200 mg/dL atau kurang. Jika kadar
kolesterol total mendekati 300 mg/dL,maka resiko terjadinya serangan jantung
adalah lebih dari 2 kali.
Tidak semua kolesterol meningkatkan resiko terjadinya penyakit
jantung. Kolesterol yang dibawa oleh LDL (disebut juga kolesterol jahat)
menyebabkan meningkatnya resiko kolesterol yang dibawa oleh HDL (disebut
juga kolesterolbaik) menyebabkan menurunnya resiko dan menguntungkan.
Idealnya, kadarkolesterol LDL tidak boleh lebih dari 130 mg/dL dan kadar
kolesterol HDL tidak boleh kurang dari 40 mg/dL. Kadar HDL harus meliputi
lebih dari 25 % dari kadar kolesterol total. Sebagai faktor resiko dari penyakit
jantung atau stroke, kadar kolesterol total tidak terlalu penting dibandingkan
dengan perbandingan kolesterol total dengan kolesterol HDL atau perbandingan
kolesterol LDL dengan kolesterol HDL.Apakah kadar trigliserida yang tinggi
meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung atau stroke, masih belum jelas.
Kadar trigliserida darah diatas 250 mg/dL dianggap abnormal, tetapi kadar yang
tinggi ini tidak selalu meningkatkan resikoterjadinya aterosklerosis maupun
penyakit arteri koroner. Kadar trigliserid yang sangat tinggi (sampai lebih dari 800
mg/dL) bisa menyebabkan pankreatitis.
Penyebab
Kadar lipoprotein, terutama kolesterol LDL, meningkat sejalan
dengan bertambahnya usia. Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang
lebih tinggi,tetapi setelah menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat.
Faktor lain yang menyebabkan tingginya kadar lemak tertentu (misalnya VLDL
dan LDL) adalah :
• Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia
• Obesitas
• Diet kaya lemak
• Kurang melakukan olah raga
• Penggunaan alkohol
• Merokok sigaret
• Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
• Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
Sebagian besar kasus peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total
bersifat sementara dan tidak berat, dan terutama merupakan akibat dari makan
lemak. Pembuangan lemak dari darah pada setiap orang memiliki
kecepatan yang berbeda. Seseorang bisa makan sejumlah besar lemak hewani dan
tidak pernah memiliki kadar kolesterol total lebih dari 200 mg/dL, sedangkan
yang lainnya menjalani diet rendah lemak yang ketat dan tidak pernah memiliki
kadar kolesterol total dibawah 260 mg/dL.
Perbedaan ini tampaknya bersifat genetic dan secara luas berhubungan
dengan perbedaan kecepatan masuk dan keluarnya lipoprotein dari aliran
darah. Pengukuran Lipid Penetapan lipid biasanya dilakukan dengan serum, tetapi
dapat juga menggunakan plasma EDTA atau plasma heparin. Baik serum maupun
plasma harus segera dipisahkan dari sel-sel darah dan jika tidak segera diperiksa,
harus disimpan dalam lemari es supaya distribusi kolesterol tidak berubah dan
enzim-enzim tidak sempat mengubah proporsi lipoprotein. Sampel darah harus
diperoleh setelah klien berpuasa 10 – 12 jam sebelum pengambilan. Pengukuran
lipid serum yang paling relevan adalah kolesterol total, trigliserida, kolesterol
HDL, dan kolesterol LDL. Pengukuran lipid dapat dilakukan dengan metode
kimiawi kolorimetrik.
Pengukuran kolesterol total dapat menggunakan enzim kolesterol oksidase.
Trigliserida diukur melalui pengeluaran asam lemak secara hidrolisis diikuti oleh
kuantifikasi gliserol yang dibebaskan. Pengukuran kolesterol HDL menggunakan
pengendapan semua lipoprotein selain HDL, kemudian kolesterol HDL yang
tersisa dalam larutan diukur. Sedangkan kolesterol LDL diukur dari pengukuran
trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol HDL dengan pendekatan Friedewald
sebagai berikut :
Kolesterol LDL = Kolesterol total – kolesterol HDL – (trigliserida/5)
Kalkulasi ini masih sahih untuk kadar trigliserida sampai sekitar 400 mg/dL.
Sekarang pengukuran kolesterol LDL dapat dilakukan langsung dengan tehnik
imunopresipitasi selektif fraksi lipoprotein lain.
NILAI PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANALISA LEMAK
a. LDL (Low Density Lipoprotein)
Nilai normal : <130 mg/dL SI : < 3,36 mmol/L
Nilai batas : 130 - 159 mg/dL SI : 3,36 - 4,11 mmol/L
Risiko tinggi : ≥160 mg/dL SI : ≥ 4,13 mmol/L
Deskripsi : LDL adalah B kolesterol
Implikasi klinik :
1. Nilai LDL tinggi dapat terjadi pada penyakit pembuluh darah
koroner atau hiperlipidemia bawaan. Peninggian kadar dapat terjadi
pada sampel yang diambil segera. Hal serupa terjadi pula pada
hiperlipoproteinemia tipe Ha dan Hb, DM, hipotiroidism, sakit
kuning yang parah, sindrom nefrotik, hiperlipidemia bawaan dan
idiopatik serta penggunaan kontrasepsi oral yang mengandung
estrogen.
2. Penurunan LDL dapat terjadi pada pasien dengan hipoproteinemia
atau alfa-beta-lipoproteinemia.
b. HDL (High Density Lipoprotein)
Nilai normal : Dewasa
Laki-laki 30 - 70 mg/dL (SI 0,78 - 1,81 mmol/L)
Perempuan 40-85 mg/dL (SI 1,03-2,2 mmol/L)
Deskripsi : HDL merupakan produk sintetis oleh hati dan saluran
cerna serta katabolisme trigliserida
Implikasi klinik :
1. Terdapat hubungan antara HDL – kolesterol dan penyakit arteri koroner
2. Peningkatan HDL dapat terjadi pada alkoholisme, sirosis bilier primer,
tercemar racun industri atau poliklorin hidrokarbon. Peningkatan kadar
HDL juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan klofi brat,
estrogen, asam nikotinat, kontrasepsi oral dan fenitoin.
3. Penurunan HDL terjadi dapat terjadi pada kasus fibrosis sistik, sirosis
hati, DM, sindrom nefrotik, malaria dan beberapa infeksi akut.
Penurunan HDL juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan
probucol, hidroklortiazid, progestin dan infus nutrisi parenteral.
c. Trigliserida
Nilai normal : Dewasa yang diharapkan
Pria : 40 - 160 mg/dL SI: 0,45 - 1,80 mmol/L
Wanita : 35 - 135 mg/dL SI: 0,4 - 1,53 mmol/L
Anak :
Bayi : 5 – 40 mg/dl
Usia 5-11 tahun : 10 – 135 mg/dl.
Deskripsi :
Trigliserida ditemukan dalam plasma lipid dalam bentuk kilomikron dan
VLDL (Very Low Density Lipoproteins)
Implikasi klinik :
1. Trigliserida meningkat dapat terjadi pada pasien yang mengidap
sirosis alkoholik, alkoholisme, anoreksia nervosa, sirosis bilier,
obstruksi bilier, trombosis cerebral, gagal ginjal kronis, DM,
Sindrom Down’s, hipertensi, hiperkalsemia, idiopatik,
hiperlipoproteinemia (tipe I, II, III, IV, dan V), penyakit
penimbunan glikogen (tipe I, III, VI), gout, penyakit iskemia hati
hipotiroidism, kehamilan, porfi ria akut yang sering kambuh,
sindrom sesak nafas, talasemia mayor, hepatitis viral dan sindrom
Werner,s
2. Kolestiramin, kortikosteroid, estrogen, etanol, diet karbohidrat,
mikonazol i.v, kontrasepsi oral dan spironolakton dapat
meningkatkan trigliserida.
3. Penurunan trigliserida dapat terjadi pada obstruksi paru kronis,
hiperparatiroidism, hipolipoproteinemia, limfa ansietas, penyakit
parenkim hati, malabsorbsi dan malnutrisi.
4. Vitamin C, asparagin, klofi brat dan heparin dapat menurunkan
konsentrasi serum trigliserida.
d. Total Kolesterol
Konsentrasi kolesterol total bervariasi menurut usia dan jenis kelamin.
Nilai kolesterol total adalah :
Dewasa : Laki-laki <205 mg/dl (SI <5,30 mmol/L)
Perempuan <190 mg/dl (SI <4,90 mmol/L)
Anak-anak usia 12-18 tahun
<170 mg/dl (SI<4,40 mmol/L)
Implikasi klinik :
1. Kadar kolesterol serum yang tinggi (hiperkoleeterolemia) mungkin
menunjukkan adanya risiko CAD juga hepatitis, penyakit lemak,
hambatan duktus koledokus, sindrom nefrotik, ikterus obstruktif,
hipotiroidisme.
2. Kadar kolesterol serum yang rendah (hipolesterolemia) umumnya
disertai dengan malnutrisi, nekrosis sel hati dan hipertiroidisme. Kadar
kolesterol yang abnormal seringkali membutuhkan pemeriksaan lebih
lanjut untuk mencari penyebab yang pasti.
MASALAH KLINIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
HASIL PADA PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANALISA LEMAK

Masalah Klinis
Peningkatan kadar lemak darah dapat menimbulkan risiko penyakit arteri
koronaria atau penyakit kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol
(hiperkolesterolemia) menyebabkan penumpukan kerak lemak di arteri koroner
(arteriosklerosis) dan risiko penyakit jantung (infark miokardial). Kadar kolesterol
serum tinggi dapat berhubungan dengan kecenderungan genetik (herediter),
obstruksi bilier, dan/atau asupan diet. Peningkatan trigliserid dalam waktu yang
lama akan menjadi gajih di bawah kulit dan menyebabkan obesitas. Gajih yang
berlebih akan diubah juga menjadi kolesterol LDL. Kolesterol LDL yang tinggi
dan kolesterol HDL yang rendah merupakan risiko penyakit aterosklerosis.
Sebaliknya, kolesterol LDL yang rendah dan kolesterol HDL tinggi dapat
menurunkan risiko penyakit arteri koronaria.
Peningkatan kadar kolesterol dapat dijumpai pada : infak miokardial
(MCI) akut, aterosklerosis, hiperkolesterolemia keluarga, hiperlipoproteinemia
tipe II, III dan V, diet tinggi kolesterol (lemak hewani). Selain itu juga dijumpai
pada : hipotiroidisme, obstruksi bilier, sirosis bilier, miksedema, hepatitis
infeksiosa, DM yang tidak terkontrol, sindrom nefrotik, pankreatektomi,
kehamilan trimester III, periode stress berat. Pengaruh obat : aspirin,
kostikosteroid, steroid (agens anabolic dan androgen), kontrasepsi oral, epinefrin
dan norepinefrin, bromide, fenotiazin (klorpromazin [Thorazine], trifluoperazin
[Stelazine]), Vitamin A dan D, sulfonamide, fenitoin (Dilantin)
Peningkatan kadar trigliserida dapat dijumpai pada : hiperlipoproteinemia,
infark miokardial akut, hipertensi, thrombosis serebral, arteriosklerosis, diet tinggi
karbohidrat. Juga dapat dijumpai pada : hipotiroidisme, sindrom nefrotik, sirosis
Laennec atau alkoholik, DM tak terkontrol, pancreatitis, sindrom Down, stress,
kehamilan. Pengaruh obat : Estrogen, kontrasepsi oral.
Peningkatan lemak darah umumnya dipengaruhi oleh faktor makanan.
Konsumsi makanan tinggi kalori dalam jangka waktu lama terutama yang banyak
mengandung lemak, menyebabkan peningkatan persisten trigliserida yang
terutama berada dalam partikel VLDL. Asupan karbohidrat yang tinggi
menyebabkan peningkatan cepat trigliserida dan VLDL. Kolesterol dalam
makanan meningkatkan kandungan kolesterol LDL, demikian juga asupan asam
lemak jenuh melalui makanan; konsumsi asam lemak tak jenuh mungkin
menurunkan kolesterol total. Alkohol meningkatkan konsentrasi trigliserida,
terutama mempengaruhi VLDL dan kadang-kadang kilomikron.
1. Trigliserida meningkat dapat terjadi pada pasien yang mengidap sirosis
alkoholik, alkoholisme, anoreksia nervosa, sirosis bilier, obstruksi
bilier, trombosis cerebral, gagal ginjal kronis, DM, Sindrom Down’s,
hipertensi, hiperkalsemia, idiopatik, hiperlipoproteinemia (tipe I, II, III,
IV, dan V), penyakit penimbunan glikogen (tipe I, III, VI), gout,
penyakit iskemia hati hipotiroidism, kehamilan, porfi ria akut yang
sering kambuh, sindrom sesak nafas, talasemia mayor, hepatitis viral
dan sindrom Werner,s.
2. Kolestiramin, kortikosteroid, estrogen, etanol, diet karbohidrat,
mikonazol i.v, kontrasepsi oral dan spironolakton dapat meningkatkan
trigliserida.
3. Penurunan trigliserida dapat terjadi pada obstruksi paru kronis,
hiperparatiroidism, hipolipoproteinemia, limfa ansietas, penyakit
parenkim hati, malabsorbsi dan malnutrisi.
4. Vitamin C, asparagin, klofi brat dan heparin dapat menurunkan
konsentrasi serum trigliserida.
Faktor-faktor
a. Obat aspirin dan kortison dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan
kadar kolesterol serum.
b. Diet tinggi kolesterol yang dikonsumsi sebelum pemeriksaan
menyebabkan peningkatan kadar kolesterol serum.
c. Hipoksia berat dapat meningkatkan kadar kolesterol serum.
d. Hemolisis pada sampel darah dapat menyebabkan hasil uji kolesterol
serum meningkat.
e. Diet tinggi karbohidrat dan alcohol dapat meningkatkan kadar trigliserida
serum.
PROSEDUR DAN TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN
SEBELUM DAN SESUDAH DILAKSANAKAN
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
TRIGLISERIDA
Persiapan pasien :
 Jelaskan kepada pasien bahwa uji ini digunakan untuk mendeteksi
penyakit metabolisme lemak
 Beritahukan kepada pasien bahwa uji tersebut membutuhkan sampel
darah. Jelaskan kapan dan siapa yang akan melakukan pungsi vena.
 Jelaskan kepada pasien bahwa ia mungkin mengalami perasaan
sedikit tidak nyaman akibat pungsi dan turniket.
 Perintahkan kepada pasien untuk berpuasa selama paling sedikit 12
jam sebelum uji dan berhenti meminum alcohol selama 24 jam
sebelum uji. Beri tahukan kepada pasien bahwa ia boleh meminum
air.
 Beri tahukan kepada petugas laboratorium dan dokter mengenai
obat-obatan yang digunakan pasien yang mungkin memengaruhi
hasil uji. Obat-obatan tersebut mungkin perlu dibatasi.
Prosedur dan perawatan pasca uji
 Lakukan pungsi vena dan kumpulkan sampel darah dalam tabung
berukuran 4 ml yang berisi EDTA.
 Lakukan penekanan langsung pada lokasi pungsi sampai pendarahan
berhenti.
 Jika terjadi hematom pada lokasi pungsi, berikan kompres hangat.
 Perintahkan pasien bahwa ia dapat melanjutkan kembali diet dan
obat-obatan yang terputus sebelum uji.
Perhatian
 Kirimkan sampel ke Laboratorium secepatnya.
 Hindarilah oklusi vena yang lama, lepaskan turniket dalam 1 menit
setelah digunakan.
KOLESTEROL TOTAL
Persiapan Pasien :
 Jelaskan kepada pasien bahwa uji ini digunakan untuk menilai
metabolisme lemak tubuh.
 Beri tahukan kepada pasien bahwa uji tersebut membutuhkan sampel
darah. Jelaskan kapan dan siapa yang akan melakukan pungsi vena.
 Jelaskan kepada pasien bahwa ia mungkin mengalami perasaan
sedikit tidak nyaman akibat pungsi dan turniket.
 Perintahkan kepada pasien untuk tidak makan dan minum selama
paling sedikit 12 jam sebelum uji. Beri tahukan kepada pasien bahwa
ia boleh meminum air.
 Beri tahukan kepada petugas Laboratorium dan dokter mengenai
obat-obatan yang digunakan pasien yang mungkin memengaruhi
hasil uji. Obat-obatan tersebut mungkin perlu dibatasi.
Prosedur dan perawatan pascauji
 Lakukan pungsi vena dan kumpulkan sampel darah dalam tabung
berukuran 4 ml yang berisi EDTA.
 Pasien seharusnya duduk selama 5 menit sebelum pengambilan
darah.
 Fingerstick dapat juga digunakan untuk skrining awal bila
menggunakan penganalisis automatis.
 Lakukan penekanan langsung pada lokasi pungsi sampai pendarahan
berhenti.
 Jika terjadi hematom pada lokasi pungsi, berikan kompres hangat
 Perintahkan kepada pasien bahwa ia dapat melanjutkan kembali diet
dan obat-obatan yang terputus sebelum uji.
UJI FOSFOLIPID
Persiapan Pasien
1. Jelaskan kepada pasien bahwa uji ini digunakan untuk menilai
metabolisme lemak tubuh
2. Beri tahukan kepada pasien bahwa uji tersebut membutuhkan sampel
darah. Jelaskan kapan dan siapa yang akan melakukan pungsi vena
3. Jelaskan kepada pasien bahwa ia mungkin mengalami perasaan sedikit
tidak nyaman akibat pungsi dan torniquet
4. Perintahkan kepada pasien untuk berhenti meminum alkohol selama 24
jam sebelum uji dan tidak memakan atau meminum apapun setelah tengah
malam sebelum uji
5. Beri tahukan kepada petugas laboratorium dan dokter mengenai obat-
obatan yang digunakan pasien yang mungkin mempengaruhi hasil uji.
Obat-obatan tersebut mungkin perlu dibatasi.
Prosedur dan perawatan pasca uji
1. Lakukan pungsi vena dan kumpulkan sampel darah dalam tabung
berukuran 10 ml sampai 15 ml tanpa zat tambahan
2. Lakukan penekanan langsung pada lokasi pungsi sampai perdarahan
berhenti
3. Jika terjadi hematom pada lokasi pungsi, berikan kompres hangat
4. Perintahkan pasien bahwa ia dapat melanjutkan kembali diet dan obat-
obatan yang terputus sebelum uji
Perhatian
Kirimkan sampel ke laboratorium secepatnya karena distribusi kembali secara
spontan mungkin terjadi di antara lemak plasma

FRAKSINASI LIPOPROTEIN-KOLESTEROL
Persiapan pasien
1. Jelaskan kepada pasien bahwa uji ini digunakan untuk menentukan risiko
CAD
2. Beri tahukan kepada pasien bahwa uji tersebut membutuhkan sampel
darah. Jelaskan kapan dan siapa yang akan melakukan pungsi vena
3. Jelaskan kepada pasien bahwa ia mungkin mengalami perasaan sedikit
tidak nyaman akibat pungsi dan torniquet
4. Perintahkan kepada pasien mempertahankan diet normalnya selama 2
minggu sebelum uji, untuk berhenti meminum alkohol selama 24 jam
sebelum uji dan untuk berpuasa dan menghindari olahraga selama 12
sampai 14 jam sebelum uji
5. Beri tahu petugas laboratorium dan dokter mengenai obat-obatan yang
digunakan pasien yang mungkin mempengaruhi hasil uji. Obat-obatan
tersebut mungkin perlu dibatasi
Prosedur dan perawatan pascauji
1. Lakukan pungsi vena dan kumpulkan sampel darah dalam tabung
berukuran 7 ml yang berisi EDTA
2. Lakukan penekanan langsung pada lokasi pungsi sampai perdarahan
berhenti
3. Jika terjadi hematom pada lokasi pungsi, berikan kompres hangat
4. Perintah kepada pasien bahwa ia dapat melanjutkan kembali diet dan obat-
obatan yang terputus sebelum uji
Perhatian
a. Kirimkan sampel ke laboratorium secepatnya untuk menghindari distribusi
kembali secara spontan di antara lipoprotein
b. Jika sampel tidak dapat diangkut secepatnya, dinginkanlah

PEMERIKSAAN FOSFOLIPID-LIPOPROTEIN
Persiapan pasien
1. Jelaskan pasien bahwa uji ini digunakan untuk membutuhkan metabolisme
lemak tubuh
2. Beri tahukan kepada pasien bahwa uji tersebut membutuhkan sampel
darah. Jelaskan kapan dan siapa yang akan melakukan pungsi vena
3. Jelaskan kepada pasien bahwa ia mungkin mengalami perasaan sedikit
tidak nyaman akibat pungsi dan torniquet
4. Perintahakan kepada pasien untuk berhenti meminum alkohol selama 24
jam sebelum uji dan untuk berpuasa setengah malam. Berikanlah makan
rendah lemak pada malam sebelum uji
5. Periksalah riwayat obat-obatan yang diminum pasien apakah terdapat
penggunaan heparin
6. Sebagaimana diharuskan, hentikanlah pemberian antilipemkia, seperti
kolestiramin, sekitar 2 minggu sebelum uji
7. Beritahukan kepada petugas laboratorium jika pasien sedang menerima
terapi untuk kondisi lain yang mungkin secara berarti mengubah
metabolisme lipoprotein, seperti diabetes mellitus atau hipotiroidisme
Prosedur dan perawatan pascauji
1. Lakukan pungsi vena dan kumpulkan sampel darah dalam tabung
berukuran 4ml yang berisi EDTA
2. Jika terjadi hematom pada lokasi pungsi, berikan kompres hangat
3. Perintahkan pasien bahwa ia dapat melanjutkan kembali diet dan obat-
obatan yang terputus sebelum uji
Perhatian
a. Ketika mengambil sampel multipel, ambil sampel untuk
memeruksa fenotipe lipoprotein terlebih dahulu karena obstruksi
vena selama 2 menit dapat mempengaruhi hasil uji
b. Isilah tabung pengumpulan sampai penuh dan balik-balikkan
perlahan tabung sampel beberapa kali untuk mencampur sampel
dan antikoagulan
c. Perlakukan sampel dengan hati-hati untuk mencegah hemolisis
DAFTAR PUSTAKA

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman Interpretasi


Data Klinik. Jakarta
2. Kowalak, Jennifer P. 2009. Buku Pegangan Uji Diagnostik. Jakarta: EGC
3. Indonesian Medical Technology. 2013. Kapita Selekta Pemeriksaan
Lemak. http://indomedtech.blogspot.co.id/2013/12/kapita-selekta-
pemeriksaan-lemak.html diakses pada 19 September 2016 pukul 16.35
4. The Doctor Indonesia. 2012. Fungsi dan Analisa Berbagai Pemeriksaan
Laboratorium. https://dokterindonesiaonline.com/tag/fungsi-dan-analisa-
berbagai-pemeriksaan-laboratorium/ diakses pada 19 September 2016
pukul 16.37