You are on page 1of 3

TUGAS BIOMANAJEMEN

Dr. H. Sopyan H. Nur, M.Si

NAMA : AEP FIRMAN


KELAS : A
NIM. : 20161310036

Inovasi Tanaman dengan Penyinaran Lampu, Panen 25 Kali Setahun

Inovasi unik dilakukan Royal Philips,


perusahaan bidang pencahayaan dan Green
Sense Farms (GSF), sebuah pertanian komersil
di daerah Chicago.

Mereka mengembangkan pertanian dalam


ruangan komersil terbesar menggunakan
pencahayaan pertanian LED yang dibuat
khusus bagi tanaman spesifik mereka.

Model pertanian inovatif ini memungkinkan mereka untuk dapat melakukan panen 20-25 kali dalam
setahun dengan menggunakan `resep cahaya' yang dioptimalkan untuk hasil tanaman mereka, dengan
menghemat penggunaan energi sebesar 85 persen.

Terjadi peningkatan hasil panen dan biaya operasional yang lebih murah, disamping tetap menyediakan
sayuran segar yang ditanam secara lokal untuk konsumen sepanjang tahunnya.

"Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda, dan bekerja sama dengan para petani
berpikiran maju seperti GSF, Philips kini tengah membangun database dari `resep cahaya' untuk varietas
tanaman yang berbeda," ujar Udo van Slooten, Direktur Pencahayaan Hortikultura di Philips, Sabtu
(10/5/2014).

Ia mengatakan, GSF menggunakan teknologi hidroponik vertikal dengan pencahayaan pertanian Philips
LED, sehingga mampu melakukan apa yang petani lain tidak dapat lakukan menghasilkan jumlah produk
berkualitas tinggi yang konsisten sepanjang tahun.

GSF telah menginvestasikan jutaan dolar untuk merenovasi dan melengkapi area pertanian dalam
ruangan seluas satu juta kubik kaki, yang mencakup 14 menara pertanian setinggi 25 kaki dalam dua
ruangan pertanian dengan iklim terkontrol, menggunakan solusi hemat energi Philips LED yang dibuat
khusus untuk tanaman spesifik mereka.
Metode ini juga mengeliminasi kebutuhan akan pestisida berbahaya, pupuk maupun zat pengawet,
sehingga menghasilkan produk yang ditanam secara organik dan benar-benar bebas kimia.

"Masih perlu terus melakukan inovasi dan menyempurnakan pencahayaan LED bagi sistem pertanian
dalam ruangan yang dapat memaksimalkan fotosintesis tumbuhan dengan penggunaan energi minimal
untuk mendapatkan sayuran yang terlezat dan bernutrisi yang ditanam dengan cara berkelanjutan," jelas
Robert Colangelo, petani pendiri/presiden Green Sense Farms.

Dikatakannya, dengan menanam tanaman kami secara vertical, kami mampu menempatkan lebih banyak
tumbuhan per acre (0,4 hektar) dibandingkan dengan pertanian tradisional di luar ruangan, dan ini
menghasilkan lebih banyak panen tiap tahunnya.

"Hasilnya sedikit limbah, tanpa limpasan agrikultur, dan emisi karbon yang lebih sedikit karena makanan
kami ditanam di tempat ia dikonsumsi," katanya.

Perusahaan global di bidang pencahayaan, Royal Philips mengembakan salah satu lampu LED yang dibuat
khusus untuk mengembangkan pertanian menjadi lebih berkualitas. Bekerjasama dengan Green Sense
Farms (GSF), sebuah pertanian komersil di daerah Chicago, membuat model pertanian inovatif ini dapat
melakukan panen 20-25 kali dalam setahun dengan menggunakan ‘resep cahaya’ yang dioptimalkan
untuk hasil tanaman mereka, dengan menghemat penggunaan energi sebesar 85 persen.

Hasilnya adalah peningkatan hasil panen dan biaya operasional yang lebih murah, disamping tetap
menyediakan sayuran segar yang ditanam secara lokal untuk konsumen sepanjang tahunnya. Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi pertumbuhan populasi dunia hingga 2,5 miliar orang pada tahun
2050,dan 80 persen dari populasi dunia akan hidup di perkotaan. Pada saat yang sama, 80 persen dari
tanah yang sesuai untuk bercocok-tanam telah digunakan. Terlebih lagi, pola cuaca ekstrim di seluruh
dunia telah menggagalkan panen sehingga menaikkan harga makanan, dan seiring dengan semakin
sadarnya konsumen mengenai bagaimana makanan mereka dihasilkan, semakin sulit bagi petani untuk
mengejar pertumbuhan perkotaan. Hal ini mendorong inovasi teknologi pertanian baru yang dapat
membuat tanaman tumbuh tanpa cahaya matahari dalam ruangan yang dekat atau di daerah
perkotaan.Sensitivitas tumbuhan terhadap cahaya sangat berbeda dengan mata manusia, sehingga
tanaman menggunakan jarak gelombang cahaya dengan lebih efisien dan merespon dengan cara yang
berbeda pada gelombang cahaya yang berbeda pula. Philips memiliki pengetahuan mendalam mengenai
fenomena ini karena Philips telah terjun secara aktif dalam pencahayaan hortikultura sejak 1936, namun
kemajuan teknologi LED memungkinkan penyesuaian optimal resep cahaya buatan bagi kebutuhan
tanaman-tanaman tertentu. Terlebih lagi, karena LED menyala pada temperature yang lebih dingin,
penempatannya dapat diposisikan lebih dekat kepada tanaman secara optimal, memastikan pencahayaan
sempurna menyeluruh pada tanaman tersebut.“Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan cahaya yang
berbeda, dan bekerja sama dengan para petani berpikiran maju seperti GSF, Philips kini tengah
membangun database dari ‘resep cahaya’ untuk varietas tanaman yang berbeda,” ujar Udo van Slooten,
Direktur Pencahayaan Hortikultura di Philips. “GSF menggunakan teknologi hidroponik vertikal dengan
pencahayaan pertanian Philips LED, sehingga mampu melakukan apa yang petani lain tidak dapat lakukan:
menghasilkan jumlah produk
berkualitas tinggi yang konsisten
sepanjang tahun. Metode ini juga
mengeliminasi kebutuhan akan
pestisida berbahaya, pupuk maupun
zat pengawet, sehingga
menghasilkan produk yang ditanam
secara organik dan benar-benar
bebas kimia.

DAFTAR PUSTAKA :
http://litbang.magelangkota.go.id/index.php/artikel-kutipan/270-inovasi-tanaman-dengan-
penyinaran-lampu-panen-25-kali-setahun
http://techno.okezone.com/read/2014/05/10/56/983025/teknologi-baru-led-bikin-panen-padi-25-
kali-setahun
http://www.tribunnews.com/iptek/2014/05/11/inovasi-tanaman-dengan-penyinaran-lampu-panen-
25-kali-setahun