You are on page 1of 2

NAMA : Widi Ameilia Sari

NIM : 161710101050

KELAS : THP - C / 2016

Tepung Sagu

Tepung sagu adalah Tepung yang berasal dari pohon rumbia atau pohon aren ini merupakan tepung
yang mudah ditemukan di daerah Indonesia bagian timur. Tepung sagu memiliki karakteristik yang
sama dengan tepung tapioka. Bedanya, tepung tapioka terbuat dari batang pohon singkong. Tepung
sagu memiliki tekstur yang cukup lembut untuk tepung yang sudah digiling. Berwarna putih agak pucat,
dan jika dipegang akan terasa teksturnya yang kesat dan agak berpasir. Jika dimasak, maka teksturnya
akan mengental seperti lem. Dalam 100 gram tepung sagu mengandung energi sebesar 209 kilokalori,
protein 0,3 gram, karbohidrat 51,6 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 27 miligram, fosfor 13 miligram, dan
zat besi 0,6 miligram. Selain itu di dalam Tepung Sagu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin
B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap
100 gram Tepung Sagu, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. Pati sagu tersusun atas dua
fraksi penting yaitu amilosa yang merupakan fraksi linier dan amilopektin yang merupakan fraksi cabang.
Fraksi terlarutnya adalah amilosa dengan kadar ±27% dengan struktur linier, sedangkan fraksi tidak
terlarutnya adalah amilopektin dengan kadar ±73% dengan struktur bercabang (Yazid, et.al, 2006).
molekul pati sagu disusun oleh dua kelompok makromolekul yaitu amilosa dan amilopektin. Baik
amilosa maupun amilopektin disusun oleh monomer a-D-glukosa yang berikatan satu sama lain melalui
ikatan glikosidik . Perbedaan antara kedua makromolekul terletak pada pembentukan percabangan pada
struktur liniernya, ukuran derajat polimerisasi, ukuran molekul dan pengaturan posisi pada granula pati.

Penggolongan cincin karbohidrat

1. Piran

piran adalah cincin heterosiklik beranggota enam yang terdiri dari lima atom karbon dan sebuah atom
oksigen dan mengandung dua ikatan rangkap dua. Rumus molekulnya adalah C5H6O. Terdapat dua
isomer piran yang berbeda tergantung pada lokasi ikatan rangkapnya. Pada 2H-piran, karbon jenuh
terdapat pada posisi 2, sedangkan pada 4H-piran, karbon jenuhnya terdapat pada posisi 4. Terdapat
bermacam-macam turunan piran yang merupakan molekul biologis yang penting. 4H-Piran dengan
mudah berdisproporsionasi menjadi dihidropiran dan ion pirilium yang sangat mudah dihirolisis pada
media larutan. Istilah piran juga sering digunakan untuk analog cincin jenuh yang lebih tepatnya dirujuk
sebagaitetrahidropiran. Dalam hal ini, monosakarida yang megandung sistem cincin beranggota enam
dikenal sebagai piranosa. Oleh karena itu, bentuk cincin beranggota enam glukosa juga dikenal sebagai
D-glukopiranosa.

2. Furan
Ada pula reaksi yang membentuk cincin 5 sudut beranggotakan lima furan yang disebut furanosa. Pada
ketoheksosa gugus hidroksil pada atom karbon 5 bereaksi dengan gugus karbonil pada atom karbon 2,
membentuk cincin furanosa yang mengandung suatu ikatan hemiaketal. Cincin furan adalah cincin
heterosiklik beranggota lima yang terdiri dari 4 atom karbon dan sebuah atom oksigen dan
mengandung dua ikatan rangkap dua. Rumus molekulnya adalah C4H4O.

( gambar piran) ( gambar furan )