You are on page 1of 19

APLIKASI MEDIA CETAK DALAM KOMUNIKASI

AGRIBISNIS

Oleh :
Kelompok 1

1. Desy Maryani 05011181419001


2. Jhoy Praka Oktaman 05011181520041
3. Tiara Rachmi F. 05011181520059
4. Azqia Wardani 05011281520155
5. Rizky Fernando A. 05011381419097
6. Muhammad Ridho 05011381621097

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PALEMBANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam sektor pertanian ini, peran teknologi sangat diperlukan untuk


keberhasilan produktivitas usaha tani yang dihasilkan. Seiring bertambahnya
jumlah penduduk, ototmatis kebutuhan sandang, pangan, dan papan akan semakin
meningkat. Terlebih kebutuhan akan pangan. Tanpa pangan, masyarakat tidak
akan dapat hidup. Serta bagus tidaknya ketahanan pangan suatu negara itu dapat
menjadi indikator keberhasilan suatu negara. Hal ini membuat dunia pertanian
harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia tersebut.
Sekarang kita berada pada era informasi dimana semua informasi dapat
kita peroleh dengan mudah melalui media-media pendukung informasi seperti
internet, televisi, media cetak, dan lain-lain. Dalam hal ini dunia pertanian pun
menggunakan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan pembangunan
pertanian berkelanjutan. Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peranan
penting dalam mewujudkan pertanian yang modern secara tepat waktu.
Pada saat ini penguasaan terhadap teknologi informasi semakin menguat.
Teknologi informasi diyakini sebagai alat pengubah untuk memperoleh
kemudahan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dan selanjutnya memperoleh
manfaat yang sangat banyak dari teknologi informasi. Maka dengan
memanfaatkan teknologi informasi dengan baik maka pertanian di Indonesia akan
lebih maju.
Media cetak adalah suatu media yang statis dan mengutamakan peran-
peran visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau
foto dalam tata warna dan halaman putih. Seperti televisi dan radio dalam jajaran
medium penyiaran, fungsi utama media cetak adalah memberi informasi dan
menghibur. Media cetak merupakan suatu dokumen atas segala hal yang dikatakan
orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh sang jurnalis dan diubah
dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya. Maka dari itu, media cetak
dapat membantu dalam komunikasi agribisnis.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah :
1. Apakah pengertian dari media cetak?
2. Apa saja jenis-jenis media cetak?
3. Apa tujuan penerapan teknologi di bidang pertanian?
4. Apa fungsi dan manfaat secara umum teknologi media cetak?
5. Apa fungsi dan manfaat media cetak dalam komunikasi agribisnis?
6. Bagaimana penerapan media cetak dalam komunikasi agribisnis?
7. Bagaimana tingkat kegunaan media cetak dalam komunikasi agribisnis?
8. Bagaimana dampak perkembangan IPTEK dalam kehidupan?
9. Apa saja kelebihan media cetak?
10. Apa saja kelemahan media cetak?
11. Bagaimana perkembangan informasi media di Indonesia?
12. Apa perbedaan media cetak dan media elektronik?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Media Cetak


Kata ‘media’ memiliki asal dari kata ‘medius’ yang artinya ‘pengantar’
atau ‘perantara’. Sehingga bisa dikatakan media adalah wahana penyaluran pesan
atau penyalur informasi. Jika media diartikan sebagai sumber belajar, hal ini
berarti maksud makna media bisa menjadi luas, termasuk artinya media adalah
manusia, karena manusia bisa menjadi obyek sumber belajar. Makna lainnya bisa
berupa benda, peristiwa dan lainnya. Benda dan peristiwa bisa menjadi sumber
belajar. Menurut Gerlach dan Ely, arti media secara garis besar adalah manusia,
materi atau suatu kejadian yang dimana manusia akan belajar darinya, untuk
memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Di dalam bahasa Arab,
media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima
pesan. Untuk pengertian yang lebih khusus, media adalah guru, buku paket dan
lingkungan sekolah. Adapun media pembelajaran adalah suatu perantara untuk
mencapai pembelajaran yang sesuai harapan. Media pendidikan adalah perangkat
alat bantu yang digunakan oleh guru untuk berkomunikasi dengan siswa sehingga
alat bantu itu disebut dengan media. Pengertian media cetak menurut Eric Barnow
adalah segala barang yang dicetak yang ditujukan untuk umum sehingga yang
dimaksud media cetak yaitu majalah, surat kabar dan berbagai bentuk barang
cetakan yang tujuannya dibuat untuk menyebarkan informasi atau pesan
komunikasi.
Menurut Ronald H Aderson, media cetak adalah bahan bacaan yang
diproduksi secara profesional seperti buku, majalah, dan buku petunjuk. Media
cetak memiliki arti yaitu sebuah media yang dibuat memakai bahan dasar kertas
(bisa juga dengan kain) yang bertujuan untuk menyampaikan pesan atau
informasi. Unsur-unsur utama dari media cetak adalah teks dan gambar
visualisasi. Pengertian mengenai media cetak ini umumnya dipahami secara
khusus, yang ditangkap ketika disebutkan ‘media cetak’ adalah koran, buku,
majalah dan sebagainya. Makna media cetak lebih luas lagi dari sekedar itu. Pada
dasarnya media cetak adalah media untuk penyampai informasi untuk kepentingan
umum atau orang banyak, dan bentuk penyampaiannya adalah tertulis. Kita dapat
ambil satu potin dari pengertian media cetak secara umum, dimana media cetak
berisi informasi untuk kepentingan masyarakat umum, sehingga tidak terbatas
hanya untuk kelompok tertentu. Seperti disinggung sedikit diatas, bahwa media
cetak memiliki ‘pesaing’ yaitu media digital dan media eletronik. Adapun media
cetak sekarang sudah dinilai ‘usang’ karena kondisi perkembangan teknologi yang
sangat cepat. Dimana dahulu media cetak sangat berjaya yang menguasai semua
konsumen, tetapi sekarang orang-orang banyak yang lebih suka mengambil
informasi atau berita di internet. Alhasil ‘penggemar’ media cetak pun semakin
berkurang. Sehingga kita saksikan sendiri betapa banyak dahulu perusahaan yang
berkecimpung di dunia media cetak (seperti koran), tetapi sekarang banyak yang
gulung tikar alias bangkrut. Kekalahan media cetak ada beberapa faktor, yang
pertama karena harga produk media cetak lebih mahal bagi konsumen, dimana di
dunia digital saat ini seseorang hanya membutuhkan koneksi internet yang
harganya jauh lebih mudah untuk mendapatkan informasi. Faktor yang kedua
karena media digital jauh lebih cepat dalam penyampaian informasi daripada
media cetak. Disamping itu faktor tren teknologi canggih dimana sekarang
semakin banyak orang yang memiliki gadget, semakin menggerus keberadaan
media cetak seperti koran dan majalah.

2.2 Jenis-jenis Media Cetak


Dirjen Pembinaan Pers dan Grafika membuat pengelompokan jenis-jenis
media cetak di indonesia, pada dasarnya media cetak berupa bentuk surat kabar,
majalah dan buletin, yang kemudian jika dibagi lagi ada delapan jenis media
cetak, berikut di bawah ini:
1. Surat Kabar Harian, terbit dalam setiap hari, isinya berupa informasi terkini
(berita). Surat kabar harian sering disebut koran. Cara penulisannya apa adanya,
atau bisa dikatakan ala kadarnya.
2. Surat Kabar Mingguan, umumnya dikenal dengan nama tabloid. Bentuk isinya
berupa berita hiburan atau liputan mendalam. Gaya tulisannya lebih deskriptif dan
lebih lengkap jika dibandingkan koran.
3. Majalah Mingguan, yang terbit sekali dalam seminggu. Isinya berupa liputan
yang mendalam atau tentang suatu peristiwa.
4. Majalah Tengah Bulanan, terbit dua kali dalam sebulan. Isinya berupa berita
yang dibuat lebih informatif. Umumnya isinya berupa gaya hidup.
5.Majalah Bulanan, terbit satu kali dalam sebulan. Isinya berupa berita atau
informsai yang diperoleh dari hasil penelitian.
6. Majalah Dwibulanan, terbit sekali dalam dua bulan. Umumnya isinya berupa
informasi tentang laporan dari hasil aktivitas sesuatu. Contohnya, laporan
pendapatan sebuah perusahaan dan lainnya.
7. Majalah Tribulanan, terbit setiap tiga bulan sekali. Isinya semodel dengan
majalah dwibulanan
8. Bulletin, merupakan media cetak yang dibuat untuk kelompok atau kalangan
tertentu (luar lingkupnya terbatas). Secara fisik, biasanya hanya dibuat beberapa
halaman saja. Pembuatan buletin umumnya tidak untuk kepentingan komersial.

2.3 Tujuan Penerapan Teknologi di Bidang Pertanian


Penemuan teknologi masa kini semakin marak. Berbagai macam peralatan
elektronik tersebar di seluruh penjuru dunia. Hal-hal yang pada zaman dahulu
dikatakan sebuah mimpi, sekarang menjadi sebuah realita. Penerapan teknologi-
teknologi modern di semua sektor kehidupan, memberikan kemudahan dan
kebermanfaatan bagi manusia dalam menjalankan aktifitasnya. Karena memang
tujuan utama adanya penemuan-penemuan teknologi yaitu untuk membantu
manusia dan memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitasnya, sehingga
setiap aktivitas bisa lebih efektif dan efisien.
Begitu pula pada sektor pertanian. Dimana sekarang sudah banyak
teknologi-teknologi pertanian yang sudah diterapkan oleh beberapa negara maju,
dari mulai alat-alat pertanian, varietas-varietas unggul bibit pertanian, hingga
budidaya pertanian dengan cara modern. Terbukti, dengan adanya teknologi
pertanian dapat meningkatakan produktifitas pangan suatu negara, dan dalam
penerapan teknologi di bidang pertanian bertujuan dapat membantu pekerjaan
petani, meningkatkan produktivitas, mempermudah menjual atau membeli produk
pertanian dan hasil pertanian.
2.4 Fungsi dan Manfaat Secara Umum Teknologi Media Cetak
Terlahir & berkembangnya surat kabar di Indonesia dapat menunjang
terlaksananya cita – cita pembangunan di Indonesia untuk menjadi negara yang
lebih maju. Untuk dapat menunjang terlaksananya cita – cita tersebut, peranan
surat kabar di Indonesia adalah:
1. Sebagai media informasi yang mencerahkan.
2. Sebagai media pendidikan yang mencerdaskan.
3.Meningkatkan intelektual kehidupan masyarakat.
4.Membantu memperkuat kesatuan nasional.
Adapun manfaat media yaitu :
1.Sebagai pemberi informasi.
2. Sebagai pemberi identitas pribadi dimana media dapat dijadikan sebagai salah
satu kacamata yang dipergunakan untuk melihat siapa, apa serta bagaimana diri
kita sesungguhnya.
3. Media massa membantu kita dengan memberikan berbagai pilhan topik yang
bisa digunakan dalam membangun dialog dengan orang lain. Hal ini menjadikan
media massa sebagai sarana integrasi dan interaksi sosial yang berfungsi untuk
penyedia bahan percakapan dalam interaksi sosial.
4. Media memungkinkan seseorang untuk dapat mengetahui posisi sanak
keluarga, teman dan masyarakat. Baik posisi secara fisik, secara intelektual
maupun secara moral mengenai suatu peristiwa.
5. Media dapat bermanfaat sebagai alternatif hiburan yang membantu kita di
dalam melepaskan diri dari problem yang sedang dihadapi atau lari dari perasaan
jenuh.

2.5 Fungsi dan Manfaat Media Cetak dalam Agribisnis


Dunia pertanian pada zaman sekarang bergantung pada teknologi
informasi baik dalam bentuk apapun. Petani Indonesia membutuhkan informasi
yang berkaitan dengan dunia pertanian. Informasi-informasi tersebut dapat di
peroleh dengan mudahnya pada era informasi ini melalui media-media yang sudah
tersebar di masyarakat luas. Informasi-informasi hasil penelitian dan inovasi
dalam bidang pertanian membantu upaya peningkatan produksi komoditas
pertanian, sehingga tercapailah pembangunan pertanian yang diharapkan.
Informasi dan pengetahuan tentang pertanian akan menjadi pemicu dalam
menciptakan peluang untuk pembangunan pertanian dan ekonomi sehingga terjadi
pengurangan angka kemiskinan. Teknologi informasi dan komunikasi membantu
memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu sehingga memudahkan
petani untuk mengambil keputusan dalam sebuah peluang dan menghasilkan
produk yang maksimal.
Beberapa manfaat media cetak dalam komunikasi agribisnis yaitu
1. Memberikan informasi mengenai dunia pertanian bagi petani-petani Indonesia
baik seperti kebijakan pemerintah, hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu,
pengalaman petani lain, serta informasi terkini mengenai prospek pasar yang
berkaitan dengan sarana produksi dan produk pertanian.
2. Dapat memberikan informasi kepada para petani dalam pemeliharaan tanaman
dan hewan, pemberian pupuk, irigasi, ramalan cuaca, dan harga pasar.
3. Dengan menggunakan media cetak para petani dapat memasarkan produk
pertaniannya melalui media cetak yang tentunya lebih ekonomis dari pada secara
konvensional.
4. Para petani dapat dengan mudah mengetahui kebutuhan pasar melalui media
cetak.

2.6 Penerapan Media Cetak dalam Komunikasi Agribisnis


Berikut beberapa contoh penerapan media cetak dalam komunikasi agribisnis :
1. Leaflet/Liptan adalah jenis salah satu media informasi penyuluhan pertanian
dalam bentuk lembaran informasi pertanian yang disajikan dalam selembar
kertas berisikan uraian materi informasi pertanian, penampilan lembar
leaflet/liptan tanpa ada pelipatan kertas. Pada bagian muka lembar leaflet
berisikan judul tulisan dan uraian tulisan pembuka materi informasi yang akan
disampaiakan dan pada bagian lembar belakang leaflet berisikan muatan isi
materi lanjutan dari lembar depan leaflet. Isi materi informasi pertanian yang
disapaikan melalui leflet/liptan harus singkat jelas dan padat berupa pokok –
pokok uraian yang penting saja dengan mengunakan kalimat yang sederhana.
Untuk menarik minat sasaran pembaca leaflet/liptan sangat dianjurkan
pembuatannya dilengkapi dengan pemberian gambar
sederhana dan terfokus yang akan memperjelas
materi tulisan. Leaflet/liptan dapat disampaikan
kepada petani saat kegiatan kursus tani ,demonstrasi,
karya wisata dan sebagainya.

2. Folder adalah media informasi penyuluh pertanian


yang disajikan secara lembaran informasi pertanian
dengan bentuk lembaran kertas yang dilipat – lipat
secara teratur mulai dari dua lipatan kertas sampai
pada belasan lipatan kertas tergantung dari lebar
kertas yang digunakan. Umumnya folder yang
digunakan untuk penyulahan pertanian terdiri dari3 lipatan kertas, dengan
penyajian uraian materi yang berkesimbungan dari masing – masing lipatan
kertas. Materi informasi pertanian yang disampaikan melalui folder harus
berupa tulisan yang berisikan uraian singkat sistematis tentang suatu masalah,
penulisan folder pada prinsipnya tidak berbeda dengan penulisan leaflet/liptan
yang agak berbeda adalah cara penyajian pokok-pokok pembahasan yang pada
folder disajikan lebih mendetail dan sisitematis dibandingkan leaflet/ liptan
dengan penyajian disesuaikan dengan kebutuhan. Penyajian ilustrasi gambar
pada folder sangat dianjurkan dengan gambar yang sederhana dan di berikan
warna. Penyampaian folder kepada sasaran dapat dilakukan pada saat kegiatan
kursus tani, demonstrasi, karya wisata dan dapat juga digunakan sebagai bahan
diskusi kelompok pada saat kegiatan pertemuan kelompok.

3. Brosur adalah salah satu media informasi penyuluhan


pertanian yang disampaikan dalam bentuk kemasan buku
tipis dengan jumlah lembaran maximal 60 halaman, berisikan
uraian singkat padat dan merupakan pedoman praktis yang
dapat menjadi acuan petunjuk untuk melaksanakan suatu
kegiatan. Tulisan pada brosur harus sistimatis dan berisikan
uraian yang tuntas,jelas,singkat dan padat. Penyajian brosur yang menarik
harus dilengkapi dngan foto dan gambar. Brosur
selain dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi
pembaca brosur juga dapat digunakan sebagai
sumber bacaan pada kursus tani dan pertemuan
kelompok tani.

4. Majalah adalah media massa cetak yang dapat


dimanfaatkan sebagai peluang untuk penulisan untuk
materi penyuluhan pertanian dengan dikemas dalam
bentuk tulisan feature. Isi materi informasi pertanian
yang disampaikan melalui majalah adalah tulisan
feature yang harus selesai informasinnya dan dapat
dengan mudah difahami oleh sasaran pembaca
majalah yang notabene adalah masyarakat umum.
Majalah biasanya terbit secara periodic secara bulanan
maupun triwulan. Contohnya seperti gambar
disamping.

5. Bulletin adalah media massa cetak yang


satu ini mempunyai sifat penulisan yang
tidak jauh beda dengan majalah, perbedaan
nyata dari bulletin dengan majalah ada
sasaran yang akan digarap. Umumnya
bulletin akan menggarap sasaran pada
suatu kelompok masyarakat yang
tergabung dalam satu unit organisasi. Isi
materi informasi yang disampaikan dalam bulletin harus terkait sesuai
kebutuhan materi yang diperlukan anggota unit organisasi. Penyajian informasi
pada bulletin dapat juga didukung dengan adanya foto.
6. Surat Kabar adalah media massa cetak yang terbit harian,
informasi penyuluhan pertanian yang disampaikan dalam
surat kabar harus berupa motivasi anjuran dan
mengingatkan kembali tentang suatu peristiwa, informasi
yang disampaikan adalah yang baru bagi pembacaanya.

2.7 Tingkat Kegunaan Media Cetak dalam Komunikasi Agribisnis


Berdasarkan salah satu jurnal yang kami baca, Peneliti Badan Litbang Pertanian
menggunakan media leaflet dalam menginformasikan hasil-hasil pertanian agar
dapat diketahui oleh khalayak sasaran khususnya petani dan informasi mengenai
teknolgi terbaru yang berkaitan dengan pengembangan inovasi teknologi
pertanian. Penggunaan leaflet digunakan berdasarkan pada pertimbangan, yaitu
praktis dan mudah dibawa, pesan dapat disajikan secara populer dan sederhana,
serta dapat dibaca berulang kali sehingga memperjelas dan mempermudah
pemahaman terhadap isi pesan.
Tabel 1. Karakteristik Media Cetak
No Karakteristik Media Cetak Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Format Penyajian
Tidak menarik 6 20
Kurang menarik 9 30
Menarik 15 50
2 Bahasa
Tidak dipahami 7 23.33
Kurang dipahami 10 33.33
Mudah dipahami 13 43.33
3 Isi Materi
Tidak sesuai kebutuhan 6 20
Kurang sesuai kebutuhan 8 26.6
Sesuai kebutuhan 16 53.3
Media leaflet yang diberikan hanya menyajikan informasi umum teknologi
budidaya padi, petani harus dapat mencari sendiri sumber informasi jelas untuk
memberikan petunjuk penerapan teknologi sesuai dengan yang tersaji pada leaflet.
Berdasarkan tabel, 15 orang petani atau 50.00% petani menilai bahwa media
leaflet yang diberikan kepada petani sudah memenuhi kebutuhan petani dengan
menampilkan ilustrasi/gambar/foto dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh
petani dan ukuran huruf yang lebih besar agar mudah dibaca oleh petani.
Penggunaan bahasa pada leaflet masih mudah dipahami namun beberapa
orang petani masih susah menerjemahkan bahasa-bahasa ilmiah yang jarang
mereka dengar. Informasi leaflet yang diberikan perlu disederhanakan bahasanya
karena tingkat pendidikan petani sebagian besar hanya tamatan SD bahkan ada
yang tidak sekolah sama sekali. Karena masih ada responden yang masih kurang
memahami bahasa dalam leaflet tersebut kiranya dapat memuat bahasa-bahasa
daerah yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan petani dengan harapan
pemahaman bahasa dalam media tercetak berupa leaflet/litpan ini dapat
dimengerti dan dapat mengaplikasikan di dalam usaha pengelolaan tanaman
petani. Hal ini sejalan dengan hasil evaluasi media yang disebarkan di wilayah
kegiatan program FEATI yang dilakukan oleh BPTP NTB bahwa petani
menyatakan materi media yang disebarkan sesuai dengan kebutuhan petani.

2.8 Dampak Perkembangan IPTEK


Pada era globalisasi, kita mengikuti perkembangan iptek agar tidak
ketinggalan zaman. Hal ini tentunya membawa dampak positif dan negatif bagi
kehidupan masyarakat. Adapun dampak positif dari perkembangan iptek adalah :
1. Memberikan Berbagai Kemudahan

Kita dapat mengaitkan hal ini dengan pengaplikasian media cetak. Media
cetak dapat memuat informasi mengenai kegunaan dan keunggulan peralatan
mesin pertanian. Pada awalnya membajak sawah menggunakan alat tradisional,
tetapi dengan adanya perkembangan iptek maka bisa menggunakan mesin.
Aktifitas penanaman dapat lebih cepat dilaksanakan tanpa memakan waktu yang
lebih lama dan tidak terlalu membutuhkan banyak tenaga kerja.
2. Mempermudah Meluasnya Berbagai Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tanpa
meng-update informasi, kita akan ketinggalan informasi terbaru. Pada masa
terdahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat karena masih dilakukan
secara tradisional. Dengan adanya perkembangan zaman, kita dapat memperoleh
atau mengakses informasi secara cepat. Media cetak seperti koran dan majalah
saja terbit setiap hari sehingga kita mudah mendapatkannya. Apalagi media
elektronik, kita dapat mengakses nya dimanapun kita berada.
3. Bertambahnya Pengetahuan dan Wawasan

Seiring perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti komputer, laptop,


telepon genggam, televisi, dan lain-lain sudah tidak menjadi barang yang langka
lagi. Anak-anak SD saja sudah mempunyai handphone yang canggih. Dengan
adanya perkembangan zaman ini, kita bisa mencari berbagai pengetahuan
menggunakan alat tersebut yang dapat menambah wawasan. Kita bisa
mendapatkan berbagai informasi mengenai budidaya suatu tanaman dengan tepat
penggunaan input yang akan menghasilkan output optimal.
Sedangkan dampak negatif dari perkembangan iptek yaitu :
1. Mempengaruhi Pola Berpikir

Pola berpikir cenderung lebih modern. Masyarakat lebih bersifat individualis


yaitu hanya mementingkan kepentingan pribadi. Selain itu juga bersifat
hedonisme yaitu mengganggap bahwa kesenangan dengan gaya hidup mewah
akan dijadikan tujuan hidup. Terutama dengan adanya berbagai perubahan pada
berbagai peralatan elektronik.
2. Hilangnya Budaya Tradisional

Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll,


mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan
yang dulunya lebih dikenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar
modern. Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang
sudah mengarah kepada pergaulan bebas.
3. Banyak Menimbulkan berbagai Kerusakan

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alamnya. Salah satu
contohnya banyak sekali gedung-gedung bertingkat seperti perhotelan dan mall
dibangun tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Penanaman kembali tidak
dilakukan sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir yang dapat
mengganggu akses kita dan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan kita.
2.9 Kelebihan Media Cetak
Media cetak mempunyai kelebihan yaitu :
1. Dapat dibaca berkali-kali dengan cara menyimpannya.
2. Dapat membuat orang yang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan.
3. Bisa disimpan atau dicollect isi informasinya.
4. Harganya lebih terjangkau maupun dalam distribusinya.
5. Lebih mampu menjelaskan hal-hal yang bersifat kompleks atau rigid.
Kelima penjelasan di atas yang menjelaskan bahwa media cetak dapat di
lihat berulang kali dan dapat dipahami secara signifikan apa pesan dari yang di
sampaikan dari media cetak tersebut, sehingga membuat petani dapat dengan
mudah memahami makna dari pesan yang di sampaikan dalam media cetak
tersebut.

2.10 Kelemahan Media Cetak


Media cetak juga memiliki kelemahan yaitu :
1. Dari segi waktu media cetak lambat dalam memberikan informasi. Karena
media cetak tidak dapat menyebarkan langsung berita yang terjadi pada
masyarakat dan harus menunggu turun cetak.
2. Media cetak hanya dapat berupa tulisan.
3. Media cetak haya dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili
keseluruhan isi berita.
4. Biaya produksi yang cukup mahal karena media cetak harus mencetak dan
mengireimkannya sebelum dapat dinikmati masyarakat.
Dapat di ketahui bahwa dari media cetak tersendiri memiliki banyak
kekurangan tapi dalam perihal yang biasa terjadi dalam kekurangan media cetak
yaitu empat poin di atas dan dapat dipahami bahwa media cetak memerlukan
waktu yang lama dan biaya produksi yang terbilang cukup mahal.

2.11 Perkembangan Informasi Media Di Indonesia


Semakin bertambahnya kemajuan teknologi informasi, maka semakin
canggih pula media yang dapat menunjang informasi tersebut. Di indonesia juga
mengalami perkembangan media informasi. Dahulu, media informasi didapatkan
dari media cetak, itu pun hanya ada beberapa saja yang terbit. Media cetak yang
ada berupa koran dan majalah. Media tersebut berisi berita-berita politik,
ekonomi, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat
indonesia.
Waktu itu, media cetak jarang ditemui karena perusahaan media cetak
masih sedikit sehingga beredarnya pun hanya di kota-kota besar saja. Selain itu,
konsumen media cetak waktu itu masih bersifat ekslusif. Selain media cetak,
media elektronik waktu itu yang dapat dijadikan media informasi adalah radio dan
televisis. Orang-orang yang ingin mengetahui informasi mengenai keadaan negara
indonesia, mereka mendapatkan informasi melalui berita nasional yang disiarkan
oleh kantor berita berita nasional. Masyarakat yang tinggal di pedesaan atau jauh
dari perkotaan, biasanya mendapatkan informasi dari radio atau televisi. Akan
tetapi, televisi waktu itu masih sedikit yang mempunyainya. Radio juga hanya
orang-orang yang mampu membelinya yang mempunyai radio.
Memang keadaan ekonomi di indonesia waktu itu masih belum maju.
Barang-barang elektronik masih terbilang mahal, sehingga hanya orang-orang
yang mampu membelinya saja yang mempunyai barang tersebut. Seiring dengan
perkembangan zaman, media informasi mengalami perkembangan juga.
Kebutuhan manusia akan informasi juga semakin meningkat dan keadaan
ekonomi di indonesia semakin meningkat. Media cetak mengalami perkembangan
juga. Perusahaan media cetak mulai banyak yang berdiri dan melebarkan
pemasarannya sampai pedesaan. Orang-orang yang berada jauh dari perkotaan
dapat menikmati media cetak tersebut. Jenisnya pun menjadi bermacam-macam.
Mulai dari koran harian sampai bulanan, tabloid, majalah dan buletin. Informasi
yang diberikan pun bukan hanya sekadar tentang politik atau ekonomi yang
sedang terjadi, tapi juga ada bidang hiburannya yang tercantum dalam media
tersebut.
Konsumen media cetak ini pun bukannya hanya dari kalangan ekonomi
menengah ke atas saja, tapi kalangan ekonomi menengah ke bawah juga sudah
dapat menikmati informasi dari media cetak tersebut. Harga yang terjangkau oleh
semua kalangan tersebut, membuat semua kalangan mampu untuk membeli dan
menikmati informasi yang diberikan oleh media tersebut. Jenis media cetak pun
sudah bermacam-macam. Semua usia mempunyai media cetak masing-masing.
Dari anak-anak sampai orang tua pun punya jenisnya. Media cetak berupa tabloid
merupakan media informasi yang dikonsumsi oleh kalangan anak-anak dan
remaja.
Banyak tabloid anak dan remaja yang sudah beredar di seluruh indonesia.
Selain itu, mjalah anak remaja dan dewasa juga sudah banyak beredar. Majalah
dewasa juga banyak macamnya, sesuai dengan jenis informasi yang diberikan.
Majalah mancanegara dan koran dari luar negeri pun ada yang beredar di
indonesia. Ada juga masyarakat yang membutuhkan informasi dari luar tersebut.
Meskipun hanya segelintir orang saja yang mengonsumsi majalah dan koran luar
tersebut. Media elektronik pun tidak kalah menariknya dengan media cetak.
Bahkan media cetak menjadi terlupakan karena perkembangan media informasi
berupa elektronik dan digital yang semakin canggih. Informasi yang didapat
melalui media elektronik dan digital sangat mudah dan cepat, serta up to date.
Sarana yang mendukung untuk media elektronik dan digital tersebut juga mudah
didapatkan.
Kemudahan tersebut menjadikan media cetak dan media elektronik serta
digital semakin bersaing. Akan tetapi, masing-masing media mempunyai
kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

2.12 Perbedaan dengan Media Cetak dan Media Elektronik


Media Cetak
1. Melalui proses percetakan.
2. Isi pesan tercetak,dapat dibaca dimana dan kapan saja.
3. isi pesan dapat di baca berulang-ulang.
4. Hanya menyajikan peristiwa/pendapat yang telah terjadi.
5. Tidak dapat menyajikan pendapat narasumber secara langsung (audio).
6. Penulis dibatasi oleh kolom dan halaman.
7. Makna berkala dibatasi oleh hari, minggu, dan bulan.
8. Distribusi melalui transportasi darat, laut, ataupun udara.
9. Bahasa yang digunakan (cenderung) formal.
10. Kalimat dapat panjang dan terperinci.

Media Elektronik
1. Melalui proses pemancaran/transmisi.
2. Isi pesan audio dapat didengar sekilas sewaktu ada siaran.
3. isi pesan tidak dapat diulang.
4. Mampu menyajikan peristiwa/pendapat yag telah ataupun sedang terjadi.
5. Dapat menyajikan pendapat narasumber secara langsung (orisinal).
6. Penulisan dibatasi oleh detik,menit, dan jam.
7. Makna berkala dibatasi oleh detik,menit, dan jam
8. Distribusi melalui pemancar/transmisi.
9. Bahasa yang digunakan formal atau nonformal.
10. Kalimat singkat, padat, dan jelas.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu :
1. Media cetak adalah media penyampaian informasi untuk kepentingan
umum atau orang banyak dalam bentuk tulisan yang dicetak. Media cetak
terdiri atas beberapa jenis yaitu surat kabar harian, majalah bulanan,
bulletin, dan sebagainya.
2. Dengan adanya teknologi pertanian dapat meningkatakan produktifitas
pangan suatu negara, dan di bidang pertanian bertujuan dapat membantu
pekerjaan petani, meningkatkan produktivitas, serta mempermudah
menjual atau membeli produk pertanian dan hasil pertanian.
3. Manfaat media cetak dalam komunikasi agribisnis dapat memberikan
informasi mengenai dunia pertanian bagi petani-petani Indonesia baik
seperti kebijakan pemerintah, informasi terkini mengenai prospek pasar
yang berkaitan dengan sarana produksi dan produk pertanian, memberi
informasi mengenai pemeliharaan tanaman dan hewan, pemberian pupuk,
irigasi, ramalan cuaca, dan harga pasar, serta para petani dapat
memasarkan produk pertaniannya melalui media cetak yang tentunya lebih
ekonomis dari pada secara konvensional.
4. Kelebihan media cetak tentunya lebih mudah dipahami dan bisa dibaca
berulang kali. Akan tetapi, biaya produksinya relatif mahal.

3.2 Saran
1. Sebaiknya pembaca mencari referensi lebih banyak sehingga memperluas
wawasan dan pengetahuan, serta dapat menggunakan media cetak dengan
bijak.
2. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, kami memohon kritik dan
saran membangun agar kami tidak mengulangi kesalahan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Pengertian Media Cetak (Perkembangan Media Informasi di Indonesia).


http://terus-tambah-pengetahuan.blogspot.com/2017/02/pengertian-media-
cetak.html. Diakes pada tanggal 26 Oktober 2017.

Awaluddin, dkk.. 2014. Kajian Model Pemberdayaan Petani Padi Melalui


Penggunaan Tiga Media Komunikasi di Kabupaten Bima. Habitat Volume
XXV, No.1 ISSN: 0853-5167. Universitas Brawijaya.
Azzayyan. 2017. Perbedaan Media Massa Cetak dan Media Massa Elektronik.
http://www.azzayyan.tk/2017/04/perbedaan-media-massa-cetak-dan-
media.html. Diakses pada tanggal 26 Oktober 2017.
Deddy, Mulyana. 2001. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya.
Sholihin, Dzaki. 2015. Penerapan Teknologi Pertanian: Langkah Konkret
Peningkatan Produktifitas Pangan Nasional.
https://www.kompasiana.com/dzakisalingberbagi/penerapan-teknologi-
pertanian-langkah-konkret-peningkaan-produktifitas-pangan-
nasional_55202beba33311e843b65bc3. Diakses pada tanggal 26 Oktober
2017.