You are on page 1of 2

Analisis Struktur Organisasi Ruang Perawatan Jantung As Sami

RSUD Ratu Zalecha Martapura

Berdasarkan struktur organisasi ruang perawatan jantung As-sami RSUD


Ratu Zalecha Martapura, manajemen asuhan keperawatan yang dilakukan pada
ruangan ini menggunakan metode tim keperawatan. Dapat di analisis berdasarkan
struktur organisasi yang ada, yang bertanggung jawab sebagai kepala ruangan saat
ini adalah Muliyadi, SKM.
Di ruangan ini terdapat dua tim keperawatan yaitu :
a) Tim 1
Tim 1 berjumlah 7 orang, yang bertanggung jawab sebagai ketua tim 1 adalah
Lucky erlina, AMK dengan dibantu oleh 6 orang perawat pelaksana yang terdiri
dari :
1. Aidi kari, AMK
2. Mutmainah, AMK
3. Sukma samudera, AMK
4. Fitra erlina, AMK
5. Muhammad dicky, AMK
6. Muhammad Ikhwan, AMK

b) Tim 2
Tim 2 berjumlah 7 orang, yang bertanggung jawab sebagai ketua tim 2 adalah
Siti Raudah, S. Kep dengan dibantu oleh 6 orang perawat pelaksana yang terdiri
dari :
1. Muflihah, S. Kep. Ners
2. Kurnia, AMK
3. Aslamiah, AMK
4. Isra Miratna, AMK
5. Fahmi Rizani, AMK
6. Yomi, AMK
Struktur organisasi ruang perawatan jantung as-sami RS Ratu Zalecha
menggunakan metode penugasan tim keperawatan, yang dipimpin oleh perawat
profesional yang berpengalaman serta memiliki pengetahuan dalam bidangnya.
Pembagian tugas di dalam tim dilakukan oleh ketua tim, selain itu ketua tim
bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota timnya dan menerima laporan
kemajuan pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam
menyelesaikan tugas apabila mengalami kesulitan, selanjutnya ketua tim yang
melaporkan pada kepala ruangan tentang kemajuan pelayanan atau asuhan
keperawatan terhadap klien.
Dalam metode keperawatan tim, anggota berkolaborasi dalam memberikan
pelayanan terhadap sekelompok pasien di bawah arahan seorang perawat
profesional. Seorang ketua tim bertanggung jawab mengetahui kondisi dan
kebutuhan seluruh pasien yang dirawat oleh tim. Kewajiban ketua tim bergantung
kepada kebutuhan pasien dan beban kerja, termasuk membantu anggota tim
memberikan pelayanan langsung kepada pasien. Anggota tim diberikan otonomi
sebanyak mungkin dalam mengerjakan tugas meskipun juga berbagi dalam
tanggung jawab dan tanggung gugatnya. Mengakui nilai-nilai individual karyawan
dan memberikan otonomi kepada anggota tim akan menghasilkan kepuasan kerja
yang tinggi.
Metode tim keperawatan ini apabila dijalankan dengan benar di ruangan
jantung as-sami akan memberikan keuntungan yang diantaranya adalah pelayanan
keperawatan yang komprehensif, proses keperawatan dapat diaplikasikan, dan
perbedaan pendapat dapat diatasi melalui conference/rapat.