You are on page 1of 15

KELOMPOK 9

Sistem Reproduksi Pada Tumbuhan

Disusun Oleh:

1. Ahmad Adzril
2. Fachri Hidayat
3. Fauzan Arsandi
4. Nurhilda Alquraini

XI IPA 3
Pengertian reproduksi pada tumbuhan

Reproduksi pada tumbuhan adalah proses kembang biak atau pembentukan individu
baru atau keturunan pada tanaman, yang bisa ditempuh melalui dua cara yaitu seksual dan
aseksual

Reproduksi pada tumbuhan berlangsung melalui 2 cara yaitu aseksual (vegetatif) dan
seksual (generatif). Namun, tidak semua tumbuhan dapat melakukan reproduksi vegetatif.
Ada tumbuhan yang hanya bereproduksi secara generatif saja. Reproduksi vegetatif pada
tumbuhan sering disebut juga propagasi vegetatif. Propagasi vegetatif dapat terjadi secara
alami maupun dengan bantuan manusia.

1. Reproduksi Aseksual (Vegetatif)

Reproduksi aseksual atau vegetatif merupakan cara reproduksi perbanyakan diri tanpa
melewati proses peleburan dua gamet. Artinya,satu induk tumbuhan dapat memperbanyak
diri menghasilkan keturunan yang memiliki sifat identik dengan induk. Reproduksi vegetatif
dapat terjadi secara alami dan buatan (artifisial).

a. Reproduksi Secara Vegetatif Alami

Ada beberapa cara tumbuhan melakukan propagasi vegetatif alami, antara lain
dengan umbi lapis, umbi batang, rizom, tunas liar (adventif), tunas, geragih, spora, dan
fragmentasi.

 Spora

Reproduksi dengan spora biasanya terjadi pada lumut dan tumbuhan paku. Spora
tumbuhan lumut dibentuk oleh generasi sporofitnya, yaitu di dalam sporangium
(kotak spora). Spora tumbuhan paku dihasilkan oleh daun fertile (sporofil) pada
permukaan bawah daun fertile (sporofil) pada permukaan bawah daun atau di tepi-
tepi daun.

 Fragmentasi

Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan diri dari koloni


induknya dan tumbuhan menjadi individu baru. Pada umumnya, fragmentasi terjadi
pada ganggang hijau yang berbentuk filament, misalnya Hydrodictin sp.
 Tunas

Biasanya tunas muncul pada tumbuhan yang telah dewasa (tua). Tunas ini dapat
muncul dari akar, batang, atau daun.

Pembentukan tunas batang misalnya terjadi pada tumbuhan bamboo, tebu, dan
pisang. Tunas akar misalnya pada tumbuhan cemara, sukun, kesemek. Tunas daun
pada tumbuhan cocor bebek. Tunas-tunas yang muncul selain pada batang
dinamakan tunas adventif (liar).

 Umbi lapis

Umbi lapis adalah batang yang tumbuh dibawah tanah. Bentuk umbi lapis
menggelembung ,berair dan memiliki sisik-sisik daun yang berfungsi sebagai
cadangan makanan.

Umbi lapis memiliki tunas samping (anak umbi lapis) yang tumbuh di antara daun.
Tunas samping akan tumbuh menjadi individu baru dan memisahkan diri dari
induknya. Tumbuhan yang membentuk umbi lapis antara lain bawang merah
Daffodil.

 Umbi batang (Tuber)

Umbi batang adalah batang yang menggelembung di bawah tanah. Umbi batang
berisi cadangan makanan. Pada umbi batang terdapat mata tunas-mata tunas yang
kelak tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi batang terdapat antara lain pada
kentang.

 Rizom

Rizom adalah batang yang tebal dan tumbuh di bawah tanah. Pada rizom terdapat
tunas, sisik-sisik daun, dan antar ruas. Jika rizom terpisah dari induknya maka akan
tumbuh menjadi individu baru. Rizom terdapat pada tumbuhan Zingiberaceae,
bamboo, dahlia, dan beberapa jenis rumput.

 Stolon (Geragih)

Stolon sering kita lihat pada rumput-rumputan liar. Stolon merupakan batang yang
menjalar di permukaan atau di bawah tanah. Panjang stolon ini bisa bermeter-meter.
Di sepanjang stolon tumbuh tunas-tunas liar yang kelak akan tumbuh menjadi
indifidu baru.

Stolon yang menjulur di atas tanah misalnya pegagan (Centella asiatic) dan stroberi
(Fragraria fesca), sedangkan yang menjalar di bawah tanah misalnya rumput teki
(Cypcrus rotundus).

b. Reproduksi Vegetatif Secara Buatan

Reproduksi secara buatan merupakan cara reproduksi dengan campur tangan


manusia. Reproduksi cara ini bertujuan agar tumbuhan segera menghasilkan buah yang
berkualitas dan dalam jumlah yang lebih banyak serta tahan terhadap serangan
penyakit. Reproduksi secara buatan ini dapat melakukan bermacam-macam cara, antara
lain stek, cangkok, mengenten, okulasi, dan merunduk.

 Stek

Stek adalah cara perkembangbiakan dengan menggunakan potongan-potongan


batang atau cabang, terutama pada daerah yang berbuku-buku, misalnya tanaman
Hibiscus tiliaceus (waru) dan Saccharum officinarum (tebu).

Gambar Stek singkong

 Cangkok

Cangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang sebagian kulit dan


kambium secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup dengan tanah yang
kemudian dibungkus dengan pembalut (sabut atau pelastik). Setelah akar tumbuh ,
batang dipotong kemudian ditanam. Cangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuhan
yang tergolong dikotil, terutama buah-buahan.
Gambar Cara mencangkok

 Mengenten

Mengenten adalah menyambung dua jenis tumbuhan yang -berbeda. Mula-mula biji
tumbuhan disemaikan. Setelah tumbuh sebesar yang diinginkan, lalu dipotong dan
disambung dengan potongan cabang/ranting jenis tumbuhan lain yang kualitasnya
lebih baik dan diameter batangnya kurang lebih sama, lalu dibalut dan diikat dengan

 Okulasi (Menempel)
Okulasi pada dasarnya sama dengan mengenten, tetapi tumbuhan yang ditaruh di
atas hanya diambil mata tunasnya saja. Kedua macam tumbuhan yang diokulasi
biasanya mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri, misalnya tumbuhan jeruk yang
perakarannya kuat, buahnya sedikit dan kecil-kecil dengan tumbuhan jeruk yang
perakaran lemah namun dapat berbuah banyak dan besar-besar.

Gambar cara mengokulasi

 Merunduk

Merunduk adalah menundukkan cabang/batang tumbuhan hingga masuk ke dalam


tanah. Pada bagian yang ditimbun tanah tersebut kemudian akan muncul akar.
Setelah perakaran kuat, lalu batang dipotong dan dipisahkan dengan induknya.

Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah


dengan system kultur jaringan. Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel
tumbuhan dalam medium buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan
tumbuh individu baru yang sama dengan induknya.

Keuntungan-keuntungan reproduksi secara vegetatif buatan antara lain, sifat-sifat


tumbuhan hasil reproduksi sama dengan sifat-sifat tumbuhan induknya dan cepat
menghasilkan buah. Kekurangan-kekurangannya antara lain system perakaran kurang
kuat, terutama yang dilakukan dengan stek atau cangkok; dan jika tanaman dipotong
ranting-rantingnya maka dapat menyebabkan menurunnya pertumbuhan.

2. Reproduksi Seksual (Generatif)

Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi yang melibatkan proses peleburan


gamet jantan dan gamet betina. Proses peleburan dua gamet induk ini biasa disebut
pembuahan. Reproduksi generatif ini terjadi pada tumbuhan berbiji, baik
gymnospermae (berbiji terbuka) maupun angiospermae (berbiji tertutup).

Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa


macam, perhatikan tabel berikut ini!

Jenis penyerbukan Asal serbuk sari


Autogami (penyerbukan sendiri) Dari satu bunga yang sama
Geitonogami (penyerbukan Dari bunga lain dalam satu pohon
tetangga)
Alogami (penyerbukan silang) Dari bunga pohon lain yang masih satu
spesies
Bastar Dari bunga lain yang berasal dari varietas
lain

Gambar bagian-bagian bunga


Macam-macam penyerbukan

Macam penyerbukan dapat dibedakan berdasarkan asal serbuk sari dan faktor yang
membantu proses penyerbukan.

a. Penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari

Serbuk sari dapat berasal dari beberapa sumber. Berdasarkan asal serbuk sari dapat
dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu;

 Otogami (penyerbukan sendiri)


Merupakan prose penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
yang sama (satu bunga).
 Kleistogami
Marupakan bagian dari otogami yang terjadi pada saat bunga belum mekar.
Contohnya kacang tanah
 Geitonogami (penyerbukan tetangga)
Merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
lain, tetapi masih dalam satu individu.
 Alogami (penyerbukan silang)
Alogami atau xenogami merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari
yang berasal dari individu lain, namun masih dalam satu jenis.
 Bastar (hibridogami)
Merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
tumbuhan beda jenis.

b. Penyerbukan berdasarkan faktor yang membantu


Penyerbukan ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam,yaitu :
 Angin (Anemogami)

Anemogami adalah sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan


angina. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya secara anemogami adalah
sebagai berikut:

 bunga tidak berwarna cerah, biasanya hijau, dan tidak terdapat kelopak
bunga
 bunga tidak berbau
 tidak memiliki kelenjar madu
 benang sari bertangkai panjang dan berjumbai di luar bunga
 putik melekat di tengah
 serbuk sari sangat banyak, kecil seperti bubuk, kering, ringan, dan
permukaannya halus
 struktur bunga sederhana
 putik berbentuk spiral atau pensil sehingga membentuk permukaan yang
lebih besar untuk memudahkan menangkap serbuk sari.

Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan.

 Air (Hidrogami)

Hidrogami artinya sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan air.
Hidrogami lazim terjadi pada tumbuhan air, misalnya Hydrilla, eceng gondok, dan
teratai.

 Hewan (Zoidiogami)

Penyerbukan dengan perantara hewan biasanya dilakukan oleh serangga,


burung, kelelawar, dan siput.

Hewan-hewan yang berperan dalam penyerbukan disebut polinator dan peristiwa


penyerbukannya disebut polinasi.

 Entomogami

Entomogami adalah penyerbukan dengan perantara serangga. Entomogami


biasanya terjadi pada tumbuhan yang menghasilkan madu dan serbuk sari.
Contoh hewannya, antara lain kupu-kupu, lalat, kumbang, dan lebah.

Saat mengisap madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari, dan jika serangga
beralih ke bunga lain atau menyentuh kepala kepala putik tersebut sehingga
terjadilah penyerbukan.

Ciri-ciri bunga yang diserbuki oleh serangga adalah sebagai berikut:

 mahkota dan benang sari berwarna cerah


 memiliki kelenjar madu
 benang sari di dalam bunga
 anthera (kepala sari) bersatu di bagian dasar atau belakangnya
 serbuk sari hanya sedikit, besar seperti tepung, berat, lengket, dan kadang-
kadang permukaannya berukir
 putik lengket dan kecil
 struktur bunga termodifikasi untuk tempat mendarat dan makan bagi
serangga
 bunga berbau harum

 Ornitogami

Ornitogami adalah penyerbukan dengan bantuan burung. Bunga yang dipolinasi


oleh burung biasanya mengandung madu dan air, serta berwarna merah atau
mengandung unsure warna merah karena burung peka terhadap warna ini.
Selain itu, bentuk bunga yang diserbuki burung biasanya khusus. Contohnya,
bunga yang diserbuki oleh burung kolibri memiliki tabung nectar yang panjang
dan sempit. Burung kolibri menjilat madu dengan lidahnya yang tipis dan
panjang.

 Kelelawar (Kripterogami)

Kripterogami adalah penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Bunga yang


dipolinasi oleh kelelawar biasanya mekar di malam hari, berukuran besar,
berwarna cerah, dan letaknya tidaknya tersembunyi.

 Siput (Malakogami)

Malakogami adalah penyerbukan yang terjadi dengan bantuan siput. Malakogami


terjadi pada tumbuhan yang sering dikunjungi siput.

 Manusia (Antropogami)

Antropogami adalah penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia,


misalnya penyerbukan pada bunga tumbuhan vanili dan beberapa jenis anggrek.
Penyerbukan dengan perantara manusia biasanya dilakukan karena bunga
tersebut tidak dapat menyerbuk sendiri atau karena manusia ingin melakukan
persilangan buatan untuk mencari varietas-varietas baru.
Soal Pilihan Ganda Dan Essay
Pilihan Ganda

1. Tumbuhan yang berproduksi secara tak kawin dengan bantuan manusi


disebut....
a. Generatif
b. Vegetatif buatan
c. Vegetatif alami
d. Aseksual alami
e. Generatif alami

Jawaban = b
Pembahasan = vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak
kawin pada tumbuhan yang sengaja dilakukan oleh manusia atau dengan
bantuan manusia,seperti stek,mencangkok,menempel,menyambung,dan
merunduk.

2. Umbi lapis merupakan reproduksi vegetatif dari tumbuhan......


a. Bawang merah
b. Cemara
c. Bawang putih
d. Rumput teki
e. Arbei

Jawaban = a
Pembahasan = umbi lapis merupakan reproduksi vegetatif dari tumbuhan
bawang merah. Umbi lapis adalah tumbuhnya tunas pada sela-sela
lapisan umbi. Perkembang biakan ini menggunakan bagian tengah dari
lapisan bawang ini. Dengan menanamnya maka akan diperoleh individu
baru dari bawang merah tersebut. Cara ini adalah yang paling cepat
digunakan untuk memperoleh tumbuhan bawang yang baru karena
prosesnya yang cukup sederhana.
3. Dibawah ini merupakan tumbuhan yang dapat berkembang biak secara
vegetatif dengan cara membentuk stolon adalah..........
a. Padi
b. Bambu
c. Arbei (stroberi)
d. Pisang
e. Jagung

Jawaban = c
Pembahasan = arbei atau stroberi adalah tumbuhan yang berkembang
biak secara vegetatif membentuk stolon. Stolon adalah perpanjangan
tunas yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah (menjalar)
yang merupakan organ perbanyakan vegetatif. pada ruas terdapat tunas
atau pucuk aksilar yang dilindungi oleh bracte yang berkembang menjadi
anakan stroberi.

ESSAY

1. Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah


dengan system kultur jaringan. Jelaskan yang dimaksud system kultur
jaringan ?

Jawab = Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel tumbuhan dalam


medium buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan tumbuh
individu baru yang sama dengan induknya.

2. Sebutkan dan jelaskan penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya ?

 Jawab = Otogami (penyerbukan sendiri)


Merupakan prose penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
yang sama (satu bunga).
 Kleistogami
Marupakan bagian dari otogami yang terjadi pada saat bunga belum mekar.
Contohnya kacang tanah
 Geitonogami (penyerbukan tetangga)
Merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
lain, tetapi masih dalam satu individu.
 Alogami (penyerbukan silang)
Alogami atau xenogami merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari
yang berasal dari individu lain, namun masih dalam satu jenis.
 Bastar (hibridogami)
Merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga
tumbuhan beda jenis.
Kesimpulan

Sistem reproduksi tumbuhan adalah suatu proses dimana tumbuhan


memperoleh organisme baru sesuai dengan induknya. Reproduksi tumbuhan
dibedakan menjadi 2 yaitu vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif diartikan
sebagai pembentukan individu baru tanpa adanya peleburan antara gamet jantan
dan betina. Sedangkan reproduksi generatif ialah perkembangan secara seksual
yaitu memerlukan gamet jantan dan betina.
Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Reproduksi_tumbuhan
https://gudangmakalah.blogspot.com › makalah › sistem reproduksi › tumbuhan
https://fembrisma.wordpress.com/science/...reproduksi/sistem-reproduksi-tumbuhan/
https://www.google.com/search?q=gambar+proses+reproduksi+tumbuhan&client=firefox-
a&rls=org.mozilla:en-
US:official&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjVrOey3NHYAhWJI5QKHbS
AAAQQ_AUICigB&biw=1280&bih=735#
https://www.google.com/search?q=gambar+proses+reproduksi+tumbuhan&client=firef
ox-a&rls=org.mozilla:en-
US:official&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjVrOey3NHYAhWJI5QK
HbSAAAQQ_AUICigB&biw=1280&bih=735#
https://www.google.com/search?q=gambar+proses+reproduksi+tumbuhan&client=firef
ox-a&rls=org.mozilla:en-
US:official&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjVrOey3NHYAhWJI5QK
HbSAAAQQ_AUICigB&biw=1280&bih=735#