You are on page 1of 9

I.

Tujuan
1.1 Menentukan daya hantar listrik dari berbagai larutan.
1.2 Menentukan pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik.
1.3 Mampu menggunakan alat untuk mengukur tegangan dan kuat arus.
1.4 Mengetahui perbedaan daya hantar listrik pada masing-masing larutan.
1.5 Mengetahui jenis larutan elektrolit dan non elektrolit.

II. Dasar Teori


Larutan adalah suatu campuran homogeny dari dua zat atau lebih. Dalam
larutan, zat yang ada dalam jumlah yang lebih kecil disebut zat terlarut atau
solut. Sedangkan zat yang ada dalam jumlah yang lebih banyak disebut
pelarut atau solven.1
Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat bersifat elektrolit atau
non elektrolit. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan
yang bersifat elektrolit. Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
disebut larutan yang bersifat non elektrolit. Pada larutan elektrolit, yang
menghantarkan arus listrik adalah ion-ion yang terdapat di dalam larutan
tersebut. Pada elektroda negatif (katoda), ion positif menangkap elektron
(terjadi reaksi reduksi). Sedangkan pada elektroda positif (anoda), ion negatif
melepaskan elektron (terjadi reaksi oksidasi). Jika di dalam larutan tidak
terdapat ion, maka larutan tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Senyawa elektrolit adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air akan
terionisasi. Senyawa elektrolit dapat dibedakan menjadi senyawa elektrolit
kuat dan senyawa elektrolit lemah. Senyawa elektrolit kuat adalah senyawa
yang di dalam air terionisasi sempurna. Senyawa yang termasuk elektrolit
kuat adalah asam kuat (HCl, HBr, HI, H2SO4, HNO3, HClO), basa kuat
(NaOH, KOH, Ba(OH)2, Sr(OH)), dan garam (NaCl, KCl, KNO3, MgSO4).
Partikel-partikel yang ada di dalam larutan elektrolit kuat adalah ion-ion yang
bergabung dengan molekul air, sehingga larutan tersebut daya hantar
listriknya kuat. Hal ini disebabkan karena tidak ada molekul atau partikel lain
yang menghalangi gerakan ion-ion untuk menghantarkan arus listrik,

1
Team Kimia Dasar. 2017

1
sementara molekul-molekul air adalah sebagai media untuk pergerakan ion.
Misalnya HCl dilarutkan ke dalam air, maka semua HCl akan bereaksi
dengan air dan berubah menjadi ion-ion dengan persamaan reaksi berikut :
HCl (g) + H2O (l) → H3O+ + Cl-
Reaksi ini biasa dituliskan :
HCl (aq) → H+ + Cl-
Senyawa elektrolit lemah adalah senyawa yang di dalam air terionisasi
sebagian atau senyawa tersebut hanya sebagian saja yang berubah menjadi
ion dan sebagian yang lainnya masih sebagai molekul senyawa yang terlarut.
Larutan yang terbentuk daya hantar listriknya lemah atau kurang kuat karena
molekul-molekul senyawa dalam larutan tidak dapat menghantarkan listrik,
sehingga menghalangi ion-ion yang akan menghantarkan listrik. Senyawa
yang termasuk senyawa elektrolit lemah yaitu asam lemah (HF, H2S, HCN,
H2CO3, HCOOH, CH3COOH) dan basa lemah (Fe(OH)3, Cu(OH)2, NH3,
N2H4, CH3NH2, (CH3)2NH).
Senyawa nonelektrolit adalah senyawa yang di dalam air tidak terionisasi,
sehingga partikel-partikel yang ada di dalam larutan adalah molekul-molekul
senyawa yang terlarut. Dalam larutan tidak terdapat ion, sehingga larutan
tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik, kecuali asam atau basa,
senyawa kovalen adalah senyawa nonelektrolit, yaitu C6H12O6, CO(NH2)2,
CH4, C3H8, C13H10O.2
Arus listrik dapat dianggap sebagai aliran elektron yang membawa muatan
negatif melaui suatu pengantar. Perpindahan muatan ini terjadi karena adanya
perbedaan potensial antara kedua tempat tersebut. Arus listrik akan mengalir
dari tempat yang potensialnya tinggi ke tempat yang potensialnya rendah.

Gambar 2.1

2
Kartini, Widyana. 2014

2
Bila tempat A yang memiliki potensial yang lebih tinggi dari B (Va>Vb),
dihubungkan dengan suatu pengantar yang mempunyai hambatan sebesar R,
maka akan mengalir arus sebesar I. besarnya arus listrik yang terjadi
bergantung pada besarnya hambatan pengantar yang digunakan. Makin besar
hambatan, makin kecil kuat arus (I) yang mengalir melalui pengantar
tersebut. Kemampuan suatu pengantar untuk memindahkan muatan listrik
disebut “daya hantar listrik (L)”. Besarnya daya hantar listrik berbanding
terbalik dengan R.3
1
𝐿=
𝑅
Keterangan :
L = Daya hantar listrik (Ohm-1)
R = Hambatan (Ohm)

III. Alat dan Bahan


3.1 Alat
3.1.1 Gelas becker
3.1.2 Power supply
3.1.3 Labu takar
3.1.4 Amperemeter
3.1.5 Timbangan
3.1.6 Elektroda karbon
3.2 Bahan
3.2.1 Aquades
3.2.2 Larutan gula
3.2.3 Larutan BaCl2
3.2.4 Larutan NaCl
3.2.5 Larutan CH3COOH

3
Team Kimia Dasar. 2017

3
IV. Prosedur Kerja
4.1 Percobaan 1 : Menetukan daya hantar listrik berbagai larutan.
Dibuat larutan NaCl, BaCl2, CH3COOH, dan gula masing-masing
berkonsentrasi satu molar (1 M). Kemudian diukur daya hantar listrik tiap
larutan.
4.2 Percobaan 2 : Pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik.
Dibuat larutan NaCl, BaCl2, dan CH3COOH masing-masing 4 buah
dengan konsentrasi 0,1 M ; 0,25 M ; 0,50 M ; 1,00 M. Diukur daya hantar
listrik masing-masing larutan tersebut.

V. Data Pengamatan
5.1 Percobaan 1 : Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan.
V (Volt) I (Ampere) L (Ohm-1)
Larutan
I II III I II III I II III
NaCl 2 4 6 0,04 0,19 ~ 0,002 0,047 ~
BaCl2 2 4 6 0,05 0,225 ~ 0,025 0,00625 ~
CH3COOH 2 4 6 0,004 0,011 0,022 0,002 0,0027 0,0036
Gula 2 4 6 0 0 0 0 0 0

5.2 Percobaan 2 : Menentukan pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar


listrik.
Larutan V (Volt) I (Ampere) L (Ohm-1)
NaCl I II III I II III I II III
0,10 M 2 4 6 0,009 0,038 0,85 0,0045 0,0095 0,0141
0,25 M 2 4 6 0,011 0,05 0,125 0,0055 0,0125 0,02
0,50 M 2 4 6 0,012 0,055 0,135 0,006 0,013 0,022
1,00 M 2 4 6 0,013 0,015 0,14 0,0065 0,0037 0,023

Larutan V (Volt) I (Ampere) L (Ohm-1)


BaCl2 I II III I II III I II III
0,10 M 2 4 6 0,01 0,041 0,1 0,005 0,001 0,016

4
0,25 M 2 4 6 0,014 0,7 0,164 0,00088 0,175 0,027
0,50 M 2 4 6 0,017 0,118 0,248 0,0085 0,0029 0,041
1,00 M 2 4 ~ 0,0245 0,187 ~ 0,012 0,046 ~

Larutan V (Volt) I (Ampere) L (Ohm-1)


CH3CO
I II III I II III I II III
OH
0,10 M 2 4 6 0,001 0,003 0,004 0,005 0,00075 0,00066
0,25 M 2 4 6 0,002 0,004 0,008 0,001 0,001 0,0013
0,50 M 2 4 6 0,003 0,006 0,01 0,0015 0,0015 0,0016
1,00 M 2 4 6 0,004 0,012 0,022 0,002 0,003 0,0036

VI. Pembahasan
6.1 Dari percobaan 1, telah diuji daya hantar listrik larutan NaCl, BaCl2,
CH3COOH, dan larutan gula. Dari data pengamatan dapat dilihat bahwa
NaCl dan BaCl2 yang merupakan garam memiliki daya hantar listrik yang
lebih besar dibandingkan dengan larutan CH3COOH yang merupakan
basa lemah. Ini dikarenakan NaCl dan BaCl2 termasuk senyawa elektrolit
kuat dimana, tidak ada molekul atau partikel lain yang menghalangi
gerakan ion-ion senyawa tersebut untuk menghantarkan arus listrik,
sementara molekul-molekul air adalah sebagai media untuk pergerakan
ion. Sementara pada larutan CH3COOH yang merupakan basa lemah
tidak memiliki daya hantar listrik yang kuat dikarenakan senyawanya
hanya terionisasi sebagian. Sedangkan pada larutan gula sama sekali tidak
dapat menghantarkan daya hantar listrik karena di dalam larutan gula
tersebut tidak terdapat ion, sehingga larutan gula ini tergolong kepada
senyawa non elektrolit.

5
6.2 Grafik pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik untuk larutan
NaCl
0.18

0.16

0.14

0.12

0.1 6 volt

0.08 4 volt
2 volt
0.06

0.04

0.02

0
0.1 M 0.25 M 0.5 M 1M

6.3 Grafik pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik untuk larutan
BaCl2
0.25

0.2

0.15
6 volt
4 volt
0.1
2 volt

0.05

0
0.1 M 0.25 M 0.50 M 1M

6
6.4 Grafik pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik untuk larutan
CH3COOH
0.01
0.009
0.008
0.007
0.006
6 volt
0.005
4 volt
0.004
2 volt
0.003
0.002
0.001
0
0.1 M 0.25 M 0.50 M 1M

6.5 Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik berbanding lurus. Yaitu
semakin besar konsentrasi larutan tersebut, maka daya hantar listriknya
juga semakin kuat, begitupun sebaliknya. Dari ketiga grafik diatas dapat
dilihat bahwa tidak sesuai pernyataan sebelumnya atau terjadi
penyimpangan. Ini disebabkan karena oleh antar aksi antar ion.

7
VII.Kesimpulan
1
7.1 Dalam penentuan daya hantar listrik dapat digunakan rumus L = ,
𝑅

dikarenakan hambatan arus berbanding terbalik dengan daya hantar listrik


yang dihasilkan.
7.2 Semakin besar konsentrasi suatu larutan, maka semakin kuat daya hantar
listrik yang dihasilkan.
7.3 Praktikan sudah mampu menggunakan alat untuk mengukur tegangan dan
kuat arus, akan tetapi masih terjadi sedikit kesalahan sehingga
menimbulkan penyimpangan data yang beberapa masih belum sesuai
literatur yang sudah ada.
7.4 Pada larutan yang tergolong elektrolit kuat daya hantar listiknya yang
paling kuat jika dibandingkan dengan larutan elektrolit lemah, sementara
pada larutan non elektrolit sama sekali tidak dapat menghantarkan daya
hantar listrik.
7.5 Larutan elektrolit dibedakan menjadi dua yaitu elektrolit kuat dan lemah
serta non elektrolit.

8
DAFTAR PUSTAKA

Ardila, Nirka, 2013, Daya Hantar Listrik,


https://kimiadisekitarkita.wordpress.com/2013/06/09/daya-hantar-listrik/ ,
Diakses pada tanggal 20-03-2017

Kartini, Widyana, 2014, Daya Hantar Listrik Larutan,


https://widyanakartini95.wordpress.com/2014/10/24/daya-hantar-listrik-
larutan/ , Diakses pada tanggal 20-03-2017

Team Kimia Dasar, 2017, Penuntun Praktikum Kimia Dasar II, Jurusan Kimia,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bali