You are on page 1of 7

Technology and Operations Management

FORECASTING: WALT DISNEY PARKS AND RESORTS

Dosen Pengampu:
Budi Hartono, B.Eng., M.P.M., Ph.D
Disusun Oleh:
Dinno Budi Laksono (17/421727/PEK/23304)
Iin Rinawati (17/421755/PEK/23332)
M. Rizqi Agustino (17/421774/PEK/23351)
Sonia Nurul Hayati (17/421808/PEK/23385)
Puraneosya Kusuma Sakti (17/421793/PEK/23370)

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
WALT DISNEY PARKS AND RESORTS
A. Peramalan (Forecasting)

Peramalan menurut John E. Biegel (1999) adalah kegiatan memperkirakan

tingkat permintaan yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk

dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang. Untuk meminimalisir

kesalahan pada perkiraan, terdapat 3 cara untuk mengakomodasi perkiraan, yaitu;

a. Melakukan perkiraan yang lebih baik dengan menggunakan pengalaman

sebagai acuan dan memahami trend pasar. Disney mengumpulkan data

jumlah kedatangan pengunjung dan bagaimana pengunjung menjajakan

uangnya di taman (parks).

b. Membuat fleksibilitas pada operasi. Disney menggunakan data

pengunjung tersebut untuk mengatur jadwal operasional dan perawatan

yang efektif sehingga akan meminimalisir biaya harian. Data juga

digunakan untuk menentukan banyaknya cast members yang akan

dipanggil untuk bekerja pada hari tersebut.

c. Mengurangi waktu tunggu yang dibutuhkan dalam perkiraan. Fleksibilitas

dan penjadwalan yang dilakukan Disney menghasilkan efektifitas waktu

tunggu bagi pengunjung dengan menambah aksi jalanan untuk mengurangi

antrian pada wahana.

B. Meramalkan Horizon Waktu

Walt Disney World Resort melakukan prediksi harian dan peramalan

untuk 5tahun. Peramalan harian untuk data jumlah kedatangan didapat dari

menyesuaikan rencana operasional tahunan untuk variasi ramalan cuaca,

kepadatan dihari lampau, kebiasaan, dan musim. Disney melakukan 3 tipe


peramalan jangka waktu (time horizon) yakni peramalan jangka pendek (3bulan),

jangka menengah (3bulan hingga 1tahun), dan jangka panjang (lebih dari 3tahun).

C. Tipe-Tipe Peramalan

Menurut Render dan Heizer (2004) pada jenis peramalan dapat dibedakan

menjadi 3 macam yakni peramalan ekonomi, peramalan teknologi, dan peramalan

permintaan. Peramalan model ekonomi Disney yakni dengan terhitung 20%

pengunjung Disney World Resort datang dari luar AS termasuk dalam variabel

seperti gross domestic product (GDP), nilai tukar, dan kedatangan dalam negeri

(AS). Peramalan permintaan Disney membantu keputusan bulanan manajerial,

sepertihalnya mengamati 3000 sekolah di dalam AS untuk jadwal hari libur dan

atau program liburan. Permintaan yang berlebih dapat dikelola dengan membatasi

jumlah pengunjung yang berada di taman dengan sistem reservasi “FAST PASS”

dan dengan mengalihkan keramaian dari wahana ke parade jalanan. Sedangkan

realisasi dari peramalan teknologi dibuktikan dengan digunakannya monorail

yang menghantarkan pengunjung berkeliling diantara taman dan 28 hotel pada

lahan sebesar 47 mil persegi.

D. Pentingnya Peramalan Strategis Disney

Implementasi dari peramalan yang dilakukan Disney melahirkan

keputusan-keputusan yang bertujuan untuk efisiensi kegiatan operasional,

sepertihalnya:

1. Manajemen Rantai Pasokan, Disney melakukan pengelolaan dibidang

logistik yakni dengan menyesuaikan data dimasa lampau mengenai

kebutuhan atau permintaan konsumen terhadap makanan dan minuman di


taman. Diketahui setidaknya ada 9 juta hamburber dan 50 juta minuman

bersoda terjual dalam setahun.

2. Sumber Daya Manusia, Disney mengelola jadwal cast members dalam

interval 15 menit sepanjang taman untuk fleksibilitas menghibur

pengunjung sehingga pengunjung tidak merasa bosan berkeliling taman.

3. Kapasitas, Disney mengatur permintaan dengan membatasi jumlah

pengunjung yang berada di taman dengan sistem reservasi “FAST PASS”

dan dengan mengalihkan keramaian dari wahana ke parade jalanan untuk

meminimalisir antrian panjang.

E. Tujuh Langkah Peramalan

1. Menetapkan tujuan peramalan, untuk menentukan jam buka, menambah

aksi atau wahana, menambah jumlah makanan, dan mengatur banyaknya

cast members untuk bekerja pada hari tersebut.

2. Memilih unsur yang akan diramalkan, seperti histori jumlah pengunjung

harian dari 6 taman. Data tersebut akan menjadi data utama menentukan

jumlah pekerja, perawatan aset hiburan, dan segala macam penjadwalan.

3. Menentukan jenjang waktu peramalan, Disney menyusun prediksi

penjualan harian, mingguan, bulanan, dan lima tahun.

4. Memilih jenis model peramalan, Disney menggunakan model moving-

average, ekonometrik, dan analisis regresi. Selain itu, Disney juga

menggunakan model penilaian subjektif atau nonkuantatif.

5. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan. Tim

peramalan Disney memperkerjakan 35 orang analis dan 70 orang staf

lapangan untuk melakukan survei terhadap 1 juta orang/perusahaan per


tahun. Disney juga menggunakan jasa perusahaan Global Insights untuk

membuat peramalan perjalanan kalangan industri dan mengumpulkan data

mengenai nilai tukar, jumlah pengunjung yang memasuki Amerika

Serikat, tarif khusus maskapai penerbangan, tren Wall Street, dan jadwal

liburan sekolah.

6. Membuat Peramalan.

7. Memvalidasi dan menerapkan hasil peramalan, Disney mengkaji

peramalan tiap hari untuk memastikan model, asumsi, dan data yang

digunakan sudah valid. Perhitungan kesalahan dilakukan; kemudian,

peramalan digunakan untuk menjadwalkan bahan, peralatan, dan pekerja

pada setiap pabrik.

Ketujuh langkah diatas menampilkan cara sistematis dalam menginisiasi,

desain, dan mengimplementasikan sistem peramalan. Meski sistem dari

perusahaan serupa Disney juga menghadapi sejumlah kenyataan bahwa faktor

eksternal yang tidak dapat diprediksi, perusahaan hanya memperhatikan jenis

produk dengan permintaan yang fluktuatif, dan peramalan dengan data gabungan

dinilai lebih akurat ketimbang peramalan produk individual sehingga Disney

menggabungkan seluruh data pengunjung harian direpresentasikan oleh taman,

pendekatan ini membantu menyeimbangkan yang berlebih dan yang di bawah

batas prediksi untuk setiap keenam atraksinya.

KESIMPULAN

Peramalan pada dasarnya hanya estimasi atau prediksi dari hasil analisis

berdasar kumpulan data survei yang perhitungannya dimanfaatkan untuk

menentukan segala keputusan operasional perusahaan. Peramalan dinilai sangat


penting sebab menjadi dasar pertimbangan dari perencanaan perusahaan baik

jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Disney memaksimalkan

peramalan untuk menciptakan rencana operasional alternatif yang fleksibel,

menciptakan efisiensi waktu bagi pengunjung dan bagi operasional kerjannya.

Diketahui bagi penyedia jasa hiburan, keberlangsungan perusahaannya sangat

bergantung pada pengunjung, berapa jumlahnya, dan bagaimana pengunjung

menghabiskan uangnya ketika berkunjung.

Disney melakukan peramalan harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan 5

tahun terhadap pengelolaan pekerja, perawatan, operasional, keuangan, dan

departemen penjadwalan taman. Hal tersebut diasumsikan sebagai antisipasi dari

jumlah pengunjung taman hiburan yang fluktuatif dan berpengaruh secara

langsung pada efektifitas operasional, sehingga Disney perlu merencanakan

kegiatan hiburannya melalui peramalan. Peramalan yang dilakukan Disney

melibatkan 35 orang analis dan 70 orang staf lapangan yang melakukan survei

kepada pengunjung taman dan 20 hotel yang dimiliki, kepada karyawan, dan

kepada industri travel profesional untuk menguji rencana perjalanan dimasa

mendatang dan pengalaman berkunjung ke taman.


DAFTAR PUSTAKA

Heizer, Jay, Barry Render and Chuc Munson. 2017. Operations Management:
Sustainability and Supply Chain Management, 12th ed. AS: Pearson
Education, Inc.
Heizer, J. and Barry Render. 2009. Manajemen Operasi, Edisi 9. Jakarta: Selemba
Empat.