You are on page 1of 2

BONEKA

“suatu saat kamu pasti bakal butuh ini, aku harus ke singapore
biar sembuh jangan aku gue kalau aku ngga kembali” sambil memberi
boneka panda, kiranya kalimat itu yang dikatakan Aldo didalam
mimpi Agus sesaat sebelum ia berobat ke singapore dan meninggal.
Agus terbangun dari tidur kemudian ia diam sejenak. Ia melihat
boneka pemberian Aldo dan masih berpikir sampai sekarang,
sebenarnya maksudnya apa?
Agus duduk di taman kampusnya kemudian Reni datang membawa pop
mie dan memberikannya kepada Agus. Reni menanyakan kenapa agus
sering diam. Kemudian Agus bercerita bahwa ia sedang berpikir
bagaimana membayar UKT sehingga ia bisa lanjut kuliah sedangkan
keluarganya pas – pasan ditambah ibunya sang tulang punggung
sedang sakit. Biasanya Agus memotret untuk acara pre – wedding
dan pernikahan,tetapi ia berpikir bahwa uang yang didapat sangat
sedikit karena alat – alatnya harus menyewa.
Esok hari sepulang dari memotret dan mendapat upah, ibunya
dirumah tiba – tiba sesak keras. Kemudian uang memotret yang
tadinya akan dibayarkan untuk UKT dan makan, seketika tersisa
sedikit karena dipakai membeli obat untuk ibunya.
Sambil membawa boneka pemberian Aldo agus berjalan sendirian
sambil menangisi nasibnya, semakin deras air matanya. Dia kecewa
kepada Aldo, kenapa Aldo pergi sangat cepat, dan disaat – saat
seperti ini, biasanya Aldo yang membantu keuangan Agus.
Agus berteriak sekencang – kencangnya kemudian melempar boneka
pemberian Aldo hingga membentur pintu sebuah ruangan yang
kelihatannya sudah sangat usang.
Kemudian, Agus teringat kembali saat – saat terakhir bersama
Aldo, teringat kata – kata yang diucapkan Aldo sambil memberi
boneka “suatu saat kamu pasti bakal butuh ini...”.
Agus diam sejenak kemudian berlari menghampiri boneka yang tadi
dilemparnya ke depan pintu. Anehnya dipintu itu tertulis ‘TANGAN
BONEKA’. Agus melihat boneka itu dan meraba – raba tangan boneka
itu, ia merasakan ada benda. Ternyata didalam boneka itu adalah
kunci untuk membuka ruangan itu. Ketika dibuka, diruangan itu
terdapat foto – foto Aldo bersama Agus dan ada satu box sedang
yang diatasnya ada secarik kertas yang bertuliskan bahwa ini
adalah hasil kerja keras Aldo, sejak smp Aldo tau bahwa hobby
Agus adalah memotret, namun Agus tidak punya kamera. Sehingga
Aldo inisiatif mengumpulkan separuh uang sakunya untuk Agus agar
suatu saat dapat digunakan untuk membeli kamera. Setelah membaca
kertas itu Agus tersenyum dan tiba – tiba..
Aldo berdiri didepan pintu sambil memangil “gus”

end