You are on page 1of 3

ANALISA DAN PEMBAHASAN

1. Teori Dasar
PID (dari singkatan bahasa Proportional–Integral–Derivative controller) merupakan
kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik
adanya umpan balik pada sistem tesebut. Komponen kontrol PID ini terdiri dari tiga jenis
yaitu Proportional, Integratif dan Derivatif. Ketiganya dapat dipakai bersamaan maupun
sendiri-sendiri tergantung dari respon yang kita inginkan terhadap suatu plant.

 Kontroler Proporsional (P)

Pengaruh pada sistem :

1. Menambah atau mengurangi kestabilan.


2. Dapat memperbaiki respon transien khususnya : rise time, settling time
3. Mengurangi (bukan menghilangkan) Error steady state

Nb : untuk menghilangkan Ess, dibutuhkan KP besar, yang akan membuat


sistem lebih tidak stabil. Kontroler Proporsional memberi pengaruh langsung
(sebanding) pada error.Semakin besar error, semakin besar sinyal kendali yang
dihasilkan kontroler.

 Kontroler Integral (I)

Pengaruh pada sistem :

1. Menghilangkan Error Steady State


2. Respon lebih lambat (dibandingkan dengan P)
3. Dapat Menambah Ketidakstabilan (karena menambah orde pada sistem)

Perubahan sinyal kontrol sebanding dengan perubahan error. Semakin besar error,
semakin cepat sinyal kontrol bertambah/berubah.

 Kontroler Derivatif (D)

Pengaruh pada sistem :


1. Memberikan efek redaman pada sistem yang berosilasi sehingga bisa
memperbesar pemberian nilai Kp
2. Memperbaiki respon transien, karena memberikan aksi saat ada perubahan error
3. D hanya berubah saat ada perubahan error, sehingga saat ada error statis D tidak
beraksi.Sehingga D tidak boleh digunakan sendiri
Besarnya sinyal kontrol sebanding dengan perubahan error . Semakin cepat error
berubah, semakin besar aksi kontrol yang ditimbulkan.

2. Data Tabel

Kondisi Kp Kd Ki Tr (s) Tp Overshoot Ts Final A


(s) (%) (s) Value
1 50 825 1 9,77 2,24 20 5,22 1 1
2 55 850 2 9,55 2,16 20,6 5,15 1 1
3 15 450 2 1,61 3,39 8,51 5,07 1 1

3. Feedback
Untuk input script feedback menggunakan 1 BUKAN -1. Karena
kesesuaian dengan rumus fungsi adalah dengan input feedback “1”.

4. Analisa
1. Pada Kondisi 1. Ketika Kd > Kp dan Ki<Kp, maka di dapatkan grafik yang
baik tanpa ada osilasi, overshoot, serta rise time cepat sehingga system dapat
dikatakan baik dan stabil.
Ketika nilai Kp diubah :

1. Pada kondisi 2. Ketika nilai Kp diperkecil maka didapatkan grafik yang


stabil dengan nilai overshoot mendekati serta waktu untuk mencapai puncak
yang sama dengan kondisi sebelumnya (Tp1=Tp2) dan rise time yang lebih
besar dari kondisi 1.
2. Pada Kondisi 3. Ketika nilai Kp diperbesar maka didapatkan grafik yang
cukup baik tetapi masih terdapat overshoot dengan nilai yang lebih besar yaitu
senilai 13,7%. dan pada kondisi ini didapatkan Ts yang lebih cepat daripada
kondisi 1 dan 2.

Ketika nilai Kd diubah

1. Pada Kondisi 4. Ketika Kd diperkecil maka di dapatkan grafik yang buruk


dengan overshoot sebesar 8,27%, serta Tp terbesar dibandingkan dengan
kondisi lainnya sehingga menimbulkan terjadinya osilasi dan menyebabkan
nilai setting time yang besar pula.
2. Pada Kondisi 5. Ketika Kd diperbesar maka di dapatkan grafik yang cukup
baik dengan dan nilai Ts dan Tr paling kecil.

Ketika nilai Ki diubah


1. Pada Kondisi 6. Ketika Ki diperkecil maka didapatkan grafik yang stabil
namun masih ditemukan adanya overshoot senilai 8,27%
2. Pada Kondisi 7. Ketika Ki diperbesar maka diperoleh grafik yang stabil tetapi
masih terdapat overshoot dengan nilai yang lebih besar dari kondisi 6 yaitu
sebesar 13,7%