You are on page 1of 5

BAB 3

PELAKSANAAN PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten
Banyuasin dengan 2 (dua) lokasi desa yaitu Desa Telangsari dan Desa Purwosari.
Pengambilan data akan dilakukan pada bulan Oktober 2016. Penentuan lokasi ini
dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa
Telangsari dan Desa Purwosari merupakan 2 (dua) desa dengan persentase lahan
pertanian terluas di Kecamatan Tanjung Lago namun masih banyak petani yang
termasuk dalam kategori belum sejahtera.

3.2. Metode Penelitian


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.
Metode survei merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan
dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden
penelitian. Metode ini digunakan dengan bantuan daftar pertanyaan dan
wawancara langsung kepada petani padi pasang surut untuk memperoleh data
pokok penelitian di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

3.3. Metode Penarikan Contoh


Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode acak berlapis tidak berimbang (Disproportionate Stratified Random
Sampling) dengan mengambil sampel petani padi pasang surut di 2 (dua) desa
Kecamatan Tanjung Lago yaitu Desa Telangsari dan Desa Purwosari. Sampel
tersebut dipilih dengan pertimbangan mampu mewakili seluruh populasi yang ada.

Tabel 3.1. Metode Penarikan Contoh Petani Padi Pasang Surut Kecamatan
Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin
Universitas Sriwijaya

27
2

No Desa Populasi Sampel


1 Desa Telangsari 700 20
2 Desa Purwosari 400 20
Jumlah 1100 40
Sumber : Kantor KUD Kecamatan Tanjung Lago

3.4. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dengan
menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data
primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung
kepada petani padi pasang surut yang miskin di Kecamatan Tanjung Lago. Data
primer terdiri dari identitas petani, jumlah anggota keluarga, biaya hidup, biaya
produksi dan pendapatan petani padi pasang surut. Data sekunder diperoleh dari
literatur, dinas atau instansi yang terkait, seperti Badan Pusat Statistik Banyuasin
dan Dinas Pertanian Banyuasin yang meliputi kondisi Desa Telangsari dan Desa
Purwosari di Kecamatan Tanjung Lago, data petani padi pasang surut, luas lahan
yang dimiliki dan keadaan penduduk untuk menunjang hasil penelitian.

3.5. Metode Pengolahan Data


Data yang diperoleh di lapangan diolah secara matematis, disajikan
secara tabulasi, kemudian dijelaskan secara deskriptif sesuai dengan tujuan
penelitian ini. Pengolahan data untuk tujuan pertama yaitu mengidentifikasi
kondisi sosial ekonomi pertanian di Kecamatan Tanjung Lago.
Untuk menjawab tujuan kedua yaitu menghitung tingkat kemiskinan
petani padi pasang surut digunakan Indikator Garis Kemiskinan Provinsi
Sumatera Selatan Menurut BPS (2016) yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.2. Garis Kemiskinan Provinsi Sumatera Selatan Menurut BPS Untuk
Daerah Pedesaan Tahun 2016

Universitas Sriwijaya
3

Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln)


Tahun
Makanan Bukan Makanan Total
2016 263.912 67.658 331.570
Sumber : BPS Prov. Sumsel, diolah dari data Susenans tahun 2016

Menurut Kasim (2004) untuk menghitung biaya produksi, penerimaan dan


pendapatan digunakan rumus sebagai berikut :
Bp = Bt + Bv
Keterangan :
Bp : Biaya produksi (Rp/ha/tahun)
Bt : Biaya tetap (Rp/ha/tahun)
Bv : Biaya variabel (Rp/ha/tahun)
Pn = Y x Hy
Keterangan :
Pn : Penerimaan (Rp/ha/tahun)
Y : Jumlah produksi padi (kg/ha/tahun)
Hy : Harga Gabah Kering Panen (Rp/kg)
Pd = Pn – Bp
Keterangan :
Pd : Pendapatan (Rp/ha/tahun)
Pn : Penerimaan (Rp/ha/tahun)
Bp : Biaya produksi (Rp/ha/tahun)
Untuk menjawab tujuan ketiga yaitu mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat kemiskinan petani padi pasang surut serta menganalisis
pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kemiskinan petani padi pasang surut
digunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak
software SPSS (Statistical Package for the Social Science) dengan rumus :
Yi = α +β1 Pn + β2 L + β3 Tk + β4 U ε

Dimana :
Yi = Pendapatan (Rp/ha/tahun)
Pn = Pendidikan (Tahun)
L = Luas Lahan (ha)

Universitas Sriwijaya
4

Tk = Jumlah Tanggungan Keluarga (Orang)


U = Usia Petani (Tahun)
Nilai koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui besar
kemampuan variabel bebas untuk menjelaskan variabel terikat. Semakin tinggi
nilai R2 dapat diartikan bahwa semakin baik persamaan fungsi penduga yang
dibuat. Jika model yang dibuat diketahui dengan cara menganalisis nilai statistik-
F dengan pengajuan hipotesis sebagai berikut :
H 0 : βi = 0
H1 : satu dari βi ≠ 0
Bila Fhit ≤ Ftabel diputuskan untuk menerima H0 yang berarti variabel-
variabel terikat secara bersama-sama tidak berpengaruh nyata postif terhadap
tingkat kemiskinan petani padi pasang surut di Desa Telangsari. Bila F hit > Ftabel
diputuskan untuk menolak H0 yang berarti variabel-variabel terikat secara
bersama-sama berpengaruh nyata positif terhadap tingkat kemiskinan petani padi
pasang surut di Desa Telangsari. Untuk menghitung besarnya F hit digunakan
rumus :
2
R
k
Fhit =
(1−R2 )
( n−k−1)
Dimana :
R2 = koefisien regresi
n = jumlah sampel
k = jumlah variabel independen
Pengujian dengan menggunakan statistik-t dimaksudkan untuk mengetahui
bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam persamaan
regresi penduga. Maka hipotesis yang dapat diajukan adalah sebagai berikut:
H0 : β =0
H1 : Salah satu βi ≠ 0, dimana i = 1,2,3,4
Kaidah pengambilan keputusan terhadap pengujian hipotesis yang telah
diajukan, jika thitung > ttabel, maka tolak H0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel
bebas secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
Sebaliknya jika thitung< ttabel, hal ini dapat diputuskan untuk menerima H0. Hal ini

Universitas Sriwijaya
5

berarti bahwa secara parsial variabel bebas tidak dapat memberikan pengaruh
secara signifikan. Pengujian koefisien partial ini dapat menggunakan rumus
(Gujarati, 2013) sebagai berikut :
Y t −Ŷ t
¿
¿
¿2
¿
b Xt− Ẍ t
thitung = Sb , dimana Sb =
¿
¿
¿2
∑¿
¿
√¿

Universitas Sriwijaya