You are on page 1of 27
PEMERINTAH KABUPATEN POSO DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KAWUA Alamat : Jln.Trans Sulawesi Km. 4, (0452) 325080 Kel.

PEMERINTAH KABUPATEN POSO DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS KAWUA

PEMERINTAH KABUPATEN POSO DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KAWUA Alamat : Jln.Trans Sulawesi Km. 4, (0452) 325080 Kel.

Alamat : Jln.Trans Sulawesi Km. 4, (0452) 325080 Kel. Kawua Kec. Poso Kota SelatanKab. Poso

PEMERINTAH KABUPATEN POSO DINAS KESEHATAN PUSKESMAS KAWUA Alamat : Jln.Trans Sulawesi Km. 4, (0452) 325080 Kel.

KEPUTUSAN KEPALA PUKESMAS KAWUA Nomor : SK/311/P2P/PKM-KWA/2016

TENTANG

PEDOMAN PELAYANAN PROGRAM SISTEM SURVEILANS

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PUSKESMAS KAWUA,

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka perencanaan,pengendalian dan evaluasi perencanaan kegiatan kesehatan terhadap penyakit atau masala-masalah kesehatan serta kondisi yang memoengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit perlu dilakukan surveilans epidemiologi kesehatan; b. bahwa sehubungan dengan hururf a tersebut di atas perlu ditetapkan pedoman penyelenggaraan system surveilans epidemiologi kesehatan dengan keputusan Mentri Kesehatan;

Mengingat : 1. Undang-undang No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular(Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 20,Tambahan Lembaran Negara Nomor

2374;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan(Lembaran Negara tahun 1992 Nomor 100,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3273; 3.Keputusan Mentri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 468/Menkes-Kesos/SK/V/2001 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional; 4.Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 424/Menkes/SK/IV/2003 tentang Penetapan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Pedoman Penanggulanganya;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KESATU

:

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KAWUA TENTANG PENETAPAN PEDOMAN PELAYANAN SISTEM SURVEILANS EPIDEMILOGI KESEHATAN PUSKESMAS KAWUA.

KEDUA

:

Pedoman penyelenggaran system surveilans epidemiologi kesehatan sebagaimana dimaksud Diktum Pertama sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.

KETIGA

:

Pedoman sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan sistem surveilans epidemiologi kesehatan

Ditetapkan di

: Kawua

pada tanggal

:

2016

KEPALA PUSKESMAS KAWUA

ALBERT KALENGKONGAN, A.Md.Kep NIP. 19711015 199303 1 007

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KAWUA

NOMOR :

TENTANG PENETAPAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN SISTEM SURVEILANS EPIDEMIOLOGI KESEHATAN PUSKESMAS KAWUA

PEDOMAN PENYELENGGARAAN SISTEM SURVEILANS EPIDEMIOLOGI KESEHATAN DI PUSKESMAS KAWUA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional,yang hakekatnya merupakan upaya penyelenggaraan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai kehidupan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal,sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.Pembangunan nasional dapat terlaksana sesuai dengan cita-cita bangsa jika diselenggarakan oleh manusia yang cerdas dan sehat.Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sember-daya manusia yang sehat,trampil dan ahli,serta memiliki perencanaan kesehatan dan pembiayaan terpadu dengan justifikasi kuat dan logis yang didukung oleh data dan informasi epidemiologi yang valid. Salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010 adalah menerapkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan,yang berarti setiap upaya pembangunan harus mempunyai kontribusi positif terbentuknya lingkungan yang sehat dan perilaku sehat.Paradigma sehat yaitu pembangunan kesehatan memberikan prioritas utama pada upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di bandingkan upaya pelayanan

penyembuhan/pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) secara menyeluruh,terpadu,dan berkesinambungan.

B. Tujuan Pedoman

Sebagai acuan pedoman tersedianya data dan informasi epidemiologi sebagai dasar manajemen kesehatan untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program kesehatan dan peningkatan kewaspadaan serta respon kejadian luar biasa yang cepat dan tepat secara nasional.

C. STRATEGI

1.Advokasi dan mendukung perundang-undang

2.Pembangunan sistem surveilans sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan program secara nasional,propinsi dan Kabupaten/Kota,termasuk sistem penyelenggaraan kewaspadaan dini kejadian luar biasa penyakit dan bencana

3.Peningkatan Mutu dan informasi epidemiologi

4.Peningkatan profesionalisme tenaga epidemiologi

5.Pembangunan tim epidemiologi yang handal

6.Penguatan jejering surveilans epidemiologi

7.Peningkatan surveilans epidemiologi terhadap kesehatan

8.Peningkatan

pemanfaatan

teknologi

komunikasi

informasi

elektromedia yang terintegrasi dan interaktif

  • D. Ruang Lingkup Pelayanan

Masalah kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, oleh karena itu secara operasional masalah-masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendiri, diperlukan tatalaksana terintegrasi dan komprehensif dengan kerjasama yang harmonis antar sektor dan antar program, sehingga perlu

dikembangkan subsistem survailans epidemiologi kesehatan yang terdiri dari Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular, Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Surveilans Epidemiologi Kesehatan Lingkungan Dan Perilaku, Surveilans Epidemiologi Masalah Kesehatan, dan Surveilans Epidemiologi Kesehatan Matra

  • E. Batasan Operasional

Yang dimaksud dengan Surveilans Epidemiologi Kesehatan adalah Kegiatan pengumpulan data ,Mengelolah data ,Menganalis,Menginterpretasi,Menerapkan, dan disebarkan sebagai informasi dan umpan balik

(1) Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap penyakit menular dan fektor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit menular (2) Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Merupaknan analis terus-menerus dan sistematis terhadap penyakit tidak menular dan faktor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit tidak menular (3) Surveilans Epidemilogi Kesehatan Lingkungan dan Perilaku Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap penyakit terhadap dan faktor resiko untuk mendukung program penyehatan lingkungan (4) Surveilans Epidemilogi Masalah Kesehatan Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap kesehatan dan faktor resiko untuk mendukung program-program kesehatan tertentu (5) Surveilans Epidemiologi Kesehatan Matra Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor resiko untuk upaya mendukung program kesehatan matra

  • F. Lndasan Hukum

1.Undang-undang

No

4

Tahun

1984

tentang

Wabah

Penyakit

Menular(Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 20,Tambahan

Lembaran Negara Nomor 2374;

2.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan(Lembaran Negara tahun 1992 Nomor 100,Tambahan Lembaran Negara Nomor

3273;

3.Keputusan

Mentri

Kesehatan

dan

Kesejahteraan

Sosial

Nomor

468/Menkes-Kesos/SK/V/2001 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional;

4.Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 424/Menkes/SK/IV/2003 tentang Penetapan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Pedoman Penanggulanganya;

BAB II

STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia

Untuk melaksanakan fungsinya dan menyelenggarakan pelayanan di Kecamatan Poso Kota Selatan terutama dalam penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Kesehatan di Puskesmas Kawua memiliki tenaga kerja yang baik dari puskesmas maupun dari masyarakat yaitu :

Pola Ketenagaan Unit Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Kesehatan Puskesmas Kawua

No

Nama

 

Kualifikasi

Jumlah

Status

Pendidikan

Pelatihan

 
  • 1 Pengelolah

PNS

D III

-

1

program

Surveilans

 
  • 2 Kader

IRT

SMA

-

5

Jumantik

 
  • 3. Kader

IRT

SMA

 

5

posyandu

Lansia

 
  • 4. Kader

IRT

SMA

 

5

posyandu

Balita

       

Total

16

  • B. Distribusi Ketenagaan

   

Puskesmas

 

No

Jenis tenaga

Wajib

Ada

Kekurangan

1.

Perawat

1

1

0

  • C. Jadwal Kegiatan Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Kesehatan

No

Jenis Kegiatan

Volume Kegiatan

 

Keterangan

1.

Pembagian bubuk abate

Bulan maret dan Bulan Agustus

Dilaksanakan bersamaan dengan posyandu disemua wilayah kerja puskesmas

2.

Survey jentik dan larvasidasi

Bulan maret,bulan juni,bulan September,dan bulan desember

Kegiatan dilaksanakan oleh kader aktif di masing- masing wilayah kerja puskesma

3.

Sms Laporan mingguan Kasus baru

Sms laporan dilaksanakan 52 kali selama satu(1) tahun

Laporan sms di ambil data dari kunjungan poli umum (register) di puskesmas

4.

Pemasukan Laporan bulanan di Puskesmas

Laporan bulanan di masukan 12 kali selama satu (1) tahun

Laporan di ambil dari data register poli umum,data pustu,data polindes,dan data masing- masing pengelolah program

BAB III STANDAR FASILITAS

A.DENA RUANG

Dalam pelaksanaan Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Kesehatan tidak ada ruang khusus karena merupakan program yang berbasis masyarakat.

B.STANDAR FASILITAS

a.Jaringan elektromedia b.Komunikasi (telepon,medsos dll) c.Komputer dan perlengkapanya d.Referensi surveilans epidemiologi,penilitian dan kajian kesehatan e.Pedoman pelaksanaan surveilans epidemiologi dan program aplikasi komputer f.SPO Program Surveilans Epidemiologi Kesehatan g.Kerangkan Acuan Surveilans Epidemiologi Kesehatan h.peralatan pelaksanaan

BAB IV TATALAKSANA PELAYANAN

A.Mekanisme kegiatan surveilans epidemiologi Kesehatan merupakan kegiatan yang dilaksanan secara terus menerus dengan mekanisme sebagai berikut :

1.Identisfikasi kasus dan masalah kesehatan serta informasi terkait lainya 2.Pelaporan dan pengelolahan data 3.Analis dan interpretasi data 4.Penyebaran informasi kepada yunit yang membutukanya 5.Studi epidemiologi 6.Membuat rekomendasi alternatif tindak lanjut 7.Umpan balik

B.Jenis penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi Kesehatan adalah sebagi berikut :

1.Penyelenggaraan berdasarkan metode pelaksanaan a.Surveilans Epidemiologi Rutin terpadu,adalah Penyelenggaraan Surveilans epidemiololgi terhadap beberapa kejadian permasalahan dan atau fektor resiko kesehatan. b.Surveilans epidemiologi khusus adalah Penyelenggaraan surveilans epidemiologi terhadap suatu kejadian,permasalahan faktor resiko atau setuasi khusus kesehatan c.Surveilans sentinel adalah penyelenggaraan surveilans epidemiololgi pada populasi dan wilayah terbatas untuk mendapatkan signal adanya masalahn kesehatan pada suatu wilayah populasi yang lebih luas

d.Studi epidemiologi adalah penyelenggaraan surveilans epidemiologi pada periode tertentu serta populasi atau wilayah tertentu untuk mengetahui lebih mendalam gambaran epidemiologi penyakit ,permasalahan atau faktor resiko kesehatan.

2.Penyelenggaran berdasarkan Aktifitas pengumpulan data a.Surveilans aktif adalah penyelenggaraan dimana unit surveilans mengumpulkan data dengan cara mendatangi unit pelayanan kesehatan ,masyarakat atau sumber data lainnya. b.Surveilans Pasif adalah penyelenggaraan dimana unit surveilans mengumpulkan data dengan cara menerima data tersebut dari unit pelayanan kesehatan,masyarakat atau data lainnya

3.Penyelenggaraan berdasarkan pola pelaksanaan a.Pola kedaruratan adalah kegiatan surveilans yang mengacu pada ketentuan yang berlaku untuk penanggulangan KLB,Wabah atau Bencana

4.Penyelenggaraan berdasarkan kualitas pemeriksaan a.Bukti klinis atau peralatan pemerikasaan adalah kegiatan surveilans dimana data di peroleh berdasarkan pemeriksaan klinis atau tidak menggunakan peralatan pendukung pemeriksaan b.Bukti laboratorium atau dengan peralatan khusus adalah kegiatan surveilans dimana data di peroleh berdasarkan pemeriksaan laboratorium atau peralatan pendukung lainnya.

B.LINGKUP

KEGIATAN

PENYELENGGARAAN SURVEILANS

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN

Ruang lingkup penyelenggaraan surveilans epidemiologi masalah kesehatan dapat disebapkan oleh beberapa sebap,oleh karna itu secara operasional diperlukan tatalaksana secara intergratif dengan ruang lingkup permasalahan sebagai berikut :

(1) Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap penyakit menular dan fektor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit menular (2) Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Merupaknan analis terus-menerus dan sistematis terhadap penyakit tidak menular dan faktor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit tidak menular (3) Surveilans Epidemilogi Kesehatan Lingkungan dan Perilaku Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap penyakit terhadap dan faktor resiko untuk mendukung program penyehatan lingkungan (4) Surveilans Epidemilogi Masalah Kesehatan Merupakan analis terus-menerus dan sistematis terhadap kesehatan dan faktor resiko untuk mendukung program-program kesehatan tertentu

C.BENTUK

KEGIATAN

PENYELENGGARAAN

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN

SURVEILANS

1.Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan secara terus menerus dengan cara aktif dan pasif,jenis data surveilans dapat berupa data kesakitan,kematian dan faktor resiko 2.Pengelolahan data Pengelolahan data di peroleh dari daftar register (kunjungan pasien,lapangan,pustu dan laporan masyarakat

3.Analisasi dan Interpretasi Data Analis data surveilans menggunakan pendekatan desktiptif dengan determinan epidemiologi ,yaitu orang,tempat dan waktu Dalam melakukan analis data surveilans membutukan data penunjang di luar informasih yang telah di kumpulkan misalnya data kependudukan,data geografis,data sosial budaya,agar penarikan keputusan lebih komprehensif 4.Diseminasi Informasi Diseminasi informasi dapat dilakukan ke tingakat atas maupun kebawah.Data/informasi dan rekomendasi sebagai hasil kegiatan surveilans epidemiologi penyakit disamapaikan kepada pihak yang dapat melakukan tindakan penanggulangan penyakit. 5. Pelaksanaan Surveilans epidemiologi penyakit Surveilans epidemiologi adalah kegiatan analis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut,agar dapat melakukan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data,pengelolahan dan penyebaran informasi epidemiololgi kepada penyelenggara progaram kesehatan.

D.SASARAN

PENYELENGARAAN

KESEHATAN

SURVEILANS

EPIDEMIOLOGI

1).Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular a.Surveilans yang dapat dicegah dengan imunisasi b.Surveilans AFP c.Surveilans penyakit potensial wabah ayau kejadian luar biasa penyakit menular dan keracunan d.Surveilans penyakit demam berdarah dan demam berdarah dengue e.Surveilans malaria

f.Surveilans penyakit-penyakit zoonosis,antraks,rabies,leptospirosis dan sebagainya g.Surveilans Penyakit filariasis h.Surveilans penyakit tuberkulosis i.Suurveilans penyakit diare,tipus perut,cacingan dan penyakit perut lainya j.Surveilans penyakiy kusta k.Surveilans penyakit frambosia l.Surveilans penyakit HIV/AIDS m.Surveilans penyakit menular seksual n.Surveilans penyakit pneumonia,termasuk penyakit pneumonia akut berat 2).Surveilans penyakit tidak menular a.Surveilans hipertensi,stroke dan penyakit jantung koroner b.Surveilans diabetes melitus c.Surveilans neoplasma d.Surveilans penyakit paru obstuksi kronis e.Surveilans gangguan mental 3).Surveilans epidemiologi kesehatan lingkungan dan perilaku a.Surveilans sarana air bersih b.Surveilans tempat-tempat umum c.Surveilans pemukiman dan lingkungan perumahan d.Surveilans vektor penyakit e.Surveilans kesehatan dan keslamatan kerja 4).Surveilans epidemiolgi masalah kesehatan a.Surveilans gizi dan kewaspadaan pangan dan gizi b.Surveilans kesehatan ibu dan anak c.Surveilans kesehatan lanjut usia d.Surveilans penyalagunaan obat,narkotika,psikotropika,zat adiktif dan bahan berbahaya e.Surveilans kualitas makanan dan bahan tambahan makanan

E.KEGIATAN AKTIFITAS INTI SURVEILANS EPIDEMIOLOGI KESEHATAN

1.Pendektesian kasus (case detection) 2.Pencatatan kasus (registration) 3.Konfirmasi (confirmation) 4.Pelaporan (reporting) 5.Analis Data (data analis) 6.Respon segerah/kesiapsiagaan wabah (epidemic preparedness) 7.Respon terencana (response and control) 8.Umpan balik (feedback)

BAB VI KESELAMATAN SASARAN

Mulai dari perencanaan sampai pelakasanaan kegiatan penyelenggaraan surveilans epidemiologi kesehatan di Puskesmas Kawua perluh diperhatikan keselamatan sasaran dengan melakukan identifikasi resiko terhadap segalah kemungkinan yang dapat terjadi pada ssat pelaksanaan kegiatan.Upaya pencegahan resiko tehadap sasaran harus dilakukan untuk tiap-tiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Pemberdayaan masyarakat adalah cara untuk menumbukan dan mengembangkan norma yang membuat masyarakat mampu berperilaku hidup bersih dan sehat dalam dalam kaitan pelakasanaan penyelenggaraan surveilans epidemiologi kesehatan.Pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh pemahaman,kemauan,kemahiran dan semangat dalam menerapkan pendekatan sosial masyarakat.Secara keseluruhan pendekatan gerakan masyarakat dilakukan melalui promosi,pengembangan institusi masyarakat,pendekatan hukum dan regulasi pengahargaan serta pendekatan ekeonomi produktif (income generation) Kesemuanya itu dilakukan untuk suksesnya pelaksanaan penyelenggaran sasaran program.Sedangkan untuk keselamatan petugas surveilans perlu melakukan proteksi terhadap resiko penularan penyakit menular,resiko terkontaminasi bahan kimia.

BAB VII KESELAMATAN KERJA

Mengingat besarnya resiko penularan penyakit menular dan resiko terkontaminasi bahan kimia tenaga kesehatan yang melaksanakan penyelenggaraan surveilans epidemiologi kesehatan yang melakukan kegiatan sering kontak dengan penderita penyakit menular dan kontaminasi dengan bahan kimia,maka perluh dilakukan berbagai upaya pencegahan demi keselamatan tenaga kesehatan.Profesionalisme dalam bekerja (bekerja sesuai standar) merupakan upaya meminimalkan resiko dalam melaksanakn kegiatan didalam dan luar gedung. Dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan surveilans epidemiologi kesehatan sangat di butukan tenaga kesehatan yang profesional dan memiliki ketrampilan yang lain terkait seperti berkemampuan berkendara sebagai pendukung terlaksananya kegiatan.Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor sehingga kecelakaan kerja dapat di minimalisir. Selalu menggunakan Alat pelindung diri (APD) pada waktu melaksakan kegiatan agar terhindar dari resiko penularan penyakit menular dan terkontaminasi bahan kimia.

BAB VIII PENGENDALIAN MUTU

Kinerja

pelaksanaan

penyelenggaraan

surveilans

epidemiologi

kesehatan di puskesmas kawua dimonitor dan dievaluasi dengan

menggunakan indikator sebagai berikut :

1.Ketepatan pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal dan jenis kegiatan 2.Kesesuaian petugas yang melaksanakan kegiatan 3.Pendektesian kasus secara efisien dan sestematis di wilayah kerja 4.Pencatan kasus secara detail dan menyeluruh 5.Konfirmasi yang akurat baik dengan program terkait lainya dan lintas sektor 6.Pelaporan yang tepat dan akurat 7.Pengumpulan,analis dan interpretasi data terkaitkesehatan yang di lakukan terus menerus 8.Respon kesiapsiagaan wabah yang dapat menjadi penyebap terjadinya penyakit dan terjadinya Kasus Luar Biasa (KLB) 9.Umpan balik secara rutin,analisa yang benar dan tepat sasaran 10.Permasalahan di bahas pada setiap lokakarya mini puskesmas setiap bulan

BAB IX

PENUTUP

Pedoman ini digunakan sebagai acauan bagi tenaga kesehatan program surveilans di puskesmas kawua dan lintas sektor terkait dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas kawua.Untuk meningkatkan efektifitas pemanfaatan pedoman penyelenggaraan program ini,hendakanya tenaga kesehatan puskesmas dapat menjabarkannya dalam protap (prosedur tetap) yang berisi langka-langka dari setiap kegiatan sesuai kondisi puskesmas. Selain itu,dengan pedoman ini diharapkan dapat di gunakan sebagai dasar advokasi bagi pemegang kebijakan untuk peningkatan mutu pelayanan di puskesmas kawua.

Ditetapkan di

: Kawua

:

2016

pada tanggal KEPALA PUSKESMAS KAWUA,

ALBERT KALENGKONGAN, A.Md.Kep NIP. 19711015 199303 1 007